Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: Tingkat Kepatuhan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS PADA LAYANAN BPJS PROGRAM RUJUK BALIK DI APOTEK KIMIA FARMA JUANDA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Ketidakpatuhan pasien dalam pengobatan merupakan salah satu penyebab meningkatnya morbiditas dan mortalitas DM di Indonesia. Oleh karena itu pengukuran tingkat kepatuhan penggunaan obat sangat penting dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pengobatan. DM z (Diabetes zMelitus) z adalah zpenyakit zdimana z tubuh zpenderitannya z tidak zbisa zmengendalikan z tingkat zgula z (glukosa) zdalam zdarahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran karakteristik pasien, tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat pada pasien DM di BPJS layanan obat Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma Juanda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan penentuan sampelnya menggunakan rumus Slovin dengan metode purposive sampling, dengan sampel sebanyak 85 orang. Data yang telah dikumpulkan melalui survei, pembagian kuesioner, dan dokumentasi. Analisis tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat dihitung dari hasil kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 53% dengan rata-rata usia 40-70 tahun. lebih banyak berpendidikan akhir SMA sebanyak 73%, status pekerjaan terbanyak 82% tidak bekerja. Sebagian besar peserta mandiri sebanyak 69% dan dalam masa pengobatan 1 tahun sebanyak 51%. Kepatuhan tertinggi diperoleh pada kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 64%. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian pasien DM pada layanan BPJS program rujuk balik sudah patuh mengkonsumsi obat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK MEDISTIRA 2

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

2025Koleksi Perpustakaan

Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33 responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden (48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan kuat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KELOMPOK PROLANIS KLINIK BHADRA HUSADA KABUPATEN BOGOR TAHUN 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relative maupun absolut dan bila dibiarkan tidak terkendali dapat terjadi komplikasi. Ketidakpatuhan terhadap penggunaan obat menjadi masalah serius karena dapat meningkatkan risiko komplikasi dan bertambahnya penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien minum obat dengan kadar gula darah di Klinik Bhadra Husada. Metode yang digunakan metode analisis (chi-square) dengan pendekatan cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 58 pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total sampling sampel yang diambil berdasarkan karakteristik yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi sebagain sampel data yang di peroleh disajikan dalam bnetuk diagram dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukan Pasien DM yang paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 pasien (67,2%), usia yang paling banyak yaitu 46-65 tahun dan pekerjaan yang paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga sebesar 33 pasien (56,9%). Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan di Klinik Bhadra Husada dengan kategori patuh sebanyak tingkat kepatuhan tinggi 25 pasien (43,1%). Sehingga dengan kadar gula pasien dengan kategori normal sebanyak 20 pasien (34,5%). Hasil uji chi-square mnunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus dengan nilai p-value 0.000 (p˂α 0.05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG

2024Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK SITI AKSAR DEPOK

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang. Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak 17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26 responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%). Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%). Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, H1 diterima.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DM TIPE 2 DI POLIKLINIK RAWAT JALAN RS MULIA PAJAJARAN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus sering juga disebut dengan the great imitator, yaitu penyakit yang menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Diabetes melitus tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling umum ditemukan pada pasien prevalensi penyakit ini yang terus meningkat terutama pada negara berkembang dan negara yang memasuki budaya industrialisasi. Tingkat kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antidiabetes dapat memperkecil terjadinya komplikasi karena kadar glukosa dalam tubuh dapat terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien diabetes melitus tipe 2 yang mendapatkan antidiabetes oral dan tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus tipe 2 dalam mengkonsumsi obat oral yang digunakan dalam terapi. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional secara cross sectional menggunakan data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8 yang sudah tervalidasi. Hasil penelitian terhadap 76 responden berdasarkan data Sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan sebanyak 43 responden (56,58%), usia 56-65 tahun sebanyak 36 responden (47,37%), pendidikan terakhir SMA sebanyak 36 responden (47,37%), dan pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 31 responden (40,79%). Hasil kuesioner MMAS-8 76 responden sebanyak 41 responden memiliki tingkat kepatuhan tinggi (53,95%) 33 responden memiliki tingkat kepatuhan sedang (43,42%) 2 responden memiliki tingkat kepatuhan rendah (2,63%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP KESEMBUHAN PASIEN TB PARU DEWASA DI PUSKESMAS CITEUREUP

2023Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, tingkatan kepatuhan, hubungan tingkat kepatuhan terhadap kesembuhan pasien penderita TB paru Dewasa di Puskesmas Citeureup periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dan prospektif. Penelitian ini merupakan penelitian observasional (non eksperimen) dengan desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pengambilan data primer untuk kepatuhan dalam minum obat melalui kuesioner yang diisi responden. Pengambilan data rekam medik didapatkan untuk melihat pasien yang sudah sembuh. Pada hasil penelitian ini terdapat sosiodemografi yaitu usia yang terbanyak adalah remaja akhir dengan usia 17 – 25 tahun sebanyak 25% serta jenis kelamin yang terbanyak adalah jenis kelamin laki – laki sebanyak 52,50%. Tingkat kepatuhan minum obat pasien TB paru yang paling banyak dengan tingkatan kategori tinggi sebanyak 60%. Kesembuhan pengobatan TB paru diperoleh sebanyak 95% yang sembuh. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 26 dengan uji Chi-square nilai sig. 0,000 ≤ 0,05 yaitu ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan dan kesembuhan pasien TB paru dewasa di Puskesmas Citeureup.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi seringkali disebut pembunuh senyap dengan gejala yang dapat bervariasi. Hipertensi secara umum didefinisikan dengan kondisi tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan minum obat antihipertensi yang kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat antihipertensi yang teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran penyakit penyerta pasien hipertensi, gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi, gambaran tekanan darah dan hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSU Jampangkulon Sukabumi periode Februari-Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode prospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran sosiodemografi untuk usia 46-55 tahun sebanyak 38,2%, jenis kelamin perempuan sebanyak 58,8% dan pendidikan SD sebanyak 51,5%. Gambaran penyakit penyerta diabetes sebanyak 55,9%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi kategori sedang sebanyak 45,6%. Gambaran tekanan darah terkontrol sebanyak 79,4%. Ada Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah yaitu didapat nilai signifikasi p=0,001 ≤ 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN PENDERITA HIPERTENSI DI KLINIK PERTIWI DEPOK

2022Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan faktor penting sebagai pemicu penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, stroke, serta penyakit kardiovaskular lain yang menjadi penyebab banyak kematian di dunia. Kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan merupakan faktor penting untuk tercapainya efek terapi pengobatan hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap tekanan darah pasien. Desain penelitian ini bersifat prospektif non eksperimental pengambilan data selama periode April – Mei 2022 sebanyak 62 sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 71%, rentang usia terbanyak usia 56 – 65 tahun sebanyak 56,5%, tingkat pendidikan terbanyak SMA sebanyak 66,1% dan pekerjaan terbanyak sebagai ibu rumah tangga sebanyak 61,3%. Gambaran tekanan darah normal (<120/80 mmHg) sebanyak 3,2%, prahipertensi (120-139/80-89 mmHg) sebanyak 14,5%, hipertensi tahap 1 (140- 159/90-99 mmHg) sebanyak 40,3% dan hipertensi tahap 2 (>160/100 mmHg) sebanyak 41,9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan kepatuhan rendah sebanyak 37,1%, tingkat kepatuhan sedang sebanyak 46,8% dan tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 16,1%. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai signifikasi, p-value (0,267) > (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan tekanan darah pasien hipertensi di Klinik Pertiwi 1 Depok.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA TINGKAT.KEPATUHAN.PASIEN.HIPERTENSI TERHADAP.PENGGUNAAN.OBAT.ANTIHIPERTENSI.DI lNSTALASI.POLIKLINIK.RAWAT.JALAN.RUMAH.SAKIT SENTOSA.BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Analisa penggunaan obat antihipertensi untuk mengetahui kepatuhan penderita hipertensi terhadap penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien hipertensi dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi cross sectional. menggunakan data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Hasil penelitian terhadap 68 responden berdasarkan data sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan (51,5%), usia 46-55 tahun (36,8%), pendidikan terakhir SD (35,3%) dan pekerjaan ibu rumah tangga (44,1%). Hasil kuesioner MMAS-8 sebanyak 46 responden (67,6%) memiliki kepatuhan sedang, sebanyak 21 responden (30,9%) memiliki kepatuhan tinggi dan 1 responden (1,5%) memiliki kepatuhan rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan responden yaitu lupa meminum semua obat antihipertensi kemarin, responden terkadang lupa meminum obat antihipertensi yang diberikan oleh dokter dan selama 2 minggu terakhir terkadang tidak meminum obat antihipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIENRAWAT JALAN DI RUMAH SAKITANNISA CITEUREUP

2022Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru, kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia 36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80 responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi, 36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam melakukan pengobatan tuberkulosis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail