Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Sarang Semut
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

UJI TOKSISITAS DENGAN PENENTUAN LD50 TEH SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) PADA MENCIT (Mus musculus)

2024Koleksi Perpustakaan

Sarang semut adalah istilah Indonesia untuk menyebut genus Myrmecodia. Istilah Myrmecodia berasal dari bahasa Yunani yaitu Myrmekodes yang berarti "mirip semut" atau "dikerumuni semut". Sarang semut merupakan tumbuhan epifit yang banyak berada di dataran tinggi Papua, senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman sarang semut adalah flavonoid dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki khasiat seperti membantu pengobatan berbagai jenis tumor dan kanker. Masyarakat di Kabupaten Sorong Selatan tepatnya pada Kampung Wendi dan Kampung Sasnek Distrik Sawiat telah memanfaatkan sarang semut dalam bentuk seduhan teh. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi mengenai metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak air sarang semut dan memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak air sarang semut sebagai agent anti kanker. Metode yang digunakan yaitu pengujian toksisitas akut dengan fixed dose method sesuai dengan kriteria dari BPOM Nomor 10 tahun 2022 tentang uji toksisitas praklinik secara in vivo memakai dosis Thirteenth Addendum to The OECD Guidelines for the Testing of Chemicals tentang acute oral toxicity - acute toxic class method. Hasil pengujian yang diperoleh termasuk kategori toksik sedang (LD50 > 500-2000 mg/kg BB) dengan jumlah kematian 4 mencit dari 25 ekor dengan 5 mencit tiap kelompoknya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

TOKSISITAS EKSTRAK AIR SARANG SEMUT DARI PAPUA DAN PANGANDARAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT)

2024Koleksi Perpustakaan

Sarang semut merupakan tanaman umbi yang banyak tumbuh di Papua, Sumatera dan Jawa yang memiliki banyak manfaat untuk menjadi obat berbagai jenis penyakit dan berpotensi sebagai obat antikanker. Dua genus sarang semut yang berkhasiat sebagai obat yaitu Myrmecodia dan Hydnophytum. Namun mutu suatu tanaman dapat berbeda bergantung lingkungan tempat tumbuh dan cuaca tempat tumbuh tanaman. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendaptkan informasi terkait kandungan fitokimia dan perbedaan toksisitas ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran diuji fitokimia kemudian diuji toksisitasnya menggunakan metode BSLT untuk mendapatkan nilai LC50. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak air sarang semut dari Papua mempunyai nilai LC50 sebesar 159,09 ppm sedangkan ekstrak air sarang semut dari Pangandaran sebesar 368,37 ppm serta mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid, saponin dan tanin. Dengan demikian ekstrak air sarang semut dari Papua dan Pangandaran termasuk dalam kategori toksik sedang dan berpotensi sebagai obat antikanker.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.), SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DAN KOMBINASINYA DENGAN METODE DPPH

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat sebagai antioksidan adalah daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans) diketahui karena adanya kandungan flavonoid. Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan metabolit sekunder, serta mengukur aktivitas antioksidan pada ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans). Metode uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal air daun senggani dan sarang semut memiliki nilai IC50 sebesar 20,85 μg/mL dan 4,94 μg/mL. Konsentrasi kombinasi ekstrak terbaik terdapat pada kombinasi ekstrak air 3:1 didapatkan nilai IC50 sebesar 3,46 μg/mL. Vitamin C didapatkan nilai IC50 sebesar 5,26 μg/mL. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak tunggal dan ekstrak kombinasi memiliki nilai IC50 yang tergolong sangat kuat. Data uji dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan pengujian lanjut Duncan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail