BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan penyakit yang disebabkan oleh tekanan darah yang tinggi,
dengan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg atau diastolik ≥ 90 mmHg. Menurut
World Health Organization (WHO, 2023) lebih dari 30% populasi pada orang
dewasa di seluruh dunia mengalami hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat gambaran kesesuaian pemberian terapi obat antihipertensi di Klinik Pelita
Sehat Pomad berdasarkan standar (JNC) VIII berdasarkan sosiodemografi pasien
berdasarkan usia dan jenis kelamin, klasifikasi hipertensi, gambaran penggunaan
obat antihipertensi dan mengambarkan tingkat kesesuaian pemeberian terapi obat
antihipertensi berdasarkan JNC VIII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
purposive sampling dengan menganalisa data pasien secara retrospektif dari data
rekam medis pasien dengan penyajian data secara deskriptif. Pasien dengan rentang
usia lansia awal atau rentang usisa 45-56 tahun memiliki jumlah pasien terbanyak
yatitu 26 pasien (33%). Pasien hipertensi berjenis kelamin perempuan memiliki
hasil presentase terbanyak yaitu 48 pasien (60,8%). Gambaran Karakteristik Pasien
Hipertensi dengan klasifikasi hipertensi tingkat 1 memiliki hasil presentase
tertinggi sebanyak 54 pasien (68,4%). Amlodipin merupakan pengobatan
monoterapi atau tunggal yang sering diberikan kepada pasien hipertensi dengan
persentase sebesar 78,5%. Terdapat ketidaksesuaian pemberian terapi sebesar
6,33%, dan kesesuaian pemberian dosis mencapai persentase 100%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data
Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia
disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan
pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel
sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum
obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan
minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling
banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin
sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi
di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi dijuluki sebagai Silent Killer atau sesuatu yang secara diam-diam dapat menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya. Pengetahuan seseorang tentang penyakit hipertensi meliputi penyebabnya, gejala yang menyertainya dan pentingnya melakukan pengobatan yang teratur dan terus menerus dalam jangka panjang serta mengetahui bahaya jika tidak minum obat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang penyakit Hipertensi. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 100 orang. Teknik analisa data
menggunakan analisa univariat, hasil penelitian bahwa dari 100 responden berdasarkan sosiodemografi diantaranya mayoritas responden berumur 17- 25 tahun (33%) dengan jenis kelamin perempuan (58%), pendidikan SMA (48%), pekerjaan karyawan swasta (49%) dan tingkat penghasilan lebih besar dari Rp. UMK Kota Depok (57%). Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa total
keseluruhan masyarakat berada dalam kategori pengetahuan baik mengenai penyakit hipertensi (79,5%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah gangguan sistem peredaran darah dimana tekanan darah
meningkat melebihi nilai normal yaitu 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Jawa
Barat tahun 2018 sebanyak 39,6%. Hipertensi menempati urutan kelima dalam
kasus penyakit tertinggi di Puskesmas Cigudeg. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kesesuaian terapi obat hipertensi berdasarkan Joint National
Committee (JNC) VIII pada pasien hipertensi di Puskesmas Cigudeg Kabupaten
Bogor. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode retrospektif. Data
diperoleh dari rekam medis dengan kategori pasien yang mendapat pengobatan
rutin selama 2 bulan yaitu Juli - Desember 2023. Hasil penelitian berdasarkan total
sampel sebanyak 89 pasien, paling banyak mayoritas perempuan (70%), dengan
usia terbanyak berumur 46-55 tahun (36%). Obat yang paling umum digunakan
adalah amlodipin (93%). Hasil evaluasi kesesuaian terapi yang sesuai sebanyak
(21%), dan tercapainya tujuan terapi sebanyak (38%) berdasarkan Joint National
Committee (JNC) VIII . Hasil analisis statistik dengan menggunakan Chi-square
terdapat adanya hubungan bermakna antara kesesuaian terapi obat berdasarkan JNC
VIII dengan tercapainya target tekanan darah dengan p value (0,000) < (0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Tekanan darah tinggi atau yang biasa dikenal sebagai hipertensi merupakan
peningkatan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dan tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan
minum obat pasien hipertensi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode penelitian prosfektif observational. Data yang diambil adalah
data tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi dengan
menggunakan kuesioner HK-LS dan kuesioner MMAS-8. Jumlah populasi
sebanyak 390 dan sampel sebanyak 80 responden berdasarkan teknik purposive
sampling yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil penelitian
sosiodemografi pasien penderita hipertensi mayoritas berjenis kelamin perempuan
sebanyak 48 responden (60,0%), pendidikan terakhir tamat SMA sebanyak 33
responden (41,3%), usia 56-65 tahun sebanyak 28 responden (35,0%), dan
pekerjaan pasien ibu rumah tangga sebanyak 37 responden (46,3%). Berdasarkan
tingkat pengetahuan terbanyak yaitu kategori baik 37 responden (46,3%), dan
hasil kuesioner tingkat kepatuhan terbanyak kategori rendah 39 responden
(48,8%). Hasil analisis uji korelasi Somers’d didapatkan nilai signifikasi p
value<0,05 (p-value 0,000) artinya ada hubungan antara tingkat pengetahuan
tentang hipertensi terhadap tingkat kepatuhan dengan tingkat keeratan hubungan
kuat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah dalam jangka
waktu yang lama, yang dapat menyebabka] n kematian. Pada penyakit hipertensi
membutuhkan pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan resiko terjadinya
interaksi obat hipertensi dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi obat hipertensi di Klinik Gema
Medical Center Cicurug periode bulan Januari – Maret 2023. Jenis penelitian ini
merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan
secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara
total sampling. Hasil penelitian terhadap 84 pasien menunjukan, sebagian besar
pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 53 pasien (63,09%) dengan rentang
usia 46 – 55 tahun sebanyak 36 pasien (42,85%). Penyakit penyerta terbanyak yang
diderita adalah Myalgia sebanyak 44 pasien (27,16%). Sebanyak 47 pasien
(55,95%) mendapatkan 4 obat dengan obat hipertensi paling banyak diresepkan
yaitu amlodipin sebanyak 77 pasien (94%). Obat penyakit penyerta yang paling
banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 37 pasien (15%). Obat yang
berpotensi terjadi interaksi paling banyak yaitu amlodipin dengan ibuprofen
sebanyak 24 pasien (30,76%). Kejadian interaksi obat yang terjadi pada pasien,
yaitu amlodipine dengan ibuprofen sebanyak 7 kasus (18%), amlodipin dengan
asam mefenamat sebanyak 6 kasus (16%), amlodipin dengan meloxicam sebanyak
4 kasus (22%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 1 kasus (21%) dan
amlodipin dengan captropil sebanyak 1 kasus (30%). Kejadian interaksi obat yang
terjadi secara farmakodinamik dengan level keparahan moderat.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Preeklampsia adalah Hipertensi dalam kehamilan yang terjadi diatas 20 minggu
usia kehamilan dan disertai dengan adanya protein dalam urin (proteinuria).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sosiodemografi pasien berdasarkan
pada usia pasien, usia kehamilan, hasil laboratorium protein dalam urin
(proteinuria), status gravida, dan lama rawat. Penelitian ini dilakukan dengan
mengambil data secara retrospektif, sampel yang digunakan dalam penelitian ini
adalah 57 sampel. Hasil penelitian didapatkan data sosiodemografi berdasarkan
usia pasien terbanyak adalah usia 26 – 35 tahun sebanyak 27 pasien (47%), usia
kehamilan terbanyak pada usia kehamilan trimester 3 sebanyak 55 pasien (96%),
hasil pemeriksaan laboratorium protein urin terbanyak adalah positif 1 atau
dipstick 1 + sebanyak 50 pasien (89 %), status gravida terbanyak adalah
multigravida sebanyak 43 pasien (75%), jumlah hari perawatan terbanyak yaitu 3-
4 hari sebanyak 95%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak adalah kombinasi
3 obat ( Metildopa + MgSO4 + Nifedipin) sebanyak 36 pasien (36%). Obat
antihipertensi yang memiliki efektivitas tertinggi yaitu kombinasi 4 obat
(Metildopa + MgSO4 + Nifedipin + Nikardipin) karena mampu menurunkan
tekanan darah sistolik dengan rata-rata sebesar 54 mmHg dan tekanan darah
diastolik dengan rata-rata sebesar 14 mmHg. Perbedaan efektivitas obat
antihipertensi berdasarkan SPSS terdapat perbedaan untuk penurunan tekanan
darah sistolik sig 0,000. Hal ini menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang
signifikan untuk penurunan tekanan darah sistolik dan tidak ada perbedaan yang
signifikan terhadap penurunan tekanan darah diastol karena hasil SPSS penurunan
tekanan diastolik sig 0,171.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Beberapa orang mulai memilih tanaman herbal sebagai obat alternatif karena
adanya anggapan bahwa obat alami memiliki efek samping yang rendah.
Pemanfaatan tanaman tradisional seperti daun bisbul dapat berpotensi sebagai
obat penurun tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh
ekstrak etanol daun bisbul (Diospyros discolor Willd.) terhadap tekanan darah.
Simplisia daun bisbul diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol
70% dan dilakukan uji tidak langsung (non-invasive blood preassure). Daun
bisbul mengandung senyawa flavonoid, dimana senyawa ini memiliki
kemampuan untuk mengatasi hipertensi. Terdapat lima kelompok uji yang terdiri
dari lima ekor tikus jantan Sprague dawley yaitu kelompok kontrol positif
kaptopril 25 mg/kgBB, kontrol negatif aquadest, dan tiga kelompok perlakuan
ekstrak dengan dosis 250, 500 dan 750 mg/kg BB. Persentase penurunan tekanan
darah pada tikus jantan dengan ekstrak etanol 70% sebanyak 30,51% (± 2,95).
Tekanan darah setiap kelompok dibandingkan secara statistik menggunakan
analisis one-way ANOVA dengan ketentuan tingkat kepercayaan 95% dengan
taraf a 0,01. Hasil dari variasi ketiga dosis tidak memiliki pengaruh yang
bermakna terhadap penurunan tikus model hipertensi yang diinduksi NaCl 8%
(p=0,850;p=0,924).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan tekanan darah sistolik atau diastolik ≥ 140/90 mmHg. Keberhasilan terapi hipertensi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kepatuhan minum obat hipertensi. Kepatuhan minum obat sangat penting untuk meningkatkan efektivitas pengobatan dan mencegah komplikasi. Ketidakpatuhan konsumsi obat merupakan penyebab paling sering kegagalan terapi antihipertensi. Kepatuhan dapat dijadikan parameter tingkat pengetahuan pasien dalam menjalankan instruksi dari tenaga medis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien di RSUD Sekarwangi Sukabumi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross-sectional yaitu suatu rencana penelitian suatu penelitian untuk mempelajari dinamika hubungan antara variabel bebas (pengetahuan) dengan variabel terikat (tingkat kepatuhan). Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan total sampel diluar uji validitas dan uji reliabilitas sebanyak 76 responden pada periode Mei- Juni 2023 yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Dari penelitian ini, hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di RSUD Sekarwangi Tidak Memiliki Hubungan, hal ini didapatkan dari uji Chi Square dengan nilai signifikasi p value 0,770 > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal yaitu ≥140/90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini untuk pengetahui gambaran data sosiodemografi, gambaran jenis obat antihipertensi, efektivitas serta perbedaan efektivitas Amlodipin dan Captoprilpada pasien hipertensi di Puskesmas Sukalarang Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif, yaitu penelitian yang didasarkan pada informasi dari berkas pasien yang diperoleh dengan mengolah kejadian sebelumnya. Data yang diambil dari rekam medis dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien hipertensi terbanyak perempuan sebesar 71% dengan rentang usia terbanyak 20-60 tahun sebesar 74%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak amlodipin 62%. Untuk hasil perbedaan Efektifitas menggunakan uji SPSS Mann-Whitney hasilnya Amlodipin lebih efektif memiliki rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik sebesar 34,67/7,00 mmHg sedangkan rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik obat Captopril sebesar 23,94/7,10 mmHg. Dengan nilai sig amlodipin dan Captopril Ƿ <0.05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik/diastolik pada penggunaan obat Amlodipin dan obat Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan berulang. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan kesesuaian terapi obat antihipertensi dengan keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 di RS Pena 98 Bogor. Penelitian ini, bersifat deskriptif non-eksperimental dengan pendekatan secara cross sectional menggunakan data sekunder yang diambil secara retrospektif dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berupa rekam medik dan resep obat sebanyak 80 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian ini, menunjukan usia
paling banyak 56 – 65 tahun sebanyak 36 pasien (45%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebanyak 53 pasien (66,25%). Hipertensi tanpa penyakit penyerta sebanyak 55 pasien (68,75%). Golongan obat paling banyak calcium channel blockers (CCB) sebanyak 23 pasien (28,75%). Obat yang terbanyak digunakan yaitu Amlodipin sebanyak 23 pasien (28,75%). Kesesuaian terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014, yang sesuai sebanyak 73 pasien (91,25%). Keberhasilan terapi berdasarkan JNC VIII tahun 2014 yang berhasil 65 pasien (81,25%). Hasil statistika, uji Chi-square nilai menunjukan ada hubungan yang signifikan antara kesesuaian terapi dengan keberhasilan terapi pasien hipertensi dengan nilai P. value
sig. 0,000 ≤ 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama
kematian. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140
mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran
dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup tenang. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan kesesuaian obat dengan keberhasilan terapi
menurut JNC VIII di Klinik Denti Sari Kabupaten Bogor. Penelitian ini
menggunakan rancangan penelitian Cross Sectional dengan pengambilan data
retrospektif. Jumlah sampel sebanyak 64 pasien hipertensi di Klinik Denti Sari
periode Juli-Agustus 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total
Sampling. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian ini
menunjukan bahwa jenis kelamin perempuan terbanyak (71,90%), rentang usia
terbanyak 55-65 tahun (50%), penggunaan amlodipin 5 mg terbanyak (62,5%),
kesesuaian terapi obat sebanyak (75%) dan keberhasilan terapi obat sebanyak
(67,20%) .Hasil analisis didapatkan ( nilai P-Value = 0,000). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kesesuaian
dengan keberhasilan terapi yang ditandai dengan P-Value = 0,000.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi yaitu peningkatan tekanan darah sistolik
lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Terdapat
lima golongan utama obat antihipertensi yaitu ACEI, ARB, beta bloker, CCB dan
diuretik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan
evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas Sukalarang
Sukabumi periode Juli – Desember 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pengambilan data sekunder dari rekam medik. Pengambilan sampel menggunakan
rumus Slovin dengan teknik purposive sampling dengan tingkat kepercayaan 90%.
Populasi sebanyak 697 pasien, diambil sampel sebanyak 88 pasien. Hasil penelitian
karakteristik pasien hipertensi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah
perempuan 59 pasien (67%), usia terbanyak adalah lansia akhir 56 – 65 tahun 30
pasien (34%), klasifikasi hipertensi terbanyak yaitu hipertensi derajat 1 sebanyak
42 pasien (48%) dan pasien tanpa penyakit penyerta 61%. Penggunaan obat
antihipertensi lebih banyak secara monoterapi sebesar 68% dibandingkan obat
kombinasi sebesar 32%. Monoterapi terbanyak adalah amlodipin sebesar 42%
sedangkan kombinasi terbanyak adalah captopril – amlodipin sebesar 24%.
Kemudian dilakukan evaluasi penggunaan obat antihipertensi dengan pedoman
Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi (PERHI) tahun 2019, yaitu tepat indikasi
100%, tepat pasien 100%, tepat obat 76%, tepat dosis 100% dan tepat frekuensi
waktu pemberian obat 91%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan penyakit umum yang dapat didefinisikan sebagai
peningkatan tekanan darah arteri secara terus–menerus salah satu faktor resiko yang
paling signifikan yaitu pada penyakit ginjal. Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan
suatu kondisi dimana terdapat penurunan fungsi ginjal, salah satu terapi ginjal yang
dilakukan yaitu dengan cara hemodialisa (HD). Tujuan penelitian yaitu untuk
mengetahui perbandingan efektivitas penurunan tekanan darah obat amlodipine dan
kombinasi amlodipine dengan candesartan pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik sebelum dan sesudah hemodialisa di RS PMI. Desain penelitian ini
menggunakan metode retrospektif observasional dengan pengambilan data rekam
medik berupa usia, jenis kelamin, pekerjaan, serta tekanan darah. Sampel pada
penelitian ini adalah pasien hipertensi dengan gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisa di rawat inap RS PMI Bogor Periode Oktober – Maret 2023. Jumlah
subyek penelitian ini adalah 90 pasien. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk
tabel dan diagram. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata – rata usia pasien
terbanyak 46 – 55 tahun yaitu 32%. Jenis kelamin laki – laki dan perempuan yaitu
50%. Pekerjaan terbanyak yaitu ibu rumah tangga (IRT) yaitu 36 %. Gambaran
penurunan tekanan darah pada penggunaan amlodipin yaitu sistolik 6,96 mmHg
dan diastolik 2,59 mmHg, sedangkan pada penggunaan amlodipine dengan
candesartan yaitu sistolik 10,46 mmHg dan diastolik 4,0 mmHg. Tidak adanya
perbedaan efektivitas obat amlodipine dan kombinasi amlodipine dengan
candesartan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan gagal
ginjal kronik dengan hemodialisa yang dilihat dari nilai P- value > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah terjadinya peningkatan tekanan
darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg dalam dua kali
pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan istirahat atau tenang.
Penelitian ini bersifat prospektif data yang digunakan adalah data primer yaitu hasil
pemberian kuesioner, jumlah sampel 59 responden yang diperoleh dengan teknik
total sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, tingkat pengetahuan
diukur menggunakan kuesioner HK-LS dan tingkat kepatuhan diukur menggunakan
kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian pasien hipertensi mayoritas berjenis kelamin
perempuan sebanyak 38 responden (64%), usia 56-65 tahun (lansia akhir) sebanyak
17 responden (29%), pendidikan terakhir Tamat SMA/SMK sebanyak 26
responden (44%), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga sebanyak 26 responden (44%).
Hasil kuesioner tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat pengetahuan baik
sebanyak 46 responden (78%), dan hasil tingkat kepatuhan minum obat
antihipertensi dengan tingkat kepatuhan sedang sebanyak 30 responden (51%).
Hasil analisis data statistik Ada hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi di Klinik Siti Aksar Depok yang dapat
dilihat dari uji Chi Square dengan nilai Signifikasi p value 0,011 < 0,05 yang berarti
H0 ditolak, H1 diterima.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg serta
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang.
Dalam hal meningkatkan keberhasilan terapi, penggunaan obat yang rasional sangat
penting. Jika penderita hipertensi tidak diobati maka terjadi komplikasi. Untuk
pasien hipertensi harus meminum obat antihipertensi untuk mencapai efek
terapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kepatuhan pasien
terhadap keberhasilan terapi pasien hipertensi di Puskesmas Cirimekar. Desain
Penelitian ini adalah Observasional dengan mengambil data pasien secara
prospektifselama periode November 2021 – Desember 2021. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa jenis kelamin responden paling banyak berjenis kelamin
perempuan 85%, rentang usia terbanyak 46-55 tahun 73%, tingkat pendidikan
terbanyak SMA 37% dan pekerjaan terbanyak IRT 67%. Gambaran kepatuhan
pasien hipertensi dengan tingkat kepatuhan rendah 37%, tingkat kepatuhan sedang
30% dan tingkat kepatuhantinggi 33%. Gambaran tekanan darah pasien normal 10%,
tekanan darah prehipertensi 28%, tekanan darah hipertensi derajat I 32% dan
tekanan darah hipertensi derajat II 30%. Hasil hubungan tingkat kepatuhan terhadap
tekanan darah pasien didapatkan nilai Uji Chi Square p value (0,00)<(0,05), maka
dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepatuhan dengan
tekanan darah pasien di PuskesmasCirimekar.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi
primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah
jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan
hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu
dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta.
Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki
selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE
(Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode
yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang
dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang
digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian
ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena
memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah
sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa
adanya perbedaan penurunan tekanan darah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah penyakit yang disebut silent killer yang banyak menimbulkan
kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi
tentang sosiodemografi pasien, gambaran obat hipertensi yang digunakan, dan data
tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Annisa Bogor.
Penelitian ini mengambil data rekam medis pasien hipertensi tahun 2018 dan
diambil 71 sampel. Data hasil penelitan akan dianalisis secara deskriptif. Penyajian
dalam bentuk univariat. Didapatkan data sosiodemografi bahwa pasien Wanita
(72%) lebih banyak menderita hipertensi daripada pasien laki-laki (28%). Selain itu
usia yang rentan dengan hipertensi yaitu pasien kategori lansia awal atau dengan
umur 46-55 tahun (35%). Latar Pendidikan terakhir pasien yang paling banyak yaitu
SMP (35%). Katagori obat hipertensi yang diresepkan paling banyak dengan
golongan Calcium Channel Blocker (CCB) (48%) . Obat antihipertensi yang paling
sering digunakan di Rumah Sakit Annisa adalah Amlodipine (47%). Tekanan darah
pasien sebelum diberikan terapi yang masuk katagori pre hipertensi 3%, hipertensi
stage 1 49%, hipertensi stage 2 38% dan hipertensi stage 3 10%. Setelah diberikan
terapi obat antihipertensi, sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan
darah, dengan rincian tekanan darah turun sebanyak 61 pasien, tekanan darah tetap
8 pasien, dan tekanan darah naik 2 pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan
sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan
penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril
terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini
dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari
penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen
Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil
sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan
Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia
terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan
jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat
hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin
sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%).
Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif
dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril
sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36
pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan
bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat
perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).