BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan
dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan
keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi,
harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi
kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan
bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan
jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden
dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data
sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal
(26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak
karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000
sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan
kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan
(96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati
pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan,
Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Mutu pelayanan farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan kepuasan pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata masyarakat, serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar pelayanan profesi yang ditetapkan serta sesuai dengan kode etik profesi farmasi. Sisi mutu pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 55%, usia terbanyak lansia awal (46-55 tahun) 36%, Pendidikan terbanyak SMA 59%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta sebanyak 43%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan bukti langsung pelayanan (84,28%), keandalan pelayanan (84,42%), daya tanggap
pelayanan (87,87%), jaminan pelayanan (81,86%), dan empati pelayanan (88,92%).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan
meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap.
Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode
ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis
(IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian
antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian
adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%,
pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%.
Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas
dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%),
jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan
harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan
dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan
(95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara
harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan
dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20),
dan daya tanggap (-1,17).
BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Kualitas pelayanan merupakan faktor dan akar penting yang mampu memberikan
kepuasan bagi pelanggannya yang terkait dengan hasil prilaku dari mulut ke mulut
seperti keluhan, rekomendasi dan pertukaran atau perpindahan. Harapan adalah apa
yang dipikirkan oleh konsumen yang harus disediakan oleh penyedia jasa. Harapan
atau ekspektasi bukan merupakan prediksi dari apa yang akan disediakan oleh
penyedia jasa. Harapan akan timbul saat konsumen memerlukan suatu barang atau
jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi dan
gambaran harapan masyarakat di Kelurahan Ciderum Kabupaten Bogor terhadap
kualitas pelayanan kefarmasian apotek. Pada penelitian ini metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara
purposive sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Pengumpulan data
secara prospektif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian gambaran
sosiodemografi yang menunjukan persentase terbanyak adalah usia 26- 35 tahun
(39%), jenis kelamin laki-laki (54%), pendidikan SMA (40%), pekerjaan
wiraswasta (37%), pendapatan Rp. 1.500.000- Rp. 3.000.000 (37%). Hasil
penelitian gambaran harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan kefarmasian
adalah bukti langsung skor rata-rata (334,2), keandalan (337,6), ketanggapan (353),
jaminan (367,5), empati (348,8).
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai
tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan
mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh
sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah
sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang
meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif
dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental
menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada
saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam
penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke
Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian
berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan
berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama
yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan
keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13.
Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu
pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki
yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama
diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab
kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai
hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan
meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap.
Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode
ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis
(IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian
antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian
adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang
telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin
terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%,
pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%.
Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas
dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%),
jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan
harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan
dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan
(95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara
harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan
dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20),
dan daya tanggap (-1,17).