BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia adalah Hipertensi dalam kehamilan yang terjadi diatas 20 minggu
usia kehamilan dan disertai dengan adanya protein dalam urin (proteinuria).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien berdasarkan
pada usia pasien, usia kehamilan, hasil laboratorium protein dalam urin
(proteinuria), status gravida, dan lama rawat. Penelitian ini dilakukan dengan
mengambil data secara retrospektif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah 57 sampel. Hasil penelitian didapatkan data sosiodemografi berdasarkan
usia pasien terbanyak adalah usia 26 – 35 tahun sebanyak 27 pasien (47%), usia
kehamilan terbanyak pada usia kehamilan trimester 3 sebanyak 55 pasien (96%),
hasil pemeriksaan laboratorium protein urin terbanyak adalah positif 1 atau
dipstick 1 + sebanyak 50 pasien (89 %), status gravida terbanyak adalah
multigravida sebanyak 43 pasien (75%), jumlah hari perawatan terbanyak yaitu 3-
4 hari sebanyak 95%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah kombinasi
3 obat ( Metildopa + MgSO4 + Nifedipin) sebanyak 36 pasien (36%). Obat
antihipertensi yang memiliki efektivitas tertinggi yaitu kombinasi 4 obat
(Metildopa + MgSO4 + Nifedipin + Nikardipin) karena mampu menurunkan
tekanan darah sistolik dengan rata-rata sebesar 54 mmHg dan tekanan darah
diastolik dengan rata-rata sebesar 14 mmHg. Perbedaan efektivitas obat
antihipertensi berdasarkan SPSS terdapat perbedaan untuk penurunan tekanan
darah sistolik sig 0,000. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan untuk penurunan tekanan darah sistolik dan tidak ada perbedaan yang
signifikan terhadap penurunan tekanan darah diastol karena hasil SPSS penurunan
tekanan diastolik sig 0,171.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu peningkatan tekanan darah sistolik
lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat
lima golongan utama obat antihipertensi yaitu ACEI, ARB, beta bloker, CCB dan
diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan
evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukalarang
Sukabumi periode Juli – Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pengambilan data sekunder dari rekam medik. Pengambilan sampel menggunakan
rumus Slovin dengan teknik purposive sampling dengan tingkat kepercayaan 90%.
Populasi sebanyak 697 pasien, diambil sampel sebanyak 88 pasien. Hasil penelitian
karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah
perempuan 59 pasien (67%), usia terbanyak adalah lansia akhir 56 – 65 tahun 30
pasien (34%), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 1 sebanyak
42 pasien (48%) dan pasien tanpa penyakit penyerta 61%. Penggunaan obat
antihipertensi lebih banyak secara monoterapi sebesar 68% dibandingkan obat
kombinasi sebesar 32%. Monoterapi terbanyak adalah amlodipin sebesar 42%
sedangkan kombinasi terbanyak adalah captopril – amlodipin sebesar 24%.
Kemudian dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman
Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi (PERHI) tahun 2019, yaitu tepat indikasi
100%, tepat pasien 100%, tepat obat 76%, tepat dosis 100% dan tepat frekuensi
waktu pemberian obat 91%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik 90 mmHg untuk dua kali pengukuran dan pasien diukur
pada keadaan tenang. Terdapat lima golongan utama obat antihipertensi yaitu
Antagonis Converting Enzym Inhibitor, Antagonis Reseptor Bloker, beta bloker,
Calcium Chanel Bloker dan diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik pasien, penyakit penyerta, gambaran tekanan darah, profil penggunaan
obat dan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan algoritma terapi hipertensi
Joint Commite National Eight (JNC 8)di Klinik Budhi Pratama Gedong periode
Januari – Maret 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan
rancangan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara
retrospektif dari rekam medik pasien periode Januari-Maret 2021. Teknik
pengambilan sampel pada penelitian ini adalah secara total sampling dengan jumlah
sampel 75 pasien. Hasil penelitian karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis
kelamin terbanyak adalah perempuan 48 pasien (64%), usia terbanyak adalah manula
lebih 65 tahun 30 pasien (40 %), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi
stage1 sebanyak 50 pasien (66.67 %) dan pasien hipertensi dengan diabetes mellitus
sebanyak 24 pasien (32%) . Profil penggunaan obat antihipertensi secara tunggal
sebanyak 48 pasien (64%). Evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman
Joint Commite Nasional Eight (JNC 8) tahun 2014, yaitu sesuai sebanyak 64 pasien
(85.33%) dan tidak sesuai sebanyak 11 pasien (14.67%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensisalah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan tekanan darah
yang >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Faktor risiko hipertensi yaitu pada
umur, jenis kelamin, keturunan, kegemukan, merokok, kurang aktivitas fisik
ataupun mengkonsumsi garam berlebih sehingga terjadinya penyakit hipertensi.
Acuan yang digunakan di Rumah Sakit Melania Bogor ini menggunakan Guideline
Join National Committee (JNC) VIII. Di JNC VIII ini memiliki alur pengobatan
yang dapat dilihat dari tekanan darah seseorang dan penyakit penyerta yang dimiliki
sehingga dapat menentukan pengobatan untuk pasien dengan tujuan tekanan darah
berdasarkan JNC VIII. Metode penelitian ini diolah secara deskriptif menggunakan
data rekam medik pada periode Agustus – Desember 2022. Hasil penelitian
mengenai karakteristik pasien hipertensi perempuan paling banyak sebesar 59%
dan usia paling banyak 56-65 tahun 36%, dengan penyakit penyerta Diabetes
Melitus (DM) sebesar 10 % dan Chronic Kidney Disease (CKD) 4%, obat paling
banyak yang digunakan gologan Calcium Channel Blocker (CCB) tunggal 44%
dan kombinasi Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) + Calcium
Channel Blocker (CCB) 16% dan memiliki hasil kesesuaian terapi berdasarkan
JNC VIII 86%, tingkat keberhasilan tujuan JNC VIII 89%. Hasil penelitian Analisis
menggunakan SPSS versi 26 dengan pengujian Chi-Square dengan hasil p-value
0,000 yang memiliki keputusan terdapat hubungan signifikan kesesuaian obat
berdasarkan JNC VIII keberhasilan target tekanan darah JNC VIII.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia didefinisikan sebagai suatu sindrom yang ditandai dengan
peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90
mmHg dengan proteinuria yang terjadi sejak kehamilan minggu ke-20 atau lebih.
Dalam penatalaksanaan preeklampsia pada ibu hamil obat yang digunakan terdiri
dari obat tunggal dan kombinasi. Tujuan penelitian ini mengetahui kesesuaian
penatalaksanaan penggunaan obat antihipertensi pada pasien preeklampsia di
Instalasi Rawat Inap RS PMI Bogor berdasarkan pedoman dari Perkumpulan
Obsetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Penelitian ini dilakukan menggunakan
metode deskriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional.
Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien
dengan periode 2019-2021. Sampel yang diambil sebanyak 97 pasien dengan
metode total sampling. Adapun hasil penelitian menunjukan usia paling banyak
20 – 35 tahun (63%), usia kehamilan trimester III (98%), derajat preeklampsia
berat (87%), status multigravida (73%), kadar proteinuria dipstick 3+ (38%),
penggunaan obat tunggal nifedipin (57%), tungal metildopa (2%), kombinasi
nifedipin & metildopa (40%), kombinasi nifedipin & amlodipin (1%). Evaluasi
penatalaksanaan obat antihipertensi yang sesuai menurut POGI (2016)
mendapatkan persentase sebesar 78,29%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan
tekanan darah meningkat diatas normal atau kurang dari 140/90 mmHg. Dalam
penatalaksanaan hipertensi di Puskesmas Kedung Badak, obat yang digunakan
terdiri dari amlodipin dan kaptopril. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi
penggunaan obat antihipertensi melalui ketepatan penggunaan obat dan
kesesuaian target tekanan darah. Penelitian ini dianalisis secara deskriptif, dan
bersifat observasi yang dilakukan secara retrospektif. Data penelitian ini diambil
dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode September –
November 2021. Sampel yang diambil sebanyak 83 pasien dengan metode
purposive sampling. Adapun hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak
46-55 tahun sebanyak 39 pasien (47%), jenis kelamin perempuan sebanyak 69
pasien (75%), penggunaan amlodipin sebanyak 79 pasien (95%), dan obat
kaptopril yang diubah menjadi amlodipin sebanyak 4 pasien (5%). Hasil evaluasi
penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan; Evaluasi tepat
pemilihan obat 51% sudah tepat; Evaluasi tepat pemberian dosis 100% tepat
dosis; Evaluasi tepat pasien 100%; Evaluasi tepat interval/frekuensi 95% sudah
tepat; Waspada efek samping 5% ada efek samping. Kesesuaian target tekanan
darah berdasarkan JNC VIII 33 pasien (40%) sudah sesuai target.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan
kenaikan tekanan darah di atas normal (Kemenkes, 2018). Menurut data World
Health Organization (WHO) tahun 2019, prevalensi hipertensi secara global
sebesar 22% dari total penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
ketepatan pengobatan pasien hipertensi meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat
indikasi, tepat dosis dan tepat frekuensi. Penelitian ini bersifat observasional
dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien yang dilakukan secara
retrospektif pada periode November – Desember 2020. Hasil penelitian
berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 72%. Berdasarkan
kelompok usia paling banyak pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 34% yaitu pada
masa lansia akhir. Mayoritas tingkat pendidikan SMA sebanyak 72%. Mayoritas
pekerjaan pada IRT sebanyak 62%. Berdasarkan tingkat hipertensi paling banyak
pada hipertensi stage 1 sebanyak 48,9%. Pola pengobatan pasien paling banyak
menggunakan obat terapi tunggal sebanyak 96,3%. Golongan paling banyak pada
Calcium Channel Blocker yaitu Amlodipin sebanyak 90,4%, jenis obat paling
banyak digunakan pada obat kombinasi captopril + amlodipin sebanyak 2,2%. Pada
evaluasi tepat penggunaan obat, berdasarkan tepat pasien (100%), tepat indikasi
(100%), tepat obat (100%) tepat dosis (84,4%) dan tepat frekuensi (98,1%).