BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah upaya menjaga kesehatan dan salah satu penyakit yang dapat
di swamedikasi adalah demam. Demam merupakan penyakit yang sering dialami
terutama pada anak. Tidak terlepas dari pengaruh media sosial akses informasi
pengobatan dapat menyebabkan terjadinya kesalahan jika tidak dibekali
pengetahuan yang cukup, sehingga masyarakat terutama ibu harus memiliki
pengetahuan yang baik dalam swamedikasi demam. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui hubungan paparan media sosial terhadap tingkat pengetahuan
ibu dalam swamedikasi obat demam anak di RW 005 Desa Salabenda Kabupaten
Bogor. Desain penelitian ini adalah prospektif dengan pendekatan cross sectional.
Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner. Dari jumlah populasi sebanyak 278
dengan teknik Cluster random sampling didapat sampel sebanyak 74 responden.
Hasil Penelitian didapat bahwa responden yang paling banyak melakukan
swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (45,9%), pendidikan SMA/SMK
(41,9%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (68,9%). Tingkat pengetahuan
ibu dalam swamedikasi demam menunjukan presentase cukup baik yaitu 48,6 %
dan tingkat keterpaparan media sosial menujukan 93,2 % ibu terpapar media
sosial. Berdasarkan hasil uji Chi-Square dengan nilai signifikansi 0,261 (>0,05)
maka dapat tidak ada hubungan signifikan antara paparan media sosial terhadap
tingkat pengetahuan ibu dalam swamedikasi obat demam pada anak.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang di
dunia termasuk Indonesia, diare merupakan salah satu penyakit infeksi yang
ditemukan pada balita, khususnya pada anak di bawah dua tahun. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas zink tunggal dan kombinasi
zink probiotik dalam penanganan diare anak di Rumah Sakit Graha Medika Bogor.
Metode dengan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien periode Mei-
Juli 2023 menggunakan data rekam medis pasien rawat inap anak yang mengalami
diare di Rumah Sakit Graha Medika Bogor dan mendapat terapi obat zink tunggal
dan kombinasi zink probiotik. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode
total sampling sehingga jumlah sampel 84 pasien. Analisis data pada penelitian ini
dilakukan dengan uji normalitas dan uji mann-whitney menggunakaan SPSS Versi
26. Hasil penelitian ini menunjukan karakteristik sosiodemografi yang meliputi usia
>3 – 5 tahun sebanyak 31 pasien (44,09%), jenis kelamin laki-laki 48 pasien
(57,14%), rata-rata rawat inap pada pemberian kombinasi zink probiotik lebih cepat
2,59 hari dibanding dengan zink tunggal 4,58 hari. Dari hasil penelitian dapat dilihat
nilai sig 0,00 lebih kecil dari taraf nyata 0,05 maka pengujian uji man whitney
tersebut memberikan keputusan tolak H0 dan terima H1 dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa terdapat perbandingan penggunaan obat zink tunggal pada
pasien diare anak dengan obat kombinasi zink probiotik
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan terjadinya buang air besar dengan konsistensi tinja lebih
encer dari biasanya, dengan frekuensi 3 kali dalam sehari atau lebih dalam 24 jam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan penggunaan obat antidiare pada pasien diare anak di Klinik KORPRI Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan crosssectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Juli – Desember 2022. Sampel yang diambil dengan metode total sampling sebanyak 102 pasien. Hasil penelitian
menunjukkan, usia paling banyak 0 – 5 tahun (68%), jenis kelamin paling banyak laki-laki (60%), berat badan paling banyak 13 – 19 kg (57%), klasifikasi diare paling banyak tanpa dehidrasi (79%), penggunaan obat diare oralit + zink (41%), oralit (24%), cotrimoxazole (19%), kombinasi cotrimoxazole + oralit + zink (16%). Kesesuaian penggunaan obat berdasarkan pedoman dari Buku Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita (Kemenkes RI, 2011) dan Manajemen Terpadu Balita Sakit (Kemenkes RI, 2015) didapatkan hasil sesuai tepat indikasi 81,37%, tepat obat 81,37%, tepat dosis 100%, tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama
morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA
merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical
Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan
oleh virus ataupun bakteri yang sering menyerang saluran pernafasan baik saluran
pernafasan atas maupun bawah, umumnya terjadi pada anak. Penggunaan
antibiotik pada ISPA harus diperhatikan dengan benar, terutama pada anak karena
penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui profil sosiodemografi, mengetahui gambaran
penyakit ISPA anak, mengetahui gambaran penggunaan antibiotik, mengetahui
ketepatan penggunaan antibiotik dengan melihat tepat obat, tepat dosis, tepat
frekuensi, tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan
data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam
medik. Sampel yang diambil 222 pasien dengan (total sampling). Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 0-5 tahun
(55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 137 pasien (62%), dan
berat badan yang paling banyak ditemui yaitu 9,7-19 kg (48%). Jenis ISPA di
Puskesmas Curug Bogor terdapat 167 pasien (75%) faringitis dan 55 pasien (25%)
tonsilitis, Penggunaan antibiotik adalah amoksisilin pada seluruh pasien ISPA
(100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan amoksisilin 100% tepat obat, tepat
dosis sebanyak 162 pasien (73%), tepat frekuensi 100%, dan tepat lama
pemberian 0% tidak tepat.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diare akut pada anak adalah buang air besar pada bayi atau anak yang lebih dari 3
kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa
lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Penggunaan obat yang
tidak rasional sering dijumpai dalam praktek sehari-hari. Peresepan obat tanpa
indikasi yang jelas, penentuan dosis, cara, dan lama pemberian yang keliru, serta
peresepan obat yang mahal merupakan sebagian contoh dari ketidakrasionalan
peresepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi
pasien meliputi umur, jenis kelamin dan berat badan, profil pengobatan, ketepatan
pengobatan meliputi tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat cara pasien, tepat
dosis, tepat lama pemberian obat dan tepat frekuensi obat pada pasien diare anak di
Klinik Utama dr. Yati Zarnudji periode 2021 – Juli 2022. Hasil penelitian diperoleh
pasien penderita diare didominasi oleh umur batita 2-3 tahun yaitu sebanyak 47
pasien dengan persentase 54% dan berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak
65%. Antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cotrimoxazole sebanyak 53%.
Evaluasi ketepatan obat yaitu 62%, ketepatan dosis yaitu 100%, evaluasi ketepatan
obat yaitu 100% dan evaluasi ketepatan indikasi 100% dan evaluasi ketepatan
frekuensi 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pneumoniaimerupakan penyakitiinfeksi yang menyerangisaluran pernafasan
yaitu pada jaringaniparu dan biasanyaidisebabkan oleh bakteriiStreptococcus
pneumonia. Pneumoniaiberada pada peringkatike-8 dalami10 besar di RumahiSakit
Islam Bogor tahun 2021. Penelitianiini bertujuan untuk mengetahuiiketepatan
penggunaaniantibiotik pada pasienipneumonia anak rawatiinap di RumahiSakit
Islam Bogor dengan metodeiGyssens. Penelitianiini bersifat deskriptifidengan
pengambilanidata secarairetrospektif. Data yang diambil dariirekam medisipasien
pneumoniaianak rawatiinap di RumahiSakit Islam Bogor yang diperolehikemudian
dievaluasiimenggunakan diagramialur Gyssens. Dari 52 kasus yangidiperoleh,
pneumoniaiyang terbanyakiterjadi pada anakidengan jenisikelamin laki-laki
(69,23%), dengan rentang usia 1-3 tahun (48,08%) dan berat badan < 10 kg
(59,62%). Antibiotikiyang paling banyakidigunakan untuk pengobatan padaipasien
pneumoniaianak yaitu ceftriaxone (64,91%). Hasilievaluasi penggunaaniantibiotik
berdasarkan metodeiGyssens yaitu diperoleh penggunaaniantibiotik tidak tepat
dosis (kategoriiII A) sebesar 19,30%, penggunaaniantibiotik terlalu singkat
(kategori III B) sebesar 56,14%, ada alternatif lebih murah (kategori IV C) sebesar
1,75%, adaiantibiotikilebih efektif (kategori IViA) sebesar 22,81%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi saluran
pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran
pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian DRP pada
penatalaksanaan pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi.
Penelitian ini bersifat retrospektif dilakukan dengan menggunakan data yang
dikumpulkan dari rekam medis pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug
Sukabumi periode Juni – Agustus 2021 menggunakan metode deskriptif dan
analisis dengan menggunakan klasifikasi DRP menurut Pharmaceutical Care
Practice : The Clinician’s Guide yang telah dimodifikasi yaitu dosis rendah, dosis
tinggi, obat tanpa indikasi dan indikasi tanpa obat. Hasil penelitian menunjukan
bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak
18,19%, dosis tinggi sebanyak 33,33%, obat tanpa indikasi sebanyak 48,48% dan
indikasi tanpa obat sebanyak 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah
terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan infeksi saluran pernapasan
akut terhadap pasien anak di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode
Juni – Agustus 2021.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan masih menjadi masalah kesehatan masarakat di negara
berkembang, seperti di Indonesia. Berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga
(SKRT), studi mortalitas dan Riset Kesehatan Dasar dari tahun ke tahun diketahui
bahwa diare masih banyak menjadi penyebab kematian balita di Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien diare akut
nonspesifik pada anak, mengertahui gambaran pengobatan dan mengevaluasi
pengobatan diare akut pada pasien anak di Klinik Insani yang ditinjau dari tepat
indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat lama pemberian, dan tepat frekuensi
pemberian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan
pengambilan data secara retrospektif pada rekam medik dan resep anak yang
terdiagnosa diare akut non spesifik rawat jalan di Klinik Insani Citeureup periode
Juli – Desember 2020 dengan jumlah sampel sebanyak 239. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik pasien anak lebih banyak lak-laki sebanyak
56,07%, usia paling banyak 0-5 tahun sebanyak 80,33%, dan pasien anak dengan
berat badan normal sebanyak 64%, obat yang paling banyak digunakan zink
sebanyak 59%. Kesimpulan dari Ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi
95,18%, tepat obat 51,99%, tepat dosis 86,29%, tepat lama pemberian 80,08%,
tepat frekuensi pemberian 98,74%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan
atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan
ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak
di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan
pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88
pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman
Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS
2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki
57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan
paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37
resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan
tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%,
parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%,
ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan
kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian
obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan
kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Menurut KEMENKES RI tahun 2018, penyakit diare merupakan penyakit
endemis dan juga merupakan penyakit yang berpotensi Kejadian Luar Biasa
(KLB) disertai dengan kematian. Pengobatan diare pada anak dapat menimbulkan
Drug Related Problems (DRP’s). DRP’s yaitu kejadian yang sangat tidak
diinginkan oleh pasien terkait terapi obat, yang secara nyata ataupun potensial
berpengaruh pada outcome yang diinginkan oleh pasien. Penelitian ini dilakukan
di Puskesmas Cirimekar Cibinong yang bertujuan untuk mengevaluasi ada atau
tidaknya kejadian DRP’s pada pasien pediatri yang menderita diare. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif observasional . Data yang digunakan adalah data
sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep pasien diare pada anak.
Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah sampel 119 resep diperoleh kejadian
DRP’s sebanyak 25 kasus diantaranya kejadian DRP’s terbanyak yaitu pada dosis
subterapeutik 18 kejadian (15,1%), terapi tanpa indikasi 5 kejadian (4,2%),
indikasi tanpa terapi 2 kejadian (1,7%), dan yang tidak mengalami DRP’s yaitu
interaksi obat dan over dosis sebanyak 94 kejadian (79%). Profil penggunaan obat
yang paling banyak digunakan di Puskesmas Cirimekar Cibinong yaitu Zink
sebanyak 112 pasien (94,11%).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih
tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24
jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang
disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan
menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap,
dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara
pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki
anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun).
Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA
Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan
terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada
aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%,
dan tepat cara pemberian 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Diare merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak
dinegaraberkembang.Pemberianzinkdanprobiotikpadadiareanaktelahmenunjukkan
dampakyangpositifterhadapkejadiandiare.Penelitianinibertujuanuntukmengetahuip
erbedaanefektivitaszinkdenganzinkprobiotikdalampenanganan diare anak di
Rumah Sakit islam Bogor pada bulan Januari sampaidengan Desember 2019.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptifdengan karakteristik
pasien meliputi usia, jenis kelamin, Berat Badan (BB),
jenisobatyangdigunakandanlamaharirawatinappasien.Analisisdatapadapenelitianin
i dilakukan dengan uji normalitas menggunakan SPSS versi 20. Hasil
penelitianlebih baik dengan menggunakan terapi kombinasi zink probiotik
dibanding obattunggal zink. Rerata lama rawat inap pada pemberian zink
probiotik lebih cepatyaitu ± 2- 4 hari dibanding rerata lama inap pada pemberian
zink yaitu ± 3-6 hari.Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa nilai sig 0,00 lebih
kecil dari taraf nyata0,05 maka pengujian tersebut memberikan keputusan tolak
H0 terima H1 dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan
penggunaan obat tunggalzinkpada pasiendiareanakdibandingdenganobat
kombinasizinkprobiotik.