BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Demam Berdarah Dangue adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus
dengue biasanya ditandai dengan Demam Berdarah Dengue demam 2-7 hari yang
disertai dengan penurunan trombosit. Penelitian ini bertujuan untuk Mengevaluasi
penggunaan obat pada pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSU
Jampangkulon Sukabumi meliputi tepat obat, tepat dosis, dan tepat indikasi sesuai
dengan Pedoman Komprehensif untuk Pencegahan dan Pengendalian Demam
Berdarah dan Demam Bedarah Dengue oleh WHO tahun 2011. Penelitian ini
merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional bersifat
deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada periode Juli –
Desember 2021 sebanyak 132 sampel. Hasil dari penelitian ini menunjukan
sosiodemografi pasien jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 53 pasien (53%),
usia terbanyak yaitu 5 – 11 tahun (Kanak – kanak) dengan 39 pasien (39,40%),
Pasien Demam Beradarah Dengue (DBD) juga mendapatkan terapi lainya untuk
mengobati gejala maupun diagnosis yang ada. Berdasarkan hasil evaluasi ketepatan
penggunaan obat pada pasien DBD diatas sebanyak 99 pasien didapatkan tepat obat
(100 %), tepat dosis (89,89%), dan tepat indikasi (100 %).
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi seringkali disebut pembunuh senyap dengan gejala yang dapat
bervariasi. Hipertensi secara umum didefinisikan dengan kondisi tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg dan atau diastolik lebih dari 90 mmHg. Kepatuhan
minum obat antihipertensi yang kurang baik dapat menyebabkan tekanan darah
tidak terkontrol, sehingga diperlukan kepatuhan dalam minum obat antihipertensi
yang teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
sosiodemografi, gambaran penyakit penyerta pasien hipertensi, gambaran tingkat
kepatuhan minum obat antihipertensi, gambaran tekanan darah dan hubungan
tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan tekanan darah pada pasien
hipertensi di RSU Jampangkulon Sukabumi periode Februari-Mei 2022. Penelitian
ini menggunakan metode prospektif dengan pendekatan cross sectional. Teknik
pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan analisis
univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran
sosiodemografi untuk usia 46-55 tahun sebanyak 38,2%, jenis kelamin perempuan
sebanyak 58,8% dan pendidikan SD sebanyak 51,5%. Gambaran penyakit penyerta
diabetes sebanyak 55,9%. Gambaran tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi
kategori sedang sebanyak 45,6%. Gambaran tekanan darah terkontrol sebanyak
79,4%. Ada Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan
tekanan darah yaitu didapat nilai signifikasi p=0,001 ≤ 0,05.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Tuberkulosis paru merupakan penyakit yang menyerang paru-paru yang
disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap
Kategori 1 meliputi tepat obat, tepat indikasi, tepat dosis, tepat lama pemberian
serta keberhasilan pengobatan pada pasien tuberkulosis di RSU Jampangkulon
Sukabumi, berdasarkan Pedoman Pengendalian TB Nasional tahun 2016.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan
pendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif pada
bulan Juli-Desember 2021 dengan sampel sebanyak 66 pasien. Hasil dari
penelitian ini menunjukan sosiodemografi : jenis kelamin terbanyak yaitu laki-laki
45 pasien (68%), usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun
(Dewasa Awal) 31 pasien (47%.), berat badan terbanyak yaitu 38-54 kg sebanyak
43 pasien (65%). Profil penggunaan obat antituberkulosis Kombinasi Dosis Tetap
Kategori 1 dengan Fase intensif 66 pasien (100%), Fase lanjutan 61 pasien (92%).
Evaluasi pengobatan antituberkulosis menunjukan tepat obat fase intensif dan fase
lanjutan (100%), tepat indikasi fase intensif dan fase lanjutan (100%), tepat dosis
pada fase intensif (92,2%) dan fase lanjutan (92,2%), tepat lama pemberian obat
pada fase intensif (100%) fase lanjutan (92,2%). Keberhasilan pengobatan
antituberkulosis paru yang ditandai dengan pemeriksaan BTA negatif 59 pasien
(89%) BTA positif 7 pasien (11%).