Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

38 hasil
Subjek: evaluasi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK PENDERITA ISPA DI KLINIK AL-BAROKAH BOGOR PERIODE FEBRUARI – JULI 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK MASKER PEEL OFF EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.)

2025Koleksi Perpustakaan

Bunga telang memiliki potensi antioksidan, karena bunga telang mengandung antosianin yang dapat menangkal oksidasi radikal bebas. Bunga telang mengandung saponin dan flavonoid yang berperan sebagai surfaktan alami dan sebagai inhibitor enzim tirosinase. Masker peel off adalah salah satu jenis masker wajah yang penggunaannya dapat dengan mudah dilepas seperti membran elastis. Tujuan penelitian untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% bunga telang, memperoleh sediaan masker peel off dari ekstrak etanol 96% bunga telang yang memiliki mutu fisik yang baik dan menganalisis aktivitas antioksidannya. Pembuatan ekstrak bunga telang dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstrak kental yang diperoleh diuji fitokimia secara kualitatif dan diformulasikan menjadi masker peel off dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), 5% (F3). Selanjutnya masker peel off diamati mutu fisik dan diuji aktivitas antioksidan. Hasil uji fitokimia ekstrak bunga telang mengandung alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin dan steroid. Sediaan masker peel off yaitu di uji organoleptik, homogenitas, viskositas dan rheologi, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, dan uji aktivitas antioksidan. Setelah dilakukan evaluasi sediaan memiliki bentuk setengah padat, bau khas dan berwarna biru. Homogen dengan tidak ada gumpalan dan tidak terdapat butiran kasar. Daya sebar 5,11 cm sampai 5,73 cm. pH sebesar 5,3 sampai 5,8. Waktu mengering 16.44 menit sampai 17.14 menit dan tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan dalam kategori lemah dengan masing-masing nilai (F1) 1% sebesar 225,83 ppm, (F2) 3% sebesar 195,08 ppm dan (F3) 5% sebesar 112,97 ppm. Ketiga formulasi sediaan masker peel off memenuhi mutu fisik yang baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT BAGIAN ATAS ( ISPAa ) ANAK DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari yang bersifat kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai penyebab dan dapat mengenai sepanjang saluran pernafasan. Laporan Tahunan Puskesmas Kedung Badak Tahun 2021 menunjukan ISPA merupakan penyakit yang paling banyak. Pengobatan ISPA sering kali menggunakan antibiotik sehingga memerlukan evaluasi ketepatan pada penggunaan antibiotik untuk ISPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskemas Kedung Badak pada tahun 2021. Penelitian ini dilakukan secara retsrospektif dengan berdasarkan Rekam medis pasien tahun 2021. Hasil Penelitian menunjukan bahwa profil pasien ISPA anak bagian atas di Puskesmas Kedung Badak tahun 2021 berdasarkan karakteristik jenis kelamin terbanyak kategori laki – laki (56%), karakteristik usia terbanyak kategori 0-5 tahun (64%) dan kategori berat badan terbanyak kategori 10 – 15kg (45%). Antibiotik yang digunakan adalah Amoxicillin syrup 125 mg/5 ml (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik ISPA anak bagian atas diketahui tepat indikasi (64%), tepat dosis (67%), tepat frekuensi pemberian (100%), dan tepat lama pemberian (8%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG

2025Koleksi Perpustakaan

Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik. Penyimpanan merupakan salah satu standar pengelolaan sediaan farmasi. Indikator penyimpanan obat adalah parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dan efektivitas pengelolaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dengan menggunakan standar penyimpanan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dan indikator penyimpanan Satibi 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 292 item obat. Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Leuwiliang menunjukkan telah sesuai menurut Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan rata-rata nilai untuk persentase persyaratan penyimpanan, komponen penyimpanan, sistem penyimpanan dan peralatan penyimpanan adalah 100% sedangkan persentase metode penyimpanan adalah 87.71 %. Hasil indikator penyimpanan menurut indikator Satibi 2014 persentase untuk ketepatan data jumlah obat pada kartu stok sebesar 98.63%, nilai TOR 4.64x/tahun, persentase stok mati 0.68% dan persentase stok kosong 1.71% menunjukkan belum sesuai sedang persentase sistem penataan gudang 100% menjalankan prinsip FEFO dan FIFO dan persentase obat kadaluarsa 0% menunjukkan telah sesuai dengan indikator Satibi 2014.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK KORPRI KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENERAPAN CPOB PADA SALAH SATU GUDANG FINISHED GOODS INDUSTRI FARMASI OBAT GENERIK DI CIKARANG

2025Koleksi Perpustakaan

Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi 5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini, penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu 100 Lux.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS SUKALARANG SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat lima golongan utama obat antihipertensi yaitu ACEI, ARB, beta bloker, CCB dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukalarang Sukabumi periode Juli – Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder dari rekam medik. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling dengan tingkat kepercayaan 90%. Populasi sebanyak 697 pasien, diambil sampel sebanyak 88 pasien. Hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 59 pasien (67%), usia terbanyak adalah lansia akhir 56 – 65 tahun 30 pasien (34%), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 1 sebanyak 42 pasien (48%) dan pasien tanpa penyakit penyerta 61%. Penggunaan obat antihipertensi lebih banyak secara monoterapi sebesar 68% dibandingkan obat kombinasi sebesar 32%. Monoterapi terbanyak adalah amlodipin sebesar 42% sedangkan kombinasi terbanyak adalah captopril – amlodipin sebesar 24%. Kemudian dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi (PERHI) tahun 2019, yaitu tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 76%, tepat dosis 100% dan tepat frekuensi waktu pemberian obat 91%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA DEMAM TIFOID ANAK DI KLINIK DENTI SARI KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pada perkiraan tahun 2019, terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya, yang mengakibatkan sekitar 110.000 kematian per tahun. Risiko tifoid lebih tinggi terjadi pada populasi yang tidak mempunyai akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai, dan anak-anak mempunyai risiko paling tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil pasien, melihat gambaran penggunaan antibiotik dan mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien tifoid rawat jalan di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor periode Januari Januari – Juli 2023, meliputi tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang terdiagnosa demam tifoid rawat jalan di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor periode Januari-Juli 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 96. Hasil penelitian menunjukan bahwa Karakteristik pasien demam tifoid anak di Klinik Denti Sari Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak laki-laki sebanyak 57 pasien (58,38%), usia terbanyak pada pasien demam tifoid adalah pada usia 5-11 tahun sebanyak 43 pasien (44,79%). Adapun berdasarkan berat badan lebih banyak yang memiliki berat badan normal sebanyak 38 pasien (39,59%). Berdasarkan gambaran penggunaan antibiotik didapatkan hasil penggunaan antibiotik terbanyak adalah Cotrimoxazole (Sulfametoxazole-Trimethoprim) sebanyak 41 pasien (42,71%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada demam tifoid anak untuk tepat pasien sebanyak 96 pasien (100%), tepat indikasi sebanyak 96 pasien (100%), pada tepat obat sebanyak 96 pasien (98,97%), pada tepat dosis sebanyak 14 pasien (14,58%), tepat frekuensi sebanyak 83 pasien (86,46%) dan tepat lama pemberian antibiotik sebanyak 96 pasien (100%) tidak tepat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENERAPAN CPOB PADA SALAH SATU GUDANG FINISHED GOODS INDUSTRI FARMASI OBAT GENERIK DI CIKARANG

2024Koleksi Perpustakaan

Warehouse merupakan infrastruktur penting dalam bisnis farmasi yang berfungsi untuk menyimpan berbagai komponen seperti bahan baku, bahan awal, bahan pengemas, dan obat jadi. Karena pentingnya penerapan CPOB, maka perlu dilakukan evaluasi penerapan CPOB dengan kesesuaian proses disalah satu industri farmasi Obat Generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui flow proses dan kesesuaian proses gudang finished goods terhadap standar CPOB edisi 5 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi menggunakan lembaran ceklist berdasarkan CPOB dan dibandingkan terhadap standar yang berlaku di gudang industri farmasi obat generik yang kemudian dihitung presentase kesesuaiannya menggunakan rumus perhitungan skor. Hasil penelitian yaitu sebanyak 8 aspek mendapatkan nilai presentase 100%, hanya satu aspek yang mendapatkan nilai presentase dibawah 100%, yaitu pada aspek Bangunan dan Fasilitas Penyimpanan dengan total presentase 71.4%. Kesimpulan penelitian ini, penerapan CPOB di gudang finished goods di gudang industri farmasi obat generik tersebut sudah berjalan baik. Namun masih ada yang perlu dilakukan perbaikan pada luas penyimpanan yang belum memadai. pencahayaan area penyimpanan yang masih kurang dari standar CPOB yang telah ditetapkan yaitu 100 Lux.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI EFISIENSI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK KIMIA FARMA 110 KEBON PEDES KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan obat dan perbekalan kesehatan yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu obat dan perbekalan kesehatan. Studi pendahuluan yang dilakukan di Apotek Kimia Farma 110 Kebon Pedes ditemukan beberapa obat yang tidak keluar dan beberapa yang berakhir menjadi kadaluarsa, juga sering terjadi kekosongan obat. Pentingnya penyimpanan yang baik karena banyak nya obat kadaluarsa di khawatirkan terjadi kesalahan saat pemberian ke pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efisiensi penyimpanan obat berdasarkan Indikator Efisiensi Pudjaningsih 1996. Desain penelitian observasional yang bersifat deskriptif dengan mengumpulkan data secara retrospektif yaitu dari bulan januari sampai dengan desember 2020. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa efisiensi penyimpanan obat pada indikator kecocokan obat dengan kartu stok mendapatkan hasil sebesar 55,46 %. Pada indikator TOR atau perputaran barang mendapatkan hasil 4 kali. Pada indikator sistem penataan obat menerapkan sistem FEFO dan FIFO sebesar 100%. Pada indikator persentase obat yang kadaluarsa atau rusak memproleh hasil sebesar 1,40 %. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan di Apotek Kimia Farma 110 Kota Bogor belum efisien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI RUMAH SAKIT AZRA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penyimpanan adalah suatu kegiatan penyimpanan dan memeliharaan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencuri serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyimpanan obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor berdasarkan Permenkes RI No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui pengumpulan data dan dokumentasi yang dilakukan secara observatif sebagai evaluasi dan analisis kesesuaian. Pengambilan data dimulai dari bulan Maret - April 2022 dengan tehnik total sampling dengan subjek penelitian adalah obat dan alat kesehatan di RS Azra Bogor. Hasil penelitian dari kesesuaian Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 antara persyaratan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 100% yang berarti memenuhi standar, lalu antara metode penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 60% yang berarti belum maksimalnya metode penyimpanan obat dan alkes di IFRS Azra Bogor, lalu antara peralatan penyimpanan di IFRS Azra Bogor mencapai 90% yang berarti sudah memenuhi standar. Kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar Permenkes RI No. 72 Tahun 2016 menunjukan bahwa belum maksimalnya penyimpanan obat dan alat kesehatan dengan standar tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN SABUN PADAT DARI EKSTRAK BUAH TOMAT (Solanum lycopersicum L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023Koleksi Perpustakaan

Paparan radikal bebas merupakan penyebab terjadinya masalah pada kulit. Antioksidan berperan untuk mengurangi masalah yang terjadi pada kulit. Ekstrak buah tomat (Solanum lycopersicum L.) memiliki aktivitas antioksidan karena memiliki kandungan senyawa flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi yang optimum dalam pembuatan sediaan sabun padat dari ekstrak buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan dengan mutu fisik yang baik. Buah tomat diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil penapisan fitokimia menunjukan ekstrak buah tomat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Formulasi yang digunakan untuk pembuatan sabun padat yaitu ekstrak buah tomat 2,5%, NaOH 8,8%, akuades 28% dengan variasi konsentrasi minyak zaitun, minyak kelapa, dan minyak kelapa sawit dalam 3 formulasi F1 (1: 2: 3), F2 (2: 2: 2) dan F3 (3: 2: 1). Semua sediaan sabun padat menunjukan hasil evaluasi mutu fisik yang memenuhi persyaratan. Formulasi yang paling optimum berdasarkan hasil evalusi mutu fisik yaitu F1 dengan parameter uji yang digunakan yaitu uji organoleptik, pH, kadar air, stabilitas busa dan asam lemak bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak buah tomat, sediaan sabun padat F1, F2, dan F3 masing-masing memiliki nilai IC50 sebesar 38,72 ppm, 41,68 ppm, 40,94 ppm, dan 40,78 ppm. Dari hasil uji aktivitas antioksidan sediaan, sabun padat F3 mempunyai aktivitas antioksidan paling baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN ALGORITMA TERAPI HIPERTENSI JNC 8 DI KLINIK BUDHI PRATAMA GEDONG JAKARTA TIMUR

