Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Penulis: Euis Pujasari H
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

KESESUAIAN TERAPI INFEKSI OPORTUNISTIK PADA PASIEN HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Penyakit infeksi yang menyebabkan kematian salah satunya ialah infeksi yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Apabila sel limfosit T-helper rusak menyebabkan imun tubuh manusia menjadi lemah. Infeksi oportunistik (IO) adalah infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh. IO dapat menyebabkan kematian lebih dari 90% pasien HIV/AIDS. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian penatalaksanaan terapi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari – Desember 2023. Metode yang digunakan observasional yang bersifat deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Adapun data yang diteliti diantaranya data sosiodemografi (umur dan jenis kelamin), data infeksi oportunistik, data pengobatan, dan penatalaksanaan terapi infeksi oportunistik. Penelitian ini memiliki manfaat untuk lebih mengetahui kesesuaian terapi obat infeksi oportunistik dari penyakit HIV/AIDS. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 130 pasien HIV/AIDS rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor periode Januari - Desember 2023 dapat disimpulkan bahwa pasien HIV/AIDS terbanyak adalah laki-laki 101 pasien (78%) sedangkan perempuan 29 pasien (22%) semua dalam rentang usia 26-35 tahun. Terapi obat infeksi oportunistik yang banyak digunakan oleh pasien HIV/AIDS yaitu antibiotik (56%). Jenis infeksi oportunistik terbanyak adalah Isosporiasis 54 pasien (37,76%), Kandidiasis 50 pasien (34,97%), Toxoplamosis 24 pasien (16,78%) dan Pneumonia 15 pasien (10,49%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN PNEUMONIA DI RUANG RAWAT INAP RSJ dr H MARZOEKI MAHDI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pneumonia adalah infeksi akut atau inflamasi pada jaringan paru-paru yang diakibatkan oleh bermacam mikroorganisme, antara lain bakteri, virus, parasit, jamur, paparan bahan kimia, atau kerusakan fisik paru-paru. Metode Gyssens dipakai untuk mengevaluasi rasionalitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penggunaan antibiotik pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif, dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Dari hasil penelitian pasien pneumonia yang di rawat di RSJ dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor Periode Agustus 2022- Agustus 2023 sebanyak 87 pasien. Hasil penelitian memperlihatkan pasien pneumonia paling tinggi dialami oleh Laki-laki sebanyak 50 pasien dengan persentase (57,47%), kelompok usia terbanyak lansia awal 46-60 tahun sebanyak 24 pasien dengan persentase (27,60%). Profil penggunaan antibiotik pasien pneumonia yang digunakan di rawat inap Ceftriaxone (54,02%), Levofloxacine (32,18%), dan Azithromycin (13,79%). Ketepatan penggunaan antibiotik pasien pneumonia rawat inap dengan memakai metode Gyssens, yang termasuk kategori IIIa (durasi pemberian terlalu lama) (5,75%), kategori IIIb (durasi pemberian terlalu singkat) (4,60%), kategori IIa (Dosis tidak tepat) (4,60%) dan kategori 0 (penggunaan antibiotik tepat atau rasional) (89,65%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI INTERAKSI OBAT ANTIPSIKOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa berat dapat mempengaruhi pikiran, perasaan, dan perilaku individu dengan gejala positif dan negatif. Obat yang diberikan dapat berupa obat tunggal maupun kombinasi. Penggunaan kombinasi obat antipsikotik dalam pengobatan skizofrenia meningkatkan potensi interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis kelamin dan usia, penggunaan kombinasi obat, kejadian interaksi, tingkat keparahan dan mekanisme potensi interaksi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Jiwa dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor pada bulan November 2023 – Mei 2024. Sampel penelitian yang digunakan adalah rekam medis pasien skizofrenia yang masuk ke dalam kriteria inklusi berupa pasien rawat inap skizofrenia, menerima obat antipsikotik, berusia 20-60 tahun. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian dari 49 sampel menunjukkan bahwa pasien skizofrenia terbanyak merupakan pasien laki-laki 38 pasien (77%), dan rentang usia terbanyak di 26- 35 tahun yaitu 19 pasien (39%). Pemberian antipsikotik sejumlah 6 pasien (12%) mendapatkan kombinasi 2 obat, 27 pasien (55%) dengan kombinasi 3 obat, dan 16 pasien (33%) sisanya mendapatkan kombinasi 4 obat. Ditemukan seluruhnya berpotensi mengalami kejadian interaksi obat sejumlah 153 kejadian (100%). Mekanisme potensi interaksi obat yang ditemukan sebanyak 24 (14%) potensi kejadian farmakokinetik dan 129 (86%) potensi kejadian farmakodinamik. Tingkat keparahan potensi interaksi sebanyak 19 (12%) termasuk ke dalam kategori mayor dan 134 (88%) kejadian berpotensi memiliki interaksi moderat.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN RAWAT INAP SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA Dr. H. MARZOEKI MAHDI BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan dan mempengaruhi aktivitasnya dengan meningkatkan atau menurunkan efeknya. Pasien skizofrenia menggunakan obat dalam jangka panjang sehingga ketika terjadi penyakit lain terdapat tambahan obat lain yang berpotensi menyebabkan peluang terjadinya interaksi obat semakin tinggi. Yang dapat memperberat efek samping, dan meningkatkan atau menurunkan efektivitas pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi interaksi obat pada pasien skizofrenia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan metode pengambilan sampel secara total sampling berdasarkan data rekam medis dari 108 pasien memenuhi kriteria iklusi dan ekslusi. Hasil ini menunjukan penderita penyakit skizofrenia terbanyak yaitu pria (51%) dengan usia terbanyak 36-45 tahun (29%). Penyakit penyerta paling banyak yaitu hipertensi (87,96%). Penggunaan obat skizofrenia golonggan tunggal (27%), dua obat kombinasi (62%), dan tiga obat kombinasi (11%). Obat golongan tipikal terbanyak yaitu obat Haloperidol (56,48%) dan obat golongan atipikal terbanyak yaitu Risperidone (35%). Penggunaan obat selain skizofrenia terbanyak yaitu golongan obat CCB (Calcium Channel Blockers) (amlodipine) (49%). Terdapat 48 potensi interaksi obat dengan mekanisme interaksi terbanyak yaitu interaksi farmakodinamik (77%) dan level keparahan major (70%).

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WAKTU TUNGGU RESEP RAWAT JALAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT JIWA MARZOEKI MAHDI BOGOR

2022Koleksi Perpustakaan

Salah satu pelayanan farmasi yang harus memenuhi standar dirumah sakit adalah waktu tunggu. Belum tercapainya waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di instalasi farmasi menyebabkan masih banyaknya komplain pasien atau keluarga pasien yang merasa tidak puas dengan waktu tunggu pelayanan resep, sehingga menjadi masalah bagi mutu pelayanan Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang didukung metode retrodeskriptif kualitatif, dengan mengambil data waktu tunggu pelayanan resep pada bulan Desember 2020. Hasil penelitian menunjukan rata- rata waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan dengan jaminan BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor selama 40,77 menit untuk resep non racikan dan 66,54 menit untuk resep racikan sehingga belum memenuhi standar Kepmenkes RI No 129/Menkes/SK/II/2008.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail