Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: captopril
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUKALARANG SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah meningkat melebihi batas normal yaitu ≥140/90 mmHg. Tujuan dari penelitian ini untuk pengetahui gambaran data sosiodemografi, gambaran jenis obat antihipertensi, efektivitas serta perbedaan efektivitas Amlodipin dan Captoprilpada pasien hipertensi di Puskesmas Sukalarang Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif, yaitu penelitian yang didasarkan pada informasi dari berkas pasien yang diperoleh dengan mengolah kejadian sebelumnya. Data yang diambil dari rekam medis dengan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan pasien hipertensi terbanyak perempuan sebesar 71% dengan rentang usia terbanyak 20-60 tahun sebesar 74%. Penggunaan obat antihipertensi terbanyak amlodipin 62%. Untuk hasil perbedaan Efektifitas menggunakan uji SPSS Mann-Whitney hasilnya Amlodipin lebih efektif memiliki rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik sebesar 34,67/7,00 mmHg sedangkan rata-rata penurunan TD sistolik/diastolik obat Captopril sebesar 23,94/7,10 mmHg. Dengan nilai sig amlodipin dan Captopril Ƿ <0.05 yang berarti terdapat perbedaan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik/diastolik pada penggunaan obat Amlodipin dan obat Captopril.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensigambaran penggunaan obat antihipertensigambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectionalpengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (4022%)dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (7283%)dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (5217%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (5109%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 255 mmHg dan diastolik 174 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 117 mmHg dan diastolik 86 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0000 < 005 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIAMBAR SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi berdasarkan etiologinya terbagi menjadi dua yaitu hipertensi primer/esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer atau esensial adalah jenis hipertensi yang idiopatik (tidak diketahui penyebabnya 90%). Sedangkan hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang diketahui penyebabnya (10%) yaitu dikarenakan oleh obat-obatan tertentu, dan adanya suatu penyakit penyerta. Amlodipin yakni obat golongan Calcium Channel Blocker (CCB) yang memiliki selektivitas tinggi, dan captopril merupakan obat golongan penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzym). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas obat amlodipin dan captopril berdasarkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Metode yang dilakukan menggunakan software olah data berupa SPSS, uji pertama yang dilakukan adalah uji normalitas kemudian uji Mann-Whitney. Sampel yang digunakan berupa data pasien hipertensi sebanyak 103 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik karena memiliki nilai sig lebih dari 0,05 yaitu sebesar 0,915, sedangkan tekanan darah sistolik memiliki nilai sig kurang dari 0,05 yaitu 0,000 yang menunjukan bahwa adanya perbedaan penurunan tekanan darah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PARUNG

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi ditandai dengan pengukuran tekanan darah yang menunjukan tekanan sistolik sebesar > 140 mmHg dan tekanan diastolik sebesar > 90 mmHg. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektivitas obat Amlodipin dan Captopril terhadap tekanan darah pasien hipertensi di Puskesmas Parung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif yang bersifat retrospektif. Data dari penelitian ini diambil dari data sekunder resep dan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) periode September - Desember 2022. Sampel yang diambil sebanyak 78 sampel menggunakan metode purposive sampling dengan penggunaan Amlodipin 40 pasien dan Captopril 38 pasien. Hasil penelitian ini rentang usia terbanyak masa lansia awal 46-55 tahun yaitu sebanyak 34 pasien (43,59%), dan jenis kelamin terbanyak perempuan sebanyak 52 pasien (66,67%). Penggunaan obat hipertensi yang paling banyak digunakan di Puskesmas Parung yaitu Amlodipin sebanyak 40 pasien (51,28%) sedangkan Captopril sebanyak 38 pasien (48,72%). Efektivitas menurut target JNC VIII, amlodipin sistolik 40 pasien (100%) efektif dan diastolik 38 pasien (95%) efektif, 2 pasien (5%) tidak efektif, pada Captopril sistolik 30 pasien (78,90%) efektif, 8 pasien (21,10%) tidak efektif dan diastolik 36 pasien (94,70%) efektif, 2 pasien (5,30%) tidak efektif. Terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah sistolik (p=0.000) dan tidak terdapat perbedaan bermakna pada efektivitas tekanan darah diastolik (p= 0.426).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail