Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

20 hasil
Subjek: 2
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN BPJS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI APOTEK KIMIA FARMA 221 DEGUNG KOTA SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes Mellitus (DM) adalah kondisi metabolik jangka panjang yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh gangguan dalam penggunaan insulin, produksi insulin, atau kombinasi keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah pada pasien BPJS Diabetes Mellitus tipe 2 di Apotek Kimia Farma 221 Degung Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling dengan total 85 responden. Hubungan antara gaya hidup dan kadar gula darah dianalisis menggunakan korelasi Somers’d dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 35-45 tahun (35,30%), dengan jenis kelamin perempuan mendominasi (55,30%), pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/sederajat (41,20%), dan mayoritas bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,50%). Dari segi gaya hidup, 48,20% responden memiliki gaya hidup yang baik, sementara kadar gula darah sewaktu responden sebagian besar berada dalam rentang normal (47,06%). Uji statistik Somers’d menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001, yang lebih kecil dari 0,05, menandakan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup dan kadar gula darah pada pasien DM tipe 2. Koefisien Somers’d sebesar 0,575 menunjukkan bahwa hubungan tersebut memiliki tingkat keeratan sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN RATA-RATA PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan kadar glukosa dalam darah, insulin tidak bisa membawa glukosa masuk kedalam jaringan karena resistensi insulin, yang ditandai kadar glukosa darah sewaktu ≥200. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien DM 2 meliputi jenis kelamin dan usia, untuk mengetahui perbandingan rata-rata penurunan GDS pada penggunaan obat Antidiabetes oral di Instalasi rawat Inap Rumah Sakit X Bogor. Metode penelitian ini dari prosedur retrospektif menggunakan data rekam medik periode Januari-Desember 2021, dan diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2019 dan SPSS versi 26 dengan sample yang diambil dengan total sampling sebanyak 50 pasien, pengujian menggunakan analisis Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi pasien DM 2 Laki-laki paling banyak sebesar 53% dan usia paling banyak 46-55 tahun 38%, dengan penyakit tanpa penyerta 32 pasien dan dengan penyakit penyerta sebanyak 18 pasien. Obat yang digunakan gologan dengan obat biguanida (metformin) 35 pasien, glimepiride 4 pasien, glibenclamide 1 pasien dan metformin+glimepiride 10 pasien. Penurunan kadar glukosa darah dengan obat tunggal metformin 40%, glimepiride 42%, glibenclamide 5,20% dan penurunan kombinasi metformin+glimepiride 43%, Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat antidiabetes oral terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu dengan nilai p-value 0,422>α 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS FAMILY MEDICAL CENTER BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat. Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari- Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi (51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%) dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus (14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK BIDAKARA MEDICAL CENTER JAKARTA SELATAN

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan salah satu penyakit metabolik kronik yang berisiko timbulnya berbagai komplikasi. Pasien DM Tipe 2 membutuhkan terapi dalam jangka waktu lama, selain itu penderita yang disertai dengan penyakit penyerta atau komplikasi akan mendapatkan obat lebih dari satu atau kombinasi, sehingga dapat terjadi resiko interaksi obat yang dapat memperberat efek samping, meningkatkan atau menurunkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat dan kejadian interaksi obat pada pasien DM Tipe 2. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan data rekam medis dari 92 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan penderita terbanyak yaitu perempuan (59,78%) dengan rentang usia terbanyak 65-74 tahun (54,35%). Penyakit penyerta paling banyak yaitu hipertensi (71,74%). Penggunaan obat antidiabetes terbanyak adalah obat kombinasi 2 obat (9,78%) dan penggunaan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu golongan obat Angiotensin 2 Receptor Blocker (51,09%). Terdapat 103 potensi interaksi obat dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (87,38%) dan level keparahan moderate (91,26%), serta kejadian interaksi sebanyak 36 kejadian dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (97,30%) dan level keparahan moderate (86,11%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS FAMILY MEDICAL CENTER BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat. Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari- Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi (51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%) dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus (14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensigambaran penggunaan obat antihipertensigambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectionalpengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (4022%)dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (7283%)dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (5217%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (5109%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 255 mmHg dan diastolik 174 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 117 mmHg dan diastolik 86 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0000 < 005 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI HASIL TERAPI OBAT ANTIDIABETIK ORAL TERHADAP KEBERHASILAN PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KLINIK PRATAMA PT ANTAM PONGKOR

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis berupa gangguan metabolisme, ditandai dengan kadar gula darah yang melebihi batas normal. Diabetes melitus tipe 2 disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah akibat rendahnya sekresi insulin oleh pankreas dan penurunan resistensi insulin atau kepekaan terhadap insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran profil pasien diabetes melitus tipe 2 yang meliputi usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Untuk mengetahui profil pengobatan antidiabetik oral dan keberhasilan terapi obat antidiabetik oral yang diberikan mencapai target penurunan kadar glukosa darah. Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) yang bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional serta pengambilan data sekunder dilakukan secara retrospektif pada periode Juli-Desember 2022. Pengambilan data berupa data rekam medis yang terdiri atas data profil pasien, profil pengobatan pasien dan keberhasilan terapi antidiabetik oral. Sampel yang diperoleh sebanyak 63 pasien. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan program Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian didapatkan profil pasien pada usia tertinggi yaitu 46-65 tahun sebanyak 43 pasien (68,25%), jenis kelamin tertinggi pada laki-laki sebanyak 45 pasien (71,43%). Berdasarkan pekerjaan tertinggi pada Karyawan BUMN sebanyak 37 pasien (58,73%), jumlah pasien diabetes dengan penyakit penyerta hipertensi sebanyak 22 pasien (25,88%). Obat antidiabetik oral dengan penyakit penyerta hipertensi adalah golongan Calcium Channel Blocker yaitu amlodipin, obat antidiabetik oral tertinggi yaitu monoterapi pada 44 pasien (69,84%). Obat antidiabetik oral tertinggi golongan biguanida (metformin) sebanyak 38 pasien (60,32%). Serta keberhasilan pengobatan diabetes melitus tipe 2 sebanyak 24 pasien (38,10%), yang mencapai target penurunan glukosa darah puasa sesuai dengan PERKENI 2021.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN INSULIN KOMBINASI TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH PUASA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PROLANIS APOTEK KIMIA FARMA 317 CIANJUR

2023Koleksi Perpustakaan

DM tipe 2 adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita pasien Prolanis di Apotek Kimia Farma 317 Cianjur. Insulin kombinasi banyak digunakan sebagai pilihan dalam terapi pengobatan DM tipe 2 meliputi insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat dengan insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas kedua insulin kombinasi terebut terhadap persentase penurunan gula darah puasa pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional non eksperimental dengan metode pengambilan data secara retrospektif yang bersumber dari 68 pasien DM tipe 2 Prolanis di Apotek Kimia Farma 317 Cianjur periode Juli-Desember 2021. Dari hasil penelitian ini, DM tipe 2 terbanyak dialami perempuan (60,9%) pada kategori usia lansia akhir (39,7%) disertai dengan penyakit penyerta (80,9%). Penggunaan insulin kombinasi terbanyak adalah insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap (54,4%). Berdasarkan dari rata-rata penurunan gula darah puasa insulin kerja panjang dan insulin campuran tetap (32,31%) dinilai lebih efektif dibanding dengan insulin kerja panjang dan insulin kerja cepat (22,96%). Dari hasil uji T Independent kedua insulin kombinasi memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai Asym.Sig. 0,002 < 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI ANTIOKSIDAN DARI KOMBUCHA DAUN SIRSAK ( Anonna muricata L. ) DENGAN METODE PENGHAMBATAN DPPH (2,2 - DIFENIL - 1 - PIKRIHIDRAZIL)

