BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi metabolik jangka panjang yang
ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan
dalam penggunaan insulin, produksi insulin, atau kombinasi keduanya. Penelitian
ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah
pada pasien BPJS Diabetes Mellitus tipe 2 di Apotek Kimia Farma 221 Degung
Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif analitik
dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner.
Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan total 85
responden. Hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah dianalisis
menggunakan korelasi Somers’d dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-45
tahun (35,30%), dengan jenis kelamin perempuan mendominasi (55,30%),
pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/sederajat (41,20%), dan mayoritas
bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,50%). Dari segi gaya hidup, 48,20%
responden memiliki gaya hidup yang baik, sementara kadar gula darah sewaktu
responden sebagian besar berada dalam rentang normal (47,06%). Uji statistik
Somers’d menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05,
menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kadar gula darah
pada pasien DM tipe 2. Koefisien Somers’d sebesar 0,575 menunjukkan bahwa
hubungan tersebut memiliki tingkat keeratan sedang.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 salah satu penyakit yang ditandai dengan
adanya kenaikan kadar glukosa dalam darah, insulin tidak bisa membawa glukosa masuk kedalam jaringan karena resistensi insulin, yang ditandai kadar glukosa darah sewaktu ≥200. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien DM 2 meliputi jenis kelamin dan usia, untuk mengetahui perbandingan rata-rata penurunan GDS pada penggunaan obat Antidiabetes oral di Instalasi rawat Inap Rumah Sakit X Bogor. Metode penelitian ini dari prosedur retrospektif menggunakan data rekam medik periode Januari-Desember 2021, dan diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2019 dan SPSS versi 26 dengan sample yang diambil dengan total sampling sebanyak 50 pasien, pengujian menggunakan analisis Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi pasien DM 2 Laki-laki paling banyak sebesar 53% dan usia paling banyak 46-55 tahun 38%, dengan penyakit tanpa penyerta 32 pasien dan dengan
penyakit penyerta sebanyak 18 pasien. Obat yang digunakan gologan dengan obat biguanida (metformin) 35 pasien, glimepiride 4 pasien, glibenclamide 1 pasien dan metformin+glimepiride 10 pasien. Penurunan kadar glukosa darah dengan obat tunggal metformin 40%, glimepiride 42%, glibenclamide 5,20% dan penurunan kombinasi metformin+glimepiride 43%, Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat antidiabetes oral terhadap penurunan
kadar glukosa darah sewaktu dengan nilai p-value 0,422>α 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik
kronik yang berisiko timbulnya berbagai komplikasi. Pasien DM Tipe 2
membutuhkan terapi dalam jangka waktu lama, selain itu penderita yang disertai
dengan penyakit penyerta atau komplikasi akan mendapatkan obat lebih dari satu
atau kombinasi, sehingga dapat terjadi resiko interaksi obat yang dapat
memperberat efek samping, meningkatkan atau menurunkan efektivitas
pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat dan
kejadian interaksi obat pada pasien DM Tipe 2. Penelitian ini dilakukan secara
deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan
pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan data
rekam medis dari 92 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian
menunjukkan penderita terbanyak yaitu perempuan (59,78%) dengan rentang usia
terbanyak 65-74 tahun (54,35%). Penyakit penyerta paling banyak yaitu hipertensi
(71,74%). Penggunaan obat antidiabetes terbanyak adalah obat kombinasi 2 obat
(9,78%) dan penggunaan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu golongan obat
Angiotensin 2 Receptor Blocker (51,09%). Terdapat 103 potensi interaksi obat
dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (87,38%)
dan level keparahan moderate (91,26%), serta kejadian interaksi sebanyak 36
kejadian dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik
(97,30%) dan level keparahan moderate (86,11%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolisme,
ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes melitus
tipe 2 disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat rendahnya sekresi
insulin oleh pankreas dan penurunan resistensi insulin atau kepekaan terhadap
insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran profil pasien diabetes
melitus tipe 2 yang meliputi usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Untuk mengetahui
profil pengobatan antidiabetik oral dan keberhasilan terapi obat antidiabetik oral
yang diberikan mencapai target penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian
ini merupakan penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) yang
bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional serta pengambilan data
sekunder dilakukan secara retrospektif pada periode Juli-Desember 2022.
Pengambilan data berupa data rekam medis yang terdiri atas data profil pasien,
profil pengobatan pasien dan keberhasilan terapi antidiabetik oral. Sampel yang
diperoleh sebanyak 63 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan
menggunakan program Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian didapatkan profil
pasien pada usia tertinggi yaitu 46-65 tahun sebanyak 43 pasien (68,25%), jenis
kelamin tertinggi pada laki-laki sebanyak 45 pasien (71,43%). Berdasarkan
pekerjaan tertinggi pada Karyawan BUMN sebanyak 37 pasien (58,73%), jumlah
pasien diabetes dengan penyakit penyerta hipertensi sebanyak 22 pasien (25,88%).
Obat antidiabetik oral dengan penyakit penyerta hipertensi adalah golongan
Calcium Channel Blocker yaitu amlodipin, obat antidiabetik oral tertinggi yaitu
monoterapi pada 44 pasien (69,84%). Obat antidiabetik oral tertinggi golongan
biguanida (metformin) sebanyak 38 pasien (60,32%). Serta keberhasilan
pengobatan diabetes melitus tipe 2 sebanyak 24 pasien (38,10%), yang mencapai
target penurunan glukosa darah puasa sesuai dengan PERKENI 2021.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai
pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan
insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut
terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian
ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan
data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di
Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian
ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia
akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin
kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap
(54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja
panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding
dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T
Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan
nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang
terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang
memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan
metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari
seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture
of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8,
dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas
antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun
sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid,
falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu
fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi
sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki
nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun
sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten tehadap insulin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran obat yang digunakan
pasien, gambaran perubahan kadar gula darah dan perbedaan efektivitas obat
antidiabetes berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada
pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif menggunakan data yang diambil secara retrospektif dilakukan
pengamatan melalui sumber data rekam medik. Penelitian ini dilakukan terhadap 80
pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa penyakit penyerta menggunakan
metode purposive sampling. Hasil penelitian ini diperoleh data sosiodemografi paling
tinggi pada jenis kelamin perempuan sebanyak 55 pasien (68,8%), pada usia 56-65
tahun sebanyak 34 pasien (42,%), dan berdasarkan pekerjaan adalah Ibu Rumah
Tangga yaitu sebanyak 25 pasien (31,3%). Penggunaan obat tertinggi pada penelitian
ini obat antidiabetes metformin sebanyak 55 pasien (68,75%) dan obat antidiabetes
yang menurunkan kadar glukosa darah sewaktu adalah obat metformin sebanyak 23
pasien (28,75%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan efektifitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetes melitus
terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu di RSUD Kota Bogor Periode
Tahun 2021 berdasarkan uji Kruskal wallis dengan nilai signifikasi >0,05 yaitu 0,757.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh virus SARS-CoV 2, dapat menginfeksi manusia dan menyerang sistem
pernafasan. Penanganan Covid-19 sangat beragam, setiap negara mencoba berbagai
pengobatan yang berbeda untuk mengobati dengan mengembangkan protokol
pengobatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi pasien dan perbedaan terapi Covid-19 pada gelombang 1 dan
gelombang 2. Penelitian bersifat retrospektif dari rekam medis pasien terkonfirmasi
Covid-19 periode Maret 2020 sampai Desember 2021. Data dianalisis dengan
Microsoft excel dan disajikan secara deskriptif dengan uji proporsi 2 sampel dalam
bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan hasil yang didapatkan penderita terbanyak
didominasi perempuan pada gelombang 1 (58%) dan gelombang 2 (62%) dengan
usia 45-55 pada gelombang 1 (30%) dan gelombang 2 (32%). Perbedaan terapi
Covid-19 gelombang 1 dengan gelombang 2 terdapat perbedaan secara bermakna
berdasarkan uji proporsi 2 sampel. Hal ini dikarenakan pada gelombang 1 lebih
banyak pasien dengan derajat keparahan ringan sampai sedang dan gelombang 2
lebih banyak pasien dengan derajat sedang hingga berat
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi merupakan gangguan metabolisme
yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap
insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien,
gambaran penggunaan obat, dan perbedaan efektivitas penggunaan obat
antidiabetik berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP)
pada pasien DM tipe 2 Puskesmas Pulo Armyn. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif.
Penelitian ini dilakukan terhadap profil 80 pasien penderita Diabetes Melitus Tipe
2 dengan penyakit penyerta hipertensi menggunakan metode total sampling. Hasil
penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling banyak pada usia 56 – 65
tahun sebanyak 32 pasien (40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 52 pasien
(65%). Penggunan obat terbanyak merupakan Obat Antidiabetik metformin
sebanyak 44 pasien (55%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa
tidak terdapat perbedaan bermakna dari penggunaan obat antidiabetik oral tunggal
metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepiride pada pasien Diabetes
Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pulo Armyn periode Oktober - Desember 2021,
berdasarkan analisis Mann – Whitney dengan (p = 0,278).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang banyak digunakan dalam
produksi susu fermentasi yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran
pencernaan. Ekstrak ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978 memiliki
senyawa metabolit yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian
ini untuk menentukan aktivitas antioksidan yang terdapat pada metabolit
ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978. Analisis metabolit ekstraseluler
bakteri Lactobacillus fermentum B978 diperoleh dari hasil fermentasi susu UHT
rendah lemak yang disentrifugasi. Supernatan diuji antioksidan dengan metode
1,1- difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif, untuk
memeroleh nilai IC50 yang ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometri
UV-Vis. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak ekstraseluler diperoleh
nilai IC50 sebesar 23,745 ppm yang lebih besar dari aktivitas antioksidan vitamin
C diperoleh nilai IC50 sebesar 7,023 ppm masuk kedalam kategori antioksidan
sangat kuat
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Gastritis ialah peradangan mukosa lambung yang sifatnya akut, kronik, difus dan
lokal yang diakibatkan oleh bakteri, stres, zat kimia, obat-obatan, serta makanan.
Pengobatan penyakit gastritis salah satunya dengan pemberian obat golongan H2 bloker
dan proton pump inhibitor (PPI). Tujuan penelitian ini guna mengetahui gambaran
efektivitas penggunaan injeksi pada pasien gastritis melalui rawat inap di Rumah Sakit
Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif
observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data
dari rekam medik bulan Januari – Desember 2020 terdiri atas usia, jenis kelamin,
pekerjaan, golongan obat yang digunakan, lama rawat inap dan gejala khusus. Jumlah
sampel yang memenuhi kriteria adalah 150 pasien. Data yang didapatkan dilakukan
analisis dengan memanfaatkan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian pasien gastritis
banyak terjadi kepada pasien dengan jenis kelamin perempuan yakni sebanyak 56,00%,
rentang usia remaja (17 - 25 tahun), pekerjaan terbanyak Ibu Rumah Tangga, gejala
yang sering timbul yaitu mual, muntah dan nyeri ulu hati. Pengggunan golongan obat
PPI pasien gastritis 80% (120 pasien) dan golongan obat H2 blocker 20% (30
pasien).Obat gastritis paling banyak digunakan omeprazol sebanyak 116 pasien
(77,33%) dengan nilai rata – rata lama rawat inap 4,53 hari (4 hari 13 jam).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
DM tipe 2 merupakan merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan
hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat,
dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil
pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas
Bogor Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan
pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian dilakukan dari bulan
Oktober - Desember 2021 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian dilakukan
terhadap 70 pasien penderita diabetes melitus tipe 2 menggunakan metode total
sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling tinggi pada
usia 56 – 65 tahun sebanyak 29 pasien (41,4%), berjenis kelamin perempuan
sebanyak 38 pasien (54,3%), DM tipe 2 dengan hipertensi sebanyak 38 pasien
(54,3%). Penggunan obat tertinggi merupakan OAT metformin sebanyak 38
pasien (54,3%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan bermakna dari efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal
metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepirid pada pasien DM tipe
2 di Puskesmas Bogor Selatan periode Oktober - Desember 2021 (p = 0,521).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan
dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya.
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2
di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental
selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah
53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi
sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien.
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes
Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas
hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian
menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status
pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup
(p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat
perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada
monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada
kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden
(26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik
sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10
responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik
sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup
yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan
nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup
lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas
hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat
perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang berorientasi
langsung dalam proses penggunaan obat, untuk menjamin keamanan, efektifitas
dan kerasionalan penggunaan obat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan
fungsi dalam perawatan pasien. Standar pelayanan kefarmasian sangat diperlukan
dalam menjalankan suatu apotek. Suatu apotek tidak menggunakan standar
pelayanan farmasi dalam menjalankan apotek maka tidak akan tercapai derajat
kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran pelayanan farmasi klinik dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan PMK
No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data
melalui resep yang masuk ke apotek secara prosfektif pada periode Mei – Juni 2021.
Penerapan standar pelayanan farmasi klinik belum dilaksanakan secara maksimal
di apotek Kimia Farma 335 Sukabumi. Hasil penelitian dari 90 resep, gambaran
pelayanan farmasi klinik yang dilakukan pada pengkajian resep 92,2%, dispensing
100%, PIO 100%, konseling 100%, PTO 7,78%, untuk home pharmacy care dan
MESO tidak dilakukan 100%. Evaluasi kesesuaian pelayanan farmasi klinik dari
90 resep didapatkan hasil pengkajian resep sesuai 92,22%, dispensing sesuai 100%,
Pelayanan Informasi Obat (PIO) sesuai 100%, Konseling sesuai 100%, serta
pemantauan Terapi Obat (PTO) sesuai 7,78%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih
tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24
jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang
disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan
menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap,
dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara
pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki
anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun).
Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA
Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan
terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada
aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%,
dan tepat cara pemberian 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang
sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau
berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein
rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada
seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit
tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem penyimpanan dan
distribusi vaksin BCG dan DPT berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017 di
Puskesmas Ratu Jaya dengan 3 kategori untuk penyimpanan vaksin yaitu cara
sarana dan prasarana, keadaan lemari es dan pengelolaan dalam penyimpanan
vaksin, serta melihat data suhu cold chain dan vaccine carrier. Jenis penelitian ini
adalah accidental sampling dan pengamatan langsung menggunakan lembar
observasi. Hasil penelitian diperoleh persentase untuk sistem penyimpanan, yaitu
kategori sarana dan prasarana dengan persentase 90%, keadaan lemari es dengan
persentase 89,47%, pengelolaan dalam penyimpanan vaksin dengan persentase
94,44%, dan suhu cold chain dengan persentase 100%. Untuk sistem
pendistribusian vaksin diperoleh persentase 81,25% dan suhu vaccine carrier
dengan persentase 100%. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kesesuaian
sistem penyimpanan vaksin Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 93,48% dan
kesesuaian pendistribusian vaksin BCG dan DPT di Puskesmas Ratu Jaya dengan
persentase 90,62% dinyatakan baik atau sesuai dengan Permenkes No. 12 Tahun
2017.