Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: kepatuhan minum obat
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI KLINIK MEDISTIRA 2

2025Koleksi Perpustakaan

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMASI OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS CIPAKU KOTA BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Informasi akan memberikan pengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan seseorang. Pemberian edukasi pada penelitian ini dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah dilakukan pemberian informasi obat dengan leaflet di Puskesmas Cipaku. Desain penelitian ini merupakan prospektif non experimental dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan dari data primer. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik sebanyak 14 responden atau sebesar 47%, sedangkan responden dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 24 responden (80%). Namun setelah dilakukan edukasi dengan leaflet responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%. Kepatuhan rendah menurun menjadi 60%. Pada hasil uji Wilcoxon p>0,05, yaitu 0,000 untuk pengetahuan dan 0,009 untuk kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang bermakna antara hasil kuesioner pengetahuan dan hasil kuesioner kepatuhan dengan pemberian PIO melalui leaflet. Hasil pengujian korelasi pada penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pemberian informasi obat dengan leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan p>0,05 dengan nilai signifikansi 0,205.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA DI PUSKESMAS KEMANG KABUPATEN BOGOR

2021Koleksi Perpustakaan

Latar Belakang: Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh banyak faktor, dimana salah satu faktornya adalah dukungan keluarga. Keluarga merupakan pendukung utama yang memberi perawatan langsung pada setiap keadaan pasien, baik sakit maupun sehat. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan gangguan jiwa, karena pada umumnya pasien gangguan jiwa belum mampu mengatur dan mengetahui jadwal dan jenis obat yang akan diminum. Keluarga harus selalu membimbing dan mengarahkan agar pasien gangguan jiwa dapat minum obat dengan benar dan teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah pasien skizofrenia dengan keluarga pasien di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling, dengan jumlah responden 57 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan data kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan didapatkan p-value 0,000 yang berarti p-value < 0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: yaitu ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Saran: Perlunya kesadaran akan pemberian dukungan dari keluarga, dukungan yang baik sangat berpengaruh terdahap kesembuhan dan kepatuhan pasien dalam minum obat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail