Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

17 hasil
Subjek: sosiodemografi
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN PASCA OPERASI HERNIA DI RUMAH SAKIT UMMI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

hernia inguinalis adalah penonjolan organ intra abdomen melalui fossa atau lubang yang berada didalam rongga abdomen sehingga benjolan tidak tampak dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik pada pasien operasi hernia di Rumah Sakit Ummi Bogor. Menggunakan data sosiodemografi yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penggunaan antibiotik. dilakukan secara deskriptif observasional dengan pengambilan data secara retrospektif dari data sekunder berupa rekam medik pasien, penelitian ini diambil dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jenis kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki sebesar 95,2 % (119 pasien), dan berdasarkan usia yang paling banyak 45-55 tahun sebesar 66,4% (83 pasien), Bedasarkan status pekerjaan yang paling banyak yaitu buruh sebesar 37,6% (47 pasien), Berdasarkan jenis obat antibiotik yang banyak digunakan yaitu seftriaxone sebesar 54,4% (68 pasien).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI RW 04 KAMPUNG MANGGIS DRAMAGA KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Penggunaan obat tradisional semakin berkembang di dunia, baik digunakan sebagai terapi alternatif maupun terapi utama pengobatan. Tingginya penggunaan obat tradisional ditunjukan pada fenomena COVID-19, kecenderungan masyarakat memilih pengobatan tergantung pada kepercayaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan tingkat kepercayaan dan pengalaman masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional. Jenis penelitian observasional menggunakan desain Cross Sectional dilakukan di RW 04 Kampung Manggis Dramaga Kabupaten Bogor menggunakan alat bantu kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan secara Stratified Proportional Random Sampling terhadap 110 orang dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis statistika Somers’d dan Cramer’s V. Hasil analisis sosiodemografi yaitu mayoritas responden dengan usia 36-45 tahun (30,0%), jenis kelamin laki-laki dan perempuan (50%), pendidikan akhir SMA (50,9%), pekerjaan ibu rumah tangga (40,9%), dan pendapatan rendah < 3.000.000 (68,2%). Tingkat kepercayaan terhadap obat tradisional sebanyak 67 orang (60,9%) responden percaya dan mayoritas responden memiliki pengalaman menggunakan obat tradisional (94,5%). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara sosiodemografi usia dengan tingkat kepercayaan (p-value = 0,015 < 0,05), sedangkan sosiodemografi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan tidak ada hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan dan terdapat hubungan signifikan pengalaman menggunakan obat tradisonal dengan Tingkat kepercayaan (p-value = 0,000 < 0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN SWAMEDIKASI DIARE BALITA DI APOTEK SEHAT SUSUKAN CIREBON

2025Koleksi Perpustakaan

Diare ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya, Diare salah satu gejala penyakit yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi dan hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data primer berupa kuesioner pada responden diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon yang dilakukan pada April-Juni 2023 dengan jumlah sampel 100 responden, dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik sosiodemografi responden bedasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 58%, usia 17-25 tahun sebesar 58%, pegawai swasta sebanyak 44% dengan tingkat Pendidikan 52% lulusan SMA dan memiliki hasil tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita pada balita sebesar 96% dengan kategori baik. Hasil hubungan antara usia dan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di uji dengan uji Chi-Square dengan nilai p-value (0,014)<0,05 artinya ada hubungan bermakna antara usia dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita, hasil hubungan antara jenis kelamin dengan nilai p-value (0,481)> 0,05, Pendidikan dengan nilai p-value (0,878)> 0,05, pekerjaan dengan nilai p-value (0,852)> 0,05 artinya tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PELANGGAN OBAT GENERIK DI APOTEK MADINA SENTUL KABUPATEN BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Penggunaan obat generik di masyarakat masih dipandang sebelah mata, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan pelanggan obat generik di Apotek Madina Sentul. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa kuesioner dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosiodemografi paling banyak yaitu berusia 17-25 tahun sebesar (45,1%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (60,4%). Pendidikan paling banyak perguruan tinggi sebesar (50,5%), pekerjaan paling banyak tidak bekerja sebesar (75,8%). Tingkat pengetahuan pelanggan mengenai obat generik yaitu paling banyak responden memiliki pengetahuan kurang sebesar (41,8%), cukup (38,4%) dan tinggi (19,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan (p value 0.805), serta jenis kelamin dengan pengetahuan (p value 0,861), dimana p-value α > 0,05. Sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan pekerjaan dengan pengetahuan obat generik dengan p-value 0,000 dimana p-value α < 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ASYIFA 1 DEPOK

2025Koleksi Perpustakaan

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup manusia adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya dalam menjaga mutu pelayanan kefarmasian adalah dengan evaluasi kepuasan pasien atau konsumen terhadap pelayanan yang ada di suatu tempat pelayanan kesehata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok. Penelitian ini meggunakan metode deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen yang datang ke apotek Asyifa 1 Depok pada bulan Juni 2023. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 96 orang dan dibulatkan menjadi 100. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi konsumen di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 51 responden dengan presentase 53%. Dominan usia responden pada penelitian ini didominasi oleh usia dewasa awal yaitu rentang 26-35 tahun sebanyak 59 responden (62%). Selanjutnya sebagian besar responden merupakan tamatan SMA/SMK yaitu sebanyak 47 responden (49%) serta sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta sebanyak 50 responden (52%). Gambaran kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu dengan rata-rata responden memiliki tingkat kepuasan hingga 93,16% sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen merasa puas. Terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan pekerjaan dengan kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok dengan p value <0,05. Untuk karakteristik jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan kepuasan konsumen pelayanankefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok karena p value > 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN SWAMEDIKASI GASTRITIS DI APOTEK ASKIA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi adalah Pengobatan yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan atau gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan. Gastritis merupakan terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, dengan tingkat pengetahuan pasien swamedikasi gastritis di Apotek Askia Bogor. Metode yang digunakan adalah deksriptif analitik dengan pendekatan Prospektif yang menggambarkan fenomena untuk diteliti yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu, dengan model penelitian yang menggunakan metode cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara karakteristik, risiko dengan efek, serta cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa gambaran karakteristik sosiodemografi Apotek Askia Bogor periode Agustrus-September 2022 menunjukan presentase terbesar pada usia 18-25 tahun sekitar (35%), jenis kelamin tebanyak yaitu perempuan (60%), pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi (48%), pekerjaan terbanyak yaitu karyawan swasta (36%), dan pendapatan terbanyak yaitu kurang 2- 4 juta (37%). Karakteristik sosiodemografi yang meliputi (Usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai 0,05. Sedangkan karakteristik sosiodemografi pada (Jenis kelamin) tidak memiliki hubungan siginifikan terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai ≥0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PASIR MULYA KOTA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta (42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) , dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS ANNISA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%, pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Annisa Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN BPJS DAN NON BPJS TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT FMC BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan sebuah perasaan yang didapatkan pasien setelah pelayanan dilakukan berupa perasaan senang atau kecewa yang didapatkan seseorang. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Family Medical Center Bogor. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif dengan mengambil data secara prosfektif menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Pasien dalam penelitian ini adalah pasien BPJS dan non BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari instalasi Rumah Sakit Family Medical Center Bogor periode Agustus 2023. Sampel penelitian sebanyak 365 pasien yang diambil secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu perempuan (59%), usia mayoritas 26-35 tahun (34%), pendidikan SMA (40%), dan pekerjaan karyawan swasta (45%). Tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di RS FMC Bogor menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pada dimensi Penampilan adalah (78,1%), dimensi Empati (76,9%), dimensi Keandalan (76,6%), dimensi Jaminan (76,1%), dan dimensi ketanggapan (75,6%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan diinstalasi RS FMC Bogor adalah puas dengan presentase sebanyak (76,7%). Dapat di simpulkan bahwa Pasien Non BPJS lebih puas pelayanannya dibandingkan dengan Pasien BPJS.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS PASIR MULYA KOTA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor. Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta (42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) , dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS ANNISA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%, pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di Rumah Sakit Annisa Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN PENURUNAN TEKANAN DARAH ANTARA OBAT AMLODIPIN DAN CAPTOPRIL PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CURUG JASINGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.

Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg. Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah. Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien hipertensigambaran penggunaan obat antihipertensigambaran penurunan tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional dengan pendekatan cross sectionalpengambilan data dilakukan secara retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55 tahun (4022%)dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (7283%)dan kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (5217%). Obat yang paling banyak digunakan adalah Amlodipin (5109%). Pada penggunaan Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 255 mmHg dan diastolik 174 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 117 mmHg dan diastolik 86 mmHg. Pada uji Mann- whitney didapatkan nilai P-value 0000 < 005 artinya terdapat perbedaan yang nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI EFEKTIFITAS OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT ANNISA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah penyakit yang disebut silent killer yang banyak menimbulkan kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang sosiodemografi pasien, gambaran obat hipertensi yang digunakan, dan data tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Annisa Bogor. Penelitian ini mengambil data rekam medis pasien hipertensi tahun 2018 dan diambil 71 sampel. Data hasil penelitan akan dianalisis secara deskriptif. Penyajian dalam bentuk univariat. Didapatkan data sosiodemografi bahwa pasien Wanita (72%) lebih banyak menderita hipertensi daripada pasien laki-laki (28%). Selain itu usia yang rentan dengan hipertensi yaitu pasien kategori lansia awal atau dengan umur 46-55 tahun (35%). Latar Pendidikan terakhir pasien yang paling banyak yaitu SMP (35%). Katagori obat hipertensi yang diresepkan paling banyak dengan golongan Calcium Channel Blocker (CCB) (48%) . Obat antihipertensi yang paling sering digunakan di Rumah Sakit Annisa adalah Amlodipine (47%). Tekanan darah pasien sebelum diberikan terapi yang masuk katagori pre hipertensi 3%, hipertensi stage 1 49%, hipertensi stage 2 38% dan hipertensi stage 3 10%. Setelah diberikan terapi obat antihipertensi, sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan darah, dengan rincian tekanan darah turun sebanyak 61 pasien, tekanan darah tetap 8 pasien, dan tekanan darah naik 2 pasien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Faktor Sosiodemografi Dengan Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor

2023Koleksi Perpustakaan

Swamedikasi merupakan pengobatan diri sendiri yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan. Sedangkan batuk merupakan keluhan yang sering dialami masyarakat, dan dianggap ringan sehingga masyarakat lebih memilih untuk melakukan swamedikasi dalam menanganinya. Namun pada pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunannya. Sehingga masyarakat harus memiliki pengetahuan yang baik dalam swamedikasi batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan prospektif dengan model penelitian menggunakan metode cross sectional. Alat ukur berupa data primer yang menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel sebanyak 76 responden yang di dapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian di dapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada usia 26-35 tahun (42%), jenis kelamin laki-laki (55%), pendidikan perguruan tinggi (51%), pekerjaan karyawan swasta (45%), pendapatan <3 juta (46%). tingkat pengetahuan pasien swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota Bogor menunjukan presentasi 84% baik. Hasil chi square diperoleh nilai signifikan >0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor sosiodemografi tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTITUBERKULOSIS PASIEN TB PARU DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata- rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%, pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan 0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PEMAHAMAN PASIEN TERHADAP PENGGUNAAN VITAMIN C DI APOTEK KIMIA FARMA DJUANDA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Vitamin adalah zat-zat kimia organik dengan komposisi beraneka ragam yang dalam jumlah kecil dibutuhkan olah tubuh manusia untuk memelihara metabolisme, pertumbuhan dan pemeliharaan normal. Salah satu suplemen vitamin yang sering dikonsumsi berlebihan adalah suplemen vitamin C. Orang yang memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan harus lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi vitamin C. Efek samping dari konsumsi vitamin C yang berlebih dapat mengakibatkan, gangguan pencernaan yakni iritasi lambung hingga dapat memicu resiko gangguan ginjal dengan terjadinya asam urat dalam kandung kemih. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pasien yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor mengetahui pemahaman pasien tentang vitamin C yang dibeli tanpa resep yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasi dengan hasil penelitian dipaparkan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin laki-laki dengan jumlah responden 109 orang dan nilai rata-rata pemahaman 83,33% perempuan 68 orang dengan rata-rata nilai pemahaman 81,055%. Berdasarkan usia didapatkan hasil remaja 25 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 77,78%, dewasa 123 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 83,33%, dan usia sebanyak 29 orang responden didapat nilai rata-rata 83,33%. Berdasarkan latar belakan pendidikan SMP 2 orang dengan nilai rata-rata nilai pengetahuan 77,78%, SMA sebanyak 107 orang dengan rata-rata nilai pengetahuan 79,96%, dan Perguruan Tinggi sebanyak 68 orang 86,52%. Latar belakan pekerjaan didapatkan hasil antara lain adalah pegawai sebanyak 92 orang dengan nilai rata-rata pemahaman 83,64%, Wiraswasta 29 orang nilai rata-rata pemahaman 85,82%, buruh 19 orang nilai rata-rata pengetahuan 78,07%, Ibu rumah tangga 23 orang dengan nilai rata-rata pengeahuan 81,16%, dan kategori lain 14 orang dengan nilai pemahaman 75,79%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI ANTIBOTIK PADA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI WILAYAH KECAMATAN BEJI DEPOK

2021Koleksi Perpustakaan

Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien, pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan kurang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail