Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Total fenol
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENETAPAN KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID SERTA PROFIL METABOLIT SEKUNDER PADA EKSTRAK n-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN ETANOL 96% DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss)

2023Koleksi Perpustakaan

Tumbuhan mimba (Azadirachta indica A.Juss) yang berasal dari India, banyak ditanam di pulau Jawa, Madura, Bali dan Nusa Tenggara, karena hampir semua bagian tumbuhannya dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat untuk berbagai penyakit. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan daun mimba mengandung senyawa golongan terpenoid, flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, asam lemak, steroid dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan total fenol dan flavonoid serta profil metabolit sekunder pada ekstrak n-heksan, etil asetat, dan etanol 96% daun mimba daerah Bogor. Ekstrak ketiga pelarut daun mimba diperoleh dengan metode maserasi serbuk simplisia, kandungan metabolit sekunder ekstraknya secara kualitatif diidentifikasi melalui uji fitokimia dan secara kuantitatif kadar total flavonoid dan fenol ditetapkan dengan metode spektrofotometri, dan profil senyawa metabolit sekundernya diidentifikasi dengan metode Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan Liquid Chromatography Mass Spectrometry (LCMS). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol 96% daun mimba mengandung alkaloid, fenol, flavonoid, tannin, dan steroid. Ekstrak etil asetat memiliki kandungan yang hampir sama dengan ekstrak etanol, tetapi tidak mengandung tanin dan memiliki triterpenoid. Sedang ekstrak n- Heksan hanya memiliki kandungan senyawa alkaloid dan fenol. Kadar total fenol pada ekstrak etanol 96% (142,2 mg GAE/gram) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (113,9 mgGAE/g), dan ekstrak n-Heksan (65,1 mgGAE/g). Sedang kadar flavonoid ekstrak etanol 96% (67,1 mgQE/g) lebih besar dari pada ekstrak etil asetat (61,4 mgQE/g) dan ekstrak n-Heksan (49,5 mgGE/g). Kelarutan fenol dan flavonoid semakin tinggi pada pelarut yang bersifat polar. Hasil analisis dengan FTIR pada ekstrak etanol 96% profil daun mimba menunjukkan banyaknya spektrum gugus -OH, diikuti oleh adanya C-H3, C=C, C-O. Sedang hasil analisis dengan LCMS diperoleh masa molekul sebesar 566 dengan formula C30H56N5O5 yang mencerminkan dominasi senyawa alkohol.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

STANDARISASI FRAKSI AIR DARI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN TEH (Camellia sinensis L. Kuntze)

2022Koleksi Perpustakaan

Camellia sinensis L. Kuntze yaitu daun teh, mempunyai khasiat sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, dan antijamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas pada fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh, terdiri dari parameter spesifik dan parameter non spesifik, berdasarkan aturan BPOM dan Farmakope Herbal Indonesia. Fraksi air daun teh diperoleh dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan etil asetat dan air, fraksi air daun teh dilakukan pengujian parameter spesifik dan parameter non spesifik. Hasil penelitian yang diperoleh pada fraksi air daun teh berbentuk kental, warna coklat kehitaman dan bau yang khas, kadar sari larut air 77,92%, kadar sari larut etanol 61,14%, kadar air 15,3%, bobot jenis 1,0441746 g/mL, kadar abu total 1,562%, kadar abu yang tidak larut asam 0,28%, kadar abu larut air 99,672%, tidak tercemar logam Cd dan Hg, logam Pb 0,43 ppm, pada cemaran mikroba ALT sebesar2,5 101 cfu/gram, kapang dan khamir < 10 cfu/gram, kadar total fenol 419,286 mg GAE/ gram, kadar total flavonoid 270 mg/QE/gram. Fraksi air dari ekstrak etanol 96% daun teh memiliki standar mutu yang baik untuk dijadikan bahan obat yaitu ekstrak terstandar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL OLEH EKSTRAK DAUN TEH (Camellia sinensis (L.) Kuntze) DENGAN METODE MASERASI BERTINGKAT

2022Koleksi Perpustakaan

Daun teh (Camellia sinensis L.) mengandung bahan aktif yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Daun teh diketahui mengandung flavonoid dan polifenol tinggi yang diduga memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan dapat menghambat pembentukan kolesterol secara in vitro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun teh sebagai penghambatan pembentukan kolesterol dan mengetahui kadar total fenol, total flavonoid dan total sterol dalam ekstrak daun teh. Pengujian penghambatan kolesterol dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada λ 672 nm absorbansi yang diperoleh untuk menghitung % inhibisi dan IC50. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas penghambatan kolesterol yang paling aktif sebesar 53,61% dan memiliki nilai IC50 sebesar 54,79 ppm. Kemudian dilanjutkan dengan uji kadar total fenol didapatkan hasil sebesar 295,328 mgGAE/g, kadar total flavonoid sebesar 73,947 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 165,41 mg/g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN YAKON (Smallanthus sonchifolius (Poepp.)H. Rob) HASIL MASERASI BERTINGKAT DALAM PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN KOLESTEROL

2022Koleksi Perpustakaan

Kolesterol merupakan lipid amfipatik membentuk komponen struktural esensial yang terdapat pada lapisan eksternal membran sel dan merupakan lipoprotein plasma. Masyarakat modern memiliki pola makan yang tidak teratur dan cenderung mengkonsumsi makanan cepat saji dan merokok sehingga menyebabkan kadar kolesterol dalam darah tidak terkendali. Beberapa tumbuhan dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro diantaranya ialah daun Yakon. Tujuan penelitian ini adalah menentukan penghambatan pembentukan kolesterol, mengetahui kadar total fenol, flavonoid, dan kadar total fitosterol ekstrak daun yakon dari hasil maserasi bertingkat. Pengujian penghambatan pembentukan kolesterol dilakukan secara in vitro menggunakan Spektrofotometri UV-Vis (Shimadzu UV mini-1240) pada panjang gelombang 672 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan pembentukan kolesterol menunjukan nilai IC50 paling aktif yaitu ekstrak etanol 96% sebesar 5,943 ppm dengan kadar total fenol sebesar 478,85 mg GAE/g, flavonoid sebesar 47,47368 mgQE/g dan kadar total sterol sebesar 241,9312 mg/g β-sitosterol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KADAR TOTAL FENOL DAN FLAVONOID EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JAMBU MAWAR (Syzygium jambos (L.) Aston), DAUN JAMBU BOL (Syzygium malaccense (L) Merr, & L.M. Perry), DAN KOMBINASINYA

2021Koleksi Perpustakaan

Antioksidan adalah solusi untuk mencegah terjadinya oksidasi pada radikal bebas yang menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu tanaman yang mengandung aktivitas antioksidan yaitu daun jambu mawar dan daun jambu bol. Kandungan senyawa fenol dan flavonoid terkandung pada daun jambu mawar dan daun jambu bol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar total fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1. Hasil Kadar total fenol pada ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bold dan kombinasi 3:1 yang diukur secara spektrofotometri UV-Vis dengan metode kolorimetri menggunakan reagen Folin-Ciocalteu sebesar 2.285,50 mg GAE/g ekstrak; 1.750 mg GAE/g ekstrak; 3.714,20 mg GAE/g ekstrak. Hasil Kadar total flavonoid ekstrak etanol 70% daun jambu mawar, daun jambu bol, dan kombinasi 3:1 yang diukur dengan spekrofotometri UV-VIS dengan metode kolorimetri AlCl3 menghasilkan 19,37 mg QE/g ekstrak; 9,3 mg QE/g ekstrak; 17,6 mg QE/g ekstrak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail