Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Penulis: Nidaul Hasanah
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) RAWAT INAP DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Demam Berdarah Dangue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue biasanya ditandai dengan Demam Berdarah Dengue demam 2-7 hari yang disertai dengan penurunan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi penggunaan obat pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU Jampangkulon Sukabumi meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat indikasi sesuai dengan Pedoman Komprehensif untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah dan Demam Bedarah Dengue oleh WHO tahun 2011. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional bersifat deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada periode Juli – Desember 2021 sebanyak 132 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi pasien jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 53 pasien (53%), usia terbanyak yaitu 5 – 11 tahun (Kanak – kanak) dengan 39 pasien (39,40%), Pasien Demam Beradarah Dengue (DBD) juga mendapatkan terapi lainya untuk mengobati gejala maupun diagnosis yang ada. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat pada pasien DBD diatas sebanyak 99 pasien didapatkan tepat obat (100 %), tepat dosis (89,89%), dan tepat indikasi (100 %).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Hipertensi seringkali disebut pembunuh senyap dengan gejala yang dapat bervariasi. Hipertensi secara umum didefinisikan dengan kondisi tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan minum obat antihipertensi yang kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah tidak terkontrol, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat antihipertensi yang teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, gambaran penyakit penyerta pasien hipertensi, gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi, gambaran tekanan darah dan hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di RSU Jampangkulon Sukabumi periode Februari-Mei 2022. Penelitian ini menggunakan metode prospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran sosiodemografi untuk usia 46-55 tahun sebanyak 38,2%, jenis kelamin perempuan sebanyak 58,8% dan pendidikan SD sebanyak 51,5%. Gambaran penyakit penyerta diabetes sebanyak 55,9%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi kategori sedang sebanyak 45,6%. Gambaran tekanan darah terkontrol sebanyak 79,4%. Ada Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah yaitu didapat nilai signifikasi p=0,001 ≤ 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI DOSIS TETAP KATEGORI 1 PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU RAWAT JALAN DI RSU JAMPANGKULON SUKABUMI

2023Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian serta keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RSU Jampangkulon Sukabumi, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada bulan Juli-Desember 2021 dengan sampel sebanyak 66 pasien. Hasil dari penelitian ini menunjukan sosiodemografi : jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki 45 pasien (68%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun (Dewasa Awal) 31 pasien (47%.), berat badan terbanyak yaitu 38-54 kg sebanyak 43 pasien (65%). Profil penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap Kategori 1 dengan Fase intensif 66 pasien (100%), Fase lanjutan 61 pasien (92%). Evaluasi pengobatan antituberkulosis menunjukan tepat obat fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat indikasi fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat dosis pada fase intensif (92,2%) dan fase lanjutan (92,2%), tepat lama pemberian obat pada fase intensif (100%) fase lanjutan (92,2%). Keberhasilan pengobatan antituberkulosis paru yang ditandai dengan pemeriksaan BTA negatif 59 pasien (89%) BTA positif 7 pasien (11%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail