2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Diare akut pada anak adalah buang air besar pada bayi atau anak yang lebih dari 3
kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa
lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Penggunaan obat yang
tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Peresepan obat tanpa
indikasi yang jelas, penentuan dosis, cara, dan lama pemberian yang keliru, serta
peresepan obat yang mahal merupakan sebagian contoh dari ketidakrasionalan
peresepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi
pasien meliputi umur, jenis kelamin dan berat badan, profil pengobatan, ketepatan
pengobatan meliputi tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat cara pasien, tepat
dosis, tepat lama pemberian obat dan tepat frekuensi obat pada pasien diare anak di
Klinik Utama dr. Yati Zarnudji periode 2021 – Juli 2022. Hasil penelitian diperoleh
pasien penderita diare didominasi oleh umur batita 2-3 tahun yaitu sebanyak 47
pasien dengan persentase 54% dan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak
65%. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cotrimoxazole sebanyak 53%.
Evaluasi ketepatan obat yaitu 62%, ketepatan dosis yaitu 100%, evaluasi ketepatan
obat yaitu 100% dan evaluasi ketepatan indikasi 100% dan evaluasi ketepatan
frekuensi 100%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Kehamilan merupakan suatu proses reproduksi yang perlu perawatan khusus agar
dapat tercapainya persalinan yang aman dan melahirkan bayi yang sehat. Gejala
yang mudah dikenali pada kehamilan yaitu mual muntah berlebih atau disebut
Hiperemesis Gravidarum (HEG). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi obat
antiemetik berdasarkan tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis obat, dan tepat
frekuensi pemberian pada pasien ibu hamil yang didiagnosis Hiperemesis
Gravidarum (HEG) di poli rawat inap kebidanan Klinik Utama Rawat Inap dr. Yati
Zarnudji periode 2019-2021. Jenis penelitian ini bersifat retrospektif dan
merupakan data sekunder. Hasil penelitian 128 pasien didapati karakteristik pasien
dengan usia pasien 26-35 tahun 60,16%, Trimester I 75%, Primigravida 53,91%
dan pasien dengan tidak ada penyakit lain 86,72%. Jenis penggunaan obat
antiemetik didapati pemakaian tertinggi Ondansetron 4mg injeksi (39,27%), Vomil
B6 9,95%, Domperidone 3,14%, Metoclopramide injeksi 14,14%, Ondansetron
8mg injeksi 33,51% dan ketepatan penggunaan obat antiemetik untuk pasien HEG
100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 90,1%, dan tepat frekuensi pemberian
85,9%.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan
manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus
yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian.
Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini.
Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi
bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data
sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil
penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat
indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien
penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder
dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang
dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di
Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini
diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82
pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian
diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51
pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan
data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang
(35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54
pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime
sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan
dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82
sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).