Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Anak
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK PENDERITA ISPA DI KLINIK AL-BAROKAH BOGOR PERIODE FEBRUARI – JULI 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU DALAM SWAMEDIKASI OBAT DEMAM ANAK DI RW 005 DESA SALABENDA KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah upaya menjaga kesehatan dan salah satu penyakit yang dapat di swamedikasi adalah demam. Demam merupakan penyakit yang sering dialami terutama pada anak. Tidak terlepas dari pengaruh media sosial akses informasi pengobatan dapat menyebabkan terjadinya kesalahan jika tidak dibekali pengetahuan yang cukup, sehingga masyarakat terutama ibu harus memiliki pengetahuan yang baik dalam swamedikasi demam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam anak di RW 005 Desa Salabenda Kabupaten Bogor. Desain penelitian ini adalah prospektif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Dari jumlah populasi sebanyak 278 dengan teknik Cluster random sampling didapat sampel sebanyak 74 responden. Hasil Penelitian didapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (45,9%), pendidikan SMA/SMK (41,9%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (68,9%). Tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi demam menunjukan presentase cukup baik yaitu 48,6 % dan tingkat keterpaparan media sosial menujukan 93,2 % ibu terpapar media sosial. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 0,261 (>0,05) maka dapat tidak ada hubungan signifikan antara paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam pada anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ZINK TUNGGAL DAN KOMBINASI ZINK PROBIOTIK PADA PASIEN DIARE ANAK DI RUMAH SAKIT GRAHA MEDIKA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang di dunia termasuk Indonesia, diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang ditemukan pada balita, khususnya pada anak di bawah dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas zink tunggal dan kombinasi zink probiotik dalam penanganan diare anak di Rumah Sakit Graha Medika Bogor. Metode dengan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien periode Mei- Juli 2023 menggunakan data rekam medis pasien rawat inap anak yang mengalami diare di Rumah Sakit Graha Medika Bogor dan mendapat terapi obat zink tunggal dan kombinasi zink probiotik. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sehingga jumlah sampel 84 pasien. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan uji normalitas dan uji mann-whitney menggunakaan SPSS Versi 26. Hasil penelitian ini menunjukan karakteristik sosiodemografi yang meliputi usia >3 – 5 tahun sebanyak 31 pasien (44,09%), jenis kelamin laki-laki 48 pasien (57,14%), rata-rata rawat inap pada pemberian kombinasi zink probiotik lebih cepat 2,59 hari dibanding dengan zink tunggal 4,58 hari. Dari hasil penelitian dapat dilihat nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata 0,05 maka pengujian uji man whitney tersebut memberikan keputusan tolak H0 dan terima H1 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbandingan penggunaan obat zink tunggal pada pasien diare anak dengan obat kombinasi zink probiotik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENATALAKSANAAN PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN DIARE ANAK RAWAT JALAN DI KLINIK KORPRI KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya, dengan frekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antidiare pada pasien diare anak di Klinik KORPRI Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan crosssectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Juli – Desember 2022. Sampel yang diambil dengan metode total sampling sebanyak 102 pasien. Hasil penelitian menunjukkan, usia paling banyak 0 – 5 tahun (68%), jenis kelamin paling banyak laki-laki (60%), berat badan paling banyak 13 – 19 kg (57%), klasifikasi diare paling banyak tanpa dehidrasi (79%), penggunaan obat diare oralit + zink (41%), oralit (24%), cotrimoxazole (19%), kombinasi cotrimoxazole + oralit + zink (16%). Kesesuaian penggunaan obat berdasarkan pedoman dari Buku Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita (Kemenkes RI, 2011) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (Kemenkes RI, 2015) didapatkan hasil sesuai tepat indikasi 81,37%, tepat obat 81,37%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK KORPRI KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang sering menyerang saluran pernafasan baik saluran pernafasan atas maupun bawah, umumnya terjadi pada anak. Penggunaan antibiotik pada ISPA harus diperhatikan dengan benar, terutama pada anak karena penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil sosiodemografi, mengetahui gambaran penyakit ISPA anak, mengetahui gambaran penggunaan antibiotik, mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik dengan melihat tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medik. Sampel yang diambil 222 pasien dengan (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 0-5 tahun (55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 137 pasien (62%), dan berat badan yang paling banyak ditemui yaitu 9,7-19 kg (48%). Jenis ISPA di Puskesmas Curug Bogor terdapat 167 pasien (75%) faringitis dan 55 pasien (25%) tonsilitis, Penggunaan antibiotik adalah amoksisilin pada seluruh pasien ISPA (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan amoksisilin 100% tepat obat, tepat dosis sebanyak 162 pasien (73%), tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 0% tidak tepat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUSI KETEPATAN OBAT PADA PASIEN DIARE ANAK DI KLINIK UTAMA RAWAT INAP dr. YATI ZARNUDJI

2023Koleksi Perpustakaan

Diare akut pada anak adalah buang air besar pada bayi atau anak yang lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Penggunaan obat yang tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Peresepan obat tanpa indikasi yang jelas, penentuan dosis, cara, dan lama pemberian yang keliru, serta peresepan obat yang mahal merupakan sebagian contoh dari ketidakrasionalan peresepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien meliputi umur, jenis kelamin dan berat badan, profil pengobatan, ketepatan pengobatan meliputi tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat cara pasien, tepat dosis, tepat lama pemberian obat dan tepat frekuensi obat pada pasien diare anak di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji periode 2021 – Juli 2022. Hasil penelitian diperoleh pasien penderita diare didominasi oleh umur batita 2-3 tahun yaitu sebanyak 47 pasien dengan persentase 54% dan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 65%. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cotrimoxazole sebanyak 53%. Evaluasi ketepatan obat yaitu 62%, ketepatan dosis yaitu 100%, evaluasi ketepatan obat yaitu 100% dan evaluasi ketepatan indikasi 100% dan evaluasi ketepatan frekuensi 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PNEUMONIA ANAK RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR DENGAN METODE GYSSENS

2023Koleksi Perpustakaan

Pneumoniaimerupakan penyakitiinfeksi yang menyerangisaluran pernafasan yaitu pada jaringaniparu dan biasanyaidisebabkan oleh bakteriiStreptococcus pneumonia. Pneumoniaiberada pada peringkatike-8 dalami10 besar di RumahiSakit Islam Bogor tahun 2021. Penelitianiini bertujuan untuk mengetahuiiketepatan penggunaaniantibiotik pada pasienipneumonia anak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor dengan metodeiGyssens. Penelitianiini bersifat deskriptifidengan pengambilanidata secarairetrospektif. Data yang diambil dariirekam medisipasien pneumoniaianak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor yang diperolehikemudian dievaluasiimenggunakan diagramialur Gyssens. Dari 52 kasus yangidiperoleh, pneumoniaiyang terbanyakiterjadi pada anakidengan jenisikelamin laki-laki (69,23%), dengan rentang usia 1-3 tahun (48,08%) dan berat badan < 10 kg (59,62%). Antibiotikiyang paling banyakidigunakan untuk pengobatan padaipasien pneumoniaianak yaitu ceftriaxone (64,91%). Hasilievaluasi penggunaaniantibiotik berdasarkan metodeiGyssens yaitu diperoleh penggunaaniantibiotik tidak tepat dosis (kategoriiII A) sebesar 19,30%, penggunaaniantibiotik terlalu singkat (kategori III B) sebesar 56,14%, ada alternatif lebih murah (kategori IV C) sebesar 1,75%, adaiantibiotikilebih efektif (kategori IViA) sebesar 22,81%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI DRPs PADA TERAPI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK AZKA KECAMATAN CICURUG SUKABUMI

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian DRP pada penatalaksanaan pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi. Penelitian ini bersifat retrospektif dilakukan dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021 menggunakan metode deskriptif dan analisis dengan menggunakan klasifikasi DRP menurut Pharmaceutical Care Practice : The Clinician’s Guide yang telah dimodifikasi yaitu dosis rendah, dosis tinggi, obat tanpa indikasi dan indikasi tanpa obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak 18,19%, dosis tinggi sebanyak 33,33%, obat tanpa indikasi sebanyak 48,48% dan indikasi tanpa obat sebanyak 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan infeksi saluran pernapasan akut terhadap pasien anak di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGOBATAN DIARE AKUT NONSPESIFIK RAWAT JALAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK INSANI CITEUREUP

2022Koleksi Perpustakaan

Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak 56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi 95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%, tepat frekuensi pemberian 98,74%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PASIEN ANAK DI APOTEK KIMIA FARMA 202 KEJAYAAN DEPOK

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88 pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS 2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki 57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37 resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%, parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%, ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS (DRP’S) PENGGUNAAN OBAT ANTIDIARE PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS CIRIMEKAR CIBINONG

2022Koleksi Perpustakaan

Menurut KEMENKES RI tahun 2018, penyakit diare merupakan penyakit endemis dan juga merupakan penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa (KLB) disertai dengan kematian. Pengobatan diare pada anak dapat menimbulkan Drug Related Problems (DRP’s). DRP’s yaitu kejadian yang sangat tidak diinginkan oleh pasien terkait terapi obat, yang secara nyata ataupun potensial berpengaruh pada outcome yang diinginkan oleh pasien. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau tidaknya kejadian DRP’s pada pasien pediatri yang menderita diare. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional . Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep pasien diare pada anak. Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah sampel 119 resep diperoleh kejadian DRP’s sebanyak 25 kasus diantaranya kejadian DRP’s terbanyak yaitu pada dosis subterapeutik 18 kejadian (15,1%), terapi tanpa indikasi 5 kejadian (4,2%), indikasi tanpa terapi 2 kejadian (1,7%), dan yang tidak mengalami DRP’s yaitu interaksi obat dan over dosis sebanyak 94 kejadian (79%). Profil penggunaan obat yang paling banyak digunakan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yaitu Zink sebanyak 112 pasien (94,11%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA

2022Koleksi Perpustakaan

Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap, dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun). Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%, dan tepat cara pemberian 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN EFEKTIVITAS OBAT DIARE ZINK DENGANZINK PROBIOTIK PADA PASIEN ANAK DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2021Koleksi Perpustakaan

Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak dinegaraberkembang.Pemberianzinkdanprobiotikpadadiareanaktelahmenunjukkan dampakyangpositifterhadapkejadiandiare.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuip erbedaanefektivitaszinkdenganzinkprobiotikdalampenanganan diare anak di Rumah Sakit islam Bogor pada bulan Januari sampaidengan Desember 2019. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptifdengan karakteristik pasien meliputi usia, jenis kelamin, Berat Badan (BB), jenisobatyangdigunakandanlamaharirawatinappasien.Analisisdatapadapenelitianin i dilakukan dengan uji normalitas menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitianlebih baik dengan menggunakan terapi kombinasi zink probiotik dibanding obattunggal zink. Rerata lama rawat inap pada pemberian zink probiotik lebih cepatyaitu ± 2- 4 hari dibanding rerata lama inap pada pemberian zink yaitu ± 3-6 hari.Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata0,05 maka pengujian tersebut memberikan keputusan tolak H0 terima H1 dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penggunaan obat tunggalzinkpada pasiendiareanakdibandingdenganobat kombinasizinkprobiotik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail