EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA DEMAM TIFOID ANAK DI KLINIK DENTI SARI KABUPATEN BOGOR
Pada perkiraan tahun 2019, terdapat 9 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya, yang mengakibatkan sekitar 110.000 kematian per tahun. Risiko tifoid lebih tinggi terjadi pada populasi yang tidak mempunyai akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai, dan anak-anak mempunyai risiko paling tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil pasien, melihat gambaran penggunaan antibiotik dan mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien tifoid rawat jalan di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor periode Januari Januari – Juli 2023, meliputi tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang terdiagnosa demam tifoid rawat jalan di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor periode Januari-Juli 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 96. Hasil penelitian menunjukan bahwa Karakteristik pasien demam tifoid anak di Klinik Denti Sari Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak laki-laki sebanyak 57 pasien (58,38%), usia terbanyak pada pasien demam tifoid adalah pada usia 5-11 tahun sebanyak 43 pasien (44,79%). Adapun berdasarkan berat badan lebih banyak yang memiliki berat badan normal sebanyak 38 pasien (39,59%). Berdasarkan gambaran penggunaan antibiotik didapatkan hasil penggunaan antibiotik terbanyak adalah Cotrimoxazole (Sulfametoxazole-Trimethoprim) sebanyak 41 pasien (42,71%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada demam tifoid anak untuk tepat pasien sebanyak 96 pasien (100%), tepat indikasi sebanyak 96 pasien (100%), pada tepat obat sebanyak 96 pasien (98,97%), pada tepat dosis sebanyak 14 pasien (14,58%), tepat frekuensi sebanyak 83 pasien (86,46%) dan tepat lama pemberian antibiotik sebanyak 96 pasien (100%) tidak tepat.