BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana peningkatan darah sistolik
berada di atas batas normal yaitu lebih dari 140/90 mmHg. Berdasarkan data
Riskesdas pada tahun 2018, sebesar 32,3% angka kejadian hipertensi di Indonesia
disebabkan karena ketidakpatuhan meminum obat. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi dan pengobatan
pasien hipertensi di Klinik Medistira 2. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan
pendekatan prospektif. Dengan jumlah populasi sebanyak 150 pasien dan sampel
sebanyak 110 responden. Data yang diambil adalah data tingkat kepatuhan minum
obat dengan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil kuesioner tingkat kepatuhan
minum obat dengan kategori rendah sebesar 57,3% dan obat hipertensi yang paling
banyak digunakan adalah golongan CCB (Calcium Channel Blocker) amlodipin
sebanyak 93,6%. Kesimpulannya tingkat kepatuhan minum obat pasien hipertensi
di Klinik Medistira 2 masih rendah dengan persentase 57,3%.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan
selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat/tenang. Informasi akan
memberikan pengaruh pada pengetahuan dan kepatuhan seseorang. Pemberian
edukasi pada penelitian ini dengan media leaflet. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan pasien sebelum dan sesudah
dilakukan pemberian informasi obat dengan leaflet di Puskesmas Cipaku. Desain
penelitian ini merupakan prospektif non experimental dengan rancangan One
Group Pretest-Posttest Design. Data penelitian dikumpulkan dari data primer.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan edukasi dengan
leaflet responden dengan pengetahuan baik sebanyak 14 responden atau sebesar
47%, sedangkan responden dengan tingkat kepatuhan rendah sebanyak 24
responden (80%). Namun setelah dilakukan edukasi dengan leaflet responden
dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 80%. Kepatuhan rendah menurun
menjadi 60%. Pada hasil uji Wilcoxon p>0,05, yaitu 0,000 untuk pengetahuan dan
0,009 untuk kepatuhan. Dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang
bermakna antara hasil kuesioner pengetahuan dan hasil kuesioner kepatuhan
dengan pemberian PIO melalui leaflet. Hasil pengujian korelasi pada penelitian
ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pemberian informasi obat dengan
leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan dengan p>0,05 dengan nilai
signifikansi 0,205.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Latar Belakang: Kepatuhan minum obat dipengaruhi oleh banyak faktor,
dimana salah satu faktornya adalah dukungan keluarga. Keluarga merupakan
pendukung utama yang memberi perawatan langsung pada setiap keadaan pasien,
baik sakit maupun sehat. Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam proses
penyembuhan pasien, khususnya pasien dengan gangguan jiwa, karena pada
umumnya pasien gangguan jiwa belum mampu mengatur dan mengetahui jadwal
dan jenis obat yang akan diminum. Keluarga harus selalu membimbing dan
mengarahkan agar pasien gangguan jiwa dapat minum obat dengan benar dan
teratur. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di
Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Metode: Desain penelitian ini adalah
korelasi dengan pendekatan cross sectional populasi dalam penelitian ini adalah
pasien skizofrenia dengan keluarga pasien di Puskesmas Kemang Kabupaten
Bogor dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Convenience sampling,
dengan jumlah responden 57 sampel. Metode pengumpulan data menggunakan
data kuesioner. Penelitian ini telah dilakukan uji statistik Chi-Square dengan
tingkat kemaknaan α = 0,05 dan didapatkan p-value 0,000 yang berarti p-value <
0,05 sehingga Ho ditolak dan H1 diterima. Kesimpulan: yaitu ada hubungan antara
dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia di
Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor. Saran: Perlunya kesadaran akan pemberian
dukungan dari keluarga, dukungan yang baik sangat berpengaruh terdahap
kesembuhan dan kepatuhan pasien dalam minum obat