Profil penulis
M
1.493 karya publik ditemukan.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS OBAT OMEPRAZOLE DAN ESOMEPRAZOLE PADA PASIEN GASTRITIS AKUT RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT RSUP FATMAWATI JAKARTA
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN GEL DARI BIJI BUAH AREN (Arenga pinnata (Wurmb) Merr)
Biji buah aren atau endosperm buah aren yang biasanya dikenal masyarakat dengan sebutan kolang-kaling. Pada kolang-kaling terkandung senyawa alkaloid dan flavonoid yang mempunyai aktivitas sebagai analgetik dan antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan karena sediaan gel dari kolang-kaling memiliki potensi untuk dijadikan produk paten yang dapat dikembangkan sebagai obat di ranah industri kefarmasian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formula sediaan gel dari kolang-kaling dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas metode dipercepat dari variasi konsentrasi kolang-kaling F1(10%), F2(20%), dan F3(30%). Dilakukan pengujian stabilitas fisik yang meliputi: Organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas dengan waktu penyimpanan selama 28 hari pada suhu 4°C, 25°C, dan 40°C. Hasil pengujian yang telah dilakukan diketahui bahwa kolang-kaling dapat diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel dan menghasilkan formula dengan mutu fisik yang baik selama pengujian stabilitas yaitu pada F1 konsentrasi kolang-kaling 10% terhadap suhu 4°C dan 25°C selama 28 hari penyimpanan.
KAJIAN TERAPI FARMAKOLOGIS ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN PREEKLAMPSIA DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD SEKARWANGI
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DAN ALAT KESEHATAN DI KLINIK GMC CICURUG
Bagian yang penting untuk terlaksananya kegiatan di bidang kefarmasian adalah pengelolaan obat. Penyimpanan obat adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk melindungi obat yang disimpan dari risiko kehilangan, kerusakan, pencurian, dan cacat fisik yang dapat mempengaruhi kualitas obat. Penyimpanan adalah salah satu hal yang penting dalam pengelolaan obat di klinik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat dan alat kesehatan di ruang pelayanan klinik dengan Peraturan CMenteri Kesehatan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasi dengan cara mengamati objek dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif, dan pengambilan data dilakukan secara dokumentasi dan dikonfirmasi pada pengelola dan penanggung jawab klinik GMC Cicurug. Hasil penelitian menunjukan penyimpanan obat dan alat kesehatan di Klinik GMC Cicurug di pelayanan dipisahkan berdasarkan bentuk sediaan serta khasiatnya. Penyimpanan obat di ruang pelayanan mencapai persentase 50% dan alat kesehatan di ruang pelayanan mencapai persentase 38,46% yang sesuai dengan Permenkes No. 34 Tahun 2021 tentang standar pelayanan kefarmaisan di Klinik dan Permenkes No. 4 Tahun 2014 tentang cara distribusi alat kesehatan yang baik.
PENGELOLAAN OBAT TUBERKULOSIS PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS CIMANDALA KABUPATEN BOGOR
Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak Covid-19 dengan pola penyebaran yang masih menunjukan peningkatan dan berdampak pada hampir seluruh provinsi. Respon terhadap adanya pandemi ini mengharuskan adanya penyesuaian terhadap pelayanan program kesehatan termasuk pelayanan Tuberkulosis di fasilitas pelayanan kesehatan. Alasan mengambil penelitian ini dikarenakan adanya peningkatan kasus Tuberkulosis pada masa pandemi Covid- 19 di puskesmas cimandala dengan kenaikan kasus sebesar 87 % hal ini dikarenakan adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasi dengan melakukan pengamatan langsung menggunakan daftar tilik dan pengambilan data retrospektif pada tahun 2019. Hasil penelitian menunjukan perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat Tuberkulosis di Puskesmas Cimandala menunjukan hasil yang sudah sesuai standar dapat dilihat dari hasil ketepatan perencanaan, hasil penyimpangan perencanaan, penyimpanan berdasarkan FIFO dan FEFO, kesesuaian fisik obat dengan kartu stok dan hasil perhitungan ITOR (Inventory Turn Over Ratio) yang sudah sesuai dengan standar yang berlaku. Hasil kesimpulan penelitian ini adalah proses perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian di Puskesmas Cimandala pada saat Covid-19 sudah berjalan dengan baik.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA TERMETILASI DARI DAUN NANAS ( Ananas comosus (L) Merr ) YANG DI REFLUKS MENGGUNAKAN AIR
Indonesia merupakan negara dengan panen nanas terbesar setelah Thailand dan Filipina. Produksi massal tanaman nanas akan menghasilkan limbah yang berlimpah. Limbah yang berlimpah sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai selulosa dan turunannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat metil selulosa dari selulosa limbah daun nanas. Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Sintesis metil selulosa ini melalui beberapa tahap yaitu isolasi selulosa, sintesis metil selulosa, kemudian dilakukan uji karakterisasi, meliputi identifikasi dan analisis hasil dari spektrofotometri infra merah (FTIR). Sintesis metil selulosa dilakukan dengan metode refluks dengan variasi waktu dan menggunakan pelarut air. Hasil yang diperoleh yaitu didapatkan hasil terbanyak pada waktu 8 jam. Uji identifikasi meliputi organoleptik metil selulosa daun nanas berupa serbuk berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, dan diuji kelarutan tidak dapat larut pada pelarut yang digunakan. Hasil FTIR menunjukkan serapan selulosa yang khas untuk metil selulosa daun nanas pada bilangan gelombang 3328,91 cm-1 untuk ikatan O-H dan 2917,65 cm-1 untuk ikatan C-H dan pada selulosa daun nanas yaitu 3332,51 cm-1 untuk ikatan OH dan 2913,36 cm-1 untuk ikatan C-H.
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TIROID PADA PASIEN HIPERTIROID DI KLINIK PERMATA SUKABUMI
Hipertiroid adalah penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh. Pasien dengan peningkatan kadar hormon tiroid yang tidak diobati akan beresiko menurunnya kualitas hidup, oleh karena itu diperlukan terapi untuk mengontrol kadar hormon tiroid pada batas normal dan meminimalkan gejala dari hipertiroid, salah satunya dengan obat antitiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat anti tiroid pada pasien hipertiroid di Klinik Permata Sukabumi terhadap jenis kelamin, pekerjaan, usia serta obat tambahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif dengan menggunakan rekam medik pasien periode oktober-desember 2021 di rawat jalan Klinik Permata Sukabumi. Dari sebanyak 370 pasien Pasien Hipertiroid didominasi oleh Perempuan 68,1% (252 orang) dari pada Laki-Laki 31,9% (118). Usia paling banyak untuk pasien hipertiroid adalah pada usia lansia awal (46-55 tahun) sebanyak 99 orang (26,76%). Untuk Pekerjaan, Ibu Rumah Tangga memiliki persentase paling besar pengidap hipertiroid yaitu sebanyak 132 pasien (35,7%) dan untuk obat tambahan yang sering digunakan untuk pasien hiperteiroid adalah bisoprolol yaitu sebanyak 59,5% (220 Orang).