Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: MMAS-8
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI KEPATUHAN PASIEN RAWAT JALAN DALAM MINUM OBAT ANTIDIABETIK ORAL DENGAN MMAS-8 DAN METODE PILL-COUNT DI RSUD JAMPANGKULON

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronik akibat tubuh tidak dapat memproduksi cukup insulin dan didiagnosa melalui pengamatan kadar glukosa di dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat antidiabetik oral dengan menggunakan metode Pill-Count dan MMAS-8 pada pasien diabetes melitus di instalasi Rawat Jalan RSUD Jampangkulon. Penelitian ini bersifat non experimental yang bersifat observasional dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan pada Desember 2023 sampai Januari 2024 dengan sampel sebanyak 58 responden. Hasil penelitian menunjukan gambaran data sosiodemografi pasien diabetes melitus di RSUD Jampangkulon mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 orang (69,97%), kategori usia lansia awal sebanyak 28 responden (48,28%), sebanyak 41 responden (70,69%) berpendidikan SD dan sebanyak 38 responden (65,52%) memiliki pekerjaan ibu rumah tangga. kelompok terbesar jenis pengobatan tunggal dengan metformin sejumlah 49 responden (84,48%). Tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus menurut MMAS-8 memiliki tingkat kepatuhan tinggi yaitu sebanyak 25 responden (43,10%). Tingkat kepatuhan menurut Pill-Count sebanyak 47 responden (81,03%) patuh. Tingkat kepatuhan pasien antara metode MMAS-8 dan metode Pill-Count menunjukan hasil pada metode MMAS-8 sebanyak 46 responden (79,31%) patuh, sedangkan pada metode Pill-Count sebanyak 47 responden (81,03%) patuh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI POLI PARU RSUD PALABUHANRATU

2023Koleksi Perpustakaan

Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%). Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA TINGKAT.KEPATUHAN.PASIEN.HIPERTENSI TERHADAP.PENGGUNAAN.OBAT.ANTIHIPERTENSI.DI lNSTALASI.POLIKLINIK.RAWAT.JALAN.RUMAH.SAKIT SENTOSA.BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Analisa penggunaan obat antihipertensi untuk mengetahui kepatuhan penderita hipertensi terhadap penggunaan obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi pasien hipertensi dan tingkat kepatuhan pasien hipertensi serta faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasi cross sectional. menggunakan data primer secara prospektif dengan kuesioner kepatuhan MMAS-8. Hasil penelitian terhadap 68 responden berdasarkan data sosiodemografi yaitu jenis kelamin perempuan (51,5%), usia 46-55 tahun (36,8%), pendidikan terakhir SD (35,3%) dan pekerjaan ibu rumah tangga (44,1%). Hasil kuesioner MMAS-8 sebanyak 46 responden (67,6%) memiliki kepatuhan sedang, sebanyak 21 responden (30,9%) memiliki kepatuhan tinggi dan 1 responden (1,5%) memiliki kepatuhan rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan responden yaitu lupa meminum semua obat antihipertensi kemarin, responden terkadang lupa meminum obat antihipertensi yang diberikan oleh dokter dan selama 2 minggu terakhir terkadang tidak meminum obat antihipertensi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail