HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENGENAI ANTIBOTIK PADA TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI WILAYAH KECAMATAN BEJI DEPOK
Pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga teknis kefarmasian mengenai penggunaan antibiotik dapat mencegah terjadinya peningkatan risiko terhadap keamanan pasien, pengobatan yang kurang tepat dan kurang efektif, dan perluasan resistensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian tentang antibiotik berserta hubungannya dengan faktor sosiodemografi di wilayah Kecamatan Beji Depok. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pengambilan data secara prospektif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memberikan kuesioner secara online menggunakan Google Form yang disebarkan kepada 171 tenaga teknis kefarmasian di wilayah Kecamatan Beji Depok. Pertanyaan kuesioner menggunakan standar Permenkes RI No 2406, 2011 tentang pedoman umum tentang antibiotik. Data dianalisis dengan SPSS versi 26 dan Microsoft Excel dengan hasil analisis disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62% tenaga teknis kefarmasian memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai antibiotik. Hasil uji Pearson Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan wilayah kerja dengan tingkat pengetahuan tenaga teknis kefarmasian mengenai antibiotik. Hasil uji lanjut Bonferroni menunjukkan terdapat hubungan yang signfikan pada jenis kelamin laki-laki dengan tingkat pengetahuan antiobiotik pada tingkatan kurang dan wilayah kerja di Beji dan Kemiri Muka dengan tingkat pengetahuan antibotik pada tingkatan kurang.