BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
#Pengkajian resepvmerupakanokegiatan yangupentingydalam pelayanan
resepfkarena dapat membantu mengurangi terjadinyaomedicatior error. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahuiogambaran kelengkapan resep dokter sacara
administratif dan farmasetik dijFarmasibRawatiJalan Rumah Sakit Karya Bhakti
Pratiwi Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang
dilakukan secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Hasil penelitian kelengkapan reseplsecara administratif yang
telah mencapai 100% yaitu data pasien (nama, umur, jenis kelamin,
tinggiobadanodan beratmbadankpasien), data dokter (nama, nomorlSIP, alamat
praktek), tanggal penulisan resep dan ruangan/ unit asal resep. Sedangkan paraf
dokter hanya 42%. Kelengkapanmresep secarakfarmasetik yang telah mencapai
100% yaituynamawobat, dosis dan aturanupakai. Sedangkanyjumlah obat sebesar
99% dan bentukysediaan hanya 66%. Berdasarkan hasil kelengkapanbresep
secaraoadministratif danbfarmasetikldi Farmasi RawatiJalan Rumah Sakit
KaryapBhaktimPratiwi Kabupaten Bogor belum sesuaimdengan Peraturan
MenterioKesehatan Republik IndonesiajNomor 72 Tahun 2016nkarena masih
terdapat ketidaklengkapan pada resep.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pengkajian resep merupakan salah satu pelayanan kefarmasian di Apotek yang diatur dalam Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pengkajian kelengkapan resep administratif dan farmasetik resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif (data resep obat periode Juni-Agustus 2021) di Apotek Kimia Farma Parung Bogor. Metode penetapan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sempling, didapatkan sebanyak 175 lembar resep. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan resep di Apotek Kimia Farma Parung Bogor belum memenuhi semua aspek administratif dan farmasetik resep berdasarkan Permenkes RI No. 73 Tahun 2016. Persentase resep yang memenuhi persyaratan administratif, yaitu nama pasien 99,42%, umur pasien 86,85%, jenis kelamin 99,42%, berat badan 3%, nama dokter, 82,28%, nomor SIP 69,71%, nomor telepon 88,57%, paraf dokter 8%, tanggal resep 96% dan persentase resep yang memenuhi persyaratan farmasetik, yaitu kekuatan obat 93,14%, jumlah obat 100%, aturan pakai 98,29%, bentuk sediaan obat 95,43%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Evaluasi resep merupakan aspek yang penting dalam peresepan karena
dapat membantu meminimalisir terjadinya medication error. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui persentase kelengkapan resep dokter secara
administratif yang telah dilayani di Apotek Kimia Farma Juanda pada periode
bulan Maret 2021. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif. Metode
pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode simple random sampling
dengan menggunakan rumus slovin, didapatkan sebanyak 320 lembar resep. Hasil
pengamatan menunjukan bahwa kelengkapan resep secara administrasi yaitu: data
pasien 3,13% ( nama 98,75%, umur 65,94%, jenis kelamin 75% dan berat badan
3,44%), identitas dokter 22,81% ( nama dokter 96,56%, SIP 76,25%, alamat
96,56%, nomor telepon 85,63% dan paraf 32,19%) dan tanggal penulisan resep
82,5%. Hasil evaluasi kelengkapan resep ini diharapkan dapat membantu
meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien dan dapat mencegah terjadinya
medication error.