Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

Ana Lusina

6 karya publik ditemukan.

2023: 12022: 42021: 1

GAMBARAN HASIL PENGOBATAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS CIPAKU KECAMATAN BOGOR SELATAN TAHUN 2019

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis paru (TBC paru) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TBC (Mycobacterium tuberculosis). Bakteri tersebut menyerang parenkim (jaringan) paru. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran sosiodemografi penyakit TBC, gambaran karakteristik jenis BTA pada pasien TBC, gambaran karakteristik tipe pasien TBC dan gambaran pengobatan penyakit TBC, gambaran hasil pengobatan pasien TBC di Puskesmas Cipaku Kecamatan Bogor Selatan. penelitian ini menggunakan metode retrospektif mengenai gambaran pengobatan penyakit TBC dan pengambilan data dilakukan dengan melihat rekam medik pasien penyakit TBC, Hasil penelitian ini dapat dikaitkan bahwa kelompok umur 36-45 tahun dan kelompok umur 17-25 tahun termasuk kedalam kelompok usia produktif yang mempunyai mobilitas yang sangat tinggi sehingga kemungkinan untuk terpapar bakteri Mycobacterium tuberculosis paru lebih besar, BTA negatif dengan presentase 55,6% sedangkan BTA positif dengan presentase 44,4%, Tipe pasien terbanyak yaitu kasus baru dengan presentase 91,7% sedangkan kasus rujukan dengan presentase yaitu 8,3%, Pengguna obat kategori I yaitu dengan presentase 88.89%, kategori II sebesar 8,33% dan kategori OAT Anak sebesar 2,78%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Proporsi karakteristik pasien berdasarkan sosiodemografi yang tertinggi berdasarkan jenis kelamin adalah laki laki 25%, berdasarkan usia adalah remaja 33,33%, proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan hasil BTA tertinggi ialah BTA negatif 55,6%dan positif 44,4%, Proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan tipe pasien tertinggi ialah kasus baru sebanyak 91,7%, Proporsi penderita tuberkulosis paru berdasarkan hasil akhir pengobatan di nyatakan sembuh sebanyak 44,4%.

HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIPAKU KOTA BOGOR

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan seseorang. Pemberian edukasi pada penelitian ini dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah dilakukan pemberian informasi obat dengan leaflet di Puskesmas Cipaku. Desain penelitian ini merupakan prospektif non experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan dari data primer. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik sebanyak 14 responden atau sebesar 47%, sedangkan responden dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 24 responden (80%). Namun setelah dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%. Kepatuhan rendah menurun menjadi 60%. Pada hasil uji Wilcoxon p>0,05, yaitu 0,000 untuk pengetahuan dan 0,009 untuk kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara hasil kuesioner pengetahuan dan hasil kuesioner kepatuhan dengan pemberian PIO melalui leaflet. Hasil pengujian korelasi pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pemberian informasi obat dengan leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan p>0,05 dengan nilai signifikansi 0,205.

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIBIOTIK ISPA NON PNEUMONIA PADA PASIEN BALITA DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2020

2022 · Book · Koleksi Perpustakaan

Indonesia memiliki angka kematian yang disebabkan oleh ISPA mencakup 20%-30% dari seluruh kematian anak. Berdasarkan Prevalensi ISPA di Indonesia tahun 2018 sebanyak 9,3%. ISPA Non Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan bagian atas yang dengan gejala batuk pilek biasa, demam, tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat. Salah satu pengobatan ISPA adalah Antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi, reaksi alergi, toksisitas dan perubahan fisiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik ISPA Non Pneumonia pada pasien balita meliputi tepat obat, tepat pasien, tepat indikasi dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasional dengan cara pengambilan data dari rekam medis pasien balita dengan diagnosa ISPA Non Pneumonia bulan Juli – Desember 2020 di Puskesmas Cipaku Bogor. Dari 48 sampel diperoleh 56,35% pasien perempuan dan 43,75% pasien laki-laki, Antibiotik yang sering digunakan amoxicillin 93,75%, diagnosa terbanyak adalah Commond Cold 68,75%. Kerasionalan penggunaan obat antibiotik diperoleh hasil tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,75% dan tepat dosis 6,25%. Persentase penggunaan antibiotik 20% yang dimana hasil sesuai standar indikator POR yaitu ≤ 20%.

GAMBARAN INTERAKSI OBAT POTENSIAL ANALGETIK ANTIINFLAMASI NON STEROID (AINS) PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIPAKU BOGOR PERIODE JULI-DESEMBER 2019

2021 · Book · Koleksi Perpustakaan

Interaksi obat adalah keadaan saat suatu zat berpengaruh terhadap aktivitas obat yang akan menimbulkan peningkatan efek atau penurunan, atau mungkin akan menimbulkan efek baru. Interaksi ini akan terjadi dari kesalahan dalam penggunaan yang disengaja atau karena kurangnya pengetahuann mengenai bahan-bahan aktif yang terkandung dalam zat tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sosiodemografi pasien dan profil penggunaan obat Hipertensi dan Analgetik AINS secara bersamaan, dan tingkat keparahan interaksi obat potensial yang terjadi di Puskesmas Cipaku Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada bulan Juli sampai Agustus 2020. Hasil penelitian dari 141 data menunjukan, jenis kelamin pada pasien paling banyak terjadi pada perempuan sebesar 105 (74%) dan usia tertinggi terjadi pada 56-65 tahun sebanyak 50 pasien (36%), dan pekerjaan paling banyak sebagai IRT sebanyak 104 pasien (73,76%). Obat hipertensi yang paling banyak digunakan yaitu amlodipin sebanyak 129 (91%) dan obat analgetik AINS yang paling banyak digunakan yaitu natrium diklofenak sebesar 107 (76%). Hasil penelitian jumlah interaksi obat potensial sebanyak 141 kejadian interaksi dengan tingkat keparahan (100%) moderat, kejadian yang paling banyak terjadi pada kombinasi amlodipin dengan natrium diklofenak sebanyak 97 kejadian (68.8%).