Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: gaharu
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS GEL KOMBINASI EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) DAN KOLANG - KALING (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR

2025Koleksi Perpustakaan

Luka bakar sebagai kerusakan ditemukan pada jaringan epidermis, jaringan dermal atau jaringan lebih dalam, disebabkan dengan kontak jaringan termal, kimia, atau listrik. Daun gaharu dan kolang-kaling dapat menyembuhkan luka bakar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa tanaman dan untuk menganalisis efek penyembuhan luka bakar dalam sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke) dan kolang-kaling (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) dengan menggunakan bahan percobaan mencit putih jantan (Mus musculus). Penelitian ini dibuat dengan 7 kelompok percobaan yaitu ekstrak etanol 96% daun gaharu, kolang-kaling, kombinasi 1:1, 1:2, 2:1, kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel). Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 96% daun gaharu mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid dan tanin. Kolang-kaling mengandung golongan senyawa flavonoid. Data yang diperoleh yaitu pengukuran diameter luka bakar dan persentase penyembuhan luka bakar. Hasil yang diperoleh dari pengujian statistik berbeda signifikan yaitu menunjukkan bahwa perlakuan dengan kombinasi 1:2 dengan perlakuan lainnya memiliki perbedaan dengan 1:2 sebesar 78,66% dengan kontrol positif memiliki persentase sebesar 100% mampu mempercepat penyembuhan luka bakar pada mencit jantan (Mus musculus) yang menunjukan hasil terbaik terhadap penyembuhan luka bakar pada hari keempat belas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL 96% DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Sprague Dawley)

2023Koleksi Perpustakaan

Luka menyebabkan rasa tidak nyaman pada kulit sehingga saat terjadi luka orang akan segera mengobati lukanya baik menggunakan obat sintetik maupun obat tradisional. Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang dapat berkhasiat sebagai penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk uji efektivitas gel ekstrak etanol daun gaharu terhadap luka sayat pada tikus putih jantan. Sampel uji dalam penelitian ini adalah ekstrak kental etanol daun gaharu yang diperoleh dengan cara maserasi dan diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Hasil uji Fitokimia pada ekstrak etanol daun gaharu adanya senyawa Flavonid dan Tanin bersifat sebagai anti inflamasi, antialergi, mencegah proses oksidasi, dan antioksidan. Flavonoid mencegah oksidasi dan menghambat zat yang bersifat racun yang bisa timbul pada luka. Hasil penelitian menunjukan sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu berwarna hitam kecoklatan, berbentuk gel yang homogen. Efektivitas penyembuhan luka sayat dari sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu dengan konsentrasi 4%, 6%, dan 8%. dimana luka tertutup sempurna yaitu dengan ekstrak dengan konsentrasi 8% pada hari ke-5, luka tertutup sempurna dengan ekstrak dengan konsentrasi 6% pada hari ke-7, luka tertutup sempurna dengan ekstrak konsentrasi 4% pada hari ke-6, luka tertutup sempurna pada kontrol positif (Bioplacenton) dan kontrol negatif (Basis Gel) pada hari ke-8. Namun setelah dilakukan uji statistik menggunakan Kruskal Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan p- value 0,803 (P-value < 0,05). Dalam menyembuhkan luka sayat, ekstrak yang paling baik menyembuhkan luka sayat adalah ekstrak dengan konsentrasi 8%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STABILITAS GEL EKSTRAK DAUN GAHARU (Gyrinops Versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP KANDUNGAN FLAVONOID

2022Koleksi Perpustakaan

Daun Gaharu (Gyrinop verteegii) adalah daun mempunyai senyawa metabolit sekunder yaitu senyawa terpenoid, flavonoid dan fenol yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh stabilitas sediaan gel pada suhu 40°C, 4°C dan 25°C serta mengetahui kadar flavanoid total dari sediaan gel. Dilakukan pengukuran untuk mengetahui kadar flavanoid total ekstrak daun gaharu (Gyrinop verteegii) dan hasil menunjukkan sebesar sebesar 4,7227%, sedangkan pada sediaan gel pada konsentrasi 8% yaitu 3,6572%. Kemudian sediaan di uji stabilitas dengan metode dipercepat selama 5 minggu meliputi uji organoleptik, uji Ph, Viskositas, Homogenitas, dan daya sebar. Didapatkan hasil bahwa sediaan gel pada suhu 25°C menunjukkan bahwa stabil pada hasil evaluasi parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar dan tidak stabil pada viskositas .Dan hasil kadar flavanoid sediaan gel selama stabilitas bahwa suhu 25°C menunjukkan bahwa adanya penurunan kadar flavanoid yang rendah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TEH HERBAL DAUN GAHARU (Gyrinops verstegii (Gilg) Domke,.) TERHADAP PENURUNAN GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus)

2022Koleksi Perpustakaan

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme, terutama penyakit yang berhubungan dengan metabolisme karbohidrat, yang disebabkan oleh tidak cukup atau tidak cukupnya hormon insulin dalam sel beta pankreas, disfungsi insulin, atau keduanya. Nama latin daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg.) Domke folium) merupakan contoh efektivitas daun agar sebagai agen antidiabetes terkait dengan kandungan metabolit sekundernya. Pada penelitian ini, sampel daun gaharu hijau dengan simplisia disiapkan kemudian ekstrak daun stevia ditambahkan sebagai pemanis kemasan pada formulasi teh untuk mengetahui efek hipoglikemik dan mengukur kadar flavonoid pada mencit. Produksi teh herbal dari daun gahara diuji pada tikus yang disuntik sukrosa dan diukur 1 jam, 2 jam, dan 3 jam kemudian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh formulasi teh herbal berbahan daun gaharu terhadap kadar gula darah mencit dengan penurunan gula darah terendah yaitu 46 n 45% pada komposisi 1, dan perbedaan nyata pada uji Manova. Hal ini dapat dilihat sebagai nilai p antara kelompok. < 0,05 dan memiliki kandungan flavonoid total tertinggi pada 0,214mgQE/100g.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI DAN STABILITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) DENGAN METODE CYCLING TEST

2022Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) adalah suatua tanaman yang diketahui mempunyai aktivitas antioksidan yang mengandung senyawa flavonoid‚ tanin dan polifenol. Tujuaan penelitian ini membuat formulasi sediaan gel ekstrak etanol daun gaharu (Gyrinop verteegii (Gilg) Domke) serta stabilitas sediaan gel dengan metode cycling test dan uji kimia dengan pengukuran kadar flavonoid total yang menjadi persyaratan sediaan gel yang baik. Sediaan gel dibuat 3 formulasi dengan konsentrasi ekstrak 2%‚ 4% dan 8%. Menguji mutu fisik termasuk uji organoleptik, viskositas, homogenitas, pH, daya sebar serta pengukuran kadar flavonoid total sebagai uji kimia. Hasil uji stabilitas menunjukan sediaan gel stabil ditinjau dari parameter pH, daya sebar serta homogenitas tapi tidak stabil ditinjau dari parameter organoleptik karena terjadi perubahan warna sediaan gel setelah proses cycling test dan dari parameter viskositas karena tidak memenuhi syarat nilai viskositas gel setelah cycling test. . Hasil pengukuran kadar flavonoid total sediaan gel pada formula 3 sebelum cycling test 5,477% dan setelah cycling test 3,180%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FORMULASI SEDIAAN GEL DARI EKSTRAK DAUN GAHARU (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) TERHADAP LUKA BAKAR MENCIT (Mus musculus)

2022Koleksi Perpustakaan

Daun gaharu (Gyrinops versteegii (Gilg) Domke) merupakan tanaman yang mengandung senyawa aktif flavonoid, tanin dan fenol. Formulasi sediaan gel diketahui paling efektif dan efisien obat untuk luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula sediaan gel ekstrak etanol 96% daun gaharu yang memiliki efektivitas terhadap luka bakar mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan memformulasikan sediaan gel ekstrak daun gaharu pada konsentrasi 2% (Kelompok I), 4% (Kelompok II), 8% (Kelompok III), kontrol positif (Kelompok IV) dan kontrol negatif (Kelompok V). Uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu dalam proses penyembuhan luka bakar dilakukan selama 14 hari pengamatan. Hasil uji efektivitas sediaan gel ekstrak daun gaharu hingga hari ke-14 adalah Kelompok I (58.66%), Kelompok II (50.00%), Kelompok III (65.33%), Kelompok IV (57.33%), dan Kelompok V (50.66%). Kesimpulan yang didapatkan yaitu hasil perbandingan terbaik ditunjukkan pada kelompok III konsentrasi 8% dengan persentase penyembuhan sebesar 65.33%, sedangkan kelompok perlakuan yang menggunakan Bioplacenton Gel® memperoleh persentase penyembuhan sebesar 57.33% yang artinya formula dengan konsentrasi 8% lebih efektif dalam proses penyembuhan luka bakar dibandingkan dengan Bioplacenton Gel®.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail