AKTIVITAS ANALGESIK KOMBINASI INFUSA DAUN RANTI (Solanum nigrum L) DAN DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT
Nyeri merupakan masalah umum yang sering dirasakan oleh masyarakat sehingga masyarakat berupaya mencari pereda rasa nyeri (analgesik). Daun ranti dan daun pepaya mengandung senyawa flavonoid yang berkhasiat sebagai analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgetik kombinasi dari infusa daun ranti (Solanum nigrum L) dan infusa daun pepaya (Carica papaya) terhadap mencit putih jantan yang diinduksi asam asetat. Kandungan senyawa daun ranti dan daun pepaya ditetapkan dengan pengujian fitokimia. Konsentrasi yang digunakan untuk masing-masing infusa daun ranti dan infusa daun papaya adalah 8% dan konsentrasi kombinasi infusa yang digunakan dengan perbandingan 1:1, 1:3, dan 3:1. Mencit yang digunakan pada uji ini sebanyak 28 ekor yang dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan uji. Penurunan nyeri pada mencit digunakan metode geliat writhing. Hasil uji fitokimia menunjukan bahwa daun ranti memiliki kandungan senyawa flavonoid, saponin, tanin, steroid sedangkan pada daun pepaya mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil perlakuan menunjukkan efek analgetik pada infusa daun papaya 8% sebesar 66% lebih besar dari infusa daun ranti 8% sebesar 59% . Pada kombinasi infusa 1:3 sebesar 61% lebih tinggi dari kombinasi infusa 3:1 sebesar 49% dan pada kombinasi infusa 1:1 sebesar 29%. Pada kombinasi infusa 1:3 memiliki efek analgetik yang paling terbaik karena mendekati kontrol positif 67% namun tidak lebih baik dari infusa tunggalnya.