Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

16 hasil
Subjek: ISPA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK PENDERITA ISPA DI KLINIK AL-BAROKAH BOGOR PERIODE FEBRUARI – JULI 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) atas meliputi rhinitis, sinusitis, otitis media, faringitis, laringitis, dan tonsilitis. Balita dan anak-anak paling rentan terkena ISPA. Tingginya prevalensi penyakit ISPA berdampak pada peresepan dan konsumsi antibiotik yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak penderita ISPA meliputi tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medis pasien anak dengan usia 0 – 11 tahun yang terdiagnosis ISPA dan mendapatkan terapi antibiotik di Klinik Al- Barokah Bogor periode Februari - Juli 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga jumlah sampel 81 pasien yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki 46 pasien (56,8%), rentang usia 0 - 5 tahun 44 pasien (54,3%), rentang berat badan (BB) 14-30 kg 55 pasien (67,90%), dan jenis ISPA faringitis 31 pasien (38,3%). Antibiotik yang paling sering diresepkan yaitu amoxicillin 71 pasien (87,70%). Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi 81 (100%), tepat obat 81 (100%), tepat pasien 81 (100%), tepat dosis 63 (77,8%), tepat frekuensi 80 (98,80%), dan tepat lama pemberian 18 (22,2%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT BAGIAN ATAS ( ISPAa ) ANAK DI PUSKESMAS KEDUNG BADAK

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang berlangsung sampai dengan 14 hari yang bersifat kompleks dan heterogen yang disebabkan oleh berbagai penyebab dan dapat mengenai sepanjang saluran pernafasan. Laporan Tahunan Puskesmas Kedung Badak Tahun 2021 menunjukan ISPA merupakan penyakit yang paling banyak. Pengobatan ISPA sering kali menggunakan antibiotik sehingga memerlukan evaluasi ketepatan pada penggunaan antibiotik untuk ISPA. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskemas Kedung Badak pada tahun 2021. Penelitian ini dilakukan secara retsrospektif dengan berdasarkan Rekam medis pasien tahun 2021. Hasil Penelitian menunjukan bahwa profil pasien ISPA anak bagian atas di Puskesmas Kedung Badak tahun 2021 berdasarkan karakteristik jenis kelamin terbanyak kategori laki – laki (56%), karakteristik usia terbanyak kategori 0-5 tahun (64%) dan kategori berat badan terbanyak kategori 10 – 15kg (45%). Antibiotik yang digunakan adalah Amoxicillin syrup 125 mg/5 ml (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik ISPA anak bagian atas diketahui tepat indikasi (64%), tepat dosis (67%), tepat frekuensi pemberian (100%), dan tepat lama pemberian (8%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PENDERITA ISPA NON PNEUMONIADI PUSKESMAS SIMPENAN KABUPATEN SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian di dunia. ISPA merupakan suatu penyakit menular yang dapat menyerang semua umur dan masih menjadi masalah kesehatan baik di negara maju maupun negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketepatan obat berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis dan tepat frekuensi, pada pasien di Puskesmas Simpenan Kabupaten Sukabumi. Data yang digunakan adalah data rekam medik, dengan data yang diambil meliputi nama, usia, nomor rekam medik, jenis kelamin dan jenis obat yang digunakan pada pasien ISPA periode September- Desember 2022. Data dianalisis secara deskriptif, data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Sampel yang diambil sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan persentase 51%, kemudian klasifikasi usia terbanyak yaitu pada usia 0-5 tahun dengan persentase 43%. Distribusi pasien ISPA berdasarkan diagnosis terbanyak yaitu faringitis dengan persentase 66,7%. Evaluasi ketepatan pengobatan berdasarkan tepat indikasi diperoleh hasil sebanyak 100%, pada tepat obat sebanyak 97,8%, pada tepat dosis diperoleh sebanyak 97,8%, dan tepat frekuensi sebanyak 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK KORPRI KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit infeksi di dunia. Demikian pula, ISPA merupakan salah satu penyebab utama rawat jalan atau rawat inap di institusi pelayanan kesehatan, terutama di sektor perawatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien terdiagnosa ISPA anak, gambaran jenis penyakit ISPA anak, gambaran penggunaan obat ISPA, dan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat pada pasien ISPA anak meliputi tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deksriptif yang bersifat retrospektif dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian ini diambil dari data sekunder berupa data rekam medik pasien, dengan periode Oktober – Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 104 pasien dengan metode total sampling. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan, rentang usia yang paling banyak 3 – 5 tahun sebanyak (52%), jenis kelamin yang paling banyak laki-laki sebanyak (63%), rentang berat badan terbanyak 13 – 19 kg sebanyak (33%). Jenis ISPA terdapat rhinitis sebanyak (14%), tonsilitis sebanyak (48%), faringitis sebanyak (38%), obat yang paling banyak digunakan amoksisilin sebanyak (76%). Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan obat diperoleh tepat obat 100%, tepat dosis 89,4%, tepat frekuensi 100% dan tepat lama pemberian 62,5%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ISPA RACIKAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK BRUDER GLORIEUX CIOMAS-BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Infeksi saluran ISPA merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular di dunia. Evaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA perlu mendapatkan perhatian khusus agar tidak terjadi penggunaan obat secara tidak rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui obat-obat ISPA dan mengevaluasi ketepatan obat, ketepatan dosis dan ketepatan frekuensi dengan menggunakan metode penelitian secara deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Hasil obat-obat ISPA yang digunakan Golongan Antihistamin yaitu CTM sebanyak 52 pasien (87%), Golongan Kortikosteroid yaitu prednison 54 pasien (90%), Dexamethasone 3 pasien (5%), Triamcinolone 3 pasien (5%), Golongan analgetik-Antipiretik 59 pasien (98%), Golongan Mukolitik 57 pasien (95%), Golongan Dekongestan 49 pasien (82%) dan Golongan Obat ekspektoran 30 pasien (50%). Ketepatan obat sebanyak 60 (100%) pasien sudah tepat, ketepatan dosis sebanyak 60 resep (60 pasien) 100 % dan tepat frekuensi dalam penggunaan aturan pakai pada resep sesuai yang tertera pada Informasi Spesialite Obat (ISO).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang sering menyerang saluran pernafasan baik saluran pernafasan atas maupun bawah, umumnya terjadi pada anak. Penggunaan antibiotik pada ISPA harus diperhatikan dengan benar, terutama pada anak karena penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil sosiodemografi, mengetahui gambaran penyakit ISPA anak, mengetahui gambaran penggunaan antibiotik, mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik dengan melihat tepat obat, tepat dosis, tepat frekuensi, tepat lama pemberian dengan panduan Pharmaceutical Care 2005. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medik. Sampel yang diambil 222 pasien dengan (total sampling). Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 0-5 tahun (55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-laki sebanyak 137 pasien (62%), dan berat badan yang paling banyak ditemui yaitu 9,7-19 kg (48%). Jenis ISPA di Puskesmas Curug Bogor terdapat 167 pasien (75%) faringitis dan 55 pasien (25%) tonsilitis, Penggunaan antibiotik adalah amoksisilin pada seluruh pasien ISPA (100%). Hasil evaluasi ketepatan penggunaan amoksisilin 100% tepat obat, tepat dosis sebanyak 162 pasien (73%), tepat frekuensi 100%, dan tepat lama pemberian 0% tidak tepat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DENGAN METODE GYSSENS DI KLINIK NAYAKA HUSADA 02 GATOT SUBROTO JAKARTA SELATAN

2023Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) yaitu penyakit infeksi yang dapat menyerang salah satu atau lebih bagian dari saluran pernafasan. ISPA atas terdiri dari rhinitis, faringitis, sinusitis, otitis media, tonsilitis, dan laringitis. ISPA disebabkan oleh bakteri dapat diterapi menggunakan obat antibiotik. Pemberian obat antibiotik yang tidak rasional dan tidak memenuhi dosis regimen dapat meningkatkan resistensi antibiotik. Kerasionalan penggunaan antibiotik dianalisis dengan metode Gyssens. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kerasionalan penggunaan obat antibiotik pada pasien penderita ISPA dengan metode Gyssens di Klinik Nayaka Husada 02 Gatot Subroto Jakarta Selatan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 101 data rekam medik pasien rawat jalan selama bulan Juli-Desember 2022. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Kesimpulan dari penelitian ini, jenis kelamin pasien yang menderita ISPA faringitis terbanyak adalah laki-laki 59% dan usia 26-35 tahun sebanyak 37%. Jenis antibiotik yang terbanyak digunakan pada pasien penderita ISPA faringitis adalah Cefixime sebanyak 46%. Terdapat kategori 0 (rasional) sebanyak 88% dan pada kategori III B (Penggunaan antibiotik terlalu singkat) sebanyak 12%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA DI KLINIK UTAMA dr. YATI ZARNUDJI CIBINONG KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

ISPA merupakan suatu penyakit menular yang menginfeksi saluran pernapasan manusia yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus yang masih menjadi perhatian karena penyakit ini bisa menyebabkan kematian. Dalam kenyataannya antibiotika banyak diresepkan untuk mengatasi infeksi ini. Peresepan antibiotika yang berlebihan dapat menimbulkan peningkatan resistensi bakteri dan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui data sosiodemografi berupa usia dan jenis kelamin, data profil penyakit ISPA, data profil penggunaan antibiotik serta data ketepatan penggunaan antibiotik meliputi tepat indikasi, tepat dosis, tepat obat, tepat frekuensi dan tepat lama pemberian pasien penderita ISPA. Penelitian ini bersifat observasional dimana data sekunder dikumpulkan dari rekam medik pasien periode Januari – Desember 2021 yang dilakukan secara retrospektif dan dianalisis dengan metode analisa deskriptif di Klinik Utama dr. Yati Zarnudji Cibinong Kabupaten Bogor. Pada penelitian ini diperoleh data pasien yang terdiagnosa ISPA bagian atas dan bawah sebanyak 82 pasien terpilih yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian diperoleh pasien ISPA paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 51 pasien (62%). Untuk usia yang paling banyak menderita penyakit ISPA berdasarkan data sosiodemografi pasien yaitu usia dewasa awal 26 – 35 tahun sebanyak 29 orang (35%). Penyakit ISPA yang paling banyak diderita yaitu faringitis sebanyak 54 pasien (66%). Untuk antibiotik yang paling banyak digunakan yaitu cefixime sebanyak 32 resep (39%). Evaluasi ketepatan indikasi 82 sampel (100%), ketepatan dosis 65 sampel (79%), ketepatan obat 82 sampel (100%), ketepatan frekuensi 82 sampel (100%) dan ketepatan lama pemberian 40 sampel (49%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN ATAS AKUT (ISPaA) ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN RS UMMI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

ISPA merupakan salah satu penyakit utama yang mendapat perawatan rawat jalan di fasilitas pelayanan kesehatan. Antibiotik merupakan golongan obat yang paling banyak digunakan untuk mengatasi infeksi ini. Antibiotik hendaknya digunakan secara rasional karena mempunyai dampak yang besar, salah satunya yaitu terjadinya resistensi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien ISPA. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif retrospektif, menggunakan rekam medis dan resep pasien rawat jalan penderita ISPA yang menerima antibiotik di RS UMMI Bogor selama periode Juli-November 2021. Data yang diambil meliputi identitas pasien, diagnosis, antibiotik, dan dosis yang digunakan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 pasien yang paling banyak menderita ISPA berdasarkan jenis kelamin adalah pasien laki-laki (57%), berdasarkan usia adalah anak 0-5 tahun (77%). Golongan antibiotik yang paling sering diresepkan adalah golongan sefalosporin yaitu cefixime (71%). Evaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan pedoman Pharmaceutical care 2005 meliputi kriteria tepat indikasi (100%), tepat dosis (87%), tepat frekuensi (97%), dan tepat lama pemberian (96%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS TANAH SAREAL KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab penyakit utama morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Evaluasi Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada pasien ISPA, untuk mengetahui penggunaan obat antibiotik, untuk mengetahui ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi dan ketepatan lama pemberian berdasarkan panduan Pharmaceutical Care 2005 dan IDI 2017. Penelitian ini merupakan non eksperimental dengan mengambil data secara retrosopektif menggunakan data sekunder rekam medik sebanyak 229 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan data sosiodemografi usia paling banyak 17-25 tahun sebanyak 57 pasien (24,57%), jenis kelamin laki-laki lebih banyakyaitu sebanyak 118 pasien (51,53%), diagnosa paling banyak yaitu faringitis sebanyak 138 pasien (60,26%). Obat- obatan ISPA yang digunakan yaitu Amoksisilin (79,40%), Sefadroksil (15,58%), Cefixime (3.02%), Siprofloksasin (2,01%), Parasetamol (8,54%), Deksametason (1,83%), CTM (17,58%), Cetirizine (61,59%), Ambroksol (5,49%), Vitamin B Kompleks (4,88%). Ketepatan Indikasi (89,96%), Ketepatan Obat (82,97%), Ketepatan Dosis (99,13%), Ketepatan Frekuensi (100,00%), Ketepatan Lama Pemberian (94,97%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS(DRPs) PENGOBATAN ISPA PADA PASIEN BALITA

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. ISPA akan menyerang apabila ketahanan tubuh (immunitas) menurun. Dalam penatalaksanaan ISPA balita yang menjalani pengobatan akan berdampak munculnya masalah dalam pemberian obat obat Drug Related Problems (DRPs) di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Azra Bogor pada periode 1 Januari 2019 sampai 31 Maret 2020. Dengan teknik pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisi secara deskriktif, metode yang dipakai menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel sebanyak 109 sampel pasien dengan rentan 0-5 tahun. Hasil pengumpulan dan pengolahan data menunjukan bahwa pasien di Rumah Sakit Azra Bogor Jenis kelamin laki-laki 60 pasien dan perempuan 49 pasien. Terapi obat yang banyak diterima oleh penderita ISPA adalah obat tremenza, triamcinolon, ketotifen, paracetamol, salbutamol. Sedangkan obat lain yang digunakan bersamaan dengan obat ISPA untuk terapi ISPA adalah antibiotik. Hasil evaluasi menunjukan DRPs, yaitu interaksi obat 94 pasien, terapi tanpa indikasi 18 pasien, indikasi tanpa terapi 4 pasein, overdosis 6 pasien, dosis subterapeutik 8 pasien, pemilihan obat yang kurang tepat 0 pasien, reaksi obat yang dikehendaki 0 Pasien, kegagalan menerima obat 2 pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI DRPs PADA TERAPI INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI KLINIK AZKA KECAMATAN CICURUG SUKABUMI

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah. Infeksi ini disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kejadian DRP pada penatalaksanaan pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi. Penelitian ini bersifat retrospektif dilakukan dengan menggunakan data yang dikumpulkan dari rekam medis pasien ISPA di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021 menggunakan metode deskriptif dan analisis dengan menggunakan klasifikasi DRP menurut Pharmaceutical Care Practice : The Clinician’s Guide yang telah dimodifikasi yaitu dosis rendah, dosis tinggi, obat tanpa indikasi dan indikasi tanpa obat. Hasil penelitian menunjukan bahwa Drug Related Problems (DRPs) yang terjadi adalah dosis rendah sebanyak 18,19%, dosis tinggi sebanyak 33,33%, obat tanpa indikasi sebanyak 48,48% dan indikasi tanpa obat sebanyak 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa telah terjadi Drug Related Problems (DRPs) pada pengobatan infeksi saluran pernapasan akut terhadap pasien anak di Klinik Azka Kecamatan Cicurug Sukabumi periode Juni – Agustus 2021.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS PASIEN ANAK DI APOTEK KIMIA FARMA 202 KEJAYAAN DEPOK

2022Koleksi Perpustakaan

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah, sebagian besar terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Pengobatan ISPA meliputi pemberian antibiotik dan tanpa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan penggunaan obat ISPA bagian atas pada pasien anak di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok periode Oktober-Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian observasional bersifat deskriptif dengan pengambilan data sekunder rekam medik dan resep secara retrospektif sebanyak 88 pasien dengan metode total sampling. Data dianalisis sesuai kriteria pedoman Pharmaceutical Care 2005, Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter 2014 dan MIMS 2019. Hasil penelitian ini menunjukan pasien anak paling banyak adalah laki-laki 57 pasien (65%), usia paling banyak >5-11 tahun 36 pasien (41%), berat badan paling banyak >15kg 46 pasien (52%). Penggunaan terapi antibiotik sebanyak 37 resep (42%) berupa sefiksim 59%, sefadroksil 38%, azitromisin 3%. Sedangkan tanpa antibiotik sebanyak 51 resep (58%) berupa setirizin 33%, ambroksol 15%, parasetamol dan metisoprinol 14%, karbosistein 10%, metilprednisolon 6%, ibuprofen dan nystatin 4% . Evaluasi ketepatan penggunaan antibiotik dengan kriteria tepat obat 95%, tepat dosis 62%, tepat frekuensi 62%, tepat lama pemberian obat 0%. Sedangkan evaluasi ketepatan penggunaan tanpa antibiotik dengan kriteria tepat obat 69%, tepat dosis 86% dan tepat frekuensi 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ANAK INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) BAGIAN ATAS DI KLINIK INSANI

2022Koleksi Perpustakaan

Indonesia adalah negara dengan iklim tropis. Sebagai daerah tropis, Indonesia mempunyai potensi menjadi wilayah endemik lantaran berbagai macam penyakit infeksi. Salah satunya yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi saluran napas sesuai wilayah infeksinya yaitu infeksi saluran napas atas dan bawah. Bila tidak diatasi dengan baik infeksi saluran napas atas bisa bertumbuh mengakibatkan infeksi saluran napas bawah. Antibiotik adalah obat yang sangat umum dipergunakan dan disalahgunakan. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menyebabkan resistensi kuman meningkat sehingga mengakibatkan morbiditas serta mortalitas yang bermakna. Tujuan penelitian ini mengevaluasi ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien anak ISPA bagian atas di Klinik Insani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Lokasi penelitian bertempat di Klinik Insani Citeureup. Sampel pada penelitian ini seluruh pasien anak usia 0–11 tahun dengan diagnosis ISPA bagian atas yang menggunakan antibiotik pada periode Juli–Desember 2020. Teknik pengumpulan data menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sampel 96 pasien, 54.17% merupakan pasien laki-laki dan 45.83% pasien perempuan. Gambaran profil penggunaan antibiotik yang seringkali digunakan adalah amoxicillin yaitu sebesar 83.33%. Untuk hasil penelitian ketepatan penggunaan obat antibiotika diperoleh hasil tepat indikasi 47.92%, tepat obat 36.46%, tepat dosis 76.04%, tepat frekuensi waktu pemberian 98.95% dan tepat lama pemberian 93.75%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK ISPA NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2020

2022Koleksi Perpustakaan

Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa, demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember 2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%. Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA EFEKTIFITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK AMOXICILLIN DAN COTRIMOXAZOLE PADA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) DI PUSKESMAS NANGGUNG BOGOR

2021Koleksi Perpustakaan

Penyakit ISPA merupakan suatu masalah kesehatan utama di indonesia yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Obat yang digunakan dalam menanggulangi ISPA dengan penggunaan antibiotik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, pola terapi, dan evaluasi efektifitas penggunaan antibiotik untuk pasien rawat jalan ISPA di Puskesmas Nanggung. Data pasien rawat jalan ISPA diperoleh dari data rekam medis pasien rawat jalan sebanyak 100 pasien. Hasil penelitian dari sosiodemografi pasien berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 45 pasien (45%) dan perempuan sebanyak 55 pasien (55%). Pasien ISPA berdasarkan usia yang lebih besar adalah pasien Balita sebanyak 60 pasien (60%). Pola terapi yang digunakan pada pasien ISPA Amoxicillin 75 (75%), Cotrimoxazole 25 (25%). Efektifitas penggunaan antibiotik yang lebih efektif dalam pengobatan ISPA adalah penggunaan obat antibiotik Amoxicillin yaitu sebanyak 74 (74%). Dari hasil uji Chi-Square P sig 0,000 menunjukan bahwa adannya hubungan yang signifikan antara efektifitas terhadap penggunaan antibiotik Amoxicillin dan Cotrimoxazole

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail