Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kadar gula darah
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KELOMPOK PROLANIS KLINIK BHADRA HUSADA KABUPATEN BOGOR TAHUN 2023

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin secara relative maupun absolut dan bila dibiarkan tidak terkendali dapat terjadi komplikasi. Ketidakpatuhan terhadap penggunaan obat menjadi masalah serius karena dapat meningkatkan risiko komplikasi dan bertambahnya penyakit yang diderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien minum obat dengan kadar gula darah di Klinik Bhadra Husada. Metode yang digunakan metode analisis (chi-square) dengan pendekatan cross-setional. Sampel yang digunakan sebanyak 58 pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini secara total sampling sampel yang diambil berdasarkan karakteristik yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi sebagain sampel data yang di peroleh disajikan dalam bnetuk diagram dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukan Pasien DM yang paling banyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 39 pasien (67,2%), usia yang paling banyak yaitu 46-65 tahun dan pekerjaan yang paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga sebesar 33 pasien (56,9%). Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus yang melakukan pengobatan di Klinik Bhadra Husada dengan kategori patuh sebanyak tingkat kepatuhan tinggi 25 pasien (43,1%). Sehingga dengan kadar gula pasien dengan kategori normal sebanyak 20 pasien (34,5%). Hasil uji chi-square mnunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus dengan nilai p-value 0.000 (p˂α 0.05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KADAR GULA DARAH TERHADAP WAKTU RIGOR MORTIS (KAKU MAYAT) JENAZAH DI INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK RSUD CIAWI BOGOR

2021Koleksi Perpustakaan

Achmad Farid, 16010073, Pengaruh Kadar Gula Darah Terhadap Waktu Rigor Mortis (Kaku Mayat) Jenazah Di Instalasi Kedokteran Forensik RSUD Ciawi Bogor, Skripsi, Program studi strata 1 (S1) Farmasi, STTIF Bogor, 2021. Kadar gula darah merupakan kadar glukosa yang terkandung dalam darah dalam suatu periode tertentu sebelum kematian (PERKENI, 2015). Tingginya kadar gula darah sangat berhubungan erat dengan penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang tidak menular dan dapat menyebabkan kematian. Kadar gula darah yang tinggi akan menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Dimana cadangan gula dalam tubuh akan disimpan didalam otot sebagai glikogen dan ada sebagian dalam darah. Hal ini cadangan glikogen yang ada diotot akan mempengaruhi cepat atau lambatnya waktu rigor mortis. Gambaran usia pada sampel usia 36 tahun keatas sebanyak 83,33%, jenis kelamin 50% : 50%, riwayat penyakit sampel jenazah yang mempunyai riwayat diabetes sebanyak 20 pasien atau sebesar 66,67% , dan obat antibiotik sebanyak 36%. Gambaran kadar gula darah pasien sebelum meninggal dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL sebelum meninggal sebanyak 20 jenazah atau sebesar 66,67%. Gambaran waktu rigor mortis terbanyak di 60 menit sebanyak 10 jenazah atau sebesar 33,33%. Sedangkan waktu rigor mortis tercepat di 30 menit sebanyak 2 jenazah atau sebesar 7%. Pengaruh kadar gula darah terhadap waktu rigor mortis bahwa jenazah dengan kadar gula ≥ 125 mg/dL mendominasi waktu rigor mortis di menit ke 60 setelah kematian dan sebanyak 10 jenazah. Sedangkan menit tercepat waktu rigor mortis di menit ke 30 setelah kematian mempunyai riwayat penyakit diabetes dengan kadar gula darah tinggi yaitu diatas ≥ 125 mg/dL dan tidak terkontrol. Jenazah yang mempunyai riwayat kadar gula darah ≥ 125 mg/dL mempengaruhi waktu rigor mortis lebih cepat yaitu 30 menit hingga 75 menit setelah waktu kematian. Hal ini dapat mempengaruhi alibi seseorang pada tindakan kriminal karena berhubungan dengan keterangan perkiraan waktu kematian yang ditentukan pada pemeriksaan rigor mortis (kaku mayat).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail