Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

7 hasil
Subjek: Tuberkulosis
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP HASIL PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS BOGOR TIMUR

2025Koleksi Perpustakaan

TBC (tuberkulosis) adalah penyakit serius yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tubeculosis. Pengobatan tuberkulosis biasanya memerlukan waktu yang cukup lama, seringkali paling tidak selama enam bulan atau lebih tergantung seberapa baik pasien patuh terhadap meminum obat. Hasil pengobatan tuberkulosis paru meliputi sembuh, pengobatan lengkap, gagal, meninggal, putus berobat, dan tidak evaluasi. dikatakan sembuh apabila pasien tuberkulosis paru dengan hasil pemeriksaan bakteriologis positif pada awal pengobatan yang hasil pemeriksaan bakteriologis pada akhri pengobatan menjadi negatif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur. Penelitian ini menggunakan cross sectional . Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 80 sampel. Pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner dan rekam medik. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji phi cramer’s V. hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan signifikan antara hubungan tingkat kepatuhan minum obat terhadap hasil pengobatan pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Bogor Timur dengan nilai signifikan 0,000.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X SUKABUMI

2025Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis. Terapi pasien TB paru terdiri dari obat anti tuberkulosis (OAT) dan obat non anti tuberkulosis (Non OAT) dalam penggunaanya dilakukan dalam waktu bersamaan sehingga memungkinkan terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penggunaan OAT dan Non OAT. Potensi terjadinya interaksi obat antar OAT, antar OAT dengan Non OAT dan antar Non OAT dalam peresepan pasien Rawat Jalan di Rumah Sakit X Sukabumi. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental (observasional) dengan rancangan deskriptif dan bersifat retrospektif. Pengambilan data berdasarkan data resep elektronik pasien ditinjau secara teoritis dari studi literatur Drugs Interaction Checeker. Terdapat 95 sampel pasien TB paru. Jenis kelamin terbanyak adalah Laki-laki (66,3%). Usia pasien terbanyak rentang usia 26-35 tahun (dewasa awal) (27,4%). Jenis OAT terbanyak digunakan adalah rifampisin (30,6%), dan isoniazid (30,6%). Jenis Non OAT terbanyak digunakan adalah golongan obat vitamin dan suplemen (27,8%). Terdapat (56,6%) obat yang mengalami potensi interaksi, dan (43,4%) tidak mengalami potensi interaksi. Potensi interaksi obat antar OAT terbanyak yaitu interaksi pada rifampisin dengan isoniazid (44,2%), dan rifampisin dengan pyrazinamide (27,8%) dengan level keparahan terbanyak Major (72,1%). Potensi interaksi obat antar OAT dan Non OAT terbanyak yaitu interaksi pada isoniazid dengan paracetamol (51,7%) dengan level keparahan terbanyak Moderate (55,8%). Sedangkan potensi interaksi obat antar Non OAT terbanyak yaitu interaksi pada methylprednisolon dengan salbutamol (28,6%) dengan level keparahan terbanyak Minor (38,1%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIEN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT TRIMITRA CIBINONG

2024Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh tingkat kepatuhan pasien dalam meminum obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi penderita tuberkulosis yang meliputi usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pengobatan penderita tuberkulosis yang sedang melakukan pengobatan rawat jalan di RS Trimitra Cibinong. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan secara cross-sectional menggunakan data primer berupa kuesioner MMAS-8 dari pasien tuberkulosis rawat jalan yang dilakukan di RS Trimitra Cibinong periode Januari – Maret 2023 dengan total sampel sebanyak 70 orang yang dipilih secara purposive sampling yang sudah di masukan kedalam rumus slovin. Hasil penelitian pasien tuberkulosis berdasarkan sosiodemografi berdasarkan usia terbanyak terdapat pada kelompok usia 26-35 tahun sebanyak 24.3%, berdasarkan jenis kelamin paling banyak perempuan 55.7%, berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak SMA 60% dan berdasarkan jenis pekerjaan terbanyak sebagai pegawai swasta 37 orang 52.9%. Gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis menunjukan 67.1% mempunyai tingkat kepatuhan tinggi dan sebanyak 32.9% mempunyai tingkat kepatuhan yang sedang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTITUBERKULOSIS PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI POLI PARU RSUD PALABUHANRATU

2023Koleksi Perpustakaan

Penyakitl tuberkulosis paru merupakanl penyakit infeksil menular yangl disebabkan olehl Mycobacterium lTuberculosis. Tingkat kepatuhanl pasien dalaml meminum obatl antituberkulosis sangatlah penting karena merupakanl salah satul faktor yangl menentukan keberhasilanl dalam pengobatanl tuberkulosis lparu. Obat antituberkulosis harus diminum secara teratur sampai tuntas dengan dosis yang ditentukan oleh dokter. Penelitian inil bertujuan untukl mengetahui gambaranl sosiodemografi pasien berdasarkanl usia, jenisl kelamin, lpendidikan, dan pekerjaanl serta gambaran tingkat kepatuhanl minum obatl antituberkulosis padal pasien tuberkulosis parul di Poli Paru RSUD Palabuhanratu. Jenis penelitianl yang digunakanl adalah penelitianl yang bersifatl deskriptif. Sampell yang digunakanl dalam penelitianl sebanyak 76 responden. Pengambilanl sampel menggunakanl purposive lsampling. Pengambilan datal menggunakan kuesionerl yang sudahl tervalidasi yangl dibuat berdasarkanl MMAS-8 (Moriskyl Medication Adherencel Scale). Hasill dari penelitianl ini menunjukkanl bahwa responden paling banyak di usial lansia awall (46-55l tahun) sebanyakl 23 orang (30,3%), responden terbanyak berjenis kelamin laki-laki (59,2%), responden terbanyak berpendidikan Sekolah Dasar (31,6%), dan responden terbanyak bekerja sebagai buruh (32,9%). Didapatkan hasil tingkatl kepatuhan tinggil sebesar (65,79%), tingkat kepatuhanl sedang sebesarl (30,26%), dan tingkat kepatuhanl rendah sebesarl (3,95%) dalam mengkonsumsi obat anti tuberkulosis paru.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SOSIODEMOGRAFI DAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT ANTITUBERKULOSIS PASIEN TB PARU DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis (TB paru) merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycrobacterium tuberculosis, Untuk mencapai pengobatan yang optimal dibutuhkan pengetahuan dan kepatuhan minum obat anti TB. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui hubungan sosiodemografi dan tingkat pengetahuan mengenai penyakit tuberkulosis dengan kepatuhan minum obat anti TB pasien rawat jalan di Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan longitudinal dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang sosiodemografi, pengetahuan dan kepatuhan pada pasien TB paru. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Bogor Periode Agustus sampai September 2022 dengan pemilihan sampel total sampling yang memenuhi keriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 52 pasien. Hasil penelitian menunjukan data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52%, rata- rata usia pasien terbanyak 17-25 tahun 36,5%, pendidikan terbanyak SMA sebanyak 51,9%, dan pekerjaan terbanyak yaitu pegawai swasta sebanyak 38,5%, pengetahuan dalam kategori tinggi sebanyak 75,0%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 69,2%. Berdasarkan uji chi square sosiodemografi diperoleh nilai p-value usia 0,056, jenis kelamin 0,853, pendidikan 0,241, pekerjaan 0,173. Sedangkan nilai p -value tingkat pengetahuan menunjukan 0,379.Tidak ada hubungan sosiodemografi dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Rumah Sakit Islam Bogor.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SOSIODEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS PAMIJAHAN

2022Koleksi Perpustakaan

Berdasarkan World Health Organization menunjukkan bahwa tahun 2016 terdapat 10,4 juta kasus TB Paru didunia. Pada tahun 2020 Indonesia menempati urutan ke-3 kasus TB Paru di dunia yaitu sebanyak 845.000 kasus, jumlah kasus tertinggi yang dilaporkan terdapat di provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pamijahan, Jenis penelitian kuantitatif observasional (non eksperimental) dengan pendekatan Cross sectional dan pengamatan diambil secara prospektif dengan kuesioner tentang pengetahuan dan kepatuhan, Jumlah sampel dihitung berdasarkan metode slovin dengan jumlah sampel 61 pasien. Hasil data sosiodemografi pasien laki-laki sebanyak 52.5%, rata-rata usia pasien terbanyak 26-35 tahun yaitu 34.4%, pendidikan terbanyak yaitu SMA sebanyak 54.1%, dan pekerjaan terbanyak yaitu tidak bekerja sebanyak 42.6%, pengetahuan dalam kategori cukup sebanyak 50.8%, dan kepatuhan yang paling banyak adalah patuh yaitu 86.9%. Tidak ada hubungan sosiodemografi terhadap tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien Tuberkulosis di Puskesmas Pamijahan nilai p-value usia 0.288, jenis kelamin 0.542, pendidikan 0.216, pekerjaan 0.058. Ada hubungan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan pengobatan pada pasien TB paru di Puskesmas Pamijahan nilai p-value 0.001.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS PASIENRAWAT JALAN DI RUMAH SAKITANNISA CITEUREUP

2022Koleksi Perpustakaan

Tuberkulosis adalah jenis penyakit menular yang diakibatkan oleh kuman Mycobacterium Tuberkulosis. Bakteri Tuberkulosis menginfeksi paru-paru, serta sebagian organ tubuh lainya. Bakteri ini masuk tubuh manusia melalui paru-paru, kemudian bakteri tersebut menyebar dari paru-paru ke organ tubuh yang lain melalui darah, kelenjar getah bening, saluran pernapasan, dan menyebar langsung ke organ tubuh yang lain. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat. Prevalensi penderita tuberkulosis di daerah citeureup dan sekitarnya cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kepatuhan pasien rawat jalan penderita tuberkulosis dalam melakukan pengobatan tuberkulosis yang dideritanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan data prospektif yaitu data primer yang berhubungan dengan sosiodemografi pasien. Hasil penelitian ini menurut sosiodemografi berdasarkan umur pasien terbesar didapatkan dari kelompok usia 36 – 45 tahun dengan 24%. Berdasarkan jenis kelamin persentas terbesar adalah jenis kelamin laki-laki dengan 62%. Berdasarkan tingkat pekerjaan persentase terbesar adalah jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta sebanyak 41% dan persentase pasien terbesar berdasarkan tingkat pendidikan adalah tingkat pendidikan setara SMA sebanyak 47%. Kuesioner MMAS-8 digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan pengobatan yang dilakukan. Hasil penelitian dari 80 responden didapatkan sebanyak 63% mempunyai tingkat kepatuhan yang tinggi, 36% sedang dan hanya 1% mempunyai tingkat kepatuhan yang rendah dalam melakukan pengobatan tuberkulosis.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail