BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Biji kopi robusta merupakan bagian dari tanaman yang memiliki aktivitas sebagai
penurun kadar kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui golongan
senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etanol 96% biji kopi robusta dan
menganalisis aktivitas penurunan kadar kolesterol total darah pada mencit putih
jantan yang telah di induksi dengan kuning telur puyuh. Ekstrak etanol 96% biji
kopi dosis 200 mg/kgBB (P1), 400 mg/kgBB (P2), 600 mg/kgBB (P3), dan
simvastatin dosis 0,026 mg/kgBB diberikan pada mencit putih jantan selama 14
hari sebagai kontrol positif. Kadar kolesterol total darah mencit diukur setelah
dilakukan perlakuan selama 14 hari. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa
ekstrak biji kopi Robusta mengandung flavonoid, tanin, dan saponin, serta steroid
dan terpenoid. Rerata persentase penurunan kadar kolesterol dari kelompok P1,
P2, P3, dan kontrol positif yaitu masing-masing sebesar 25,45%, 24,93%, 29,19%,
dan 27,80%. Pemberian ekstrak etanol 96% biji kopi selama 14 hari kepada
mencit berpotensi untuk menurunkan kadar kolesterol. Penurunan kadar kolesterol
dari P2 dan P3 tidak berbeda bermakna dibandingkan kontrol positif. Dosis yang
berpotensi paling baik dalam menurunkan kadar kolesterol yaitu 600 mg/kgBB.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman
yang sudah lama dikenal masyarakat Indonesia. Kulit batang salam mengandung
senyawa alkaloid, tanin, tanin dan flavonoid. Alkaloid dapat menghambat aktivitas
enzim lipase pankreas sehingga meningkatkan sekresi lemak melalui feses, tanin
menghambat penyerapan lemak di usus dengan cara bereaksi dengan protein
mukosa dan sel epitel usus sedangkan fenolik dan flavonoid mengurangi kadar
kolesterol dalam darah dengan menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidaknya aktivitas
antikolesterol dari ekstrak kulit batang salam serta membandingkan pelarut mana
yang lebih baik dalam menurunkan kolesterol. Kulit batang salam dibuat ekstrak
secara maserasi menggunakan pelarut air, etanol dan etil asetat. Masing-masing
ekstrak diuji kandungan fitokimia kemudian diukur penurunan kadar kolesterol
dengan dibuat deret konsentrasi 50-150 ppm. Aktivitas penurunan kadar kolesterol
dilakukan dengan menambahkan pereaksi Lieberman-Buchard dan diukur dengan
Spektrofotometer UV-Vis. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak kulit batang
salam mengandung flavonoid, tanin, triterpenoid, saponin dan fenol. Pada
penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak air, etanol dan etil asetat memiliki
aktivitas antikolesterol secara in vitro. Persen penurunan kadar kolesterol pada
konsentrasi paling rendah (50 ppm) yang paling baik yaitu ekstrak etanol dengan
persentase 73,9% dibandingkan dengan ekstrak air sebesar 70,19% dan ekstrak etil
asetat sebesar 68%.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan suatu lemak yang bersifat amfipatik yang memiliki
komponen struktural, senyawa ini banyak berasal dari jaringan KoA, kolesterol
dalam darah dan limfe. Sacha Inchi (Plukenetia volbilis L) dikenal sebagai kacang
inka atau kacang gunung yaitu kacang yang berasal dari hutan tropis amazon. Kadar
kolesterol total dapat dikategorikan normal apabila kolesterol < 200 mg/dl,
menghawatirkan 200-239 mg/dl, tinggi > 240 mg/dl. Identifikasi masalah dari
penelitian ini untuk melihat berapa jumlah konsentrasi ekstrak etanol 96% kacang
sacha inchi yang paling aktif sebagai menurunkan kolesterol secara in vitro . Tujuan
dari penelitian ini untuk memperoleh memperoleh data aktivitas ekstrak etanol 96%
sebagai penghambat kolesterol secara In vitro. Hasil uji kadar air yang didapat yaitu
sebesar 6%. Hasil positif pengujian kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak
etanol 96% daun sacha inchi yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Hasil pengujian
aktivitas kolesterol ekstrak etanol 96% daun sacha inchi pada panjang gelombang
maksimum 670 nm dan operating time 20 menit dengan konsentrasi 10, 20, 40, 80,
didapatkan hasil nilai % inhibisi tertinggi pada 57,56% dengan IC50 33,43 ppm dan
hasil kontrol positif dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 ppm didapatkan hasil
nilai % inhibisi tertingg yaitu 46,30% dengan IC50 -398,11.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Rimpang kunyit (Curcuma domestica) mengandung senyawa kurkumin
yang berkhasiat sebagai antikolesterol. Daun salam (Syzygium polyanthum)
memiliki kandungan flavanoid, saponin, tanin, vitamin C, B3, A, dan E yang
berpotensi sebagai antikolesterol. Sediaan tablet memiliki keuntungan seperti
pemberian dosis yang lebih tepat dan mudah dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan
untuk menentukan formulasi terbaik tablet kombinasi ekstrak rimpang kunyit dan
daun salam dengan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat. Tablet
dibuat menggunakan metode granulasi basah dengan perbandingan ekstrak 1 : 1
menggunakan konsentrasi gelatin 5% (F1) : 7,5% (F2) : 10% (F3). Evaluasi tablet
yang dilakukan meliputi uji keseragaman bobot, uji keseragaman ukuran, uji
kekerasan, uji kerapuhan dan uji waktu hancur tablet. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tablet kombinasi rimpang kunyit dan daun salam dengan
konsentrasi gelatin 5% menghasilkan mutu tablet terbaik berdasarkan evaluasi
keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur
tablet. Penggunaan variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat
mempengaruhi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur tablet. Semakin besar
konsentrasi gelatin maka semakin besar nilai kekerasan, semakin kecil nilai
kerapuhan dan semakin lama waktu hancur tablet.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kolesterol merupakan salah satu komponen lemak yang bermanfaat untuk
pembentukan dinding sel – sel dalam tubuh dan pembentukan hormon steroid.
Kolesterol berfungsi sebagai molekul prekursor dalam sintesis vitamin D dan
hormon steroid. Sedangkan kombucha adalah hasil fermentasi teh dan gula oleh
SCOBY (symbiotic culture of bacteria and yeast). Kombucha dapat dibuat dari
daun yang tinggi kandungan fenol salah satunya adalah daun salam. Penelitian ini
bertujuan menentukan aktivitas metabolit sekunder, pH, kadar total fenol dan
aktivitas inhibisi kolesterol dari infusa daun salam dan kombucha daun salam. Pada
penelitian ini menggunakan infusa daun salam dan kombucha daun salam dibuat
dengan konsentrasi 12,5 g/L; 25g/L; 37,5 g/L; dan 50 g/L. Kombucha daun salam
yang diperoleh akan di uji karakteristik kombucha daun salam meliputi uji
fitokimia, pH, serta pengujian kadar total fenol secara in vitro dan aktivitas
antikolesterol dengan metode Liebermann- Burchard. Aktivitas antikolesterol
infusa daun salam dan kombucha daun salam pada penelitian ini diperoleh Aktivitas
Inhibisi Kolesterol oleh Infusa daun salam 12,5 g/L- 50g/L berkisar 10,32- 27,97
sedangkan aktivitas inhibisi kolesterol oleh kombucha daun salam 12,5 g/L- 50g/L
berkisar 16,64- 39,65. Infusa daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tannin,
saponin, steroid, pH 5,44- 6,11, dan total fenol berkisar 22,38- 41,72 mg GAE/g.
Kombucha daun salam mengandung flavonoid, saponin, tanin, pH 2,63- 2,73, dan
total fenol berkisar 27,61- 44,79 mg GAE/g. Oleh karena itu, infusa dan kombucha
daun salam memiliki potensi sebagai agen antikolesterol.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Upaya penurunan kadar kolesterol darah yang tinggi pada penderita
hiperkolesterolmia dapat dilakukan dengan menggunakan bahan alam yang
mengandung zat antikolesterol. Bahan alam yang biasa digunakan sebagai obat
tradisional ialah rimpang kunyit dan daun salam. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis potensi antikolesterol ekstrak etanol 96% rimpang kunyit (Curcuma
longa L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) baik ekstrak
tunggal maupun kombinasinya. Ekstrak etanol 96% kedua bahan tanaman diperoleh
dengan metode maserasi. Kandungan golongan senyawa aktif ekstrak diuji secara
kualitatif melalui uji fitokimia. Potensi ekstrak sebagai antikolesterol diuji dengan
pereaksi Lieberman Burchard dan diukur dengan spektrofotometer, hingga
diperoleh nilai konsentrasi ekstrak yang dapat menghambat 50% kolesterol (IC50).
Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak rimpang kunyit dan daun salam
mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan fenol. Kandungan golongan
senyawa antikolesterol pada ekstrak rimpang kunyit lebih baik (53,25%)
dibandingkan ekstrak daun salam (43,61%). Hasil uji potensi antikolesterol
menunjukkan ekstrak kunyit memiliki potensi antikolesterol (IC50 = 83,179 ppm)
yang lebih baik dari pada ekstrak daun salam (IC50 = 88,288 ppm). Sedang pada
kombinasi ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 (IC50 = 82,714 ppm) mempunyai
potensi antikolesterol yang lebih baik daripada kombinasi 1:3 (IC50 = 282,957 ppm)
dan 3:1 (IC50 = 96,713ppm). Secara keseluruhan potensi antikolesterol kombinasi
ekstrak kunyit dan daun salam 1:1 lebih baik dari ekstrak tunggalnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Daun alpukat ( Persea americana Mill) merupakan tanaman yang sudah sejak
lama dikenal masyarakat Indonesia serta digunakan sebagai obat tradisional untuk
mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kolesterol. Kandungan
senyawa yang terdapat pada daun alpukat adalah polifenol, flavonoid, saponin,
kuersetin. Daun alpukat yang di ekstrak dengan metode infus, dipekatkan dan dibuat
deret konsentrasi hingga diperoleh persen hambat dan nilai IC50 kemudian
ditentukan kadar fenol, flavonoid dan steroidnya. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak air daun alpukat mengandung senyawa fenolik dengan aktivitas
penurunan kadar kolesterol dengan nilai IC50 48.30ppm, kadar total fenol 201.1 mg
GAE/g, kadar total flavonoid 37.3 mgQE/g, kadar total steroid 92.06 mg/g sitosterol,
hasil tersebut menyatakan bahwa daun alpukat dapat dijadikan sebagai bahan baku
obat alternatif dalam menurunkan kadar kolesterol.