Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Interaksi Obat Potensial
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS FAMILY MEDICAL CENTER BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat. Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari- Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi (51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%) dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus (14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RS FAMILY MEDICAL CENTER BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat. Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari- Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi (51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%) dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus (14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA INTERAKSI OBAT POTENSIAL PADA PASIEN HIPERTENSI DI INSTALASI RAWAT JALAN RS SWASTA X TANGERANG

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara kronis. Beberapa pasien hipertensi memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi sehingga membutuhkan kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa interaksi obat potensial pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RS Swasta X Tangerang periode Oktober – Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-observasional berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari rekam medis dan resep elektronik sebanyak 85 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan website drugs.com dan medscape.com serta diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini menunjukkan pasien hipertensi terbanyak adalah laki - laki sejumlah 69% dengan rentang usia terbanyak ialah >65 tahun sejumlah 36%. Penyakit penyerta terbanyak adalah Coronary Artery Disease (CAD) sejumlah 40%. Jumlah terapi obat terbanyak adalah 5 jenis obat sebanyak 51%. Golongan obat yang paling sering digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sebanyak 60 kasus. Terapi obat penyakit penyerta terbanyak adalah Atorvastatin sebanyak 61 resep. Terdapat 80% interaksi obat potensial, dengan interaksi obat potensial terbanyak antara Amlodipin dan Atorvastatin sebanyak 35 kasus. Tingkat keparahan terbanyak yaitu moderat sejumlah 78%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah interaksi farmakokinetik sejumlah 59%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL ANALGETIK ANTIINFLAMASI NON STEROID (AINS) PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2019

2021Koleksi Perpustakaan

Interaksi obat adalah keadaan saat suatu zat berpengaruh terhadap aktivitas obat yang akan menimbulkan peningkatan efek atau penurunan, atau mungkin akan menimbulkan efek baru. Interaksi ini akan terjadi dari kesalahan dalam penggunaan yang disengaja atau karena kurangnya pengetahuann mengenai bahan-bahan aktif yang terkandung dalam zat tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien dan profil penggunaan obat Hipertensi dan Analgetik AINS secara bersamaan, dan tingkat keparahan interaksi obat potensial yang terjadi di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Hasil penelitian dari 141 data menunjukan, jenis kelamin pada pasien paling banyak terjadi pada perempuan sebesar 105 (74%) dan usia tertinggi terjadi pada 56-65 tahun sebanyak 50 pasien (36%), dan pekerjaan paling banyak sebagai IRT sebanyak 104 pasien (73,76%). Obat hipertensi yang paling banyak digunakan yaitu amlodipin sebanyak 129 (91%) dan obat analgetik AINS yang paling banyak digunakan yaitu natrium diklofenak sebesar 107 (76%). Hasil penelitian jumlah interaksi obat potensial sebanyak 141 kejadian interaksi dengan tingkat keparahan (100%) moderat, kejadian yang paling banyak terjadi pada kombinasi amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 97 kejadian (68.8%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail