Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: Fredy Ariefta Nasel
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KETEPATAN PENATALAKSANAAN DAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS CIAMBAR SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah >140/90 mmHg dengan pemeriksaan yang berulang. Dalam keberhasilan terapi, penggunaan obat rasional sangat penting. Keberhasilan terapi ditandai dengan penurunan tekanan darah sesuai dengan standar Joint National Committee (JNC) 8 yaitu usia >60 tahun keberhasilannya <150/90 mmHg dan usia <60 tahun keberhasilannya <140/90 mmHg. Penelitian ini bertujan untuk melihat gambaran sosiodemografi pasien, profil penggunaan obat antihipertensi, ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan keberhasilan terapi obat antihipertensi berdasarkan JNC 8 di Puskesmas Ciambar Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Observasional dengan pendekatan secara retrospektif mengumpulkan data sekunder dari rekam medik dan resep sebanyak 99 pasien dengan metode total sampling. Hasil penelitian, usia paling banyak 46-55 tahun sebanyak 43 pasien (43,43%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 81 pasien (81,82%). Penggunaan Obat terbanyak yaitu kombinasi sebanyak 47 pasien (47.47%). Ketepatan penggunaan, Tepat obat, dosis, indikasi menunjukkan hasil 100% tepat dan tepat frekuensi 79 pasien (79,80%) tepat, 20 pasien (20,20%) tidak tepat. Keberhasilan terapi berdasarkan JNC 8, 17 pasien (17,17%) berhasil, 82 pasien (82,83%) tidak berhasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% DAN PERASAN LENGKUAS MERAH (Alpinia galangal L. Swartz) TERHADAP Malassezia furfur DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM DAN DIFUSI SUMURAN

2023Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan negara beriklim tropis sehingga memiliki tingkat suhu dan kelembaban yang tinggi. Kelembaban yang tinggi dapat menjadi pemicu tumbuhnya fungi Malassezia furfur penyebab penyakit infeksi fungi seperti Tinea versicolor atau biasa disebut panu. Salah satu tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai antifungi adalah lengkuas merah (Alpinia galangal L. Swartz). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan aktivitas antifungi ekstrak etanol 96% lengkuas merah dan perasan lengkuas merah terhadap Malassezia furfur menggunakan metode difusi cakram dan difusi sumuran. Ekstrak etanol dan perasan lengkuas merah yang digunakan adalah 20%, 40%, dan 60% lalu sampel tersebut diuji komponen fitokimia dan uji aktivitas antifungi. Ekstrak etanol 96% dan perasan lengkuas mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Rata-rata nilai diameter zona hambat ekstrak etanol pada metode difusi sumuran yaitu 14,08 mm, 17,42 mm, dan 19 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat ekstrak etanol pada metode difusi cakram yaitu 8,08 mm, 10,83 mm, dan 14,25 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat perasan lengkuas pada metode difusi sumuran yaitu 0 mm, 5,58 mm, dan 7,5 mm. Rata-rata nilai diameter zona hambat perasan lengkuas pada metode difusi cakram yaitu seluruhnya 0 mm. Nilai diameter zona hambat ekstrak etanol lengkuas merah lebih tinggi dan berbeda nyata (α<0,05) dibandingkan perasan lengkuas merah sehingga ekstrak etanol lengkuas merah lebih berpotensi sebagai antifungi. Berdasarkan perbandingan dua metode pengujian antifungi, metode difusi sumuran memiliki nilai zona hambat yang lebih besar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN CORONARY ARTERY DISEASE (CAD) DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD R.SYAMSUDIN S.H KOTA SUKABUMI

2022Koleksi Perpustakaan

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan, akibat yang tidak dikehendaki dari peristiwa interaksi ini ada dua kemungkinan yakni meningkatkannya efek toksik atau efek samping obat atau berkurangnya efek klinis yang diharapkan. Coronary Artery Disease (CAD) merupakan penyakit terbanyak dan menduduki peringkat pertama pada tahun 2019 di RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui profil pasien CAD, mengetahui profil penggunaan obat, dan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat dengan obat, yang terjadi pada pasien yang menderita penyakit CAD di Instalasi Rawat Jalan RSUD R.Syamsudin S.H Kota Sukabumi. Penelitian ini dilakukan dengan desain observasi dengan metode analisis deskriptif, interaksi obat CAD dianalisis menggunakan aplikasi lexicomp untuk menganalisis potensi interaksi obat dengan mengambil data resep obat terapi CAD secara retrospektif pada bulan Januari- Desember 2019. Hasil penelitian dari 377 resep secara systematic random sampling diperoleh : pasien dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 277 pasien (73,47%); obat untuk terapi CAD yang paling banyak digunakan yaitu aspirin sebanyak 214 resep (14,11%); Jumlah interaksi obat dalam satu resep paling banyak yaitu 1 kejadian (36,07%). Hasil penelitian menunjukan jumlah interaksi obat secara potensial sebanyak 261 kejadian interaksi; potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu kejadian moderate sebanyak 183 (64,66%), major sebanyak 63 (22,26%), minor sebanyak 37 (13,07%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN.DRUG RELATED.PROBLEMS (DRPs) KATEGORI.DOSIS.OBAT.ANTIHIPERTENSI.DENGAN KONDISI.TEKANAN.DARAH DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT DR. HAFIZ KABUPATEN CIANJUR

2021Koleksi Perpustakaan

Hipertensi.merupakan.salah.satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Pada pemberian obat antihipertensi sering terjadi Drug Related Problems (DRPs) kategori dosis. DRPs merupakan suatu kejadian yang berpotensi mengganggu keberhasilan penyembuhan yang dikehendaki. DRPs domain kategori dosis meliputi dosis obat terlalu rendah, dosis obat terlalu tinggi, frekuensi pemberian regimen dosis terlalu rendah, frekuensi pemberian regimen dosis terlalu tinggi, informasi waktu dosis salah, tidak jelas atau hilang. Tujuan penelitian.ini adalah untuk mengetahui.hubungan DRPs kategori dosis.pada pemberian obat antihipertensi dengan kondisi tekanan darah penderita hipertensi di rawat inap Rumah Sakit Dr. Hafiz Kabupaten Cianjur. Penelitian ini merupakan penelitian analitik komparatif dengan desain retrospektif yang berasal dari rekam medis. Analisis.data.yang.digunakan adalah univariat.dan bivariat. Analisis data bivariat penelitian ini menggunakan analisis Chi square. Hasil penelitian dari 105 pasien secara total sampling diperoleh: pasien paling banyak berusia 56-65 tahun sebanyak 40 pasien (38,1%); pasien jenis kelamin perempuan 61 pasien (58,1%) dan laki laki 44 pasien (41,9%);.obat antihipertensi yang paling.banyak digunakan adalah Amlodipine sebanyak 75 resep (33,5%); kejadian DRPs kategori dosis pada pasien hipertensi sebesar 18 kejadian (17,1%); DRPs kategori dosis yang mengalami penurunan tekanan darah yang tidak tercapai yaitu 12 pasien (66,7%). Tidak ada hubungan yang signifikan antara kejadian DRPs kategori dosis dengan ketidaktercapaian.tekanan darah target.(p=0,418)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAGING BUAH BISBUL (Diospyros discolor Willd.) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus novergicus) GALUR Sparague dawley YANG DIINDUKSI ALOKSAN

2021Koleksi Perpustakaan

Buah Bisbul (Diospyros discolor Willd.) dikenal juga sebagai Velvet Apple atau buah mentega. Buah bisbul merupakan buah yang awalnya tumbuh liar di hutan- hutan Filipina, namun kini telah menyebar di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia. Buah bisbul memiliki efek toksisitas dan kandungan kimia senyawa aktif flavonoid, tanin, saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70 % buah bisbul dalam menurunkan kadar glukosa darah (antidiabetes) yang diinduksi aloksan. Simplisia daging buah bisbul diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan diuji secara in vivo. Pengukuran kadar glukosa menggunakan alat glukometer selama 14 hari. Perlakuan hari ke-14 pada kontrol negatif mengalami penurunan sebesar 1,24 %. Perlakuan kontrol positif mengalami penurunan kadar glukosa darah sebesar 50,33%. Perlakuan dengan pemberian ekstrak dosis 200mg/KgBB, 400mg/KgBB, 600mg/KgBB, dan dosis 850 mg/KgBB menurunkan kadar glukosa sebesar 6 %,12,88%, 32,50 % dan 17,19 %. Hasil terbaik yang memiliki pengaruh menurunkan kadar glukosa darah yang mekanisme kerjanya hampir sama dengan metformin adalah ekstrak daging buah bisbul dengan dosis 600mg/KgBB.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail