Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Instalasi Farmasi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

"EVALUASI WAKTU TUNGGU RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN PASIEN BPJS FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT KARYA BHAKTI PRATIWI"

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu pelayanan obat racikan dan non racikan merupakan tenggang waktu mulai dari pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat dengan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit yaitu ≤ 30 menit untuk Obat Non Racikan dan ≤ 60 menit untuk Obat Racikan. Waktu tunggu pelayanan obat merupakan salah satu indikator yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengkaji durasi layanan resep bagi pemegang kartu BPJS di Unit Farmasi Rawat Jalan RS Karya Bhakti Pratiwi, untuk menilai kesesuaiannya dengan standar yang berlaku. Studi ini mengadopsi pendekatan Deskriptif Observasional, menggunakan metode pengumpulan data Retrospektif. Sampel yang dianalisis terdiri dari 100 lembar resep racikan dan 100 lembar resep non-racikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 46 resep racikan dan 28 resep non-racikan memenuhi kriteria waktu tunggu yang ditetapkan. Rata-rata durasi pelayanan untuk resep racikan tercatat 63 menit 43 detik, sementara untuk resep non-racikan adalah 47 menit 43 detik. Hal ini menunujukan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi Tidak memenuhi Persyaratan regulasi yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 Tahun 2008 serta Pedoman Standar Pelayanan Minimal untuk Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi dimana untuk resep racikan ≤ 60 menit dan non racikan ≤ 30 menit.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT HIGH ALERT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK PASUTRI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Obat high alert adalah obat yang memiliki resiko tinggi membahayakan keselamatan pada pasien jika tidak digunakan secara tepat. Menurut Permenkes No. 72 Tahun 2016 kategori high alert menjadi 3 diantaranya LASA (Look Alike Sound Alike), Elektrolit konsentrasi tinggi dan sitostatik, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan kesesuaian penyimpanan obat high alert di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh obat high alert yang ada di instalasi farmasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, karena semua populasi dijadikan sampel. Alat penelitian pengumpulan data yang digunakan pada hasil penelitian ini adalah lembar observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan obat high alert sesuai dengan standar prosedur operasional Rumah Sakit Ibu dan Anak Pasutri Bogor dengan prosentase kesesuaian 100% pada penyimpanan obat high alert, penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) atau NORUM (Nama Obat Rupa Ucapan Mirip) dan penyimpanan obat Elektrolit Konsentrat Pekat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SETUKPA SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Waktu tunggu yang menjadi suatu tolak ukur dalam standar pelayanan minimal farmasi di rumah sakit yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di rumah sakit sakit dan untuk menjamin kepuasan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi dengan metode cross sectional secara prospektif menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yaitu 100 responden yang merupakan pasien atau keluarga pasien dihitung menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 di Instalasi Farmasi RS Bhayangkara Setukpa Sukabumi. Hasil data sosiodemografi berdasarakan jenis kelamin laki-laki (52%), pada usia 17-25 tahun (38%), pekerja lain-lain (30%), dan BPJS lebih dominan (82%). Gambaran waktu tunggu resep non racik 14,7 menit dan racikan 31,1 menit, dengan kesesuaian yaitu (89%), untuk kepuasan berdasarkan 5 dimensi yaitu kehandalan (puas 45%), Ketanggapan (puas 43%), Jaminan (puas 62%), Empati (sangat puas 37%), dan Wujud / nyata (sangat puas 40%). Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan 4 dimensi kepuasan pasien diataranya variabel kenyataan (p-value=0.003), empati (p- value=0,007), ketanggapan (p-value=0.019) serta jaminan (p-value=0.008).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RAWAT JALAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JIWA MARZOEKI MAHDI BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep, sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata- rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN WAKTU TUNGGU PASIEN UMUM DAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RSUD PALABUHANRATU

2022Koleksi Perpustakaan

Instalasi farmasi di sebuah rumah sakit merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya. Oleh karena itu, instalasi farmasi dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanannya. Waktu tunggu pasien dalam menebus resep menjadiasalah satu hal penting yang perlu diperhatikan untuk tujuan peningkatan mutu pelayanan instalasi farmasi. Atas dasar halnyatersebut, penelitian ini dilakukan untuk menghitung dan membandingkan perbedaan waktu tunggu antara pasien umum dan pasien BPJS dalam penebusan resep di instalasi farmasi RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan langsung (observasi) dengan melakukan pencatatan data berupa lama waktu tunggu untuk setiap pasien umum dan BPJS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata waktu tunggu pasien BPJS sedikit lebih lama dibanding pasien umum karena ada perbedaan urutan proses pelayanan sesuai SOP yang berlaku.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT MEDIKA DRAMAGA BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pelayanan kefarmasian. Pasien yang puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh tenaga kefarmasian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan tersebut sesuai dengan yang diharapkan pasien atau bahkan lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran data sosidemografi dan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi RS Medika Dramaga Bogor. Penelitian ini bersifat prospektif observasional, dimana data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner, kemudian diolah dengan menggunakan aplikasi spss versi 17. Berdasarkan hasil penelitian dari 100 reseponden menunjukkan jenis kelamin perempuan sebanyak 65%, usia 36 – 45 tahun sebanyak 45%, tingkat pendidikan tertinggi SMA/SMK 47% dan responden pedagang sebanyak 23%. Data menggunakan analisis univariat menunjukkan kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian bahwa dimensi keandalan sebesar (89%), ketanggapan (79%), empati (78%), jaminan (80%), dan bukti langsung (75%). Rata–rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RS Medika Dramaga Bogor 2020 pasien merasa puas sebesar (80%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail