VIABILITAS Lactobacillus plantarum YANG TERENKAPSULASI KOMBINASI MALTODEKSTRIN & ALGINAT DI DALAM SARI BUAH SIRSAK PADA SIMULASI CAIRAN ASAM LAMBUNG
Minuman probiotik dengan bahan dasar sari buah mampu di konsumsi oleh orang yang intoleran terhadap susu, alergi dan vegetarian. Teknik enkapsulasi dapat meningkatkan viabilitas bakteri probiotik pada saat berada dalam kondisi asam lambung. Matriks maltodextrin – alginat merupakan polimer yang biasa digunakan pada pembuatan enkapsulasi probiotik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan malodextrin – alginat dalam mempertahankan viabilitas L.plantarum dalam sari buah sirsak (Annona muricata L) terhadap simulasi cairan asam lalmbung. Penelitian ini diawali dengan mencampurkan suspensi bakteri ke dalam matriks maltodextrin – alginat sebagai bahan penyalut, selanjutnya dilakukan metode ekstruksi, kemudian kapsul probiotik di campurkan ke dalam sari buah sirsak untuk di uji viabilitasnya dalam simulasi cairan asam lambung. Jumlah L.plantarum viabilitas yang terenkapsulasi dalam matriks maltodekstrin – alginat pada konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 berturut – turut yaitu 8,2 x 1010 CFU/gram, 7,6 x 1010 CFU/gram dan 7,3 x 1010 CFU/gram. Nilai efisiensi untuk ketiga konsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 yaitu kurang dari 1%. Selain dilakukan uji terhadap cairan simulasi asam lambung kapsul probiotik dengan koonsentrasi 1:1, 2:1 dan 3:1 mampu mempertahankan viabilitas sebesar 3,2 x 109 CFU/mL, 3,6 x 109 CFU/mL dan 3,4 x 109 CFU/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa teknik enkapsulasi L.plantarum dengan bahan polimer maltodekstrin – alginiat dalam sari buah sirsak probiotik mampu mempertahankan jumlah sel L.plantarum setelah diuji terhadap cairan asam lambung.