BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal yaitu ≥140/90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini untuk pengetahui gambaran data sosiodemografi, gambaran jenis obat antihipertensi, efektivitas serta perbedaan efektivitas Amlodipin dan Captoprilpada pasien hipertensi di Puskesmas Sukalarang Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif, yaitu penelitian yang didasarkan pada informasi dari berkas pasien yang diperoleh dengan mengolah kejadian sebelumnya. Data yang diambil dari rekam medis dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien hipertensi terbanyak perempuan sebesar 71% dengan rentang usia terbanyak 20-60 tahun sebesar 74%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak amlodipin 62%. Untuk hasil perbedaan Efektifitas menggunakan uji SPSS Mann-Whitney hasilnya Amlodipin lebih efektif memiliki rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik sebesar 34,67/7,00 mmHg sedangkan rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik obat Captopril sebesar 23,94/7,10 mmHg. Dengan nilai sig amlodipin dan Captopril Ƿ <0.05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik/diastolik pada penggunaan obat Amlodipin dan obat Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi
primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah
jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan
hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu
dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta.
Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki
selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE
(Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan
tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode
yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang
dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang
digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian
ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena
memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah
sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa
adanya perbedaan penurunan tekanan darah.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan
sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan
penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril
terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini
dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari
penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen
Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil
sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan
Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia
terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan
jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat
hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin
sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%).
Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif
dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril
sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36
pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan
bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat
perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah meningkatnya tekanan darah sistolik
lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik dari 90 mmHg. Penelitian
farmakoekonomi merupakan proses identifikasi, pengukuruan dan perbandingan
biaya, akibat dan keuntungan suatu program pelayanan dan terapi, serta
menentukan pilihan mana yang memberikan outcomes kesehatan terbaik untuk
sumber yang diinvestasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penggunaan antihipertensi Amlodipin dan Kaptopril, biaya terapi yang
dikeluarkan pasien, dan antihipertensi yang paling efektif biaya. Penelitian ini
bersifat deskriptif analitik non-eksperimental dengan pengambilan data secara
retrospektif, subyek penelitian adalah pasien hipertensi yang menggunakan terapi
Amlodipin dan Kaptopril sebanyak 102 pasien yang memenuhi kriteria inklusi.
Data diolah menggunakan ACER dan ICER Hasil penelitian ini menunjukan
terdapat perbedaan sosiodemografik pada pasien hipertensi berdasarkan jenis
kelamin yaitu laki-laki sebanyak 44 pasien dengan presentase 43,1% dan
perempuan sebanyak 58 pasien dengan presentase 58,9%. Dengan usia terbanyak
usia >65 sebanyak 41 pasien dengan presentase 40,2 %. Efektivitas pengobatan
Amlodipin 74 % dan Kaptopril 58%. Berdasarkan nilai rasio efektivitas biaya
rata-rata (ACER) yang paling cost effective terdapat pada kelompok terapi
amlodipin dengan nilai Rp.7.901 dan rasio efektivitas biaya tambahan (ICER)
yaitu Rp.6.811. Dapat disimpulkan bahwa terapi Amlodipin lebih cost effective.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan didunia.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan
darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari suatu periode.
Menurut Word Health Organizations (WHO) batasan normal tekanan darah adalah
120/80 mmHg, sedangkan seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila tekanan
darahnya > 140/90 mmHg. Batasan WHO tersebut tidak membedakan usia atau
jenis kelamin. Penelitian bertujuan untuk membandingkan penurunan tekanan
darah obat anti hipertensi amlodipine dan candesartan pada pasien hipertensi
berdasarkan lama penggunaan obat terhadap outcome terapi, yaitu lama penurunan
tekanan darah sistolik dan diastolik di RSUD Sekarwangi. Desain penelitian yang
dipilih obsevasi dan pengambilan data dilakukan secara cross-sectional dari data
retrospektif pada pasien hipertensi rawat inap. Data yang dikumpulkan adalah
rekam medik dan resep penderita hipertensi rawat inap dari bulan Januari-
Desember 2019. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan
jumlah 128 sampel. Hasil penelitian diperoleh data pada pasien perempuan (55%),
usia 56-65 tahun (40%), pendidikan SD (55%), status pekerjaan tidak bekerja
(50%). Obat yang digunakan paling banyak amlodipine (93%). Lama rawat paling
lama 4 hari (30%), dan 5 hari (30%). Rata-rata penurunan TD obat amlodipine
untuk TD Sistol 64,07, diastolik 63,96 mmHg untuk candesartan TD sistol 70,17,
dan diastolik 71,61. Berdasarkan uji statistik , uji Mann Whitney dengan nilai α
0,005, diperoleh nilai untuk sig sitolik 0,634, dan diastolik 0,546. Penurunan
tekanan darah menggunakan obat antihipertensi yaitu amlodipine dan candesartan
yang digunakan pada pasien hipertensi di rawat inap Di RSUD Sekarwangi periode
Januari-Desember 2019 tidak berbeda nyata. Dari uji normalitas Mann-whitney
test. Disimpulkan bahwa setelah 1-7 hari menjalani terapi, tekanan darah sitolik :
0,634 dan diastolik : 0,546 pasien yang mendapatkan amlodipine dan candesartan
tidak berbeda nyata.