Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Penulis: Assajadda Lizikri
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT AZRA

2023Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan resep adalah tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Evaluasi ketepatan waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Azra. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data dimulai dari bulan Januari – Maret tahun 2022 dengan subjek penelitian adalah resep pasien rawat jalan di Rumah Sakit Azra Bogor. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling yakni dengan cara mengamati sampel sebanayak 346 lembar resep pasien rawat jalan yang berobat ke dokter spesialis di Rs Azra. Analisis data dilakukan dengan cara melihat waktu tunggu pelayanan resep , baik resep racikan maupun resep non racikan. Kemudian hasil yang didapat dihitung rata-rata waktu tunggu pelayanan resep menggunakan microsoft Excell. Hasil penelitian dengan indikator jenis resep terbanyak adalah resep non racikan sebanyak 194 resep dengan persentase 56,07 %. Resep racikan sebanyak 152 resep dengan persentase 43,93%. Untuk indikator waktu tunggu pelayanan resep racikan memperoleh rata- rata waktu tunggu 54 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤60 menit) dan untuk obat non racikan memperoleh hasil rata- rata waktu tunggu pelayanan sebesar 29 menit yang berarti memenuhi standar SPM (≤30 menit), Sedangkan persentase kesesuaian waktu tunggu terhadap obat racikan sebanyak 61,18% dan untuk non racikan 61,86%. Hasil ini menunjukan bahwa waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Azra sudah memenuhi standar pelayanan minimal waktu tunggu pelayanan resep

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN PENGELOLAAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN TROLI EMERGENSI DI RUANG HIGH CARE UNIT (HCU) RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Kasus kegawatdaruratan yang ditangani secepat mungkin meningkatkan keberhasilan penanganan dan mengurangi mortalitas. Untuk mendukung efektifitas penanganan kegawatdaruratan di Rumah Sakit Melania, disediakan troli emergensi yang berisi peralatan dan perlengkapan penanganan gawat darurat. Oleh karena itu dituntut peran aktif dari instalasi farmasi untuk mengelola obat-obat emergensi yang disimpan di ruangan mulai daftar standar obat emergensi yang boleh disimpan dan cara pengelolaanya yang terdiri dari penyimpanan dan penggantian. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian jenis obat dan alat kesehatan serta pengelolaan pada troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania dengan Standar Operasional Prosedur yang ada di Rumah Sakit Melania. Hasil evaluasi diperoleh berdasarkan hasil pengamatan langsung dan hasil wawancara dengan petugas yang menangani troli emergensi. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk persentase. Kesimpulan yang di dapat pada evaluasi kesesuaian obat dan ALKES troli emergensi di ruang HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 93 % sesuai dengan daftar obat dan ALKES pada SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 7 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penyimpanan obat maupun ALKES troli emerensi HCU Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata – rata 84 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 16 %. Pada hasil penelitian evaluasi kesesuaian penggantian obat maupun ALKES troli emerensi HCU menunjukan hasil rata – rata 88 % sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania dan untuk yang tidak sesuai dengan SOP Rumah Sakit Melania menunjukan hasil rata –rata 12 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SANTRI MADRASAH ALIYAH DALAM SWAMEDIKASI BATUK DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL HUDA BOGOR PERIODE APRIL – MEI TAHUN 2021

2022Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah upaya yang paling sering dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi gejala penyakit sebelum mencari bantuan dari tenaga kesehatan. Swamedikasi biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan- keluhan dan penyakit ringan seperti batuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi santri Madrasah Aliyah terhadap penyakit batuk di Pondok Pesantren Miftahul Huda Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 86 responden dengan kriteria pernah melakukan swamedikasi batuk. Kuesioner terdiri dari 20 item pernyataan pilihan benar salah yang terbagi menjadi 8 indikator. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan menggunakan persentase dan pembahasan. Hasil penelitian ini adalah 39,5% berjenis kelamin laki-laki, 60,5% berjenis kelamin perempuan, usia paling banyak 16-19 tahun 70,9%, tingkat kelas paling banyak 11 Aliyah 57%, pengetahuan swamedikasi batuk responden berdasar indikator yang menjawab dengan benar tentang definisi batuk (70,9%), jenis - jenis batuk (97,65%), penyebab dan cara mencegah batuk (93,9%), aturan minum obat batuk (91,06%), terapi farmakologis dan non farmakologis (93,96%), stabilitas obat (84,85%), penyakit lain yang berhubungan dengan batuk (95,35%) dan efek samping obat batuk (88,4%). Dari hasil 8 indikator yang diperoleh menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang swamedikasi batuk sebesar 96,5%, dan responden dengan tingkat pengetahuan cukup sebesar 3,5 %.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA PADA PASIEN JIWA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG PERIODE JANUARI-MARET TAHUN 2020

2022Koleksi Perpustakaan

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah orang yang mengalami gangguan dalam pikiran, perilaku, dan perasaan yang termanifestasi dalam bentuk sekumpulan gejala atau perubahan perilaku yang bermakna, serta dapat menimbulkan penderitaan dan hambatan dalam menjalankan fungsi orang sebagai manusia. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran peresepan psikotropika yang meliputi gambaran usia, jenis kelamin, diagnosis, jenis obat, dan jumlah item obat dalam resep pada pasien jiwa di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang periode Januari-Maret 2020. Gambaran peresepan dapat diketahui dengan melihat data pada rekam medik. Data dikumpulkan dengan cara retrospektif kemudian dianalisis secara deskriptif. Data yang diteliti sebanyak 90 sampel. Dari analisis data yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut: pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 52% dan jenis kelamin perempuan 48%. Berdasarkan gambaran usia paling tinggi yaitu usia 26-35 tahun 27,78%. Diagnosis terbanyak yaitu skizofrenia sebesar 51,11% dengan penggunaan obat psikotropika yang paling banyak diresepkan yaitu clobazam (72%) dengan jumlah peresepan terbanyak sejumlah 30 tablet (53 resep dari 90 resep).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail