BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Diabetes melitus dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh terganggu sehingga kekebalan tubuh menurun dan rentan terinfeksi mikroorganisme seperti bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Bakteri yang ada di dalam tubuh dengan sistem imun rendah tersebut akan berkembang biak dengan mudah dan menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu tanaman obat yang memiliki efek antidiabetes dan antibakteri yaitu adalah krokot (Portulaca
oleracea L.). Senyawa flavonoid pada krokot memiliki sifat antibakteri dan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid, penghambatan pada enzim α-glukosidase, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli pada ekstrak etanol 96%, metanol, akuades, etil asetat, dan n-heksan herba krokot. Pengujian kadar total flavonoid dihitung dengan metode AlCl3, inhibisi α-glukosidase dilakukan secara in vitro menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 410 nm, serta aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa nilai total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot yaitu 4,547 mgQE/g BK, penghambatan enzim α-glukosidase tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot 10.000 ppm yaitu 30,825%, serta diameter zona hambat terbesar 4,37 mm terdapat pada rata-rata pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan ekstrak etil asetat herba krokot konsentrasi 30%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial
yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein
plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan
cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga
menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan
dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah
daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan
pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total
fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian
penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan
Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang
672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol
menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm
dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368
mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas
yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung
aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan
senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu
bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid
pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1.
Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu
bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan
metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg
GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil
Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan
kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode
kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak;
17,6 mg QE/g ekstrak.