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik 90 mmHg untuk dua kali pengukuran dan pasien diukur pada keadaan tenang. Terdapat lima golongan utama obat antihipertensi yaitu Antagonis Converting Enzym Inhibitor, Antagonis Reseptor Bloker, beta bloker, Calcium Chanel Bloker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, penyakit penyerta, gambaran tekanan darah, profil penggunaan obat dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan algoritma terapi hipertensi Joint Commite National Eight (JNC 8)di Klinik Budhi Pratama Gedong periode Januari – Maret 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan rancangan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari rekam medik pasien periode Januari-Maret 2021. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah secara total sampling dengan jumlah sampel 75 pasien. Hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 48 pasien (64%), usia terbanyak adalah manula lebih 65 tahun 30 pasien (40 %), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi stage1 sebanyak 50 pasien (66.67 %) dan pasien hipertensi dengan diabetes mellitus sebanyak 24 pasien (32%) . Profil penggunaan obat antihipertensi secara tunggal sebanyak 48 pasien (64%). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman Joint Commite Nasional Eight (JNC 8) tahun 2014, yaitu sesuai sebanyak 64 pasien (85.33%) dan tidak sesuai sebanyak 11 pasien (14.67%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN CAIRAN DAN ANTIPIRETIK PADA PASIEN ANAK DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue. Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegypti yang terutama menyerang pada anak-anak. Rumah sakit PMI Bogor menjadi tempat penelitian mengenai DBD, obat yang digunakan adalah Ringer laktat dan Parasetamol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketepatan penggunaan cairan dan antipiretik pada pasien anak demam berdarah dengue (DBD) sudah tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, dan tepat pasien. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil data rekam medik pasien, dengan periode Januari- Desember 2021. Sampel yang diambil sebanyak 94 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 6-11 tahun sebanyak 60 pasien (63,82%), jenis kelamin laki-laki sebanyak 52 pasien (55,31%), penggunaan cairan Ringer laktat dan Parasetamol pada seluruh pasien. Hasil evaluasi penggunaan obat DBD pada pasien rawat inap; Evaluasi tepat indikasi 100%; Evaluasi tepat obat 100%; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat dosis Parasetamol 90,42% dan tepat dosis Ringer laktat 88,29%; sudah tepat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN DIARE BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Diare adalah penyakit dengan meningkatnya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari disertai perubahan bentuk dan konsistensi feses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil sosiodemografi pasien, mengevaluasi penggunaan obat antidiare meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian berdasarkan Manajemen Terpadu Balita Sakit 2015, Drug Information Handbook 2009, Pediatric Drug Doses 2012, MIMS 2019. Penelitian ini, non-eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif, dianalisis secara deskriptif. Sampel diambil sebanyak 63 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin terbanyak laki-laki (62%), kelompok usia terbanyak > 1-3 tahun (53%), berat badan terbanyak <10 kg (81%). Penggunaan terapi obat zink sebanyak (19%), antibiotik dengan probiotik sebanyak (13%), antibiotik sebanyak (42%). Pemberian antibiotik yang sering digunakan yaitu kotrimoksazol (71%). Evaluasi ketepatan pemilihan obat zink, probiotik, antibiotik didapatkan sebanyak (100%). Evaluasi ketepatan dosis zink (68%), probiotik (70%), antibiotik (94%). Evaluasi ketepatan frekuensi zink (100%), probiotik (100%), antibiotik (78%). Evaluasi ketepatan lama pemberian zink, probiotik, antibiotik (100%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI KLINIK UTAMA dr. YATI ZARNUDJI CIBINONG KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini. Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82 pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51 pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang (35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54 pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82 sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENATALAKSANAAN DAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIAMBAR SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah >140/90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam keberhasilan terapi, penggunaan obat rasional sangat penting. Keberhasilan terapi ditandai dengan penurunan tekanan darah sesuai dengan standar Joint National Committee (JNC) 8 yaitu usia >60 tahun keberhasilannya <150/90 mmHg dan usia <60 tahun keberhasilannya <140/90 mmHg. Penelitian ini bertujan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien, profil penggunaan obat antihipertensi, ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan keberhasilan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC 8 di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Observasional dengan pendekatan secara retrospektif mengumpulkan data sekunder dari rekam medik dan resep sebanyak 99 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian, usia paling banyak 46-55 tahun sebanyak 43 pasien (43,43%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 81 pasien (81,82%). Penggunaan Obat terbanyak yaitu kombinasi sebanyak 47 pasien (47.47%). Ketepatan penggunaan, Tepat obat, dosis, indikasi menunjukkan hasil 100% tepat dan tepat frekuensi 79 pasien (79,80%) tepat, 20 pasien (20,20%) tidak tepat. Keberhasilan terapi berdasarkan JNC 8, 17 pasien (17,17%) berhasil, 82 pasien (82,83%) tidak berhasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS FISIK SEDIAAN SABUN MANDI CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum Del.)

2023Koleksi Perpustakaan

Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum Del.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol 70% daun afrika menjadi sabun mandi cair dengan variasi konsentrasi 1% (F1), 3% (F2) dan 6% (F3) yang stabil secara fisik dan disukai oleh panelis. Hasil pengujian fitokimia ekstrak etanol 70% daun afrika mengandung senyawa yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Dilakukan pengujian stabilitas mutu fisik untuk mengetahui konsentrasi yang paling baik dalam sediaan sabun mandi cair. Uji stabilitas fisik sediaan sabun cair meliputi : organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, dan tinggi busa sabun mandi cair daun afrika dilakukan selama 28 hari pada suhu 4 ̊C, 25 ̊C dan 40 ̊C. Hasil pengujian stabilitas fisik sabun mandi cair ekstrak etanol 70% daun afrika setiap formula stabil dalam suhu 25 ̊C dan formula terbaik serta disukai oleh panelis dari parameter warna, bau dan tekstur yaitu formula 1.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN BRONKOPNEUMONIA BALITA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Bronkopneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang paru – paru, yang ditandai dengan adanya nanah dan cairan pada alveoli. Antibiotik adalah pengobatan utama untuk bronkopneumonia. Penggunaan antibiotik yang tepat diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan sekaligus membatasi laju resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran profil penggunaan antibiotika dan mengevaluasi ketepatan penggunan antibiotika yang tepat pada pasien bronkopneumonia anak di Rumah sakit UMMI Bogor periode Oktober – Desember 2021. Desain penelitian ini dilakukan secara observasional, bersifat retrospektif dengan rancangan cross sectional dari rekam medik pasien dengan jumlah sampel sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi : umur paling banyak 0 – 1 tahun 32 pasien (62%), jenis kelamin paling banyak laki – laki 29 pasien (56%) dan berat badan paling banyak 6 – 10 kg 30 pasien (58%). Antibiotika yang digunakan adalah seftriakson 32 pasien (62%) dan sefotaksim 20 pasien (38%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotika : tepat obat (100%), tepat dosis (96%), tepat frekuensi (100%), dan tepat lama pemberian (100%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN PENGOBATAN HEPATITIS B DI RSUD SEKARWANGI SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Hepatitis B adalah kelainan hati berupa peradangan hati yang merupakan penyakit dengan endemisitas tinggi di Indonesia. Hepatitis B dapat berkembang menjadi sirosis atau bahkan kanker hati bila tidak mendapat pengobatan dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengobatan yang diberikan kepada pasien hepatitis B meliputi profil dan kesesuaian pengobatan di RS Sekarwangi Sukabumi. Metode penelitian berupa deskriptif observasional, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dari 69 rekam medis pasien rawat jalan periode 2018-2021 berusia 17-65 tahun. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari keseluruhan terapi yang sesuai dengan Kesesuaian dengan Konsensus Nasional Penatalaksanaan Hepatitis B di indonesia tahun 2012 (PPHI) sebanyak 27 (39,13%) penggunaan antiviral, sebanyak 47 (67,14%) sesuai berdasarkan terapi hepatoprotektor, sebanyak 19 ( 27,53%) sesuai berdasarkan terapi simtomatik, sebanyak 17 (24,63%) sesuai berdasarkan terapi suportif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail