Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP SECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK KIMIA FARMASI 113 TAHUN 2023
EVALUASI PENGADAAN OBAT BERDASARKAN KINERJA PELAYANAN PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG TAHUN 2023
PBF merupakan penyalur sediaan farmasi ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kekosongan dan keterlambatan dapat menyebabkan tidak tersedianya sediaan farmasi di Apotek Sukahati sehingga dapat menghambat pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengadaan obat, evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF, mengetahui kesesuaian jenis pesanan, jumlah pesanan dan lead time berdasarkan Service Level Supplier dan mengetahui faktor penyebabnya. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode pengumpulan data sekunder secara retrospektif, dengan mengumpulkan data dari surat pesanan serta faktur. Hasil penelitian menunjukan proses pengadaan dilakukan melalui PBF resmi setiap selasa dan jumat , evaluasi pengadaan berdasarkan Service Level Supplier terhadap jenis pesanan berkisar antara 76% - 93%, jumlah pesanan berkisar antara 60% - 92%, dan terhadap lead time 60% - 95%. Diperoleh hasil 5 PBF) dengan kinerja baik ( 83% - 88%) dan 5 PBF dengan kinerja tidak baik (67% - 80%.). Evaluasi pengadaan obat berdasarkan kinerja pelayanan PBF belum semua baik menurut Service Level Supplier yang ditetapkan.
GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP DOKTERlSECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI FARMASI RAWAT JALAN RUMAHuSAKIToKARYA BHAKTI PRATIWI KABUPATEN BOGOR
#Pengkajian resepvmerupakanokegiatan yangupentingydalam pelayanan resepfkarena dapat membantu mengurangi terjadinyaomedicatior error. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiogambaran kelengkapan resep dokter sacara administratif dan farmasetik dijFarmasibRawatiJalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian kelengkapan reseplsecara administratif yang telah mencapai 100% yaitu data pasien (nama, umur, jenis kelamin, tinggiobadanodan beratmbadankpasien), data dokter (nama, nomorlSIP, alamat praktek), tanggal penulisan resep dan ruangan/ unit asal resep. Sedangkan paraf dokter hanya 42%. Kelengkapanmresep secarakfarmasetik yang telah mencapai 100% yaituynamawobat, dosis dan aturanupakai. Sedangkanyjumlah obat sebesar 99% dan bentukysediaan hanya 66%. Berdasarkan hasil kelengkapanbresep secaraoadministratif danbfarmasetikldi Farmasi RawatiJalan Rumah Sakit KaryapBhaktimPratiwi Kabupaten Bogor belum sesuaimdengan Peraturan MenterioKesehatan Republik IndonesiajNomor 72 Tahun 2016nkarena masih terdapat ketidaklengkapan pada resep.
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP FARMASI RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN JAMINAN PERUSAHAAN DI RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI BOGOR
Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu yang menilai setiap jenis pelayanan yang diberikan. Pelayanan resep yang lama dapat menyebabkan ketidakpuasan bagi pasien dan bisa berdampak buruk bagi rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran asal dan jumlah resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan, mengetahui gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan proses pelayanan dan mengevaluasi waktu tunggu resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode observasi dengan jumlah sampel sebanyak 100 sampel menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukan gambaran asal resep pasien umum 73% , pasien jaminan perusahaan 27%, jumlah resep pasien umum obat jadi 54%, racikan 19% dan jumlah resep pasien jaminan perusahaan obat jadi 18%, racikan 9%, Gambaran waktu tunggu pada tiap tahapan yang paling lama pada saat proses ambil rata-rata 6,5 menit, evaluasi waktu resep racikan pasien umum rata-rata 31 menit, racikan pasien perusahaan rata-rata 22 menit dan obat jadi pasien umum 25 menit, Obat jadi pasien perusahaan 24 menit. Waktu tunggu pelayanan resep farmasi rawat jalan pasien umum dan jaminan perusahaan sudah sesuai dengan surat keputusan direktur rumah sakit Karya Bhakti Pratiwi Bogor tahun 2022 untuk obat jadi ≥30 menit. obat racikan ≤60 menit.
ANALISIS PERENCANAAN OBAT BERDASARKAN METODE KOMBINASI ABC-VEN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SWASTA X BOGOR
Perencanaan adalah suatu proses kegiatan untuk menentukan jumlah dan periode pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan habis pakai untuk menjamin terpenuhinya kriteria tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu. Analisa perencanaan obat di rumah sakit dilakukan dengan metode kombinasi ABC-VEN. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai investasi dan pengelompokan obat dengan metode ABC, metode VEN dan menganalisis perencanaan dengan metode Kombinasi ABC-VEN untuk mengetaui prioritas pembeian barang. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dianalisa dengan deskriptif, sample yang diambil dengan metode total sampling. Sampel pada penelitian adalah data obat periode Januari – desember 2022 dengan jumlah sebanyak 1251 item obat. Hasil Pengelompokan Metode ABC berdasarkan nilai investasi 71% sebanyak 166 item(11%), kelompok B dengan nilai investasi 20% sebanyak 528 item(35%), dan kelompok C dengan nilai 9% sebanyak 827 item (54%), hal ini sudah sesuai dengan prinsip pareto. Hasil Pengelompokan Metode VEN diperoleh sebanyak 241 item (20%) Kelompok V, 344 item (28%) Kelompok E, dan 633 item (52%) Kelompok N. Hasil Analisis Perencanaan ABC-VEN diperoleh kelompok Prioritas yaitu VA 2,64%,VB 5,76% ,dan VC 16,71%, kategori Utama yaitu EA 3,83%, EB 5,75%, EC 17,98%, dan kategori Tambahan yaitu NA 6,79%, NB 11,59%, NC 34,77%, yang dapat mengidentifikasi prioritas pengadaan obat.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LEUWILIANG
Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi standar pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik. Penyimpanan merupakan salah satu standar pengelolaan sediaan farmasi. Indikator penyimpanan obat adalah parameter yang digunakan untuk menilai kualitas dan efektivitas pengelolaan obat di gudang farmasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang dengan menggunakan standar penyimpanan Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dan indikator penyimpanan Satibi 2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel penelitian sebanyak 292 item obat. Evaluasi penyimpanan obat di gudang farmasi RSUD Leuwiliang menunjukkan telah sesuai menurut Permenkes RI No 72 Tahun 2016 dengan rata-rata nilai untuk persentase persyaratan penyimpanan, komponen penyimpanan, sistem penyimpanan dan peralatan penyimpanan adalah 100% sedangkan persentase metode penyimpanan adalah 87.71 %. Hasil indikator penyimpanan menurut indikator Satibi 2014 persentase untuk ketepatan data jumlah obat pada kartu stok sebesar 98.63%, nilai TOR 4.64x/tahun, persentase stok mati 0.68% dan persentase stok kosong 1.71% menunjukkan belum sesuai sedang persentase sistem penataan gudang 100% menjalankan prinsip FEFO dan FIFO dan persentase obat kadaluarsa 0% menunjukkan telah sesuai dengan indikator Satibi 2014.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN KONSUMEN TERHADAP OBAT GENERIK DAN OBAT BERMEREK DI APOTEK GOLDEN
Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap suatu objek dari indra yang dimilikinya. Obat generik adalah obat yang apabila nama patennya habis masa berlakunya, maka perusahaan lain dapat memproduksi obat tersebut. Obat bermerek adalah obat yang di pasarkan dengan nama dagang tertentu yang didaftarkan oleh produsennya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, merupakan penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif. Penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden Bogor sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden yang bersedia mengisi kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang membeli obat di Apotek Golden 66% berjenis kelamin perempuan, persentase berdasarkan usia yaitu konsumen 26-35 tahun sebesar 43%, sedangkan berdasarkan pendidikan konsumen berlatar belakang SMA/SMK yaitu sebesar 59%, berdasarkan pekerjaan konsumen yaitu pekerjaan pegawai swasta 33%, berdasarkan sumber informasi yaitu sumber informasi tenaga kesehatan sebanyak 79% dan lingkungan keluarga sebanyak 42%. Tingkat pengetahuan konsumen terhadap obat generik dan obat bermerek di Apotek Golden menunjukan bahwa dari 100 responden tingkat pengetahuan di nilai ̎ Cukup ̎ sebanyak 48(48%) responden.
GAMBARAN TERAPI PENGOBATAN PENYAKIT DIARE ANAK DI PRAKTEK DOKTER MAHYUDI
Diare adalah suatu keadaan buang air besar (BAB) cair atau encer dengan frekuensi lebih dari tiga kali sehari (atau lebih sering buang air besar daripada yang normal). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada terapi pengobatan penyakit diare anak meliputi: usia dan jenis kelamin di Praktek Dokter Mahyudi dan untuk mengetahui gambaran terapi pengobatan penyakit diare anak. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Observasional dengan menganalisis data dengan pendekatan Retrospektif dari data rekam medis dengan pendekatan secara Cross Sectional. Hasil penelitian ini kelompok usia terbanyak menderita diare ialah usia 0-5 tahun 43 anak (63%). Jenis kelamin anak penderita diare adalah laki-laki sebanyak 41 anak (60%) dari total sampel 68 sampel dan terapi obat yang sering digunakan di Praktek Dokter Mahyudi menggunakan Zinc Sulfate Monohydrate sebanyak 49 kasus (72%).
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.
GAMBARAN HASIL TERAPI PENGGUNAAN OBAT KRIM PERMETHRIN DI KLINIK MARDI WALUYA
Skabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var hominis, yang ditularkan melalui kontak langsung. Prevalensi skabies di Klinik Mardi Waluya semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran hasil terapi penggunaan obat krim permethrin yang diresepkan terhadap penyakit skabies di Klinik Mardi Waluya. Jenis dan desain penelitian adalah deskriptif observasional, dengan menganalisis data pasien secara rektrospektif dari rekam medis pasien rawat jalan pada bulan September – November 2022. Penelitian ini telah dilakukan di Klinik Mardi Waluya Cianjur pada bulan Februari 2023.data Diolah secara analisis deskriptif dengan menggunakan microsoft excel. Pasien terbanyak penderita skabies yaitu pada usia remaja awal (12-16 tahun) sebanyak 75 orang (39%). Jumlah pasien laki-laki 66% (127 orang). Pekerjaan paling banyak yang menderita penyakit skabies adalah pelajar dengan persentase 72% (138 orang) dan pendidikan paling banyak penderita skabies adalah sekolah tingkat dasar dengan persentase 36 % (68 ) pasien. Hasil efek terapi obat krim permethrin dalam durasi pemakaian dalam 2 minggu yang sembuh yaitu 78% (149 orang) pasien yang belum sembuh 22% (42 orang).
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90% PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS ANNISA BOGOR
Antibiotik merupakan senyawa yang mempunyai efek menghentikan suatu proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan berlebihan dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Resistensi antibiotik adalah kondisi saat bakteri tidak memberikan respon terhadap pemberian antibiotik. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan guna mengendalikan resistensi terhadap antibiotik, salah satunya dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan perhitungan ATC/DDD. Metode ATC merupakan klasifikasi obat berdasarkan farmakologi, senyawa kimia dan fungsi terapeutik. DDD adalah asumsi rata-rata dosis per hari yang digunakan sesuai dengan indikasi utama. Hasil dari perhitungan DDD selanjutnya dapat digunakan untuk DU 90% yaitu untuk mengelompokkan obat-obatan dengan penggunaan tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan antibiotik dalam satuan jumlah ATC/DDD dan mengetahui antibiotik yang termasuk kedalam DU 90% pada pasien rawat jalan. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan pengambilan data pada Oktober-Desember 2022 dengan metode total sampling. Hasil penelitian Penggunaan antibiotik tertinggi adalah Cefixime dengan kode ATC J01DD08 nilai DDD 2104,75. Sedangkan yang terendah adalah Amoxicillin kode ATC J01CA01 nilai DDD 8,33. DU 90% pada penelitian ini Cefixime (56,03%), Cefadroxil (16,16%) dan Ciprofloxacin (14,94%).
GAMBARAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MELANIA BOGOR
Salah satu Standar Pelayanan Minimal (SPM) Farmasi adalah waktu tunggu pelayanan resep. Waktu tunggu pelayanan resep ada dua yaitu waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan dengan tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui waktu tunggu dan persentase kesesuaian pelayanan resep obat jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor pada Bulan April-Juni 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dimana data sampel diambil dari waktu tunggu resep pasien rawat jalan periode April-Juni 2022 diperoleh sebanyak 952 resep untuk obat racikan dan 3.559 resep untuk obat jadi. Hasil penelitian ini diperoleh waktu tunggu obat racikan rata-rata 32 menit dan obat jadi rata-rata 19.9 menit. Persentase kesesuaian waktu tunggu dengan standar pelayanan rumah sakit pada bulan April 82%, Mei 79% dan Juni 83% untuk resep obat racikan, dan untuk resep obat jadi pada bulan April 90%, Mei 88% dan Juni 92%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Melania Bogor sudah sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit sesuai dengan Profil Indikator Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008.
GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT BERDASARKAN BENTUK SEDIAAN DI RUANG OBAT KLINIK PRATAMA RAWAT INAP NABIYA MEDIKA
Penyimpanan adalah suatu kegiatan menyimpan dan memelihara dengan cara menempatkan sediaan farmasi yang diterima pada tempat yang dinilai aman dari pencurian serta gangguan fisik yang dapat merusak mutu sediaan farmasi. Untuk mengetahui kesesuaian gambaran penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dengan metode observasi. Penelitian metode observasi ini dengan mengamati langsung dan kegiatan yang berjalan dalam penyimpanan obat untuk memperoleh gambaran objek adanya fakta di ruang obat. Pengambilan data dilakukan dengan cara menggunakan Formulir checklist. Tata letak penyimpanan obat diruang obat hal yang penting, karena rak penyimpanan obat di ruang obat klinik pratama rawat inap nabiya medika tidak memadai. Penyimpanan obat berdasarkan bentuk sediaan obat di Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika. Di peroleh hasil ketidaksesuaian penyimpanan bentuk sediaan solid, sediaan semi solid, dan sediaan liquid 21,73%. Hal ini menandakan bahwa penyimpanan obat berdasarkan jenis sediaan di Ruang Obat Klinik Pratama Rawat Inap Nabiya Medika belum sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmasian.
GAMBARAN PERILAKU PEMBELIAN OBAT TANPA RESEP DI APOTEK SUKAHATI CIBINONG BOGOR
Pembelian obat tanpa resep dokter merupakan hal yang umum sering dijumpai dalam kehidupan masyarakat, seperti di apotek sukahati. Pembelian obat tanpa resep dokter dapat menimbulkan masalah, misalnya penggunaan obat yang tidak terkendali serta tingginya tingkat pembelian obat tanpa resep dokter oleh masyarakat di daerah Apotek Sukahati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsumen serta gambaran perilaku konsumen terhadap pembelian obat tanpa resep di apotek, Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan kuesioner yang disebar kepada 53 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran berdasarkan karakteristik konsumen terhadap 53 orang responden didapatkan hasil Sebanyak 26 responden berjenis kelamin wanita atau sebesar 64,2%, banyaknya responden berusia 36-45 tahun sebesar 45,2% dengan tingkat pendidikan SMA sebanyak 50,9% dan responden bekerja sebagai wiraswasta atau 45,3%, dan penghasilan diatas Rp 3.000.000 atau sebanyak 69,8%, sedangkan berdasarkan gambaran perilaku pembelian obat secara internal maupun eksternal mempunyai pengaruh yang sama yaitu 40% di nyatakan setuju, sangat setuju 50%,netral 10%,tidak setuju 0% dan sangat tidak setuju 0%. Bahwa kedua faktor internal dan external memiliki pengaruh yang sama dalam melakukan pembelian obat tanpa resep dokter di apotek sukahati Cibinong Bogor.