BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara menahun yang
disebabkan gangguan pada metabolik ditandai kadar gula dalam darah meningkat.
Beberapa pasien diabetes melitus tipe 2 memiliki penyakit penyerta sehingga
membutuhkan kombinasi obat yang dapat mempengaruhi hasil terapi pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat pada pasien
diabetes melitu tipe 2 pada pasien rawat jalan di RS FMC Bogor periode Januari-
Maret 2023. Penelitian merupakan penelitian dekriptif-observasional dengan
pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder rekam medis dan resep
sebanyak 90 pasien dengan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan
website drug.com dan Medscape diolah dengan Microsoft excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien diabetes melitus tipe 2 terbanyak perempuan (70%) dengan
rentang usia 56-65 tahun (41%). Penyakit penyerta terbanyak yaitu hipertensi
(51,92%). Jumlah obat terbanyak adalah 2-3 jenis obat sebanyak (39%). Obat
antidiabetes yang paling banyak digunakan adalah metformin sebanyak (45,14%)
dan obat penyakit penyerta terbanyak yaitu amlodipine (17,37%). Potensi interaksi
terjadi sebanyak 201 kasus, mekanisme terbanyak farmakodinamik (91%) dengan
level keparahan moderate (96%). Kejadian interaksi terjadi sebanyak 29 kasus
(14,43%) dengan mekanisme farmakodinamik dan level keparahan moderate dan
kasus terbanyak pada metformin dengan sucralfate syr sebanyak 6 kasus (20,68%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah secara kronis. Beberapa pasien
hipertensi memiliki penyakit penyerta ataupun komplikasi sehingga membutuhkan
kombinasi obat yang dapat meningkatkan risiko interaksi obat yang dapat
mempengaruhi hasil terapi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa
interaksi obat potensial pada pasien hipertensi di Instalasi Rawat Jalan RS Swasta
X Tangerang periode Oktober – Desember 2021. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif-observasional berdasarkan data retrospektif dari data sekunder
yang diambil dari rekam medis dan resep elektronik sebanyak 85 pasien dengan
metode purposive sampling. Data dianalisis menggunakan website drugs.com dan
medscape.com serta diolah dengan Microsoft Excel. Hasil penelitian ini
menunjukkan pasien hipertensi terbanyak adalah laki - laki sejumlah 69% dengan
rentang usia terbanyak ialah >65 tahun sejumlah 36%. Penyakit penyerta terbanyak
adalah Coronary Artery Disease (CAD) sejumlah 40%. Jumlah terapi obat
terbanyak adalah 5 jenis obat sebanyak 51%. Golongan obat yang paling sering
digunakan adalah Angiotensin Receptor Blocker (ARB) sebanyak 60 kasus. Terapi
obat penyakit penyerta terbanyak adalah Atorvastatin sebanyak 61 resep. Terdapat
80% interaksi obat potensial, dengan interaksi obat potensial terbanyak antara
Amlodipin dan Atorvastatin sebanyak 35 kasus. Tingkat keparahan terbanyak yaitu
moderat sejumlah 78%. Mekanisme interaksi terbanyak adalah interaksi
farmakokinetik sejumlah 59%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Interaksi obat adalah keadaan saat suatu zat berpengaruh terhadap aktivitas
obat yang akan menimbulkan peningkatan efek atau penurunan, atau mungkin
akan menimbulkan efek baru. Interaksi ini akan terjadi dari kesalahan dalam
penggunaan yang disengaja atau karena kurangnya pengetahuann mengenai
bahan-bahan aktif yang terkandung dalam zat tersebut. Tujuan penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien dan profil penggunaan obat
Hipertensi dan Analgetik AINS secara bersamaan, dan tingkat keparahan interaksi
obat potensial yang terjadi di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara
retrospektif pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Hasil penelitian dari 141 data
menunjukan, jenis kelamin pada pasien paling banyak terjadi pada perempuan
sebesar 105 (74%) dan usia tertinggi terjadi pada 56-65 tahun sebanyak 50 pasien
(36%), dan pekerjaan paling banyak sebagai IRT sebanyak 104 pasien (73,76%).
Obat hipertensi yang paling banyak digunakan yaitu amlodipin sebanyak 129
(91%) dan obat analgetik AINS yang paling banyak digunakan yaitu natrium
diklofenak sebesar 107 (76%). Hasil penelitian jumlah interaksi obat potensial
sebanyak 141 kejadian interaksi dengan tingkat keparahan (100%) moderat,
kejadian yang paling banyak terjadi pada kombinasi amlodipin dengan natrium
diklofenak sebanyak 97 kejadian (68.8%).