BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
One of the natural ingredients that can be used as an alternative antifungal
treatment is papaya leaves (Carica papaya L.) and garlic bulbs (Allium sativum
L.). The purpose of this study was to determine the antifungal activity of a
combination of ethanol extract 96% of papaya leaves (Carica papaya L.) garlic
bulbs (Allium sativum L.) on the growth of Candida albicans fungi. Papaya leaves
and garlic bulbs were extracted by maceration using 96% ethanol. The extract
obtained was subjected to phytochemical tests and the determination of antifungal
activity by the well method with concentration 15%, 20% and 25%. The
phytochemical compounds contained in papaya leaves are tannins, alkaloids,
saponins and flavonoids. Meanwhile, the garlic bulbs contains phytochemical
compounds of flavonoids, alkaloids, and saponins. The diameter of the inhibition
zone of the ethanol extract of papaya leaves and garlic buls was the highest at a
concentration of 25% with a value of 13,38 mm (strong category) and 12,16 mm
(strong category). The best antifungal activity against Candida albicans was in the
combination of the ethanol extract of papaya leaves: garlic bulbs (2:1) with a
value of 13,23 mm (strong category). Therefore, the ethanol extract of papaya
leaves and garlic bulbs has potential antifungal against Candida albicans.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Salah satu bahan alam yang dapat di manfaatkan sebagai alternatif
pengobatan antifungi adalah daun sirsak (Anonna muricata Linn) dan daun pepaya
(Carica papaya Linn). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas
antifungi dari kombinasi ektrak etanol 96% daun sirsak (Annona muricata Linn)
dan daun pepaya (Carica papaya Linn) terhadap pertumbuhan jamur Candida
albicans dan Pityrosporum ovale. Daun sirsak dan Daun pepaya diekstraksi dengan
maserasi menggunakan etanol 96%. Kedua ekstrak dilakukan penapisan fitokimia
dan uji aktivitas antifungi dengan menggunakan difusi cakram. Ekstrak etanol 96%
daun sirsak dan daun pepaya mengandung senyawa golongan flavonoid, alkaloid,
saponin, dan tanin. Kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya dapat
menghambat pertumbuhan Candida albicans dan Pityrosporum ovale dengan
kategori sedang. Variasi kombinasi ekstrak etanol daun sirsak dan daun pepaya
dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1, 1:3 dan 3:1 memiliki daya hambat yang tidak
beda nyata (α>0,05) satu sama lain terhadap pertumbuhan Candida albicans dan
Pityrosporum ovale.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga
masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun
pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari
infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya)
terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa
daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi
yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya
adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan
perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28
ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit
digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun
ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan
pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin.
Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar
66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa
1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada
kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek
analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak
lebih baik dari infusa tunggalnya.
BookOpen AccessMetadata saja
2021•Koleksi Perpustakaan
Indonesia merupakan negara yang memiliki kelembapan tinggi, dimana
kelembapan tersebut merupakan media tumbuhnya mikroorganisme seperti jamur.
Salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur yaitu ketombe. Salah satu
penyebab utama timbulnya ketombe yaitu Pityrosporum ovale. Penelitian ini
bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak etanol, etil asetat dan heksana dari biji
pepaya (Carica papaya L.) terhadap jamur Pityrosporum ovale dengan metode
difusi sumuran. Serbuk simplisia dimaserasi secara bertingkat menggunakan
pelarut heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Dan pengujian aktivitas antijamur
Pityrosporum ovale dari masing – masing ekstrak dengan konsentrasi 10%, 15%,
dan 20% menggunakan metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukan
bahwa ekstrak etanol, etil asetat, dan heksana dari biji pepaya mengandung
alkaloid, flavonoid, dan tanin. Ketiga ekstrak biji pepaya mempunyai aktivitas
antifungi terhadap pertumbuhan Pityrosporum ovale berbeda nyata (α<0,05) satu
sama lain. Aktivitas penghambatan pertumbuhan Pityrosporum ovale tertinggi
pada ekstrak etanol biji pepaya dengan respon hambat pertumbuhan yaitu kuat
(10,9-16,0 mm).