BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Pewarna rambut sintetis cukup marak digunakan pada era ini, namun jika
penggunaanya dilakukan secara terus menerus dapat menimbulkan beberapa
masalah kesehatan. Berdasarkan penelitian sebelumnya kulit ubi jalar ungu
diketahui memiliki kandungan antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna
alami preparat section batang tumbuhan krokot dan bahan pewarna alternatif
untuk pengamatan mikroskopis paramecium sp. Berdasarkan hal tersebut
dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kulit ubi jalar ungu sebagai
pewarna alami pada gel pewarna rambut. Gel pewarna rambut dibuat dalam 3
variasi konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15%. Pengujian efektivitas dilakukan pada
rambut yang sudah dibleachinng dan didapatkan hasil bahwa katiga formulasi
dapat mengubah warna rambut bleaching menjadi coklat gelap sampai coklat
muda/coklat terang. Pengujian stabilitas warna pada pencucian dan pemaparan
sinar matahari terlihat cukup baik karena tidak terjadinya perubahan warna setelah
dua perlakuan..
Pada hasil evaluasi dan stabilitas sediaan diketahui bahwa gel pewarna
rambut dari ekstrak kulit ubi jalar ungu masih belum sesuai literatur karena
memiliki pH dibawah rentang normal pH kulit yang nantinya dapat menyebabkan
iritasi kulit. Sediaan gel kurang stabil karena terjadi penurunan angka pada
viskositas dan daya sebar sehingga sediaan gel menjadi lebih cair dan luas daya
sebarnya semakin melebar. Pada penilaian tingkat kesukaan sediaan dengan
beberapa parameter, diketahui bahwa sediaan dengan formulasi ekstrak 5% paling
banyak disukai oleh panelis.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Selain pengobatan kimia, salah satu bahan alam secara empiris telah digunakan
sebagai penumbuh rambut adalah daun rambutan. Untuk memperoleh data
karakteristik ekstrak etanol 96% daun rambutan meliputi uji fitokimia, organoleptis,
dan pH. Aktivitas pertumbuhan dari ekstrak daun rambutan terhadap kelinci putih
jantan dengan parameter uji tesktur, warna, panjang dan bobot rambut Penelitian ini
diperlukan tiga ekor kelinci yang masing- masing diperlakukan sama dan di bagi
menjadi 5 kelompok pengujian yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak
5%,10%,15%. perlakuan dilakukan sehari 2x pagi dan sore dijam yang
samapengamatan tekstur rambut kelinci memiliki tekstur yang kasar, warna rambut
kelinci yang berubah menjadi kecoklatan setelah diolesi esktrak daun rambutan
selama 21 hari rata- rata panjang rambut hari ke-21 ekstrak 15% rata- rata memiliki
kemampuan pertumbuhan 16,57±5,62 mm dari perpanjangan rambut setiap
perlakuan terlihat bahwa pada hari ke- 21 hasil penimbangan bobot rambut ekstrak
daun rambutan mempunyai kenaikan bobot pada disetiap kelinci. Karakteristik
ekstrak etanol 96% daun rambutan memiliki pH 5,5, pada uji organoleptis ekstrak
daun rambutan memiliki bau khas, warna hijau kecoklatan dan homogen. Pengujian
fitokimia dari ekstrak daun rambutan positif mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid. Hasil pengukuran bobot rambut masing- masing ekstrak memiliki bobot lebih baik dibandingkan kontrol negatif tetapi tidak lebih berat dibandingkan kontrol positif.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai
proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang.
Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain
umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu.
Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa
seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa
kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman
yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah
mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus
L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96%
dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil
flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam
2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan
konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi
meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH
konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula
I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji
viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic
formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III
sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai
kekentalannya.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Pewarna rambut adalah salah satu sediaan kosmetika yang digunakan dalam
tata rias rambut untuk mengganti ataupun mengembalikan warna rambut. Daun
urang aring (Eclipta prostrata) dan daun rambutan (Naphelium lappaceum)
merupakan tumbuhan yang memiliki senyawa tanin yang berfungsi sebagai
penghasil warna dari warna kuning, coklat sampai keemasan. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui bahwa ekstrak daun rambutan dan ekstrak daun urang
aring dengan perbedaan bahan pembangkit warna dapat memberikan efek dan
stabilitas warna pada rambut, mutu fisik dan kesukaan dari warna rambut yang
dihasilkan sediaan pewarna rambut. Penelitian ini membuat formula pewarna
rambut dengan membandingkan pembangkit warna. Pembangkit warna pirogalol
ditambah tembaga (II) sulfat dan asam askorbat ditambah besi (II) sulfat dapat
diformulasikan ke dalam sediaan pewarna rambut dengan bahan pembangkit
tersebut didapatkan hasil dari warna light ivory hingga warna chocolate brown.
Jangka waktu perendaman rambut mempengaruhi warna rambut yang dihasilkan,
pada formula 2 memiliki daya lekat warna yang lebih kuat pada rambut dapat
bertahan hingga 15 kali pencucian, dan untuk stabilitas warna terhadap sinar
matahari menunjukkan hasil tetap stabil. Sediaan pewarna rambut dari ekstrak
urang aring dan daun rambutan berbentuk gel, beraroma khas, memiliki pH sediaan
4,5-6,5, viskositas pada kisaran 3000-49400 cps. Formula yang banyak diminati
oleh masyarakat ialah F1 urang aring.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Penggunaan produk kosmetika maupun perawatan tubuh yang mengandung
bahan alami akhir-akhir ini lebih dipilih oleh masyarakat, salah satu jenis kosmetika
yang digemari adalah pewarna rambut. Daun bayam merah (Amaranthus tricolor
L.) dapat digunakan sebagai pewarna alami karena mengandung antosianin. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula terbaik dari pewarna rambut
dalam bentuk sediaan gel yang mengandung ekstrak etanol 70% daun bayam merah
(Amaranthus tricolor L.) berdasarkan mutu fisik dan kesukaan. Ekstrak kental
diperoleh dengan cara diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut
etanol 70% dan penambahan asam sitrat 3% kemudian maserat di rotary evaporator
kemudian di waterbath hingga didapatkan ekstrak kental. Formula sediaan gel
pewarna rambut dibuat dengan 3 konsentrasi ekstrak daun bayam merah yang
berbeda, yaitu konsentrasi 10% (F1), 15% (F2) dan 20% (F3). Hasil sediaan
berbentuk gel dan berwarna coklat. Hasil seluruh sediaan gel (basis gel, F1, F2 dan
F3) diuji stabilitas menggunakan metode cycling test. Pada uji pH, kisaran 2,5
hingga 3,56. Uji viskositas kisaran 5.500 sampai 49.000 cps. Uji daya sebar kisaran
5,35 sampai 5,89 cm. Rambut hasil bleaching yang telah direndam di dalam sediaan
gel selama 4 jam pada basis gel, F1, F2 dan F3 secara berturut-turut menghasilkan
warna black brown, nut brown, pearl copper, dan olive brown. Hasil stabilitas
terhadap pencucian dapat bertahan 4 kali pencucian pada F1. Hasil stabilias
terhadap sinar matahari tidak mengalami perubahan terhadap rambut yang diberi
perlakuan. Uji kesukaan menunjukan pada sampel rambut yang telah diberi
pewarna, panelis lebih menyukai F1 untuk parameter warna dan tekstur, sedangkan
aroma lebih menyukai F2. Uji kesukaan pada sediaan gel, panelis menyukai F1.