BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyebab penyakit utama
morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Evaluasi
Ketepatan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut
(ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pada
pasien ISPA, untuk mengetahui penggunaan obat antibiotik, untuk mengetahui
ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan dosis, ketepatan frekuensi dan
ketepatan lama pemberian berdasarkan panduan Pharmaceutical Care 2005 dan
IDI 2017. Penelitian ini merupakan non eksperimental dengan mengambil data
secara retrosopektif menggunakan data sekunder rekam medik sebanyak 229
pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan data
sosiodemografi usia paling banyak 17-25 tahun sebanyak 57 pasien (24,57%),
jenis kelamin laki-laki lebih banyakyaitu sebanyak 118 pasien (51,53%),
diagnosa paling banyak yaitu faringitis sebanyak 138 pasien (60,26%). Obat-
obatan ISPA yang digunakan yaitu Amoksisilin (79,40%), Sefadroksil (15,58%),
Cefixime (3.02%), Siprofloksasin (2,01%), Parasetamol (8,54%), Deksametason
(1,83%), CTM (17,58%), Cetirizine (61,59%), Ambroksol (5,49%), Vitamin B
Kompleks (4,88%). Ketepatan Indikasi (89,96%), Ketepatan Obat (82,97%),
Ketepatan Dosis (99,13%), Ketepatan Frekuensi (100,00%), Ketepatan Lama
Pemberian (94,97%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam tifoid adalah infeksi akut pada usus halus dengan gangguan saluran
cerna dan gejala demam lebih dari seminggu, atau tanpa gangguan kesadaran.
Antibiotik yang digunakan pasien demam tifoid yaitu kloramfenikol, thiampenicol,
cefixime, amoxicillin, cotrimoxazole, dan ciprofloxacin. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid
dewasa di Puskesmas Tanah Sareal berdasarkan metode Gyssens. Penelitian ini
bersifat retrospektif dengan pengambilan data dari rekam medis. Dari hasil
penelitian yang telah dilakukan berdasarkan profil pasien demam tifoid dewasa
paling banyak diderita oleh perempuan sebanyak 58 pasien dengan persentase
(60%) dan rentang usia 17-25 tahun dan 36-45 sebanyak sebanyak 25 pasien (27
%). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan pasien demam tifoid dewasa di
Puskesmas Tanah Sareal adalah thiampenikol dengan persentase (48%). Evaluasi
penggunaan antibiotik berdasarkan metode Gyssens pada pasien demam tifoid
dewasa di Puskesmas Tanah Sareal dalam kategori III B yaitu penggunaan
antibiotik terlalu singkat mendapatkan nilai presentasi tertinggi sebesar 52%,
kategori II B 2 %, kategori II A 13%, kategori IV A 6%, kategori IV B 27%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
melebihi batas normal 140 mmHg dan tekanan darah diastolik melebihi 90 mmHg.
Penggunaan obat pada penyakit hipertensi haruslah tepat dan efektif. Dampak
negatif dari pemilihan obat antihipertensi yang salah dapat mempersulit
pengontrolan tekanan darah dan menimbulkan penyakit lain seperti stroke dan
penyakit ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian
penatalaksanaan terapi pada pasien hipertensi di Puskesmas Tanah Sareal
berdasarkan Guideline Joint National Committee (JNC) VIII. Penelitian ini
dilakukan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis dengan kategori
pasien melakukan kontrol sebanyak 3 kali pada periode Januari – Desember 2021.
Hasil penelitian dari total pasien sebanyak 290 pasien, paling banyak berjenis
kelamin perempuan sebesar 74,48%, kelompok usia terbanyak dengan usia 46-55
tahun sebesar 36,55%, kelompok pekerjaan terbanyak yaitu Ibu Rumah Tangga
(IRT) sebesar 66,90%. Berdasarkan tingkatan hipertensi terbanyak yaitu hipertensi
stage 1 dengan rata-rata sebesar 57,47%. Obat yang paling banyak digunakan
adalah Amlodipine sebesar 97,36%. Hasil evaluasi kesesuaian berdasarkan
Guideline Joint National Committee (JNC) VIII, pada pasien hipertensi tanpa
penyakit penyerta sebesar 60,05% sudah sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.
Sedangkan pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus sebesar 64,10% sudah
sesuai dengan tatalaksana JNC VIII.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling
banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya.
Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya
interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas
Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan
penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara
retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara
purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 290 pasien menunjukkan, sebagian
besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 192 pasien (66,21%) dengan
rentang usia terbanyak 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40%). Penyakit penyerta
terbanyak adalah myalgia sebanyak 73 pasien (20%). Pasien mayoritas
mendapatkan 2–4 obat dengan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan,
yaitu amlodipin sebanyak 284 pasien (91,03%), sedangkan obat penyakit penyerta
yang paling banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 171 pasien (17%).
Kejadian interaksi obat terjadi pada 29,70% dari obat antihipertensi maupun obat-
obat penyakit penyerta. Interaksi obat yang terjadi pada pasien, yaitu amlodipin
dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak
sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7
kasus (44%). Ketiga kejadian interaksi obat terjadi secara farmakodinamik dengan
level keparahan moderat.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan