Abstrak
Indonesia merupakan negara dengan panen nanas terbesar setelah Thailand dan Filipina. Produksi massal tanaman nanas akan menghasilkan limbah yang berlimpah. Limbah yang berlimpah sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut sebagai selulosa dan turunannya. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuat metil selulosa dari selulosa limbah daun nanas. Metil selulosa merupakan turunan selulosa yang banyak digunakan sebagai bahan pangan. Sintesis metil selulosa ini melalui beberapa tahap yaitu isolasi selulosa, sintesis metil selulosa, kemudian dilakukan uji karakterisasi, meliputi identifikasi dan analisis hasil dari spektrofotometri infra merah (FTIR). Sintesis metil selulosa dilakukan dengan metode refluks dengan variasi waktu dan menggunakan pelarut air. Hasil yang diperoleh yaitu didapatkan hasil terbanyak pada waktu 8 jam. Uji identifikasi meliputi organoleptik metil selulosa daun nanas berupa serbuk berwarna putih kecoklatan, tidak berbau, dan diuji kelarutan tidak dapat larut pada pelarut yang digunakan. Hasil FTIR menunjukkan serapan selulosa yang khas untuk metil selulosa daun nanas pada bilangan gelombang 3328,91 cm-1 untuk ikatan O-H dan 2917,65 cm-1 untuk ikatan C-H dan pada selulosa daun nanas yaitu 3332,51 cm-1 untuk ikatan OH dan 2913,36 cm-1 untuk ikatan C-H.