Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: hubungan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP PERILAKU SWAMEDIKASI PARASETAMOL DI RT 01 RW 03 DESA JABON MEKAR KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi menurut World Health Organization (WHO), adalah pemilihan dan penggunaan obat-obatan oleh seseorang untuk mengobati penyakit atau gejala yang dikenali sendiri. Parasetamol merupakan obat analgetik non- narkotik dengan cara menghambat sintesis prostaglandin, terutama di sistem syaraf pusat (SSP). Obat ini digunakan untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang serta sebagai antipiretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode penelitian dengan cross-sectional, yang dilakukan secara prospektif. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian diperoleh mayoritas responden adalah wanita (51,59%). Kategori remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 63,69%. Pekerjaan terbanyak adalah mahasiswa/pelajar, (42,68%). Pendidikan terbanyak SMA (45,86%). Adapun tingkat pengetahuan terbanyak adalah tinggi (49,68%) dan perilaku swamedikasi parasetamol tebanyak perilaku yang baik (42,68%) dalam swamedikasi parasetamol. Hasil dari uji Chi-square menujukan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi parasetamol di RT 01 RW 03 Desa Jabon Mekar Kabupaten Bogor dengan hasil p value sebesar 0,000 (<0,005).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT KELASI BESI PADA PASIEN TALASEMIA DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Talasemia adalah kelainan darah genetik atau diturunkan, dimana kemampuan tubuh untuk menghasilkan hemoglobin terganggu. Kurangnya pengetahuan orang tua talasemia mengenai pentingnya kelasi besi dapat mengakibatkan pasien kurang patuh dalam penggunaan obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua Terhadap Kepatuhan Minum Obat Kelasi Besi Pada Pasien Talasemia Di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan cross sectional data diambil secara prospektif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 48 responden dan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin responden laki-laki dan perempuan memiliki jumlah yang sama yaitu 24 responden (50%), usia 5-6 tahun 26 responden (54,2%), pendidikan SD 24 responden (50%), lama menderita talasemia 25 responden (52,08%) dengan tingkat pengetahuan baik 43 responden (89,6%), kepatuhan tinggi sebanyak 27 responden (56,3%). Nilai signifikasi yang didapat sebesar 0,021 < 0,05 yang menunjukan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan minum obat kelasi besi pada pasien talasemia di RSUD Sekarwangi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik ≥ 140/90 mmHg. Keberhasilan terapi hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan konsumsi obat merupakan penyebab paling sering kegagalan terapi antihipertensi. Kepatuhan dapat dijadikan parameter tingkat pengetahuan pasien dalam menjalankan instruksi dari tenaga medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional yaitu suatu rencana penelitian suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan antara variabel bebas (pengetahuan) dengan variabel terikat (tingkat kepatuhan). Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan total sampel diluar uji validitas dan uji reliabilitas sebanyak 76 responden pada periode Mei- Juni 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari penelitian ini, hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di RSUD Sekarwangi Tidak Memiliki Hubungan, hal ini didapatkan dari uji Chi Square dengan nilai signifikasi p value 0,770 > 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP TINGKAT PERILAKU PENGGUNAAN AMOXICILLIN DI APOTEK GEMA PHARMA SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Amoxicillin termasuk antibiotik spektrum luas dan memiliki bioavabilitas oral yang tinggi. Di apotek Gema Pharma Sukabumi sering terjadi pembelian amoxicillin tanpa resep dokter. Hal ini menyebabkan terjadinya resiko resistensi bagi masyarakat yang kurang pengetahuan dan edukasi tentang penggunaan antibiotik khususnya amoxicillin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku,serta meneliti hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku masyarakat dalam penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi. Penelitian ini merupakan peneletian dalam bentuk deskriptif observasional dengan pendakatan secara Cross Sectional. Pengambilan sampel menggugunakan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel 75 responden. Alat ukur menggunakan kuisioner yang berisi tentang tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku penggunaan amoxicillin. Analisis data menggunakan analisis Chi Square. Hasil yang didapat yakni mayoritas berjenis kelamin perempuan (60%), usia terbanyak dewasa awal 26- 35 tahun (27%). pendidikan terakhir terbanyak mayoritas SMA/SMK (44%). Pekerjaan terbanyak ibu rumah tangga (27%). Tingkat pengetahuan masyarakat kurang baik (41,3%), cukup baik (32%), dan baik (26,7%). Tingkat perilaku penggunaan amoxicillin kurang baik (41,3 %), cukup baik (33,3%) dan baik (25,3%), Hasil uji Chi Square diperoleh p-value 0,019 < dari 0,05 menunjukan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan terhadap perilaku penggunaan amoxicillin di Apotek Gema Pharma Sukabumi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI KELURAHAN KEBON PEDES SUKABUMI 2022

2023Koleksi Perpustakaan

Ketidaktepatan penggunaan antibiotik banyak ditemukan di masyarakat luas. Hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya resiko buruk seperti resistensi antibiotik. Dalam pelaksanaan pengobatan sendiri banyak sering terjadi kesalahan dalam pengobatan, dimana kesalahan ini disebabkan karena kurangnya ilmu pengetahuan dari masyarakat terhadap cara penggunaan obat, informasi lain terkait obat yang digunakan maupun melakukan pengobatan secara mandiri dengan antibiotik tanpa resep dokter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik di Kelurahan Kebon Pedes Sukabumi. Desain penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan metode cross sectional. Pengambilan data menggunakan data primer dilakukan dengan menggunakan kuesioner, untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang dari jumlah populasi 1.790 menggunakan metode purposive sampling. kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan tentang antibiotik sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 63% dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik sebagian besar berkategori cukup sebanyak 76%. Dari hasil uji Chi-square diperoleh p-value 0,032 (<0,05). Berdasarkan hasil uji tersebut dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat terhadap perilaku penggunaan antibiotik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN ANTARA WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP TUNAI DENGAN KEPUASAN PELANGGAN Dl APOTEK KIMIA FARMA JUANDA PERIODE MARET 2021

2022Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pasien merupakan.salah satu komponen yang potensial menyebabkan. ketidakpuasan. Penelitian.ini bertujuan untuk.mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep tunai di Apotek Kimia Farma Juanda, kepuasan pelanggan terkait waktu tunggu, dan hubungan.waktu,tunggu.resep,tunai dengan kepuasan.pelanggan. Metodenya adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data waktu tunggu di peroleh dari pencatatan waktu dari resep masuk sampai obat di terima, meliputi resep obat jadi dan racikan. Data kepuasan di peroleh dari kuesioner yang di berikan ke 120 responden. Kemudian di lakukan uji chi square untuk mengetahui apakah ada hubungan antara waktu tungggu resep dengan kepuasan pelanggan. Hasilnya menunjukkan waktu tunggu resep obat jadi, yang sesuai standar 88,3 % dan yang tidak sesuai standar 11,7 %. Obat racikan yang sesuai standar 61,7% dan yang tidak sesuai standar 38,3%. Data kepuasan untuk obat jadi, yang puas 46,7%, yang tidak puas 53,3%. Untuk obat racikan, yang puas 45% dan yang tidak puas 55%. Rata-rataawaktuutungguapelayanannobat jadi 10,7 menitndannobatnracikan 32,4 menit. Pada uji stastistik chi square di peroleh hasil dengan nilai Asymp.sig(2-sided) untuk obat jadi = 0,554 > 0,05 dan obat racik = 0,471n>0,05.nKesimpulannyanberartintidakaadaxhubunganaantaraawaktuatunggu pelayanan resep.tunai dengan. Kepuasan.pelanggan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail