EVALUASI KEJADIAN INTERAKSI OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS TANAH SAREAL
Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskular yang paling banyak ditemukan dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskular lainnya. Pada hipertensi pengobatan jangka panjang, dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat dengan obat penyakit penyerta yang diderita pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kejadian interaksi obat antihipertensi di Puskesmas Tanah Sareal periode Januari–Desember 2021. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif terhadap data sekunder rekam medis pasien yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian terhadap 290 pasien menunjukkan, sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 192 pasien (66,21%) dengan rentang usia terbanyak 56–65 tahun sebanyak 117 pasien (40%). Penyakit penyerta terbanyak adalah myalgia sebanyak 73 pasien (20%). Pasien mayoritas mendapatkan 2–4 obat dengan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan, yaitu amlodipin sebanyak 284 pasien (91,03%), sedangkan obat penyakit penyerta yang paling banyak diresepkan adalah paracetamol sebanyak 171 pasien (17%). Kejadian interaksi obat terjadi pada 29,70% dari obat antihipertensi maupun obat- obat penyakit penyerta. Interaksi obat yang terjadi pada pasien, yaitu amlodipin dengan ibuprofen sebanyak 16 kasus (27%), amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 26 kasus (38%), dan amlodipin dengan asam mefenamat sebanyak 7 kasus (44%). Ketiga kejadian interaksi obat terjadi secara farmakodinamik dengan level keparahan moderat.