Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Tingkat Keparahan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI POTENSI INTERAKSI OBAT RESEP RACIKAN PADA PASIEN ANAK DI KLINIK PANDAWA RAYA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Di Indonesia, masih banyak dokter yang memberikan obat dalam bentuk racikan. Peracikan obat menjadi perhatian karena banyak munculnya kejadian yang tidak dikehendaki seperti masalah interaksi obat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji evaluasi potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme kerja dan tingkat keparahan menggunakan aplikasi Medscape.com pada resep obat racikan anak di Klinik Pandawa Raya Bogor. Data yang digunakan adalah lembar resep, yang dilakukan secara retrospektif pada pasien anak yang mendapatkan resep racikan periode September – Oktober 2021. Penelitian ini bersifat observasional (non eksperimental) retrospektif dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan data yang sudah ada dari penelusuran lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien anak yang mendapatkan resep racikan paling banyak berjenis kelamin laki- laki sebanyak 53,19% dengan rentang usia terbanyak 1-5 tahun sebanyak 62,77%. Obat yang pailng banyak diresepkan kedalam obat racikan yaitu ciproheptadin sebanyak 26,59%. Jumlah obat yang di gunakan dalam racikan terbanyak adalah 3-4 obat 57,44%. Interaksi obat yang terjadi dari 53 resep sebanyak 56,39% mengalami interaksi obat dan tidak berinteraksi sebanyak 43,61%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah farmakokinetik sebanyak 56,73% dan farmakodinamik 43,27%. Keparahan interaksi kategori moderate 48,08%, major sebanyak 47,12%, dan minor 4,80%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) RAWAT JALAN DI APOTEK KIMIA FARMA RSUPN Dr.CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA

2022Koleksi Perpustakaan

Potensi interaksi obat yaitu suatu kemungkinan interaksi yang terjadi ketika efek dari satu obat berubah karena penggunaan bersamaan dengan obat lain. Penggunaan obat dalam jumlah yang banyak adalah salah satu faktor potensi interaksi obat. Pasien dengan penyakit Systemic Erythematosus Lupus (SLE) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan kerusakan jaringan dan sel oleh autoantibodi patogen dan kompleks imun, dimana selalu mendapatkan obat lebih dari satu sehingga berisiko terjadinya interaksi obat. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pola penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien SLE rawat jalan di apotek Kimia Farma RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Observasional pengambilan data dilakukan secara retrospektif yaitu menggunakan data rekam medis pasien. Jumlah sampel yang diambil yaitu 291 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pola penggunaan obat pada pasien SLE terdiri dari terapi utama dan terapi lain. Terapi utama yang digunakan pasien SLE di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta yaitu obat golongan kortikosteroid (15%); NSAID (3,1%) dan antibiotik (1,7%), sedangkan terapi lain yang digunakan yaitu kalsium karbonat (12,1%); vitamin B complex (0,3%), vitamin B6 (0,3%) kolkatriol (4,4%) calcium laktat (0,1%). Dari 291 pasien yang berpotensi interaksi obat, diketahui terjadi 217 pasien yang mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahannya diketahui 3,3% Major, 56% moderat, dan 40,5% Minor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail