Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Kadar Glukosa
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN RATA-RATA PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES ORAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT X BOGOR

2025Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus (DM) tipe 2 salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya kenaikan kadar glukosa dalam darah, insulin tidak bisa membawa glukosa masuk kedalam jaringan karena resistensi insulin, yang ditandai kadar glukosa darah sewaktu ≥200. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sosiodemografi pasien DM 2 meliputi jenis kelamin dan usia, untuk mengetahui perbandingan rata-rata penurunan GDS pada penggunaan obat Antidiabetes oral di Instalasi rawat Inap Rumah Sakit X Bogor. Metode penelitian ini dari prosedur retrospektif menggunakan data rekam medik periode Januari-Desember 2021, dan diolah menggunakan Microsoft Office Excel 2019 dan SPSS versi 26 dengan sample yang diambil dengan total sampling sebanyak 50 pasien, pengujian menggunakan analisis Kruskal Wallis. Hasil penelitian diperoleh data sosiodemografi pasien DM 2 Laki-laki paling banyak sebesar 53% dan usia paling banyak 46-55 tahun 38%, dengan penyakit tanpa penyerta 32 pasien dan dengan penyakit penyerta sebanyak 18 pasien. Obat yang digunakan gologan dengan obat biguanida (metformin) 35 pasien, glimepiride 4 pasien, glibenclamide 1 pasien dan metformin+glimepiride 10 pasien. Penurunan kadar glukosa darah dengan obat tunggal metformin 40%, glimepiride 42%, glibenclamide 5,20% dan penurunan kombinasi metformin+glimepiride 43%, Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan obat antidiabetes oral terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu dengan nilai p-value 0,422>α 0,05.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

EFEK NEKTAR CAIR TERHADAP PERUBAHAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS HIPERGLIKEMIK

2024Koleksi Perpustakaan

Hiperglikemik adalah keadaan glukosa darah meningkat sampai di atas 200 mg/dl. Nektar ialah cairan manis yang dihasilkan dari kelenjar nektaris tanaman pada bunga, daun, dan batang. Nektar mengandung laktosa, galaktosa, dan fruktosa dalam jumlah sedikit. Nektar juga mengandung ion K+, antioksidan asam askorbat, lipid fenol, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung di dalam nektar cair, perubahan kadar glukosa darah pada tikus dengan dosis nektar cair 0,09 ml/200 gram, 0,18 ml/200 gram, 0,27 ml/200 gram. Tikus diukur kadar glukosa darah normal kemudian diiduksi dengan aloksan sebanyak 120 mg/KgBB. Setelah hari ke-3 tikus diukur kembali kadar glukosa darah kemudian tikus yang sudah memiliki kadar glukosa >200 mg/dl diberikan perlakuan nektar cair dan metformin. Kadar glukosa darah diukur kembali pada hari ke-10 dan 17 setelah pemberian perlakuan. Hasil penelitian menunjukan nektar cair mengandung golongan senyawa kimia alkaloid dan flavonoid. Hasil uji antihiperglikemik menunjukan bahwa nektar cair dapat menurunkan kadar glukosa darah, dimana penurunan yang paling tinggi terdapat pada dosis 2 sebesar 72,30% dibanding kontrol positif sebesar 57,58% dan kontrol negatifsebesar 14,82%. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukan hasil tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan dan kontrol.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail