BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis. Pengobatan TB dengan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) biasanya
membutuhkan waktu berbulan-bulan dengan aturan minum obat yang ketat guna
mencegah efek samping dan terjadinya resistensi antibiotik. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum
obat pasien tuberkulosis paru. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah
penelitian observasional rancangan cross sectional study dengan cara
mengumpulkan data primer pada kuesioner. Metode perhitungan sampel
menggunakan purposive sampling sebanyak 88 pasien kriteria inklusi dan eksklusi.
Hasil penelitian pasien tuberkulosis paru dengan kategori usia terbanyak 36-45
(dewasa akhir) sebanyak 26 pasien (29,55%), jenis kelamin terbanyak pada laki-
laki 58 pasien (65,91%), pekerjaan terbanyak pegawai swasta 29 pasien (32,95%),
dan pendidikan terbanyak SMA/Sederajat 40 pasien (45,45%). Kejadian efek
samping OAT yang paling banyak pada kategori ringan sebanyak 48 responden
(54,55%), kejadian kepatuhan minum OAT yang paling banyak yaitu kepatuhan
sedang sebanyak 49 responden (55,68%). Hasil uji chi-square menunjukkan adanya
hubungan antara kejadian efek samping terhadap kepatuhan minum obat anti
tuberkulosis (OAT) dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,019.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Kanker tiroid adalah pertumbuhan sel tiroid yang tidak terkendali dan dapat
menyebar pada kelenjar getah bening di sekitarnya maupun organ lain. Salah satu terapi
yang digunakan adalah radiotiroablasi yang meliputi pemberian obat I-131(Iodium
Radioaktif) yang fungsinya untuk menghancurkan sel tiroid. Efek samping terapi
radiotiroablasi dikelompokkan ke dalam efek samping yang timbul segera (early effect)
dan yang timbul kemudian hari (late effect).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
gambaran profil pasien kanker tiroid yang meliputi usia, jenis kelamin, dan stadium
kanker, Untuk mengetahui gambaran efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul
segera dan timbul kemudian hari. Desain penelitian bersifat deskriptif observasional
dengan menggunakan metode cross sectional pengambilan data menggunakan data
primer berupa kuesioner yang terdiri atas data profil pasien dan efek samping terapi
radiotiroablasi. Sampel yang diperoleh sebanyak 60 pasien. Dilakukan uji validitas dan
reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji univariat pada SPSS versi 26.
Hasil penelitian didapatkan profil pasien pada usia tertinggi 24-35 tahun (43,33%),
jenis kelamin tertinggi pada perempuan (86,67%), stadium kanker tertinggi pada
stadium 1 (73,33%), efek samping terapi radiotiroablasi yang timbul segera (early
effect) tertinggi pada mual sebesar (56,7%), efek samping terapi radiotiroablasi yang
timbul kemudian hari (late effect) tertinggi pada gangguan menstruasi sebesar (46,7%).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Antipsikotik adalah golongan obat untuk mengendalikan dan mengurangi gejala
psikosis yang bisa dialami oleh penderita gangguan mental. Efek samping
ektrapiramidal sering dilaporkan dari penggunaan obat ini, dan pemakaian obat
antipsikotik membutuhkan kepatuhan untuk mendapatkan outcome yang
diharapkan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran kejadian efek
samping obat antipsikotik dan kepatuhan pasien mengkonsumsi obat antipsikotik.
Data dikumpulkan dari kuisioner meliputi data sosiodemografi pasien (umusr,
jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan), obat yang digunakan, efek samping
yang terjadi serta pengukuran kepatuhan berdasarkan MMAS (Morisky
Medication Adherence Scale). Hasil penelitian diperoleh pasien paling banyak;
usia 36-45 tahun (masa dewasa akhir) 34%, jenis kelamin laki-laki 54%, tingkat
pendidikan SMA 47,2% dan pekerjaan ibu rumah tangga 27%. Obat yang
digunakan adalah kombinasi sebesar 70,8% obat yang paling banyak digunakan
adalah Klozapin sebesar 52,8%. Efek samping terjadi pada 60,7% pasien dengan
efek samping paling banyak yaitu berat badan naik sebesar 33,7%. Tingkat
kepatuhan paling besar 57% dengan kategori kepatuhan rendah. Pasien yang
mengalami efek samping tetapi dikategorikan kepatuhan tinggi sebesar 71,4%,
dari total 7 pasien. Pasien yang tidak mengalami efek samping paling banyak
dengan kategori tingkat kepatuhan sedang sebesar 54,8% dari total 31 pasien.