BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
hernia inguinalis adalah penonjolan organ intra abdomen melalui fossa
atau lubang yang berada didalam rongga abdomen sehingga benjolan tidak
tampak dari luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan antibiotik
pada pasien operasi hernia di Rumah Sakit Ummi Bogor. Menggunakan data
sosiodemografi yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan dan penggunaan antibiotik.
dilakukan secara deskriptif observasional dengan pengambilan data secara
retrospektif dari data sekunder berupa rekam medik pasien, penelitian ini diambil
dengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan jenis
kelamin yang paling banyak yaitu laki-laki sebesar 95,2 % (119 pasien), dan
berdasarkan usia yang paling banyak 45-55 tahun sebesar 66,4% (83 pasien),
Bedasarkan status pekerjaan yang paling banyak yaitu buruh sebesar 37,6% (47
pasien), Berdasarkan jenis obat antibiotik yang banyak digunakan yaitu
seftriaxone sebesar 54,4% (68 pasien).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan obat tradisional semakin berkembang di dunia, baik digunakan
sebagai terapi alternatif maupun terapi utama pengobatan. Tingginya penggunaan
obat tradisional ditunjukan pada fenomena COVID-19, kecenderungan masyarakat
memilih pengobatan tergantung pada kepercayaan itu sendiri. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui gambaran dan hubungan sosiodemografi (usia, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan, pendapatan) dengan tingkat kepercayaan dan pengalaman
masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional. Jenis penelitian observasional
menggunakan desain Cross Sectional dilakukan di RW 04 Kampung Manggis
Dramaga Kabupaten Bogor menggunakan alat bantu kuesioner. Pengambilan
sampel dilakukan secara Stratified Proportional Random Sampling terhadap 110
orang dengan kriteria inklusi. Analisis data menggunakan analisis statistika
Somers’d dan Cramer’s V. Hasil analisis sosiodemografi yaitu mayoritas
responden dengan usia 36-45 tahun (30,0%), jenis kelamin laki-laki dan
perempuan (50%), pendidikan akhir SMA (50,9%), pekerjaan ibu rumah tangga
(40,9%), dan pendapatan rendah < 3.000.000 (68,2%). Tingkat kepercayaan
terhadap obat tradisional sebanyak 67 orang (60,9%) responden percaya dan
mayoritas responden memiliki pengalaman menggunakan obat tradisional
(94,5%). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan signifikan antara
sosiodemografi usia dengan tingkat kepercayaan (p-value = 0,015 < 0,05),
sedangkan sosiodemografi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan tidak
ada hubungan signifikan dengan tingkat kepercayaan dan terdapat hubungan
signifikan pengalaman menggunakan obat tradisonal dengan Tingkat kepercayaan
(p-value = 0,000 < 0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diare ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasanya, Diare salah satu gejala penyakit yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, gambaran tingkat pengetahuan swamedikasi dan hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita di Apotek
Sehat Susukan Cirebon. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan data primer berupa kuesioner pada responden diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon yang dilakukan pada April-Juni 2023 dengan jumlah sampel 100 responden, dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan karakteristik sosiodemografi responden bedasarkan jenis
kelamin perempuan sebanyak 58%, usia 17-25 tahun sebesar 58%, pegawai swasta sebanyak 44% dengan tingkat Pendidikan 52% lulusan SMA dan memiliki hasil tingkat pengetahuan swamedikasi diare balita pada balita sebesar 96% dengan kategori baik. Hasil hubungan antara usia dan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di uji dengan uji Chi-Square dengan nilai p-value (0,014)<0,05 artinya ada hubungan bermakna antara usia dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita, hasil hubungan antara jenis kelamin dengan nilai p-value (0,481)> 0,05, Pendidikan dengan nilai p-value (0,878)> 0,05, pekerjaan dengan nilai p-value (0,852)> 0,05 artinya tidak ada hubungan bermakna antara jenis kelamin, Pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan responden swamedikasi diare balita di Apotek Sehat Susukan Cirebon.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Obat generik adalah obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia (FI) untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. Penggunaan obat generik di masyarakat masih dipandang sebelah mata, hal ini disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan pelanggan obat generik di Apotek Madina Sentul. Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa kuesioner dengan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah sampel 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik sosiodemografi paling banyak yaitu berusia 17-25 tahun sebesar (45,1%), jenis kelamin paling banyak perempuan sebesar (60,4%). Pendidikan paling banyak perguruan tinggi sebesar (50,5%), pekerjaan paling
banyak tidak bekerja sebesar (75,8%). Tingkat pengetahuan pelanggan mengenai obat generik yaitu paling banyak responden memiliki pengetahuan kurang sebesar (41,8%), cukup (38,4%) dan tinggi (19,8%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan (p value 0.805), serta jenis kelamin dengan pengetahuan (p value 0,861), dimana p-value α > 0,05. Sedangkan terdapat hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan dan
pekerjaan dengan pengetahuan obat generik dengan p-value 0,000 dimana p-value α < 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup manusia adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Salah satu upaya dalam menjaga mutu pelayanan kefarmasian adalah dengan evaluasi kepuasan pasien atau konsumen terhadap pelayanan yang ada di suatu tempat pelayanan kesehata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik sosiodemografi dengan tingkat kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok. Penelitian
ini meggunakan metode deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh konsumen yang datang ke apotek Asyifa 1 Depok pada bulan Juni 2023. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan rumus slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 96 orang dan dibulatkan menjadi 100. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sosiodemografi konsumen di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu 51 responden dengan presentase 53%. Dominan usia responden pada penelitian ini didominasi oleh usia dewasa awal yaitu rentang 26-35 tahun sebanyak 59 responden
(62%). Selanjutnya sebagian besar responden merupakan tamatan SMA/SMK yaitu sebanyak 47 responden (49%) serta sebagian besar responden memiliki pekerjaan sebagai karyawan swasta sebanyak 50 responden (52%). Gambaran kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok yaitu dengan rata-rata responden memiliki tingkat kepuasan hingga 93,16% sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen merasa puas. Terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan
pekerjaan dengan kepuasan konsumen pelayanan kefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok dengan p value <0,05. Untuk karakteristik jenis kelamin tidak terdapat hubungan dengan kepuasan konsumen pelayanankefarmasian di Apotek Asyifa 1 Depok karena p value > 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi adalah Pengobatan yang banyak dilakukan masyarakat untuk mengatasi keluhan ringan atau gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan pada tenaga kesehatan. Gastritis merupakan terjadinya inflamasi yang diakibatkan oleh faktor iritasi dan infeksi pada mukosa dan submukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik sosiodemografi, dengan tingkat pengetahuan pasien swamedikasi gastritis di Apotek Askia Bogor. Metode yang digunakan adalah deksriptif analitik dengan pendekatan Prospektif
yang menggambarkan fenomena untuk diteliti yang terjadi di dalam suatu populasi tertentu, dengan model penelitian yang menggunakan metode cross-sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari dinamika korelasi antara karakteristik, risiko dengan efek, serta cara pendekatan, observasional, atau pengumpulan data. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa gambaran karakteristik sosiodemografi
Apotek Askia Bogor periode Agustrus-September 2022 menunjukan presentase terbesar pada usia 18-25 tahun sekitar (35%), jenis kelamin tebanyak yaitu perempuan (60%), pendidikan terbanyak yaitu perguruan tinggi (48%), pekerjaan terbanyak yaitu karyawan swasta (36%), dan pendapatan terbanyak yaitu kurang 2- 4 juta (37%). Karakteristik sosiodemografi yang meliputi (Usia, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat
pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai 0,05. Sedangkan karakteristik sosiodemografi pada (Jenis kelamin) tidak memiliki hubungan siginifikan terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi gastritis dengan nilai ≥0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan
pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau
kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat
pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan
pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan
penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152
responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis
dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi
dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia
terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%,
pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta
47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia
0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada
hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di
Rumah Sakit Annisa Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan sebuah perasaan yang didapatkan pasien
setelah pelayanan dilakukan berupa perasaan senang atau kecewa yang didapatkan
seseorang. Kepuasan dan Pelayanan adalah dua hal yang saling berkaitan, dimana
dengan adanya kepuasan pihak terkait akan mampu memberikan penilaian
terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran tingkat kepuasan pasien BPJS dan non BPJS terhadap pelayanan
kefarmasian di Rumah Sakit Family Medical Center Bogor. Penelitian ini
dilakukan secara deskriptif dengan mengambil data secara prosfektif
menggunakan kuesioner dan bersifat non-eksperimental. Pasien dalam penelitian
ini adalah pasien BPJS dan non BPJS rawat jalan yang mendapat obat dari
instalasi Rumah Sakit Family Medical Center Bogor periode Agustus 2023.
Sampel penelitian sebanyak 365 pasien yang diambil secara purposive sampling.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kategori jenis kelamin tertinggi yaitu
perempuan (59%), usia mayoritas 26-35 tahun (34%), pendidikan SMA (40%),
dan pekerjaan karyawan swasta (45%). Tingkat kepuasan pasien BPJS dan non
BPJS terhadap pelayanan kefarmasian di RS FMC Bogor menunjukan bahwa
kategori tingkat kepuasan pada dimensi Penampilan adalah (78,1%), dimensi
Empati (76,9%), dimensi Keandalan (76,6%), dimensi Jaminan (76,1%), dan
dimensi ketanggapan (75,6%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan
bahwa tingkat kepuasan pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan diinstalasi
RS FMC Bogor adalah puas dengan presentase sebanyak (76,7%). Dapat di
simpulkan bahwa Pasien Non BPJS lebih puas pelayanannya dibandingkan
dengan Pasien BPJS.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kepuasan pasien merupakan suatu perasaan pasien yaitu muncul akibat
dari kinerja layanan kesehatan yang didapatkan setelah pasien membandingkan
yang dirasakannya. Kinerja layanan kesehatan yang diperoleh sama ataupun
lebih dari harapan pasien, maka pasien akan merasa puas. Tujuan dilakukan
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi responden
terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pasir Mulya Kota Bogor.
Penelitian ini bersifat non-ekperimental dilakukan secara deskriptif dengan
prospektif menggunakan kuisoner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien
rawat jalan mengambil obat di Instalasi Farmasi Puskesmas Pasir Mulya periode
Desember 2021-Februari 2022. Sampel penelitian ini diambil secara random
yaitu sebanyak 98 orang. Hasil dari penelitian ini kategori jenis kelamin tertinggi
perempuan (74%), usia paling banyak 36-45 tahun (25%), pekerjaan swasta
(42%), pendidikan SMA (58%) . Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan di
instalasi farmasi Puskemas Pasir Mulya menunjukan bahwa kategori tingkat
kepuasan pasien pada dimensi kehandalan sebanyak (86,59%) , dimensi
ketanggapan (85,03%), dimensi jaminan (90,81%) , dimensi empati (81,83%) ,
dan yang terakhir yaitu dimensi bukti fisik sebanyak (79,51 %). Hasil data
disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien rawat jalan di instalasi farmasi
Puskesmas Pasir Mulya berdasarkan 5 dimensi adalah sangat puas dengan
presentase sebanyak (84,75%). dari Hasil penelitian menunjukkan tidak ada
hubungan antara tingkat kepuasan pasien dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan
dan pendidikan.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Resistensi didefinisikan sebagai tidak terhambatnya pertumbuhan bakteri dengan
pemberian antibiotik secara sistemik dengan dosis normal yang seharusnya atau
kadar hambat minimalnya. Penggunaan antibiotik didasarkan pada aspek infeksi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan sosiodemografi dengan tingkat
pengetahuan penggunaan antibiotik di instalasi farmasi rawat jalan RS Annisa
Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observative dengan
pengambilan data primer menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan
penggunaan antibiotik. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 152
responden. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Data dianalisis
dengan SPSS versi 26 dengan di uji ststistik menggunakan distribusi frekuensi
dan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan data sosiodemografi responden usia
terbanyak 26-35 tahun 36,2%, jenis kelamin terbanyak perempuan 76,3%,
pendidikan terbanyak SMA 92,1% dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta
47,4%. Berdasarkan Uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia
0,562, jenis kelamin 0,720, pendidikan 0,386 dan pekerjaan 0,201. Tidak ada
hubungan sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik di
Rumah Sakit Annisa Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu penyakit degeneratif ditandai dengan
terjadinya peningkatan sistolik di atas 140 dan atau diastolik di atas 90 mmHg.
Tujuan dari pengobatan hipertensi adalah terjadinya penurunan tekanan darah.
Salah satu pengobatan yang digunakan adalah Amlodipin dan Captopril.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien
hipertensi, gambaran penggunaan obat antihipertensi, gambaran penurunan
tekanan darah dan untuk mengetahui perbandingan penurunan tekanan darah dari
kedua jenis obat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif non observasional
dengan pendekatan cross sectional, pengambilan data dilakukan secara
retrospektif dari data sekunder berupa data dari rekam medis pasien hipertensi di
Puskesmas Curug Jasinga Bogor periode Februari – April 2022. Sampel yang
diambil sebanyak 92 pasien dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian
menunjukkan data sosiodemografi terbanyak terjadi pada rentang usia 46–55
tahun (40,22%), dengan jenis kelamin terbanyak pada perempuan (72,83%), dan
kelompok pekerjaan terbanyak pada ibu rumah tangga (52,17%). Obat yang
paling banyak digunakan adalah Amlodipin (51,09%). Pada penggunaan
Amlodipin didapatkan rata-rata penurunan tekanan darah sistolik 25,5 mmHg dan
diastolik 17,4 mmHg sedangkan pada penggunaan Captopril rata-rata penurunan
tekanan darah sistolik 11,7 mmHg dan diastolik 8,6 mmHg. Pada uji Mann-
whitney didapatkan nilai P-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat perbedaan yang
nyata penurunan tekanan darah antara Amlodipin dan Captopril.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah penyakit yang disebut silent killer yang banyak menimbulkan
kematian di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi
tentang sosiodemografi pasien, gambaran obat hipertensi yang digunakan, dan data
tekanan darah pasien hipertensi rawat jalan di Rumah Sakit Annisa Bogor.
Penelitian ini mengambil data rekam medis pasien hipertensi tahun 2018 dan
diambil 71 sampel. Data hasil penelitan akan dianalisis secara deskriptif. Penyajian
dalam bentuk univariat. Didapatkan data sosiodemografi bahwa pasien Wanita
(72%) lebih banyak menderita hipertensi daripada pasien laki-laki (28%). Selain itu
usia yang rentan dengan hipertensi yaitu pasien kategori lansia awal atau dengan
umur 46-55 tahun (35%). Latar Pendidikan terakhir pasien yang paling banyak yaitu
SMP (35%). Katagori obat hipertensi yang diresepkan paling banyak dengan
golongan Calcium Channel Blocker (CCB) (48%) . Obat antihipertensi yang paling
sering digunakan di Rumah Sakit Annisa adalah Amlodipine (47%). Tekanan darah
pasien sebelum diberikan terapi yang masuk katagori pre hipertensi 3%, hipertensi
stage 1 49%, hipertensi stage 2 38% dan hipertensi stage 3 10%. Setelah diberikan
terapi obat antihipertensi, sebagian besar pasien mengalami penurunan tekanan
darah, dengan rincian tekanan darah turun sebanyak 61 pasien, tekanan darah tetap
8 pasien, dan tekanan darah naik 2 pasien.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Swamedikasi merupakan pengobatan diri sendiri yang dilakukan untuk
mengatasi masalah kesehatan. Sedangkan batuk merupakan keluhan yang sering
dialami masyarakat, dan dianggap ringan sehingga masyarakat lebih memilih
untuk melakukan swamedikasi dalam menanganinya. Namun pada
pelaksanaannya swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan
pengobatan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan
penggunannya. Sehingga masyarakat harus memiliki pengetahuan yang baik
dalam swamedikasi batuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
hubungan faktor sosiodemografi dengan tingkat pengetahuan swamedikasi batuk
di Apotek Mekarwangi Kota Bogor. Desain penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kuantitatif dengan pendekatan prospektif dengan model penelitian
menggunakan metode cross sectional. Alat ukur berupa data primer yang
menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel sebanyak 76 responden yang di
dapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian di
dapat bahwa responden yang paling banyak melakukan swamedikasi yaitu pada
usia 26-35 tahun (42%), jenis kelamin laki-laki (55%), pendidikan perguruan
tinggi (51%), pekerjaan karyawan swasta (45%), pendapatan <3 juta (46%).
tingkat pengetahuan pasien swamedikasi batuk di Apotek Mekarwangi Kota
Bogor menunjukan presentasi 84% baik. Hasil chi square diperoleh nilai
signifikan >0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh faktor
sosiodemografi tidak memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan
swamedikasi batuk.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang
disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang
optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan
penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan
mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien
rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional
(non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil
secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan
kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam
Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total
sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil
penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata-
rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA
sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%,
pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling
banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi
diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan
0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada
hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan
pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Vitamin adalah zat-zat kimia organik dengan komposisi beraneka ragam
yang dalam jumlah kecil dibutuhkan olah tubuh manusia untuk memelihara
metabolisme, pertumbuhan dan pemeliharaan normal. Salah satu suplemen vitamin
yang sering dikonsumsi berlebihan adalah suplemen vitamin C. Orang yang
memiliki riwayat gangguan saluran pencernaan harus lebih berhati-hati dalam
mengkonsumsi vitamin C. Efek samping dari konsumsi vitamin C yang berlebih
dapat mengakibatkan, gangguan pencernaan yakni iritasi lambung hingga dapat
memicu resiko gangguan ginjal dengan terjadinya asam urat dalam kandung kemih.
Penelitian ini bertujuan mengetahui profil pasien yang datang ke Apotek
Kimia Farma No 7 Bogor mengetahui pemahaman pasien tentang vitamin C yang
dibeli tanpa resep yang datang ke Apotek Kimia Farma No 7 Bogor. Jenis penelitian
ini merupakan penelitian observasi dengan hasil penelitian dipaparkan secara
kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin laki-laki dengan jumlah
responden 109 orang dan nilai rata-rata pemahaman 83,33% perempuan 68 orang
dengan rata-rata nilai pemahaman 81,055%. Berdasarkan usia didapatkan hasil
remaja 25 orang dengan nilai rata-rata pengetahuan 77,78%, dewasa 123 orang
dengan nilai rata-rata pengetahuan 83,33%, dan usia sebanyak 29 orang responden
didapat nilai rata-rata 83,33%. Berdasarkan latar belakan pendidikan SMP 2 orang
dengan nilai rata-rata nilai pengetahuan 77,78%, SMA sebanyak 107 orang dengan
rata-rata nilai pengetahuan 79,96%, dan Perguruan Tinggi sebanyak 68 orang
86,52%. Latar belakan pekerjaan didapatkan hasil antara lain adalah pegawai
sebanyak 92 orang dengan nilai rata-rata pemahaman 83,64%, Wiraswasta 29 orang
nilai rata-rata pemahaman 85,82%, buruh 19 orang nilai rata-rata pengetahuan
78,07%, Ibu rumah tangga 23 orang dengan nilai rata-rata pengeahuan 81,16%, dan
kategori lain 14 orang dengan nilai pemahaman 75,79%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan
antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien,
pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis
kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi
di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif
dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel
yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara
online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis
kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner
menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum
tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel
dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan
yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya
hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat
pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut
Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin
laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah
kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan
kurang.