Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

12 hasil
Subjek: COVID-19
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MAHASISWA DIPLOMA TIGA STTIF BOGOR MENGENAI SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19

2025Koleksi Perpustakaan

Suplemen kesehatan adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino dan/atau bahan lain bukan tumbuhan yang dapat dikombinasi dengan tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mengenai suplemen kesehatan pada masa pandemi Covid-19 Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil sebanyak 107 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi pada mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak jenis kelamin perempuan sebesar 75,70%, usia terbanyak remaja akhir sebesar 82,24%, pekerjaan disamping sebagai mahasiswa terbanyak sebagai asisten tenaga kesehatan sebesar 98,13%, tahun masuk STTIF Bogor terbanyak pada tahun 2019 sebesar 38,32%, riwayat penyakit Covid-19 sebagai penyintas Covid-19 sebesar 57,01%. Mahasiswa diploma tiga STTIF Bogor mempunyai pengetahuan baik sebesar 77,57%, cukup sebesar 8,41% dan kurang sebesar 14,02%. Sikap positif sebesar 74,77% dan sikap negatif sebesar 25,23%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN COVID-19 DI RUANG MAWAR 1 RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO DENGAN METODE ATC/DDD DAN DU 90 % TAHUN 2022

2023Koleksi Perpustakaan

Covid-19 adalah penyakit infeksi jenis baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus 2 (SARS-CoV-2). Penelitian bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan dan kuantitas penggunaan antibiotik yang diberikan pada pasien Covid-19 di ruang Mawar 1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso periode Januari-Desember 2022. Data diambil secara retrospektif meneliti kebelakang dengan menggunakan data sekunder malalui rekam medik pasien Covid-19 tahun 2022. Data dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD/100 patient-days dan Drug Utilization (DU) 90% menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan dari 171 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan karakteristik pasien Covid–19 terbanyak yaitu jenis kelamin laki–laki sebanyak 88 pasien (51%), usia pasien usia manula >65 tahun sebanyak 48 pasien (28%), derajat keparahan sedang sebanyak 131pasien (77%), satu komborbid sebanyak 63 pasien (36,84%), hipertensi sebanyak 56 pasien (32% ), rute pemberian parentral sebanyak 157 pasien (65 %), kombinasi sebanyak 104 pasien (60,82%) kuantitas penggunaan antibiotik yang paling banyak adalah golongan sefalosporin yakni seftriaxon dengan nilai DDD sebesar 49,29 DDD/100 patient days. Antibiotik yang termasuk dalam segmen diatas DU 90% pada penelitian ini adalah seftriaxon (49,29) DDD/100 patient days), semakin tinggi nilai DDD maka semakin tinggi kuantitas antibiotik yang digunakan maka semakin besar kemungkinan resistensi antibiotik terjadi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIVIRUS OSELTAMIVIR DAN FAVIPIRAVIR PADA PASIEN COVID-19 DI INSTALASI RAWAT INAP RS AZRA PERIODE 2021

2023Koleksi Perpustakaan

Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Bberapa jenis Coronavirus diketahui menyebabkan saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Servere Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan COVID-19. Berdasarkan buku panduan protokol tatalaksana COVID-19 di Indonesia, antivirus jenis oseltamivir dan favipiravir dapat diberikan bagi pasien COVID-19 dengan gejala ringan, sedang, berat, hingga kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan antivirus oseltamivir dan favipiravir pada pasien COVID-19 di Instalasi Rawat Inap RS Azra Periode 2021. Penelitian ini bersifat retrospektif observasional menggunakan data sekunder dari rekam medik. Dari hasil penelitian yang telah di lakukan berdasarkan data sosiodemografi pasien COVID-19 paling banyak yaitu 57% dan usia lansia awal (46 – 55 Tahun) sebanyak 28%. Penggunaan antivirus terbanyak pasien COVID-19 di RS Azra Bogor yaitu antivirus favipiravir sebanyak 64% dan penggunaan antivirus favipiravir dan oseltamivir terhadap lama rawat inap pasien COVID-19 di RS Azra Bogor rata-rata lama rawat tersingkat yaitu 7,75 hari dengan menggunakan terapi favipiravir, sedangkan penggunaan oseltamivir rata- rata lama rawat inap 9,73 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN FAKTOR USIA, JENIS KELAMIN, DAN KOMORBID TERHADAP TINGKAT KEMATIAN PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Wabah penyakit Covid-19 telah menjadi ancaman besar bagi kesehatan masyarakat di dunia, penyebab penyakit ini adalah SARS-Cov-2 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Menurut beberapa penelitian sebelumnya terdapat faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingginya tingkat kematian pasien Covid- 19 diantaranya adalah faktor usia, jenis kelamin, dan komorbid. Dan banyak penelitian yang telah menemukan bahwa faktor komorbid adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara faktor usia, jenis kelamin dan komorbid terhadap tingkat kematian pasien Covid-19 di Rumah Sakit Islam Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik berdasarkan data retrospektif dari data sekunder yang diambil dari data rekam medis sebanyak 154 pasien dengan metode total sampling, kemudian data dianalisis dengan uji chi-square menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 26. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor usia dan faktor komorbid hipertensi memiliki hubungan terhadap tingkat kematian pasien Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan nilai p-value yang diperoleh melalui uji Chi-Square <0,05. Nilai p-value pada faktor usia adalah 0,032 <0,05. Dan nilai p-value pada faktor komorbid hipertensi adalah 0,049 <0,05. Sedangkan faktor jenis kelamin dan komorbid lainnya tidak memiliki hubungan dengan tingginya kasus kematian pasien Covid- 19, hal ini ditunjukkan dengan nilai p-value >0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN SUPLEMEN KESEHATAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA BOJONG BARU KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penularan COVID-19 begitu cepat karena mekanisme penyebarannya melalui udara (air bone), Dalam upaya pencegahan dan perawatan infeksi COVID-19 Badan Pengawas Obat dan Makanan menerbitkan buku pedoman penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19, suplemen berperan penting dalam menjaga sistem imun dari serangan virus. Dibutuhkan pengetahuan untuk mengonsumsi suplemen kesehatan agar penggunaan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor sosiodemografi (usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendikan terakhir) dan hubungannya dengan tingkat pengetahuan penggunaan suplemen kesehatan di Desa Bojong Baru Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor dalam periode April hinga Juli 2022. Metode penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional sample penelitian ditetapkan menggunakan metode purposive sampling. Gambaran sosiodemografi responden paling tinggi usia dewasa awal 43%, jenis kelamin wanita 66%, pekerjaan pegawai swasta 63% dan pendidikan terakhir SMA 67%, pengetahuan kategori baik 41%. Hasil uji analisis bivariat antara usia dengan tingkat pengetahuan menunjukan nilai signifikasi sebesar 0,608<0,05 menunjukan tidak ada hubungan, tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan (p-value=0,352<0,05), pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tidak terdapat hubungan (p-value=0,565<0,05), terdapat hubungan antara pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan (p- value=0,044<0,05).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBEDAAN LAMA RAWAT INAP ANTARA PENGGUNAAN TERAPI ANTIVIRUS OSELTAMIVIR DAN FAVIPIRAVIR PADA PASIEN COVID-19 DI RSUD CIAWI BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Virus COVID-19 merupakan virus RNA rantai tunggal yang diberitahukan berasal dari hewan kelelawar, kemudian bermutasi ke manusia. Karena disebabkan oleh virus, maka pengobatan COVID-19 memerlukan antivirus seperti oseltamivir dan favipiravir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama rawat inap antara penggunaan oseltamivir dan favipirafir pada pasien COVID-19 di RSUD Ciawi Bogor. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dari rekam medis pasien COVID-19 tanpa penyakit penyerta periode Desember 2020-Februari 2021 dengan rentang usia 18-65 tahun. Dari total 67 kasus, pasien terbanyak berjenis kelamin laki-laki (54%), dengan rentang usia 26-35 tahun (31%), berpendidikan terakhir SMP (30%) dan bekerja sebagai karyawan swasta (25%). Gambaran lama rawat inap pada hari ke 5-7 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 17 orang dan favipiravir sebanyak 12 orang, pada hari ke 8- 10 jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 14 orang dan favipiravir sebanyak 16 orang, pada pasien yang dirawat inap ≥11 hari jumlah pasien pengguna antivirus oseltamivir sebanyak 3 orang dan favipiravir sebanyak 5 orang. Rerata lama rawat inap pasien pengguna oseltamivir 7,74 hari dan favipiravir 9 hari. Berdasarkan hasil pengujian dengan Mann-Whitney, nilai P-Value sebesar 0,143 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan tidak terdapat perbedaan bermakna antara lama rawat inap pasien yang mengkonsumsi oseltamivir dan favipiravir.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGELOLAAN OBAT TUBERKULOSIS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS CIMANDALA KABUPATEN BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid- 19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO, kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan dengan baik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI OBAT ANTIVIRUS FAVIPIRAVIR DAN OSELTAMIVIR TERHADAP PASIEN POSITIF COVID-19 DI RSUD KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Penggunaan antivirus untuk pasien COVID-19 mempunyai efektivitas yang berbeda. Antivirus yang digunakan di Indonesia khususnya di RSUD Kota Bogor adalah Favipiravir 200mg tablet dan Oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas antivirus favipiravir 200mg tablet dan oseltamivir 75mg kapsul. Penelitian ini dilakukan pada 88 pasien yang di rawat di ruang Sempur RSUD Kota Bogor dan telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan menggunakan metode analisis data uji Mann Whitney test, dengan pengambilan data Retrospektif pada periode Desember 2020 sampai Februari 2021. Data yang di ambil meliputi, usia, jenis kelamin, catatan antivirus pasien, dan hasil RT-PCR nilai CT-Value pasien. Hasil dari penelitian ini didapatkan sebanyak (69%) pasien dengan jenis kelamin perempuan terkonfirmasi positif COVID-19, kategori usia pada lansia awal 46-55 tahun sebanyak (40%), sedangkan penggunaan antivirus yang banyak digunakan yaitu oseltamivir sebanyak (57%), pasien dinyatakan sembuh dengan nilai CT-Value di atas 38-40 sebanyak (59%). Berdasarkan hasil statistika menggunakan uji Kolmograv-Smirnov test dan uji Mann whitney test nilai p (asymp sig.(2-tailed) menunjukkan hasil P-value < 0,05 (P= 0,000) artinya ada perbedaan efektivitas antivirus favipirapir dan oseltamivir pada pasien COVID-19 di RSUD Kota Bogor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 DI KECAMATAN CIBINONG TAHUN 2022

2023Koleksi Perpustakaan

Kejadian kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih terus terjadi, berbagai usaha untuk mencegah penyebaran lebih lanjut telah dilakukan oleh pemerintah salah satunya dengan memberikan edukasi sebagai langkah awal untuk membentuk perilaku yang dapat mengurangi penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 pada masyarakat di Kecamatan Cibinong. Desain penelitian ini adalah prosfektif non eksperimental. Bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Alat ukur berupa data primer yaitu menggunakan kuesioner dalam bentuk google form, untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan perilaku pencegahan Covid-19. Dilakukan pada 100 orang sampel yang didapat dari populasi menggunakan metode purposive sampling. Selanjutnya dianalisis menggunakan SPSS versi 26 dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat pengetahuan Covid-19 sebagian besar berkategori cukup yaitu sebanyak 69% dan tingkat perilaku pencegahan Covid-19 sebagian besar berkategori baik sebanyak 65%. Dari hasil uji chi-square diperoleh p-value 0,007 (<0,05), sehingga disimpulkan terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat perilaku pencegahan Covid-19.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBEDAAN TERAPI COVID-19 PADA GELOMBANG 1 COVID 2020 DENGAN GELOMBANG 2 COVID 2021 DI RSUD KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV 2, dapat menginfeksi manusia dan menyerang sistem pernafasan. Penanganan Covid-19 sangat beragam, setiap negara mencoba berbagai pengobatan yang berbeda untuk mengobati dengan mengembangkan protokol pengobatan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien dan perbedaan terapi Covid-19 pada gelombang 1 dan gelombang 2. Penelitian bersifat retrospektif dari rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 periode Maret 2020 sampai Desember 2021. Data dianalisis dengan Microsoft excel dan disajikan secara deskriptif dengan uji proporsi 2 sampel dalam bentuk gambar dan tabel. Berdasarkan hasil yang didapatkan penderita terbanyak didominasi perempuan pada gelombang 1 (58%) dan gelombang 2 (62%) dengan usia 45-55 pada gelombang 1 (30%) dan gelombang 2 (32%). Perbedaan terapi Covid-19 gelombang 1 dengan gelombang 2 terdapat perbedaan secara bermakna berdasarkan uji proporsi 2 sampel. Hal ini dikarenakan pada gelombang 1 lebih banyak pasien dengan derajat keparahan ringan sampai sedang dan gelombang 2 lebih banyak pasien dengan derajat sedang hingga berat

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN OUTCOME PASIEN COVID-19 KOMORBID DAN NON KOMORBID DI RSUD KOTA BOGOR

2023Koleksi Perpustakaan

Covid-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh Coronavirus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Pada kasus Covid-19 ini pasien dengan komorbid lebih banyak berkaitan dengan outcome klinis yang lebih buruk dibandingkan pasien non komorbid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan outcome pasien Covid-19 komorbid dan non komorbid di RSUD Kota Bogor. Penelitian dilakukan secara retrospektif melalui data rekam medik pada 356 pasien terkonfirmasi Covid-19 dirawat inap periode Maret 2020 – Desember 2021. Data outcome pasien Covid-19 akan dianalisis perbedaannya pada pasien komorbid dan non komorbid. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas dan uji Mann-Whitney dengan tingkat signifikansi 0,05. Pasien Covid-19 pada penelitian ini ditemukan terbanyak pada usia 45–55 tahun (25,56%), pada jenis kelamin perempuan (55,90%), dengan komorbid terbanyak yaitu diabetes melitus tipe 2 (41%) dan hipertensi (34,3%), derajat gejala klinis terbanyak yaitu gejala ringan (60,39%), lama hari rawat terbanyak terdapat pada 8–14 hari (52,25%). Pada pasien komorbid diperoleh outcome pulang 71,35% dan meninggal 28,65%, sedangkan pada pasien non komorbid diperoleh outcome pulang 90,45% dan meninggal 9,55%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara outcome pasien pulang dan meninggal baik dengan komorbid maupun non komorbid dilihat pada hasil nilai P-value 0,000 ≤ 0,05.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH JUMLAH PERSEDIAAN MULTIVITAMIN UNTUK TERAPI COVID-19 TERHADAP VOLUME PENJUALAN DI APOTEK KIMIA FARMA UNIT BISNIS BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

9 Maret 2020 World Health Organization menetapkan virus corona (Covid-19) sebagai pandemi. Prinsip pencegahan dan pengendalian Covid-19 dilakukan dengan selalu menerpakan protokol kesehatan antara lain konsumsi gizi seimbang agar daya tahan tubuh tetap terjaga dengan mengkonsumsi vitamin. Pemerintah menganjurkan untuk selalu mengkonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin C, D, E, Zink dan Selenium. Perilaku konsumen yang berubah selama masa pandemi menyebabkan terjadinya kelangkaan stok vitamin. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dari data retrospektif bulan Juli -Desember 2020 untuk mengetahui pengaruh jumlah persediaan vitamin C, D, E, Zink dan Selenium terhadap volume penjualan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa Jumlah persediaan dan volume penjualan vitamin yang mengandung vitamin atau mineral C, D, E, Zink dan Selenium dalam bentuk sediaan tunggal dan campuran mengalami kenaikan. Dari hasil persamaan regresi diperoleh nilai korelasi sebesar 0,837 yang berarti terdapat hubungan yang positif yang sangat kuat dan nilai signifikasi sebesar 0,03 yang berarti jumlah persediaan multivitamin untuk terapi Covid-19 mempunyai pengaruh signifikan terhadap volume penjualan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail