Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Flavonoid
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI PELARUT EKSTRAKSI HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) SEBAGAI INHIBITOR α-GLUKOSIDASE DAN ANTIBAKTERI

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus dapat menyebabkan metabolisme di dalam tubuh terganggu sehingga kekebalan tubuh menurun dan rentan terinfeksi mikroorganisme seperti bakteri yang berasal dari lingkungan sekitar. Bakteri yang ada di dalam tubuh dengan sistem imun rendah tersebut akan berkembang biak dengan mudah dan menyebabkan komplikasi pada penderita diabetes melitus. Salah satu tanaman obat yang memiliki efek antidiabetes dan antibakteri yaitu adalah krokot (Portulaca oleracea L.). Senyawa flavonoid pada krokot memiliki sifat antibakteri dan sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total flavonoid, penghambatan pada enzim α-glukosidase, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Eschericia coli pada ekstrak etanol 96%, metanol, akuades, etil asetat, dan n-heksan herba krokot. Pengujian kadar total flavonoid dihitung dengan metode AlCl3, inhibisi α-glukosidase dilakukan secara in vitro menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 410 nm, serta aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total flavonoid tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot yaitu 4,547 mgQE/g BK, penghambatan enzim α-glukosidase tertinggi terdapat pada ekstrak metanol herba krokot 10.000 ppm yaitu 30,825%, serta diameter zona hambat terbesar 4,37 mm terdapat pada rata-rata pengujian terhadap bakteri Escherichia coli dengan ekstrak etil asetat herba krokot konsentrasi 30%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI SENYAWA FLAVONOID SEBAGAI TERAPI PENYAKIT PARKINSON MELALUI PENDEKATAN PENAMBATAN MOLEKUL

2023Koleksi Perpustakaan

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurologis progresif yang ditandai oleh degenerasi neuron penghasil dopamin di otak. Pilihan pengobatan yang tersedia saat ini terbatas dan seringkali menimbulkan efek samping, sehingga menekankan perlunya strategi terapeutik baru. Flavonoid, senyawa alami yang ditemukan dalam berbagai tumbuhan, telah menunjukkan potensi dalam melindungi sel-sel saraf dan memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan senyawa flavonoid yang memiliki manfaat terapi untuk penyakit Parkinson melalui pendekatan penambatan molekul. Penelitian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Autodock Vina yang merupakan suatu program yang dapat melakukan penambatan molekul ligan pada makromolekul reseptor. Kemudian divisualisasikan menggunakan Discovery Studi 2021 serta dilakukan analisis Lipinski’s Rule of Five, ADMET menggunakan situs pkCSM online tool dan Toxtree lalu dilakukan analisis simulasi dinamika molekuler menggunakan perangkat lunak Desmond. Hasil penelitian menunjukkan reseptor 6CM4, 2V5Z dan 3BWM dinyatakan valid dan memiliki nilai RMSD < 2 Å. Dilanjutkan proses penambatan dengan 100 senyawa flavonoid. 75 senyawa memenuhi aturan Lipinski dan diperoleh 3 senyawa terbaik yaitu daidzin, silibinin dan fisetin yang memiliki nilai afinitas pengikatan yang lebih rendah dibandingkan dengan native ligannya. Ketiga senyawa memiliki aktivitas farmakokinetika yang baik serta toksisitas masuk ke dalam kelas 3 kategori creamer rules yang artinya dapat menyebabkan toksik bila digunakan dalam dosis tinggi. Berdasarkan hasil simulasi dinamika molekuler, senyawa daidzin dan silibinin memiliki kestabilan yang baik pada waktu simulasi 100 ns.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DRPs (DRUG RELATED PROBLEMs) PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RS MEDIKA DRAMAGA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolit dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Pada pasien Diabetes Melitus umumnya mendapatkan terapi dalam jangka panjang sehingga menyebabkan peningkatan resiko terjadinya DRPs. Drug Related Problems (DRPs) adalah suatu peristiwa atau keadaan pada masalah farmakoterapi yang memiliki dampak besar terhadap hasil kesehatan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pasien, profil penggunaan obat dan mengetahui adanya DRPs dengan metode Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE) V9.1 2020 pada pasien Diabetes melitus tipe 2 di instalasi rawat inap RS Medika Dramaga Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Data sekunder pada penelitian ini diambil secara retrospektif dari data rekam medik pasien rawat inap periode Januari – Juni 2022 sebanyak 51 pasien. Pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil penelitian menunjukkan jenis kelamin paling banyak yaitu perempuan sebanyak 55 %, usia paling banyak yaitu dengan rentang usia 46-56 tahun sebanyak 39 %, penyakit penyerta paling banyak yaitu Hipertensi sebanyak 32 %. Profil penggunaan obat antihiperglikemia paling banyak yaitu kombinasi insulin – insulin sebanyak 49%. Pasien yang mengalami DRPs sebanyak 45%. Berdasarkan hasil analisis DRPs kategori Pemilihan Obat (C1) sebanyak 27 % dan kategori Pemilihan dosis Obat (C3) sebanyak 18%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SALAM ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) YANG MEMILIKI AKTIVITAS SUN PROTECTING FACTOR (SPF)

2023Koleksi Perpustakaan

Tanaman salam ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) adalah salah satu tumbuhan yang berkhasiat diantaranya sebagai antioksidan. Daun salam diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan falavonoid serta penetapan kadar sun protecting factor pada ekstrak etil asetat daun salam ( Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96% hasil ekstrak kental kemudian di partisi dengan pelarut etil asetat dan air (1:1) fraksi etil asetat tersebut di uji kadar total fenol dan flavonoid serta SPF menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun salam mengandung total fenol sebesar 534,285 mg GAE/gram dan total flavonoid pada fraksi etil asetat sebesar 419,66 mg GAE/gram serta Sun Frotecting Factor (SPF) dari fraksi etil asetat daun salam sebesar 39,27 yang termasuk kategori ultra sebagai tabir surya, kesimpulan penelitian ini bahwa fraksi etil asetat daun salam memiliki kemampuan SPF ultra dan dapat dijadikan sediaan tabir surya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss)

2023Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n- Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4 mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol 96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa alkohol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR DAN EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (Melastoma malabathricum L.), SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DAN KOMBINASINYA DENGAN METODE DPPH

2023Koleksi Perpustakaan

Salah satu tanaman obat yang memiliki manfaat sebagai antioksidan adalah daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans) diketahui karena adanya kandungan flavonoid. Antioksidan dapat membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya kandungan metabolit sekunder, serta mengukur aktivitas antioksidan pada ekstrak daun senggani (Melastoma malabathricum L.) dan sarang semut (Myrmecodia pendans). Metode uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal air daun senggani dan sarang semut memiliki nilai IC50 sebesar 20,85 μg/mL dan 4,94 μg/mL. Konsentrasi kombinasi ekstrak terbaik terdapat pada kombinasi ekstrak air 3:1 didapatkan nilai IC50 sebesar 3,46 μg/mL. Vitamin C didapatkan nilai IC50 sebesar 5,26 μg/mL. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak tunggal dan ekstrak kombinasi memiliki nilai IC50 yang tergolong sangat kuat. Data uji dianalisis secara statistik menggunakan uji ANOVA dan pengujian lanjut Duncan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM MENGHAMBAT PEMBENTUKAN KOLESTEROL

2022Koleksi Perpustakaan

Asupan makanan dengan kandungan kolesterol tinggi secara teratur dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Beberapa tumbuhan obat yang dianggap memiliki khasiat anti kolesterol adalah Syzygium polyantum (Wight) Walp. Daun salam mengandung metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penghambatan pembentukan kolesterol, kadar total fenol, flavonoid dan steroid ekstrak daun salam. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, etanol 96% dan air dengan metode dekok. Kemudian dilakukan uji aktivitas dan penapisan fitokimia. Hasil fitokimia menunjukan bahwa fraksi etanol 96% memiliki aktivitas tinggi dalam penghambatan pembentukan kolesterol dengan % inhibisi ekstrak etanol 96% sebesar 56,14%, n-heksan 45,88%, etil asetat 27,51 dan air 30,34%. Hasil IC50 93,94 ppm. Dengan kandungan flavonoid, tannin, saponin serta fenol. Ekstrak etanol 96% mengandung kadar total fenol sebesar 40,2 mg GAE/g, flavonoid 0,57 mg QE/g dan steroid 368,82 mg/g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STANDARISASI FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN TEH (Camellia sinensis L. Kuntze)

2022Koleksi Perpustakaan

Camellia sinensis L. Kuntze yaitu daun teh, mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh, terdiri dari parameter spesifik dan parameter non spesifik, berdasarkan aturan BPOM dan Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun teh diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air, fraksi air daun teh dilakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non spesifik. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun teh berbentuk kental, warna coklat kehitaman dan bau yang khas, kadar sari larut air 77,92%, kadar sari larut etanol 61,14%, kadar air 15,3%, bobot jenis 1,0441746 g/mL, kadar abu total 1,562%, kadar abu yang tidak larut asam 0,28%, kadar abu larut air 99,672%, tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,43 ppm, pada cemaran mikroba ALT sebesar2,5 101 cfu/gram, kapang dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total fenol 419,286 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 270 mg/QE/gram. Fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh memiliki standar mutu yang baik untuk dijadikan bahan obat yaitu ekstrak terstandar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL OLEH EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) DENGAN METODE MASERASI BERTINGKAT

2022Koleksi Perpustakaan

Daun teh (Camellia sinensis L.) mengandung bahan aktif yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Daun teh diketahui mengandung flavonoid dan polifenol tinggi yang diduga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat menghambat pembentukan kolesterol secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun teh sebagai penghambatan pembentukan kolesterol dan mengetahui kadar total fenol, total flavonoid dan total sterol dalam ekstrak daun teh. Pengujian penghambatan kolesterol dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan kolesterol yang paling aktif sebesar 53,61% dan memiliki nilai IC50 sebesar 54,79 ppm. Kemudian dilanjutkan dengan uji kadar total fenol didapatkan hasil sebesar 295,328 mgGAE/g, kadar total flavonoid sebesar 73,947 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 165,41 mg/g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.)H. Rob) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL

2022Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang 672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L) DAN DAUN BAYAM (Amaranthus hybridus L) SERTA FORMULASI SEDIAAN Hair Tonic

2022Koleksi Perpustakaan

Rambut mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia sebagai proteksi terhadap lingkungan dan menunjang penampilan seseorang. Kerontokan rambut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain umur, genetik, hormonal, setres, radikal bebas, dan penyakit kulit tertentu. Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan secara alami. Senyawa seperti alkaloid, saponin, fenol dan flavonoid diketahui sebagai senyawa kimia yang dapat merangsang pertumbuhan rambut. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mencegah kerontokan rambut yaitu buah mengkudu (Morinda citrifolia L) dan daun bayam (Amaranthus hybridus L). Buah mengkudu dan daun bayam diekstraksi dengan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi. Ekstak yang didapat diuji flavonoid, Hasil flavonoid total ekstrak buah mengkudu 7,982 dan ekstrak daun bayam 2,613. Sediaan Hair tonic diformulasikan menjadi tiga formula dengan konsentrasi ekstrak 20% Kemudian sediaan Hair Tonic diuji evaluasi meliputi uji organoleptik metiputi : warna , bau dan homogenitas lalu uji pH konsentrasi formula I 5,4 formula II 5,2 dan formula III 5,16 dari formula I,II dan III memiliki ph yang sesuai dengan pH kulit kepala 4,5 - 6,5.Uji viskositas menggunakan Viskometer Ostwald hasil uji sediaan hair tonic formula I sebesar 1,273cp formula II sebesar 1,416cp dan formula III sebesar 1,486cp Semakin tinggi nilai viskositas maka semakin tinggi nilai kekentalannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TEH HERBAL DAUN GAHARU (Gyrinops verstegii (Gilg) Domke,.) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

2022Koleksi Perpustakaan

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium) merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova. Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) DENGAN METODE CYCLING TEST

2022Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚ tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. . Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAKETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius(Poepp.) H. Rob) DAN DAUN STEVIA (Stevia rebaudiana (Bertoni))

2021Koleksi Perpustakaan

Daun Yakon (Smallanthus sonchifolius (Poepp.) H.Rob)) dan Daun Stevia (Stevia rebaudiana (Bertoni)) diketahui mengandung flavonoid, fenol, tanin berfungsi sebagai antioksidan, senyawa antioksidan dapat menangkal radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder, menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 96% daun yakon dan ekstrak etanol 96% stevia serta kombinasinya, mengetahui kandungan total fenol dan flavonoidnya. Ekstrak etanol 96% daun yakon, daun stevia diperoleh melalui metode maserasi kemudian dilakukan uji fitokimia, setelah itu uji antioksidan tunggal dan kombinasi ekstrak pada perbandingan 1:1, 1:2, 2:1 dengan deret konsentrasi 10, 20, 40, 60, 80 ppm, penentuan antioksidan dilakukan menggunakan pereaksi DPPH (100 ppm) diukur pada panjang gelombang 516,0 nm. Ekstrak daun yakon dan daun stevia mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin, triterpenoid dan steroid, tannin, quinon. Ekstrak daun yakon memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 (50 ppm) lebih baik dari daun stevia dengan nilai IC50 (80 ppm), kombinasi terbaik terdapat pada perbandingan 2:1 dengan nilai IC50 (49 ppm) sedangkan 1:1 diperoleh nilai IC50 sebesar (78 ppm), 1:2 nilai IC50 sebesar (69 ppm). Total fenol ekstrak daun yakon 10,831 mg GAE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 7,996 mg GAE/gram ekstrak. Total flavonoid ekstrak daun yakon 8,432 mg QE/gram ekstrak dan ekstrak daun stevia 8,193 mg QE/gram ekstrak. Hal ini berbanding lurus dengan penelitian yang dilakukan dimana semakin tinggi nilai total fenol maka semakin baik aktivitas antioksidan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), DAN KOMBINASINYA

2021Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1. Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak; 17,6 mg QE/g ekstrak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail