BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Sinar matahari mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan, di samping itu
paparan sinar matahari berlebih juga dapat menyebabkan kulit menebal,
kehilangan kekenyalan, dan kulit menjadi keriput. Pemanfaatan susunan tabir
surya adalah salah satu cara perlindungan kulit dari sinar matahari. Daun yakon
(Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H. Rob) memiliki kandungan flavonoid dan
fenolik yang tinggi sehingga cenderung dimanfaatkan sebagai bahan aktif yang
berfungsi dalam pembuatan krim tabir surya. Tujuan dibalik tinjauan ini adalah
untuk memformulasi dan menentukan potensi sediaan krim tabir surya dengan
berbagai variasi konsentrasi ekstrak etanol daun yakon. Ekstraksi serbuk daun
yakon dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil
rendemen ekstrak yang di dapat sebesar 6,5%. Kemudian, dibuat sediaan krim
tabir surya dengan variasi konsentrasi ekstrak: tanpa ekstrak (F1); 0,1% (F2);
0,5% (F3); 1% (F4); dan 2% (F5). Kelima formula diuji karakteristik mutu fisik
dan nilai SPF-nya. Berdasarkan hasil uji yang diperoleh, ekstrak daun yakon dapat
dibuat sediaan krim tabir surya dan memenuhi persyaratan uji karakteristik mutu
fisik yaitu organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, pH, dan daya lekat.
Nilai SPF yang di dapat dari F1, F2, F3, F4, dan F5 berturut-turut sebesar 0,504;
0,845; 1,214; 2,693 (proteksi minimal); 4,127 (proteksi sedang). Semakin banyak
penambahan jumlah konsentrasi ekstrak daun yakon, maka semakin besar juga
nilai SPF yang didapat.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob)) dan Daun Stevia
(Stevia rebaudiana (Bertoni)) diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin
berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal
bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder,
menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun yakon dan ekstrak
etanol 96% stevia serta kombinasinya, mengetahui kandungan total fenol dan
flavonoidnya. Ekstrak etanol 96% daun yakon, daun stevia diperoleh melalui
metode maserasi kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan
tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dengan deret
konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan
menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 516,0
nm. Ekstrak daun yakon dan daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik,
saponin, triterpenoid dan steroid, tannin, quinon. Ekstrak daun yakon memiliki
aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 (50 ppm) lebih baik dari daun stevia
dengan nilai IC50 (80 ppm), kombinasi terbaik terdapat pada perbandingan 2:1
dengan nilai IC50 (49 ppm) sedangkan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar (78 ppm),
1:2 nilai IC50 sebesar (69 ppm). Total fenol ekstrak daun yakon 10,831 mg
GAE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 7,996 mg GAE/gram ekstrak. Total
flavonoid ekstrak daun yakon 8,432 mg QE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia
8,193 mg QE/gram ekstrak. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian yang
dilakukan dimana semakin tinggi nilai total fenol maka semakin baik aktivitas
antioksidan.