2023Koleksi Perpustakaan

Kombucha merupakan produk minuman tradisional hasil fermentasi yang terdiri dari larutan gula dengan menggunakan starter mikroba kombucha yang memiliki khasiat sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombucha daun sirsak (Annona muricata L.) dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak dibuat dari seduhan daun sirsak yang difermentasi menggunakan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Kombucha daiun sirsak kemudian diinkubasi selama 4, 8, dan 12 hari. Seduhan dan kombucha daun sirsak diuji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode 2,2-difenil-1-pikril hidrazil (DPPH). Kombucha daun sirsak memiliki kandungan senyawa fitokimia yang terdiri dari alkaloid, falavonoid, saponin, dan tanin. Kombucha daun sirsak dengan lama waktu fermentasi 4, 8, dan 12 hari masing-masing memiliki nilai rata-rata inhibisi sebesar 31,62%, 37,73%, dan 11,36 %. Sedangkan seduhan daun sirsak memiliki nilai rata – rata inhibisi sebesar 23,41%. Kombucha daun sirsak dan seduhan daun sirsak memiliki potensi antioksidan dengan kategori sedang dan rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT ANTIDIABETES ORAL BERDASARKAN PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten tehadap insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien, gambaran obat yang digunakan pasien, gambaran perubahan kadar gula darah dan perbedaan efektivitas obat antidiabetes berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data yang diambil secara retrospektif dilakukan pengamatan melalui sumber data rekam medik. Penelitian ini dilakukan terhadap 80 pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 tanpa penyakit penyerta menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini diperoleh data sosiodemografi paling tinggi pada jenis kelamin perempuan sebanyak 55 pasien (68,8%), pada usia 56-65 tahun sebanyak 34 pasien (42,%), dan berdasarkan pekerjaan adalah Ibu Rumah Tangga yaitu sebanyak 25 pasien (31,3%). Penggunaan obat tertinggi pada penelitian ini obat antidiabetes metformin sebanyak 55 pasien (68,75%) dan obat antidiabetes yang menurunkan kadar glukosa darah sewaktu adalah obat metformin sebanyak 23 pasien (28,75%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan efektifitas yang signifikan antara pemberian obat antidiabetes melitus terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu di RSUD Kota Bogor Periode Tahun 2021 berdasarkan uji Kruskal wallis dengan nilai signifikasi >0,05 yaitu 0,757.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN TERAPI COVID-19 PADA GELOMBANG 1 COVID 2020 DENGAN GELOMBANG 2 COVID 2021 DI RSUD KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV 2, dapat menginfeksi manusia dan menyerang sistem pernafasan. Penanganan Covid-19 sangat beragam, setiap negara mencoba berbagai pengobatan yang berbeda untuk mengobati dengan mengembangkan protokol pengobatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien dan perbedaan terapi Covid-19 pada gelombang 1 dan gelombang 2. Penelitian bersifat retrospektif dari rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 periode Maret 2020 sampai Desember 2021. Data dianalisis dengan Microsoft excel dan disajikan secara deskriptif dengan uji proporsi 2 sampel dalam bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan hasil yang didapatkan penderita terbanyak didominasi perempuan pada gelombang 1 (58%) dan gelombang 2 (62%) dengan usia 45-55 pada gelombang 1 (30%) dan gelombang 2 (32%). Perbedaan terapi Covid-19 gelombang 1 dengan gelombang 2 terdapat perbedaan secara bermakna berdasarkan uji proporsi 2 sampel. Hal ini dikarenakan pada gelombang 1 lebih banyak pasien dengan derajat keparahan ringan sampai sedang dan gelombang 2 lebih banyak pasien dengan derajat sedang hingga berat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT DM TIPE 2 DENGAN HIPERTENSI DALAM PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS PULO ARMYN

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Hipertensi merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat, dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas Pulo Armyn. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan terhadap profil 80 pasien penderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan penyakit penyerta hipertensi menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling banyak pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 32 pasien (40%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 52 pasien (65%). Penggunan obat terbanyak merupakan Obat Antidiabetik metformin sebanyak 44 pasien (55%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari penggunaan obat antidiabetik oral tunggal metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepiride pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Pulo Armyn periode Oktober - Desember 2021, berdasarkan analisis Mann – Whitney dengan (p = 0,278).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EKSTRAK METABOLIT EKSTRASELULER Lactobacillus fermentum B978 SEBAGAI ANTIOKSIDAN

2023Koleksi Perpustakaan

Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang banyak digunakan dalam produksi susu fermentasi yang memiliki efek positif pada kesehatan saluran pencernaan. Ekstrak ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978 memiliki senyawa metabolit yang diduga berpotensi sebagai antioksidan.Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas antioksidan yang terdapat pada metabolit ekstraseluler Lactobacillus fermentum B978. Analisis metabolit ekstraseluler bakteri Lactobacillus fermentum B978 diperoleh dari hasil fermentasi susu UHT rendah lemak yang disentrifugasi. Supernatan diuji antioksidan dengan metode 1,1- difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) dan vitamin C sebagai kontrol positif, untuk memeroleh nilai IC50 yang ditentukan dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dari ekstrak ekstraseluler diperoleh nilai IC50 sebesar 23,745 ppm yang lebih besar dari aktivitas antioksidan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 7,023 ppm masuk kedalam kategori antioksidan sangat kuat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT INJEKSI PADA PASIEN GASTRITIS DI RS BHAYANGKARA SETUKPA POLRI SUKABUMI

2022Koleksi Perpustakaan

Gastritis ialah peradangan mukosa lambung yang sifatnya akut, kronik, difus dan lokal yang diakibatkan oleh bakteri, stres, zat kimia, obat-obatan, serta makanan. Pengobatan penyakit gastritis salah satunya dengan pemberian obat golongan H2 bloker dan proton pump inhibitor (PPI). Tujuan penelitian ini guna mengetahui gambaran efektivitas penggunaan injeksi pada pasien gastritis melalui rawat inap di Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengambil data dari rekam medik bulan Januari – Desember 2020 terdiri atas usia, jenis kelamin, pekerjaan, golongan obat yang digunakan, lama rawat inap dan gejala khusus. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria adalah 150 pasien. Data yang didapatkan dilakukan analisis dengan memanfaatkan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian pasien gastritis banyak terjadi kepada pasien dengan jenis kelamin perempuan yakni sebanyak 56,00%, rentang usia remaja (17 - 25 tahun), pekerjaan terbanyak Ibu Rumah Tangga, gejala yang sering timbul yaitu mual, muntah dan nyeri ulu hati. Pengggunan golongan obat PPI pasien gastritis 80% (120 pasien) dan golongan obat H2 blocker 20% (30 pasien).Obat gastritis paling banyak digunakan omeprazol sebanyak 116 pasien (77,33%) dengan nilai rata – rata lama rawat inap 4,53 hari (4 hari 13 jam).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIFITAS OBAT ANTIDIABETIK BERDASARKAN HASIL PEMERIKSAAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BOGOR SELATAN

2022Koleksi Perpustakaan

DM tipe 2 merupakan merupakan gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia dimana tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien, gambaran penggunaan obat, dan perbedaan efektivitas penggunaan obat antidiabetik berdasarkan hasil pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP) pada pasien DM tipe 2 Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober - Desember 2021 di Puskesmas Bogor Selatan. Penelitian dilakukan terhadap 70 pasien penderita diabetes melitus tipe 2 menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian ini memiliki data sosiodemografi paling tinggi pada usia 56 – 65 tahun sebanyak 29 pasien (41,4%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 pasien (54,3%), DM tipe 2 dengan hipertensi sebanyak 38 pasien (54,3%). Penggunan obat tertinggi merupakan OAT metformin sebanyak 38 pasien (54,3%). Perbandingan efektifitas obat menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna dari efektivitas penggunaan obat antidiabetik oral tunggal metformin dengan kombinasi metformin dengan glimepirid pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Bogor Selatan periode Oktober - Desember 2021 (p = 0,521).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENDAPATKAN MONOTERAPI DAN KOMBINASI TERAPI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD CIAWI BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan sekumpulan gangguan metabolik yang dicirikan dengan karena adanya kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas hidup pasien DM tipe 2 di RSUD Ciawi Bogor. Penelitian ini dilakukan secara prosfektif non eksperimental selama periode Januari-Maret 2020. Subyek yang memenuhi kriteria inklusi adalah 53 pasien DM tipe 2 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok monoterapi sejumlah 17 pasien dan kelompok kombinasi terapi sejumlah 36 pasien. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuisioner Diabetes Quality of Life Clinical Trial Quessionnaire (DQLCTQ) untuk mengukur kualitas hidup dan rekam medis untuk mengetahui jenis terapi pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik subyek penelitian yaitu indeks masa tubuh, status pernikahan dan penghasilan terdapat perbedaan bermakna terhadap kualitas hidup (p<0,05) dan jenis kelamin, pendidikan, usia dan pekerjaan tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap kualitas hidup (p>0,05). Profil pengobatan pada monoterapi terbanyak yaitu metformin sebanyak 14 responden (70%) dan pada kombinasi terapi terbanyak yaitu metformin dan glimepirid sebanyak 13 responden (26%). Gambaran kualitas hidup pasien yaitu nilai rata-rata pada kategori baik sebesar 74,3 pada monoterapi didapatkan pada kategori sangat baik sebanyak 10 responden (55%) dan pada kombinasi terapi didapatkan pada kategori baik sebanyak 26 responden (72%). Faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas hidup yaitu jenis kelamin, pendidikan, usia, pekerjaan, penghasilan dan terapi dengan nilai (p<0,05). Pasien dengan monoterapi memiliki skor rata-rata kualitas hidup lebih rendah daripada pasien dengan kombinasi terapi dengan skor rata-rata kualitas hidup yaitu 72,8 ± 12,7 dan 78,2 ± 11,2 (p<0,05). Dengan demikian terdapat perbedaan yang bermakna antara yang mendapat monoterapi dan kombinasi terapi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KESESUAIAN PELAYANAN FARMASI KLINIK DI APOTEK KIMIA FARMA 335 SUKABUMI MENURUT PERMENKES NOMOR 73 TAHUN 2016

2022Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian yang baik adalah pelayanan yang berorientasi langsung dalam proses penggunaan obat, untuk menjamin keamanan, efektifitas dan kerasionalan penggunaan obat dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan fungsi dalam perawatan pasien. Standar pelayanan kefarmasian sangat diperlukan dalam menjalankan suatu apotek. Suatu apotek tidak menggunakan standar pelayanan farmasi dalam menjalankan apotek maka tidak akan tercapai derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan farmasi klinik dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan PMK No. 73 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data melalui resep yang masuk ke apotek secara prosfektif pada periode Mei – Juni 2021. Penerapan standar pelayanan farmasi klinik belum dilaksanakan secara maksimal di apotek Kimia Farma 335 Sukabumi. Hasil penelitian dari 90 resep, gambaran pelayanan farmasi klinik yang dilakukan pada pengkajian resep 92,2%, dispensing 100%, PIO 100%, konseling 100%, PTO 7,78%, untuk home pharmacy care dan MESO tidak dilakukan 100%. Evaluasi kesesuaian pelayanan farmasi klinik dari 90 resep didapatkan hasil pengkajian resep sesuai 92,22%, dispensing sesuai 100%, Pelayanan Informasi Obat (PIO) sesuai 100%, Konseling sesuai 100%, serta pemantauan Terapi Obat (PTO) sesuai 7,78%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA KASUS DIARE ANAK DI RAWAT INAP RSIA SAMMARIE BASRA JAKARTA

2022Koleksi Perpustakaan

Diare adalah terjadinya buang air besar, konsistensi cairan ekskresi lebih tinggi dari biasanya, dan frekuensi ekskresi lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Diare juga merupakan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan, yang disebabkan oleh infeksi mikroba, seperti bakteri, virus, parasit, protozoa, dan menyebar melalui fecal-oral route (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengobatan pada pasien diare pediatrik di ruang rawat inap, dengan indikasi yang benar, pilihan obat yang tepat, dosis yang tepat, dan cara pemberian MIMS 2019 yang benar. Penelitian menggunakan desain cross- sectional (penampang lintang) untuk pengambilan sampel dari keseluruhan desain, dan 116 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara 116 pasien diare, 78 (67%) lebih mungkin memiliki anak laki-laki daripada 38 (33%) (distribusi usia terbesar antara 0 dan 5 tahun). Sebanyak 73 pasien (63%).Profil terapi penggunaan obat diare di rawat inap RSIA Sammarie Basra Jakarta adalah cairan elektrolit, zink, dan probiotik merupakan terapi utama yang diberikan 100%. Evaluasi ketepatan dosis menunjukkan pada aspek tepat tepat indikasi 100%, tepat pemilihan obat 100%, tepat dosis 87,89%, dan tepat cara pemberian 100%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI VAKSIN BCG DAN DPT BERDASARKAN PERMENKES NO. 12 TAHUN 2017 DI PUSKESMAS RATU JAYA PERIODE APRIL - SEPTEMBER 2020

2021Koleksi Perpustakaan

Vaksin adalah produk biologi yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sistem penyimpanan dan distribusi vaksin BCG dan DPT berdasarkan Permenkes No. 12 Tahun 2017 di Puskesmas Ratu Jaya dengan 3 kategori untuk penyimpanan vaksin yaitu cara sarana dan prasarana, keadaan lemari es dan pengelolaan dalam penyimpanan vaksin, serta melihat data suhu cold chain dan vaccine carrier. Jenis penelitian ini adalah accidental sampling dan pengamatan langsung menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian diperoleh persentase untuk sistem penyimpanan, yaitu kategori sarana dan prasarana dengan persentase 90%, keadaan lemari es dengan persentase 89,47%, pengelolaan dalam penyimpanan vaksin dengan persentase 94,44%, dan suhu cold chain dengan persentase 100%. Untuk sistem pendistribusian vaksin diperoleh persentase 81,25% dan suhu vaccine carrier dengan persentase 100%. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa kesesuaian sistem penyimpanan vaksin Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 93,48% dan kesesuaian pendistribusian vaksin BCG dan DPT di Puskesmas Ratu Jaya dengan persentase 90,62% dinyatakan baik atau sesuai dengan Permenkes No. 12 Tahun 2017.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail