BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik
kefarmasian oleh apoteker. Pada pelayanan kefarmasian ada tolak ukur yang
dijadikan pedoman dalam mengukur tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan
konsumen berkaitan erat dengan kinerja sumber daya apotek. Maka dari itu,
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen dan
mengetahui tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian ini bersifat
observasional prospektif dengan menggunakan data asli yang didapatkan dari
wawancara serta kuesioner. Hasil kuesioner dihitung dengan Ms.Excel 2010.
Hasil Penelitian ini menunjukan gambaran sosidemografi didominasi oleh
perempuan, usia konsumen 36-45 tahun sebanyak 32 orang, dan kategori
pendidikan terakhir yang paling banyak berkunjung ke apotek yaitu Sekolah
Menengah Akhir. Hasil tingkat kepuasan dari 5 dimensi yaitu kehandalan 91,62%,
jaminan 91,29%, empati 85,02%, ketanggapan 87,38%, bukti fisik 88,18%. Hasil
total keseluruhan Tingkat Kepuasan Konsumen menggunakan perhitungan Index
Kepuasan Pelanggan (IKP) didapatkan nilai yakni 88,69% masuk dalam kategori
sangat puas.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu sarana pelayanan kefarmasian yaitu apotek harus memberikan kualitas
pelayanan kepada setiap konsumen sesuai dengan harapan mereka dalam
pelayanan pembelian obat over the counter (OTC). Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui tingkat kepuasan konsumen dalam kualitas pelayanan OTC yang
diberikan oleh Apotek Tara Farma Bogor. Jenis penelitian kuantitatif dan
memiliki sifat deskriptif dan pengambilan kuesioner yang dilakukan dengan cara
prosfektif secara profesional. Analisis ini menggunakan metode Servqual dengan
menentukan nilai gap. Hasil yang didapatkan diketahui bahwa nilai rata-rata gap
pada dimensi reliability yaitu -0,15, assurance yaitu -0,17 dan emphaty yaitu -
0,12 dengan hasil responden belum merasa puas karena nilai gap negatif (-) dan
pada dimensi responsiveness yaitu 0,2 dan tangibles yaitu 0,01 dengan hasil
responden merasa puas karena nilai gap positif (+). Rata-rata gap pada
keseluruhan dimensi didapatkan hasil -0,1. Pada hasil analisa diagram kartesius
yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kualitas pelayanannya ada pada
kuadran I yaitu atribut A2 obat tersedia dengan lengkap, atribut A3 Obat dijual
dengan harga wajar, atribut A4 konsumen mendapatkan informasi yang jelas dan
mudah dimengerti, atribut C1 petugas mempunyai pengetahuan dan keterampilan
yang baik dalam bekerja, atribut C2 petugas melayani dengan ramah dan
tersenyum.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Tuntutan konsumen terhadap kualitas pelayanan kefarmasian menuntut
adanya perubahan orientasi pelayanan, yang pada awalnya menuju perubahan
pelayanan yang berorientasi pada pelanggan. Apotek sebagai penyedia layanan,
dituntut memberikan layanan terbaik untuk mencapai kepuasan konsumen. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian di Apotek Aruba Farma Kota Depok. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan kuesioner yang disebar
kepada 95 responden yang diambil secara purposive sampling. Hasil studi ini
menurut sosiodemografi responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh hasil
tertinggi yaitu wanita dengan skor 53%. Berdasarkan usia diperoleh hasil tertinggi
yaitu pada usia 35-49 dengan skor 33%. Berdasarkan tingkat pendidikan terakhir
diperoleh hasil tertinggi yaitu pendidikan SMA dengan skor 58% dan berdasarkan
pekerjaan diperoleh hasil tertinggi yaitu pegawai swasta dengan skor 40%. Data
penelitian ini menghasilkan lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu : Dimensi Bukti
Fisik sebesar 93% (sangat puas), Dimensi Keandalan sebesar 81% (sangat puas),
Dimensi Ketanggapan sebesar 82% (sangat puas), Dimensi Jaminan sebesar 84%
(sangat puas), dan Dimensi Empati sebesar 80% (puas). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa konsumen yang membeli obat di Apotek Aruba Farma Kota
Depok sudah merasa sangat puas (84%) terhadap kualitas pelayanan kefarmasian.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukannya
pekerjaan kefarmasian.Salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan
pelayanan kefarmasian di apotek adalah dengan studi kepuasan pelanggan. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui sosiodemografi konsumen , tingkat
kepuasan konsumen dan mengetahui nilai kesenjangan (selisih antara harapan dan
kenyataan) pasien resep tunai terhadap pelayanan di Apotek Kimia Farma No. 7
Bogor. Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
Single Cross Sectional Study (pendekatan dengan observasi atau pengumpulan
data sekaligus dalam kondisi waktu tertentu).Responden yang dipilih adalah
pengunjung Apotek Kimia Farma 07 yang datang untuk menebus resep dengan
metode non propability sampling dengan jumlah tertentu. Tingkat kepuasan
konsumen diukur menggunakan model SERVQUAL (Service Quality) terhadap 5
dimensi kualitas layanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan
emphaty..Hasil penelitian menunjukan presentase tingkat kepuasan konsumen
rata-rata sebesar 95,02%. Dimensi tangibel merupakan dimensi yang paling
memerlukan perbaikan karena nilai rata-rata kesenjangan paling tinggi yaitu
minus 0,283 dan tingkat kepuasan terendah diantara yang lain yaitu 94,27 %. Dan
dimensi yang paling tinggi adalah dimensi responsive dengan tingkat kesenjangan
adalah minus 0,202 dan tingkat kepuasan 95,74%.