Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

6 hasil
Subjek: Kenyataan
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK ASKIA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Kualitas pelayanan dapat didefinisikan sebagai tingkat kesempurnaan antara harapan dan kenyataan, diukur melalui sejauh mana tingkat keunggulan dapat memuaskan keinginan konsumen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran sosiodemografi, harapan, kenyataan, dan kesesuaian harapan dan kenyataan kualitas pelayanan.Sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 214 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan metode diagram kartesius. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 61%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 42%, Pendidikan terbanyak Perguruan Tinggi 74%, pekerjan terbanyak karyawan swasta 35%, dan pendapatan terbanyak Rp. 4.500.000-Rp.6.000.000 sebanyak 26%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan kualitas pelayanan bukti langsung pelayanan (97,42%), keandalan pelayanan (96,91%), daya tanggap pelayanan (95,53%), jaminan pelayanan(94,78%), dan empati pelayanan (97,12%). Secara variabel Kuadran A yaitu daya tanggap dan jaminan, Kuadran B yaitu keandalan dan empati, Kuadran C yaitu bukti langsung.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RS JULIANA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Mutu pelayanan farmasi rumah sakit adalah pelayanan farmasi yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan dalam menimbulkan kepuasan pasien sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata masyarakat, serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar pelayanan profesi yang ditetapkan serta sesuai dengan kode etik profesi farmasi. Sisi mutu pelayanan yang meliputi aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan bukti langsung. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel penelitian adalah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner. Data sosiodemografi jenis kelamin terbanyak perempuan 55%, usia terbanyak lansia awal (46-55 tahun) 36%, Pendidikan terbanyak SMA 59%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta sebanyak 43%. Secara keseluruhan didapatkan hasil Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan bukti langsung pelayanan (84,28%), keandalan pelayanan (84,42%), daya tanggap pelayanan (87,87%), jaminan pelayanan (81,86%), dan empati pelayanan (88,92%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 GUNUNG PUTRI

2025Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%, pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%. Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%), jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan (95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20), dan daya tanggap (-1,17).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN YANG DITERIMA DI APOTEK PALEDANG FARMA BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13. Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN MUTU PELAYANAN KEFARMASIAN YANG DITERIMA DI APOTEK PALEDANG FARMA BOGOR

2024Koleksi Perpustakaan

Pertumbuhan Apotek di daerah Kota Bogor yang semakin meningkat pesat sampai tahun 2022 serta konsumen yang semakin selektif dan berpengetahuan mengharuskan Apotek untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Oleh sebab itu perlu diketahui apakah pelayanan yang telah diberikan selama ini telah sesuai dengan harapan konsumen atau belum dari sisi kualitas pelayanan yang meliputi aspek tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Desain penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan prospektif dan dianalisis secara deskriptif jenis penelitian kuantitatif noneksperimental menggunakan rancangan crosssectional dengan melakukan pengukuran pada saat yang sama (point time approach). Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil kuesioner pasien yang melakukan pembelian obat ke Apotek Paledang Farma Bogor yang diambil secara prospektif. Hasil penelitian berdsarkan kesesuaian antara harapan dengan kenyataan mutu pelayanan berdasarkan diagram kartesius pada bukti langsung yang menjadi prioritas utama yaitu pada P7, dan P8 dengan presentase kenyataan (kuadran A). Kegiatan keandalan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P13. Kegiatan daya tanggap kenyataan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P18. Kegiatan jaminan pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P21 dan P22. Kegiatan empati pelayanan yang menjadi prioritas utama diperbaiki yaitu pada P25 dan P27.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

ANALISA KESESUAIAN ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN TERHADAP KEPUASAN PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK K-24 GUNUNG PUTRI

2024Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada konsumen yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan konsumen. Aspek pelayanan meliputi aspek bukti fisik, kehandalan, jaminan, kepedulian dan daya tanggap. Desain penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode ServQual dan dianalisis menggunakan metode Importance Peformance Analysis (IPA). Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tingkat kepuasan serta kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan kefarmasian. Jumlah sampel penelitian adalah 300 konsumen dengan instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasilsosiodemografi berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 71%, usia terbanyak dewasa awal (26-35 tahun) 43%, pendidikan terbanyak SMA 51%, dan pekerjaan terbanyak karyawan swasta 38%. Tingkat kepuasan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (68%), kehandalan (70%), jaminan (72%), kepedulian (71%), dan daya tanggap (72%). Tingkat kepuasan harapan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri adalah sangat puas dengan dimensi kepuasan yang terdiri dari bukti fisik (95%), kehandalan (95%), jaminan (95%), kepedulian (95), dan daya tanggap (96%). GAP rerata kesesuaian antara harapan dan kenyataan pelayanan di Apotek K-24 Gunung Putri ditunjukan dengan dimensi bukti fisik (-1,33), kehandalan (-1,25), jaminan (-1,15), kepedulian (-1,20), dan daya tanggap (-1,17).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail