BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh terganggu sehingga kekebalan tubuh menurun dan rentan terinfeksi mikroorganisme seperti bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Bakteri yang ada di dalam tubuh dengan sistem imun rendah tersebut akan berkembang biak dengan mudah dan menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu tanaman obat yang memiliki efek antidiabetes dan antibakteri yaitu adalah krokot (Portulaca
oleracea L.). Senyawa flavonoid pada krokot memiliki sifat antibakteri dan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid, penghambatan pada enzim α-glukosidase, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli pada ekstrak etanol 96%, metanol, akuades, etil asetat, dan n-heksan herba krokot. Pengujian kadar total flavonoid dihitung dengan metode AlCl3, inhibisi α-glukosidase dilakukan secara in vitro menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 410 nm, serta aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot yaitu 4,547 mgQE/g BK, penghambatan enzim α-glukosidase tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot 10.000 ppm yaitu 30,825%, serta diameter zona hambat terbesar 4,37 mm terdapat pada rata-rata pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan ekstrak etil asetat herba krokot konsentrasi 30%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurologis progresif yang
ditandai oleh degenerasi neuron penghasil dopamin di otak. Pilihan pengobatan
yang tersedia saat ini terbatas dan seringkali menimbulkan efek samping, sehingga
menekankan perlunya strategi terapeutik baru. Flavonoid, senyawa alami yang
ditemukan dalam berbagai tumbuhan, telah menunjukkan potensi dalam
melindungi sel-sel saraf dan memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan
untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang memiliki manfaat terapi untuk
penyakit Parkinson melalui pendekatan penambatan molekul. Penelitian dilakukan
dengan menggunakan perangkat lunak Autodock Vina yang merupakan suatu
program yang dapat melakukan penambatan molekul ligan pada makromolekul
reseptor. Kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Studi 2021 serta
dilakukan analisis Lipinski’s Rule of Five, ADMET menggunakan situs pkCSM
online tool dan Toxtree lalu dilakukan analisis simulasi dinamika molekuler
menggunakan perangkat lunak Desmond. Hasil penelitian menunjukkan reseptor
6CM4, 2V5Z dan 3BWM dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2 Å.
Dilanjutkan proses penambatan dengan 100 senyawa flavonoid. 75 senyawa
memenuhi aturan Lipinski dan diperoleh 3 senyawa terbaik yaitu daidzin, silibinin
dan fisetin yang memiliki nilai afinitas pengikatan yang lebih rendah dibandingkan
dengan native ligannya. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang
baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 kategori creamer rules yang artinya
dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Berdasarkan hasil
simulasi dinamika molekuler, senyawa daidzin dan silibinin memiliki kestabilan
yang baik pada waktu simulasi 100 ns.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolit dengan
karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja
insulin atau keduanya. Pada pasien Diabetes Melitus umumnya mendapatkan terapi
dalam jangka panjang sehingga menyebabkan peningkatan resiko terjadinya DRPs.
Drug Related Problems (DRPs) adalah suatu peristiwa atau keadaan pada masalah
farmakoterapi yang memiliki dampak besar terhadap hasil kesehatan yang
diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien, profil
penggunaan obat dan mengetahui adanya DRPs dengan metode Pharmaceutical
Care Network Europe (PCNE) V9.1 2020 pada pasien Diabetes melitus tipe 2 di
instalasi rawat inap RS Medika Dramaga Bogor. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Data
sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari data rekam medik
pasien rawat inap periode Januari – Juni 2022 sebanyak 51 pasien. Pengambilan
sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin
paling banyak yaitu perempuan sebanyak 55 %, usia paling banyak yaitu dengan
rentang usia 46-56 tahun sebanyak 39 %, penyakit penyerta paling banyak yaitu
Hipertensi sebanyak 32 %. Profil penggunaan obat antihiperglikemia paling banyak
yaitu kombinasi insulin – insulin sebanyak 49%. Pasien yang mengalami DRPs
sebanyak 45%. Berdasarkan hasil analisis DRPs kategori Pemilihan Obat (C1)
sebanyak 27 % dan kategori Pemilihan dosis Obat (C3) sebanyak 18%.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tanaman salam ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) adalah salah satu
tumbuhan yang berkhasiat diantaranya sebagai antioksidan. Daun salam diketahui
mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui kadar total fenol dan falavonoid serta penetapan kadar sun
protecting factor pada ekstrak etil asetat daun salam ( Syzygium polyanthum (Wight)
Walp.) ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% hasil
ekstrak kental kemudian di partisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1) fraksi etil
asetat tersebut di uji kadar total fenol dan flavonoid serta SPF menggunakan
Spektrofotometer UV-Vis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat
daun salam mengandung total fenol sebesar 534,285 mg GAE/gram dan total
flavonoid pada fraksi etil asetat sebesar 419,66 mg GAE/gram serta Sun Frotecting
Factor (SPF) dari fraksi etil asetat daun salam sebesar 39,27 yang termasuk kategori
ultra sebagai tabir surya, kesimpulan penelitian ini bahwa fraksi etil asetat daun
salam memiliki kemampuan SPF ultra dan dapat dijadikan sediaan tabir surya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak
ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian
tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai
penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa
golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan
triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan
flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol
96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan
metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara
kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid
dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit
sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan
Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan
ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan
steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak
etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n-
Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada
ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat
(113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid
ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4
mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin
tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol
96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh
adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul
sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa
alkohol.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat sebagai antioksidan
adalah daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut
(Myrmecodia pendans) diketahui karena adanya kandungan flavonoid.
Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan metabolit sekunder,
serta mengukur aktivitas antioksidan pada ekstrak daun senggani (Melastoma
malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans). Metode uji aktivitas
antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak
tunggal air daun senggani dan sarang semut memiliki nilai IC50 sebesar 20,85
μg/mL dan 4,94 μg/mL. Konsentrasi kombinasi ekstrak terbaik terdapat pada
kombinasi ekstrak air 3:1 didapatkan nilai IC50 sebesar 3,46 μg/mL. Vitamin C
didapatkan nilai IC50 sebesar 5,26 μg/mL. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak
tunggal dan ekstrak kombinasi memiliki nilai IC50 yang tergolong sangat kuat.
Data uji dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan pengujian lanjut
Duncan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05).
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi secara teratur dapat
menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa tumbuhan obat
yang dianggap memiliki khasiat anti kolesterol adalah Syzygium polyantum (Wight)
Walp. Daun salam mengandung metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid,
saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan
pembentukan kolesterol, kadar total fenol, flavonoid dan steroid ekstrak daun
salam. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat
dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 96% dan air dengan metode dekok.
Kemudian dilakukan uji aktivitas dan penapisan fitokimia. Hasil fitokimia
menunjukan bahwa fraksi etanol 96% memiliki aktivitas tinggi dalam
penghambatan pembentukan kolesterol dengan % inhibisi ekstrak etanol 96%
sebesar 56,14%, n-heksan 45,88%, etil asetat 27,51 dan air 30,34%. Hasil IC50
93,94 ppm. Dengan kandungan flavonoid, tannin, saponin serta fenol. Ekstrak
etanol 96% mengandung kadar total fenol sebesar 40,2 mg GAE/g, flavonoid 0,57
mg QE/g dan steroid 368,82 mg/g.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Camellia sinensis L. Kuntze yaitu daun teh, mempunyai khasiat sebagai
antioksidan, antidiabetes, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini bertujuan
mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh, terdiri dari
parameter spesifik dan parameter non spesifik, berdasarkan aturan BPOM dan
Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun teh diperoleh dengan cara maserasi
menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air,
fraksi air daun teh dilakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non
spesifik. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun teh berbentuk kental,
warna coklat kehitaman dan bau yang khas, kadar sari larut air 77,92%, kadar sari
larut etanol 61,14%, kadar air 15,3%, bobot jenis 1,0441746 g/mL, kadar abu total
1,562%, kadar abu yang tidak larut asam 0,28%, kadar abu larut air 99,672%,
tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,43 ppm, pada cemaran mikroba
ALT sebesar2,5 101
cfu/gram, kapang dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total
fenol 419,286 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 270 mg/QE/gram. Fraksi air
dari ekstrak etanol 96% daun teh memiliki standar mutu yang baik untuk
dijadikan bahan obat yaitu ekstrak terstandar.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun teh (Camellia sinensis L.) mengandung bahan aktif yang dapat
digunakan sebagai bahan obat. Daun teh diketahui mengandung flavonoid dan
polifenol tinggi yang diduga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat
menghambat pembentukan kolesterol secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun teh sebagai penghambatan pembentukan
kolesterol dan mengetahui kadar total fenol, total flavonoid dan total sterol dalam
ekstrak daun teh. Pengujian penghambatan kolesterol dilakukan dengan
menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh
untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan kolesterol yang paling
aktif sebesar 53,61% dan memiliki nilai IC50 sebesar 54,79 ppm. Kemudian
dilanjutkan dengan uji kadar total fenol didapatkan hasil sebesar 295,328
mgGAE/g, kadar total flavonoid sebesar 73,947 mgQE/g dan kadar total sterol
sebesar 165,41 mg/g.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial
yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein
plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan
cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga
menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan
dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah
daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan
pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total
fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian
penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan
Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang
672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol
menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm
dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368
mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai
proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang.
Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain
umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu.
Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa
seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa
kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman
yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah
mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus
L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96%
dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil
flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam
2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan
konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi
meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH
konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula
I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji
viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic
formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III
sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai
kekentalannya.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang
berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup
atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau
keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium)
merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan
kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau
dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai
pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan
mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji
pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan
daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah
terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova.
Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki
kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang
diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚
tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak
etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel
dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid
total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3
formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik
termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta
pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas
menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta
homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi
perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter
viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. .
Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum
cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob)) dan Daun Stevia
(Stevia rebaudiana (Bertoni)) diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin
berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal
bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder,
menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun yakon dan ekstrak
etanol 96% stevia serta kombinasinya, mengetahui kandungan total fenol dan
flavonoidnya. Ekstrak etanol 96% daun yakon, daun stevia diperoleh melalui
metode maserasi kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan
tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dengan deret
konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan
menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 516,0
nm. Ekstrak daun yakon dan daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik,
saponin, triterpenoid dan steroid, tannin, quinon. Ekstrak daun yakon memiliki
aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 (50 ppm) lebih baik dari daun stevia
dengan nilai IC50 (80 ppm), kombinasi terbaik terdapat pada perbandingan 2:1
dengan nilai IC50 (49 ppm) sedangkan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar (78 ppm),
1:2 nilai IC50 sebesar (69 ppm). Total fenol ekstrak daun yakon 10,831 mg
GAE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 7,996 mg GAE/gram ekstrak. Total
flavonoid ekstrak daun yakon 8,432 mg QE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia
8,193 mg QE/gram ekstrak. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian yang
dilakukan dimana semakin tinggi nilai total fenol maka semakin baik aktivitas
antioksidan.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas
yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung
aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan
senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu
bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid
pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1.
Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu
bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan
metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg
GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil
Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan
kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode
kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak;
17,6 mg QE/g ekstrak.